Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 143


__ADS_3

Jumat pagi,


pagi buta Arion sudah berada di Mansion Keluarga Nelson menunggu sang empu memasang sepatu dengan tergesa-gesa.


"Gak usah buru-buru nanti jatuh" baru menyelesaikan ucapannya terdengar bunyi


brukk


Kaila tersungkur kedepan dengan dagu yang menghantam lantai tidak terlalu keras kalau di lihat tapi bibir bawah Kaila berdarah akibat tergigit.


"Aw sakit"


"Tuh kan! baru juga di bilang"


"anu aku ko gak enak ya?" seraya menjulurkan lidahnya , nampak bibir bawah Kaila yang mengeluarkan darah


"Ceroboh banget si, kesel liatnya!" Arion membantu Kaila berdiri


"kenapa si marah-marah terus!" kesal Kaila di buat Arion mana bibirnya sakit.


" Au ayo, masang sepatutnya di mobil aja" Kaila hanya diam seribu bahasa walau begitu dirinya mengikuti ucapan Arion dan masuk ke dalam mobil.


Mereka dalam perjalanan menuju sekolah, Kaila masih diam apalagi saat ini bibir bawahnya bengkak seperti di gigit tawon ingin rasanya putar balik ke rumah dan tak masuk ke Sekolah.


"Kenapa diam?" tanya Arion yang sedari tadi menahan diri untuk menanyakan keadaan Kaila, dirinya masih kesal dengan Kaila tak tau kenapa moodnya seketika down .


bukan menjawab Kaila malah mengatur kursi yang di tempati nya untuk rebahan agar saat di tiba di sekolah dirinya tertidur dan tidak ikut belajar .


"Sayang katanya mau ngomong sesuatu?"


"baby?"


"Sweetie?"


"honey?"


"beb?"


Kaila memalingkan tubuhnya agar membelakangi Arion,


"Sayang "


"Kenapa sii?"


"baby?"


"Sugar bby?"


Arion pasrah dirinya tak tau kenapa gadisnya ini marah kepadanya,


"Segitu doang nge rayunya?" batin Kaila saat tak mendengar Arion memanggilnya lagi


Mereka tiba di sekolah tetapi Kaila pura-pura tertidur, saat Arion membukakan pintu yang berada di samping Kaila ,Arion baru menyadari kalau bibir Kaila yang bengkak tadi cuman berdarah Arion kira hanya tergigit lidah.


"Mau sekolah gak?" Arion berjongkok di samping Kaila


"enggak malu" ketusnya


"Tapi masa ijin terus?"


"mana ada aku ijin trus" Arion mendengus pasrah,


"yaudah kamu istirahat di ruangan pribadi aja" Kaila memikirkan


"mau pulang aja"


"ini udah di sekolah kailaa udah hampir bel masuk"


"yaudh kamu aja masuk, aku di sini aja"


"ya Allah gustiii" batin Arion


Arion membopong tubuh kaila keluar dari mobil, Teman-teman mereka yang baru datang pun kaget melihat Arion menggendong Kaila terutama Elvano dan Albert mereka langsung keluar dari mobil sampai lupa menutup pintu.


"Kenapa?"


"ka kenapa?" tanya mereka bersamaan


Kaila bukan menjawab dirinya malah menutup mulut nya.


"Lo apain Kaila ?" tanya El sedikit kasar


Arion memutar matanya malas, sahabat Kaila ini overprotektif dan bisa meledak setia saat jika Kaila Kenapa-kenapa.


"Ghue ghaghapapa Ahjihing" ucap Kaila ,El mengerutkan keningnya


"Lo kenapa si" kesal El, Elvano merebut Kaila di gendongan Arion menurunkan nya

__ADS_1


"**Jam pelajaran pertama dimulai, first class time begins"


"Semua murid di harapkan segera masuk ke dalam kelas, all students are expected to immediately enter the classroom** "


Mereka pun berjalan bersamaan sesekali El maupun Al menanyakan kenapa Kaila membekap mulutnya , sedangkan Arion hanya diam saja sambil menenteng tangan Kaila .


di kelas mereka langsung di suguhi tugas yang di berikan Pabot (bapak botak) , Kaila masih setia menutup mulutnya Feli pun gemas ingin sekali menjauhkan tangan Kaila yang menutupinya.


Skip pulang sekolah,


Kaila masih sebal dengan El yang menarik paksa tangannya dan terjadilah peristiwa dimana Kaila memukul wajah El sampai berdarah saking kesalnya Kaila, itupun kalau bukan di pisahkan keduanya bisa-bisa adu jotos .


Arion mampir ke salah satu klinik untuk mengecek keadaan Kaila seraya membeli salep agar segera sembuh,apalagi malam Minggu ini akan di adakan pesta dimana Kaila akan mempublikasikan dirinya.


Kaila sudah menceritakan kepada Arion , Arion pun ikut senang saat Kaila ingin mempublikasikan dirinya sebagai seorang Putri dari keluarga Nelson, bukan karna apa Arion hanya tak ingin Kaila selalu di pandang remeh oleh orang lain dan di perlakukan seperti tak seharusnya.


"sekarang mau kemana?" tanya Arion saat mereka sudah Selesai memerksa keadaan Kaila.


"Ke markas aku aja, mau jenguk peliharaan" ucap Kaila seraya menyeringai


"Gak ah, kita ke mall aja gimana? sekalian nyari baju buat besok malam"


"kan bibir aku lgi gini Arion Melviano Walsh!" kesal Kaila


"ya maaf kan lupa"


"yaudah kita ke markas kamu, tapi jangan aneh-aneh ya?" Kaila mengangguk


Skip markas


Mereka langsung di sambut para anak buah BD , para anak buah BD terkagum dengan kecantikan Kaila dan ketampanan Arion walau mereka sering bertemu tetap saja mereka masih terpesona kecuali saat Kaila marah mereka menciut bernafas di hadapan Kaila pun serasa tak bisa nyali mereka down.


"Pesan pizza untuk anak-anak Vin, nih password nya kaya biasa" Kaila memberikan kartu kredit yang biasa untuk belanja di minimarket.


"Baik Queen, Queen dan King mau apa?" Kevin bertanya, Sebutan king untuk Arion adalah perintah Kaila untuk menghargai perasaan nya dan Arion .


"Susu pisang sama coklat jangan lupa kinder Joy 5 Vin" Kevin mengangguk


"King?" Arion tersadar dari pelongoannya terhadap Kaila


"Coca-Cola, punya Kaila di ubah Vin , susu pisang 2 kinder Joy 2 , coklat gak usah cukup kinder Joy aja"


"Tapi king?" seraya menatap Arion dan Kaila bergantian


"Apa-apaan kamu Vian!"


"nurut atau gak sama sekali?"


"Ok berarti gak sama sekali"


"Iya yaudahh!!" Kaila berjalan meninggalkan mereka


Arion memberi kode ke Kevin agar segera pergi, menyusul Kaila ke ruangan pribadi Kaila.


Di dalam ruangan kosong, Kaila tak ada tetapi bunyi percikkan air dari kamar mandi terdengar jelas.


"Sayangg" panggil Arion tak ada jawaban dari Kaila


Arion menghela nafas panjangnya, lima menit kemudian keluar Kaila dengan pakaian santai nya walau bibir cantik Kaila masih bengkak, tetap tak bisa menghilangkan kecantikan natural Kaila.



kaila menatap Arion sinis lalu pergi meninggalkan Arion sendiri seraya mengikat rambutnya.


Kaila berjalan sambil Menteng cambuk di lengan sebelah kiri dan sebelah kanan pisau kesayangannya sambil di putar-putar.


Arion masih berada di ruangan pribadi Kaila menghubungi Luke untuk menyiapkan kebutuhan untuk malam besok.


"hidupkan lampunya, siram keduanya agar bangun" titah Kaila ke penjaga


"Eh astaga kaget, untung jantung gua gak copot " batin beberapa anak buah itu yang kaget akan suara Kaila .


"Baik Queen" mereka langsung membagi tugas satu menghidupkan lampu dua lagi menyiram Andrea dan Kirana sedangkan sisanya mengambil kursi seraya mengawal Kaila.


"BAJING*N" tukas Andrea yang kaget


Sedangkan Kirana hanya meringis kaget namun tak banyak bicara tubuhnya lemas, walau Kaila memberikannya makanan itupun hanya sebelah saja.


"Hellowww peliharaan kesayangan ku" cibir Kaila seraya tersenyum manis namun ada maksud terselubung, matanya pun sudah Berubah sebelah tanda kalia yang akan bermain.



Para anak buah BD langsung bergidik ngeri namun harus tetap stay cool di hadapan Kaila agar tak takut, bisa-bisa mereka yang akan jadi korban selanjutnya karna takut dengan Kaila.


"kal mau pilih yang mana ?" gumam Kaila , anak Buah BD pun makin bergidik ngeri.


"Andrea Lovata" seringai kalia

__ADS_1



Pintu sel terbuka,


Ctarrrrrrrr


suara cambuk yang di petik menggema di ruangan bawah tanah itu, Andrea yang jad target pun terperanjat kaget .


"Halo" sapa kalia seraya mendekat ke Andrea


"Apa Lo ! Lo iblis!!"


"Jangan dekat-dekat gue!!!"


"BANGS*T jauh-jauh anj*ng!!" usir Andrea


selangkah demi selangkah menyisakan dua langka di depan Andrea .


BRAKKKKK


"ugkhh" rintih Andrea


"Maju sini kenapa mundur sih" rayu kalia


Arion datang sambil membawa susu pisang juga kinder Joy Kaila seraya meminum Coca-Cola nya sambil berjalan santai.



"Sayang" panggil Arion ,Kaila menoleh sekilas


"Arion tolongin gue"


Ar gue tau Lo pasti nolongin gua kan"


"Ar help pliss"


Brakk


"Brisik Lo" kesal Kaila bukan kalia lagi,


Kaila berbalik menghampiri Arion, lalu duduk di pangkuan Arion seraya menyesap susu pisang milikknya.


"Pindahkan Kirana ke dalam sini" titah Kaila


"Kamu gak niat habisin mereka sekarang kan?"


"enggak paling salah satu bagian tubuh mereka kita aku kirimkan ke orang tuanya biar gak bacot" tutur Kaila di angguki Arion ,


Arion mengangguk bukan berarti setuju maupun tidak setuju, dirinya membiarkan dulu kekasihnya bermain sampai puas beberapa saat baru dia menyudahi permainan itu


"Am...amp...un kai" rintih Kirana takut dengan Kaila


"Lo mau gue keluarin dari sini?" Kaila berdiri dari pangkuan Arion ,lalu memberikan pisau kesayangan miliknya ke Kirana.


Trangg


Kirana menatap wajah Kaila sulit di artikan,


"Lo boleh sepuasnya balas dendam Lo ke Andrea yang manfaatin Lo pake itu" Kaila menunjuk pisaunya


"Tapi? jangan sampai mati , dua goresan gimana?" ucap Kaila lagi


Andrea membelalakkan matanya tidak percaya atas penawaran Kaila ,Andrea lantas menatap ke arah Kirana.


"Lo.. Lo jangan main-main Na! gue sepupu Lo!" tutur Andrea takut


"Coba Lo liat" Kaila melempar ponsel miliknya yang bermerek Apel yang tergigit


"**Om Sena harus percaya ke Andrea, Andrea yakin Kirana di culik oleh Kaila!"


"Gue bakal buat om Sena ngikuti semua mau gue buat ngebunuh Kaila!"


"makasih Na, karna Lo gue gak perlu langsung turun tangan ada bokap Lo yang mudah di kibulin"


"Dre Kirana itu sepupu Lo juga sahabat Lo"


"Gue tau, tapi kan dia udah gak ada lagi ya beban gue juga terbantu**"


Andrea semakin kalang kabut di buatnya,


"Gak na itu editan! percaya sama gue!"


Kirana masih sedikit syok melihat rekaman video tersebut.


"ambil hp gue" titah Kaila ke anak buahnya


"Masih lama by? pembaca gemes itu kelamaan"

__ADS_1


"Salahin Kirana noh lama, kalo aku yang turun tangan Sekarang bisa-bisa udah banyak genangan darah" Arion mengangguk sambil memakan kinder Joy milik Kaila


...✨ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ✨...


__ADS_2