Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 26


__ADS_3

Wiliam dan Kaivan langsung menuju bandara. mereka menggunakan pesawat milik keluarga Nelson setelah beberapa menit persiapan mereka berangkat.


Di Kota A


Kaila sedang melakukan pemeriksaan juga rongsen untuk mengetahui bagian mana yang terluka. lalu Arya membawa Kaila ke ruang operasi .


Ares yang mengetahui Arion di rumah sakit segera menemui nya. di depan ruangan operasi nampak Arion Wilasa Feli sednag menunggu.


keadaan Arion saat ini sedang tidak karuan.


"Kaila akan baik² saja tenang lah dan berdoa untuknya" ucap Naresh menenangkan Arion sambil menepuk bahunya


Arion menatap Naresh saat itu juga Arion memeluk dan menangis tanpa suara.


Feli juga menangis tanpa suara wilasa yang memperhatikan Feli langsung memeluk agar Feli tenang.


Beberapa jam setelah Kaila di bawa ke ruangan operasi . Arya keluar dari ruangan sambil melepaskan sarung tangannya


"Bagian kepala nya terdapat gumpalan darah untung kalian cepat membawanya ke rumah sakit jadi kondisi nya tidak cukup parah"


"Bagaimana sekarang keadaan nya?Apa aku boleh menemuinya" tanya Arion


"Sekarang dia baik² saja setelah kami memastikan pasien akan di pindahkan ke ruangan"


"Tempatkan di ruangan VVIP, Semua biaya aku yang tanggung" ucap Arion


"Jangan memerintahkan yang lebih tua" Arya berdecak kesal


Wiliam dan Kaivan tiba di kota A langsung menuju ke rumah sakit.


"Suster apa ada pasien yang baru masuk namanya Kaila Chalondra Adara"


"Sebentar tuan saya periksa "


"Ada tuan , di ruangan VVIP nomor 4. lurus ikuti lorong ini sampai mentok lalu belok kiri "


"Terimakasih suster "


Wiliam dan Kaivan berlari menuju ruangan Kaila .


pintu terbuka Arion dan orang yang di dalam ruangan Kaila langsung memperhatikan kearah pintu .


Hawa ruangan menjadi campur aduk. aura membunuh dan dingin terlihat memenuhi ruangan.


"Permisi tuan siapa ya?" tanya Wilasa sopan


Tanpa menjawab keduanya langsung menuju ke ranjang Kaila.


"Anda siapa? Apa mengenal kekasih saya?" sopan Arion


"Kekasih?" ucap Wiliam dengan tatapan mata seperti elang yang akan memangsa santapannya


"Bang sudahlah itu urusan nanti sekarang Kaila yang terpenting" Kaivan menyadarkan Wiliam


"Akhh. Kami Kaka Kaila, setelah mendengar kabar Kaila kecelakaan dari felysia Inez teman Kaila kami langsung menuju kesini" ucap wiliam.


"Ah maafkan aku" ucap Arion


"Tak apa kau urusan nanti" kaivan menyela pembicaraan


Wiliam memperhatikan keadaan Kaila dengan teliti. Kaivan mengabari kedua orang tuanya memberitahu keadaan Kaila sudah baik² saja.


pukul 07.24 pagi


Wilasa mengantarkan Feli pulang kerumah lalu kembali ke rumah sakit. setelah tiba di rumah sakit .


kedua Kaka Kaila ,Arion juga Wilasa berkumpul di ruangan Kaila . tak lama Kaila terbangun.


"Aw" gerutu Kaila


"Kaila kau sudah sadar" tanya Wiliam dan juga Arion bersamaan


Kaila hanya mengangguk.

__ADS_1


dotker memeriksa keadaan Kaila , setelah mengetahui keadaan Kaila baik² saja


Wiliam menyuapi Kaila untuk mengisi tenaga ,sedangkan Kaivan sedang mengintrogasi Arion juga Wilasa .


"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya


Arion dan Wilasa saling pandang,


"Aku yang menjelaskan" ucap Arion


"Kemarin malam kami diberikan tugas untuk hikking mencari Bendera, setelah beberapa jam kami memutuskan beristirahat. saat beristirahat aku dan dia (menunjuk Wilasa) sedang berdiskusi untuk rute selanjutnya yang akan kami lewati, sedangkan Feli memperhatikan peta bukit itu. Kami tak melihat bagaimana kaila bisa terjatuh, tetapi saat sebelum terjatuh Kaila berdiri di pinggir tebing agak jauh sambil memperhatikan keadaan dibawah"


"Apa hanya kalian berempat?" tanya Wiliam yang sudah selesai menyuapi Kaila.


Kaila tak ikut bicara karna belum waktunya walaupun dia sangat ingin menguliti tubuh Andrea .


"Kami bertujuh" cela Wilasa


"Tujuh?" tanya Kaivan


" ya kami bertujuh" ucap Arion


"Sebutkan nama mereka"


"Aku(Arion), Kaila, Wilasa ,Feli,Andrea,Kirana, jovanka" jawab Arion


Wiliam dan Kaivan bertatapan lalu menatap Kaila seperti orang yang bertelepati.


"Van beritahu Jason kirimkan berkas yang aku minta padamu"


Kaivan berjalan ke arah jendela dan menghubungi Jason.


"Kirmkan file yang ku minta kemarin sore ke email ku juga Wiliam " perintah Kaivan


Arion dan Wilasa hanya diam saja saat kedua pria yang memiliki aura membunuh yang pecat ini berjalan ke sana kemari.


"Siapa sebenarnya kau Kaila" batin Arion


"Kau bilang Kalian sibuk saat itu ,lalu aoa yang dilakukan ketiga anggota yang kalian sebutan tadi" Kaivan bertanya


"Setelah Kaila terjatuh aku mendengar Andrea berkata Aku tak melihat kalau Kaila di situ " Ucap Wilasa


"Aishh perempuan sialan itu ternyata" ucap Arion


Wiliam dan Kaivan menatap Kaila.


"Kita tanyakan Kaila apa yang sebenarnya terjadi" ucap Wiliam


mereka pun langsung menatap Kaila.


"Aku tak tau pasti saat itu gelap dan aku sedang memperhatikan keadaan di bawah jurang itu" ucap Kaila "sebelum itu Andrea menyuruh kedua temannya untuk mengabadikan momen dan menyuruh salah satu temannya untuk menyinari dengan senter ke arah nya"


"Lalu Kau mau bagaimana membalas nya?" tanya Kaivan menyeringai


"Apa aku boleh membalasnya?" tanya kaila


"Siapa yang berani melarang mu sama saja mengajak perang denganku" ucap Arion tegas dengan aura membunuhnya


"Bang Wiliam bolehkah?" goda Kaila


Wiliam menatap Kaila "Kalau kau lakukan itu taruhan yang ayah berikan akan batal dan kau akan kembali ke kota B"


"Hmmmm" gumam Kaila lemas


"Kenapa ? taruhan apa? Kenapa Kaila akan kembali ke kota B?" tanya Arion "tolong beritahu aku,dan kami berjanji akan menjaga rahasia itu" ucap Arion


Wiliam dan Kaivan berpikir sejenak.


"Kau kekasih Kaila?" tanya Wiliam


"Asatag aku melupakan tentang itu" batin kaila


"Ya aku kekasihnya" jawab Arion

__ADS_1


"Kalau begitu suruh temanmu keluar dulu kita akan berbicara berempat saja, dan jangan biarkan teman mu mendengar ini .karna belum waktunya dia mengetahui ini" ucap Wiliam


"Baiklah aku akan keluar" ucap Wilasa


setelah memastikan Wilasa meninggalkan ruangan. Kaivan berdiri dari tempat duduknya


"Apa kau benar-benar mencintai adikku?" tanya wiliam


"Haruskah aku bersumpah di atas kertas dan menandatangani nya dengan darahku?" ucap Arion


"CK. sepertinya harus" ucap Kaivan yang sedang memandang ke luar jendela


"Baiklah" Arion berdiri dan mengambil kertas yang berada di laci meja. lalu menuliskan janji dan sumpahnya sesudah menyelesaikan tulisan saat hendak menggoreskan tangannya dengan pisau


"STOP JANGAN LANJUTKAN, AKU PERCAYA PADAMU VIAN" teriak Kaila


"Heyy dia harus membuktikan" cela Kaivan "lanjutkan atau akhiri hubungan kalian" perintah kaivan


Arion langsung menandatangani kertas itu dengan darah di atasnya.


"Selesai" ucap Arion


"Ingat janji dan sumpahmu apapun yang kau ketahui kau tak akan menyakiti atau memberitahu ke orang Siapapun tanpa Kaila setujui" ucap Kaivan


"Aku mengerti" Arion


Setelah bersumpah di atas kertas putih , barulah Wiliam dan Kaivan menceritakan semuanya.


"Sebelumnya perkenalkan, Aku Wiliam Kairav Nelson" Wiliam


"Aku Kaivan Putra Nelson" Kaivan "Dan dia Kaila Chalondra Adara Nelson"


"Keluarga Nelson?" tanya Arion


"Ya kami dari keluarga Nelson" jawab Wiliam


"Sesuai peraturan taruhan tak boleh ada yang mengetahui kalau Kaila dari keluarga Nelson tetapi kau pengecualian" ucap Kaivan ,Kaila hanya mendengarkan kedua abangnya berbicara tak lama tertidur.


"Kaila menerima taruhan dari ayah kami untuk mempelajari kehidupan orang biasa"


"Apa maksudnya orang biasa?" tanya arion


"Kaila memiliki sisi psikopat, apa kau masih akan menyukainya?" tanya Wiliam


"Aku menyukai Kaila apa adanya mau dia kaya miskin psikopat aku tak peduli, dan aku pun juga tak beda jauh darinya" ucap Arion


"Apa mksdmu?" tanya kaivan


"Aku seorang anak mafia tentu aku akan selalu berurusan dengan bunuh membunuh" jawab Arion


"Ternyata begitu, kenapa kami memberitahukan identitas kami karna kau dapat di percaya aku memilih mu untuk menjaga adik ku, Kaila adalah anak yang tak mudah peduli dengan urusan orang lain. tetapi kalau kau kelewatan batas mengganggu nya ataupun keluarganya dan sampai melukai walaupun seujung kuku saja sifat iblis Kaila yang haus akan darah akan menghabisi nyawa seseorang tanpa ampun dan sisa " ucap Kaivan


"Dan kau tau apa yang di minta Kaila kepadaku tadi?" tanya Wiliam


"Tidak" jawab Arion


"Kaila ingin bermain bersama targetnya dulu baru menghabisinya" ucap Wiliam membuat Arion sedikit terkejut dan langsung menatap Wiliam


"Kapan dia berkata seperti itu?" Arion


"Kami ini Kaka beradik keluar dari rahim ibu yang sama dan bibit unggul yang di berikan pria tampan ya itu Kailash Nelson" ucap Kaivan sambil kembali duduk


"Apa kau masih mencintainya setelahnya ini" tanya Wiliam


Halo Kakak-kakak ❤️🙏


Maaf kalau ada salah kata🙏 semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload 🙏🙏😭.


Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like 🙏


jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update 🙏🙏🙏🙏❤️❤️


Terimakasih ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2