Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 31


__ADS_3

Saat Arion didepan pintu terdengar suara tawa Kaila dan Feli dengan cepat Arion membuka pintu ruangan Kaila.


ntah apa yang di bahas keduanya sampai tertawa terbahak-bahak membuat Arion ingin tau. Arion menyapa kedua Abang Kaila terlebih dahulu setelah menyapa langsung menuju ranjang Kaila.


"Ada hal lucu apa tawa kalian terdengar sampai keluar"


"Tidak ada" jawab Kaila sambil cengengesan


"Jangan main rahasia-rahasiaan dengan ku kai"


"Ya tidak ada"


"Baiklah" ucap Arion lalu mengecek kondisi Kaila


Wiliam dan Kaivan mengajak Arion keluar untuk setelah mengecek keadaan Kaila.


wiliam dan Kaivan berjalan menuju restoran & caffe yang berada di dekat rumah sakit di ikuti Arion di belakang mereka.


Di caffe mereka memesan makanan dan minuman sebelum makanan datang Wiliam mulai berbicara.


"Kami akan kembali ke apartemen setelah ini lalu berangkat ke bandara untuk kembali kerumah" Wiliam


"Kenapa terburu-buru bang" Tanya Arion


"Bang? Ah sudahlah" batin Wiliam


"Ya kami harus cepat kembali karna mamah kami setelah mendengar Kaila kecelakaan jatuh pingsan maka itu kami harus cepat kembali untuk menjaga perusahaan"


Saat hendak bertanya lagi pelayan membawakan makanan dna minuman pesanan ketiga pria itu


"Terimakasih" ucap mereka bersamaan


"Lalu bagaimana keadaan mamah Kaila bang?"


"Sudah mulai membaik, kami ingin meminta mu menjaga Kaila di sini jangan biarkan terlalu menikmati dunia gelap nya" sela Kaivan


"Tanpa di minta pun aku akan selalu menjaganya bang"


"Saat ini aku dapat mempercayai mu" ucap Kaivan


"Makan lah dulu nanti kita bahas lagi, aku tau kau lapar karna tak sempat makan waktu di sekolah" ucap Wiliam


"Ehh, tau dari mana kalau aku belum makan bang"


"Tentu saja dari teman wanita Kaila dia menceritakan juga memperlihatkan video tentang kau di hukum oleh kakak mu" ejek wilim sambil menyeringai dan langsung memakan makanannya


Wajah Arion memerah perasaan malu dan kesal bercampur tetapi Arion menjaga image nya di depan kedua calon Kakak ipar ini.


"Awas kau wilasaaaaa"Arion mengutuk Wilasa dalam hati


Hacimm hacimm


Wilasa bersin "Siapa yang sedang mengutuk ku" batinnya


Setelah menyelesaikan makan mereka melanjutkan pembicaraan mereka tadi.


"Ingat apa yang aku bilang ri, Kalau Kau perlu bantuan jangan sungkan meminta bantuan" Kaivan mempercayai Arion


"Aku akan bayar dulu" Kaivan berdiri dna berjalan menuju kasir


"Bang boleh aku bertanya?" Arion meminta persetujuan untuk bertanya kepada Wiliam


"Tanyakan saja selagi kau masih ku anggap kawan" jawab Wiliam sambil mengecek ponselnya


"Ah tidak jadi nanti saja aku sudah lupa"


Kaivan kembali ke meja setelah membayar makanan mereka.


Mereka pun kembali kerumah sakit hari semakin sore.


Wiliam dan Kaivan memberitahu Kaila akan kembali ke kota B Kaila tak dapat menahan kedua kakaknya karna tanggung jawab keduanya lebih besar di kota B .


Setelah kedua abangnya meninggalkan ruangan, Wilasa mengajak Feli kembali pulang sudah malam.


Sekarang tinggal Kaila dan Arion ynag berada di ruangan.

__ADS_1


"Sayang apa kau mau makan?" tanya Arion


"Aku masih kenyang, Vian kalau aku tidur tak apa kau sendiri?" tanya kaila karna dia tak sempat istirahat ketika Arion dan temannya menjenguknya tadi.


"istirahat lah honey kesehatan mu lebih penting"


"Makasih Vian"


Kaila pun tertidur pulas karna kelelahan.


Arion mengirimkan pesan kepada sahabatnya juga Arya ayahnya Ares untuk membahas tentang Ariel.


Mereka akan bertemu di ruangan pribadi Arya pukul 10.00 malam ini


Masih ada 2jam lebih sebelum bertemu. Arion merebahkan badannya di sofa.


Saat mulai terlelap ponsel Arion berbunyi


"Mamah?" batinnya


"Ada apa Mah?"


" .......... "


"Arion sedang menjaga Kaila di rumah sakit mah seperti Arion akan tidur di sini, keluarga Kaila semua di kota B dia hanya seorang diri di sini"


" .......... "


"Tak perlu mah, aku akan menyuruh anak buah ku mengambil seragam ku di rumah nanti, jangan khawatir mah ada Arion di sini Kaila akan baikΒ² saja"


" .......... "


" Kaila sedang tidur mah kata om Arya besok lusa Kaila boleh pulang"


".........."


"Soal itu Arion tak bisa menjawab mah itu tergantung Kaila mau atau tidak"


" ........."


"Baik mah ,selamat malam juga mah"


Tak terasa jam menunjukkan pukul 10.25 malam Arion masih terlelap tak mendengar bunyi telpon di ponselnya dan membuat kaila terbangun.


Kaila turun dari ranjang dan berjalan menuju sofa dimana Arion tertidur.


Kaila pun membangunkan Arion , Arion merasa ada yang menyentuh pipinya langsung membuka matanya.


"Ah ada apa sayang?kenapa kau tebangun?" tanya Arion dengan suara khas bangun tidur


"ponsel mu dari tadi berbunyi Vian maka itu aku terbangunnya"


"Astaga maafkan aku, Jam berapa sekarang" sambil melihat jam tangannya lalu membuka ponselnya terdapat banyak panggilan dari Ares dan Wilasa


"Sayang bolehkah aku ke tempat om Arya sebentar?apa kau mau ikut?"


"Aku di sini saja kau pergilah jangan terlalu lama besok kau bisa terlambat lagi"


"Maafkan aku sayang aku tak akan lama" memeluk Kaila lalu mencium kening Kaila lalu membawa kaila kembali ke ranjangnya.


Setelah itu Arion keluar untuk menuju ruangan om Arya dengan santai nya.


drittttt


drittttt


"Aku sebentar lagi tiba tunggulah" ucap Arion


tak lama Arion tiba di ruangan Arya .


"Jam berapa sekarang?Kalau tak bisa bilang agar kami tak menunggu mu" kesal Wilasa


"Hehe, Aku ketiduran" jawab Arion dengan santai


"Sudah cepat kita bicarakan kaila sendiri di ruangannya" ucap Arion lagi

__ADS_1


Mereka pun membahas strategi untuk membalas Ariel.


"Anak buah ku mengatakan saat ini Ariel berada di rumah sakit" ucap Ares


"Bagaimana kau ingin membalasnya?" tanya Arion


"Bung ingat prinsip kita siapapun itu kalau dia menganggu kita duluan itu harus di balas, Darah di bayar darah begitu juga nyawa" sela Wilasa


Arya hanya mendengarkan perdebatan ketiga pria itu yang saat ini saling bertukar pendapat juga mengeluarkan aura ingin mmebunuh


Aura yang mereka keluarkan saat ini belum sepenuhnya mereka perlihatkan.


akan ada saatnya mereka benar-benar mengeluarkannya yang dapat membuat orang-orang sangat ketakutan.


"Saat berdebat pun aura mereka terlihat tajam. Ah bagaimana ketika orang yang mereka sayangi di ganggu" batin Arya


"Ck, aku jadi mengingat waktu usia ku seperti mereka aku tak bisa mengontrol emosi ku ketika mendengar ibu Ares di Sandra dan ayah Arion ikut murka" batin Arya lagi mengingat kejadian saat muda nya.


"Kita tunggu Ariel keluar dari rumah sakit setelah itu kita akan membalasnya" ucap Arion


"Markasnya berada di pinggiran kota tak jauh dari tempat biasa kita balapan" ucap Wilasa


"Bagaimana dengan perempuan yang meminta tolong itu" Arion


"Aku tak mencurigai nya ri ntah kenapa perasaan ku ingin selalu menjaga dan melindungi nya" jawab Ares


"Menurut om bagaimana tentang perempuan itu?"


"Aku tak ingin ikut campur masalah perempuan selagi dia patuh dan Ares yang menjamin semuanya akan ku biarkan untuk saat ini"


"Pah Bolehkah ares meminta sesuatu?"


"Apa yang kau mau?"


Arion dan Wilasa menatap ke arah Ares bersamaan


"Masukkan candy ke sekolah ku dan tempatkan di kelas yang sama dengan Kaila" ucap Ares


"Are you sure bro?" tanya Wilasa yang terkejut setelah mendengar permintaan Ares .


"Yes, why not?" tanya Ares


Arya kepalanya setelah mendengar permintaan Ares ,sedangkan Arion menatap Ares heran.


"Jangan ngadi-ngadi res kita baru mengenalnya" gerutu Wilasa


"Yang di katakan Wilasa benar, lebih baik kita tunggu setelah rencana membalas Ariel selesai dulu baru memikirkan itu" ucap ayah Ares, Arya.


"Kita tunggu saja jangan terburu-buru" sela Arion


"Hmm tentu aku juga tak ingin gegabah cuman ingin cepat memberitahu permintaan ku saja" jawab Ares dengan santai.


hampir 2 jam berbincang Arion kembali keruangan Kaila ,Ares pun juga kembali keruangan nya bersama Arya juga Wilasa .


candy saat ini berada di apartemen yng di sewa Ares untuk nya, Arion dengan sengaja memberikan kebebasan untuk candy untuk memastikan apakah dapat di percaya atau tidak tentu akan ada pengawal bayangan yang mengawasi candy.


Arion masuk ke dalam ruangan Kaila, Kaila sudah kembali tertidur untuk beristirahat.


"Kai bolehkah aku tidur bersama mu?" bisik Arion


Kaila yang mendengar suara Arion hanya berdehem saja ntah sadar dan tida sadar dia menyetujui keinginan Arion tidur di sampingnya.


Dengan pelan Arion merebahkan badannya di sebelah Kaila dan menjadikan lengannya untuk bantal tidur Kaila.


tanpa sadar Kaila memeluk erat tubuh Arion membuat Arion menyeringai dan mencium kening Kaila.


"Good night sweetie" bisik Arion


Sebelum tidur Arion mengirimkan pesan kepada ibu nya agar memberitahu kakaknya kalau dia tidak dapat ke sekolah besok.


Halo Kakak-kakak β€οΈπŸ™


Maaf kalau ada salah kataπŸ™ semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload πŸ™πŸ™πŸ˜­.


Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like πŸ™

__ADS_1


jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€οΈβ€οΈ


Terimakasih β€οΈπŸ™


__ADS_2