
seminggu kemudian,
berita menghilangnya Putri tunggal walikota ramai di perbincangkan. Para awak media tidak terlalu memperbesar masalah keluarga Nelson dan Walsh mereka lebih memilih berita hilangnya putri walikota.
Sampai saat ini keadaan Kaila sudah membaik, Arion lebih sering tinggal di mansion kaila apalagi saat ini kedua orang tua kaila dan Athifa sudah kembali pagi ini ke kota B,
Andrea semakin menggila di dalam tahanan, keadaan Kirana yang semakin menurun akibat infeksi terhadap luka yang di dapatnya, Sesekali Wiliam maupun yang lain memeriksa keadaan keduanya.
Jovanka sebagai sahabat keduanya saat ini lebih banyak berada di rumah Karna para awak media selalu meminta penjelasan dirinya.
seminggu ini keadaan jova juga menurun keluarga nya mulai khawatir,
Setiap saat Keluarga Lovata menghubungi nya menanyakan apakah Andrea ada menemui atau menghubungi nya. Kaila masih belum mengetahui kalau ada mangsa emas di markas .
Wiliam dan yang lainnya masih menyembunyikan ini semua dari Kaila, Wiliam meminta agar Kaila melakukan home schooling awalnya dengan alasan keadaan Kaila, namun Arion tiba-tiba mengajukan dirinya untuk menemani Kaila juga, mau tak mau kedua orang tua masing-masing meminta kepada Thania, namun Arion hanya di berikan seminggu saja untuk melakukan home schooling.
Yang lainnya bersekolah seperti biasa, terkadang teman-teman di kelas Arion mau pun menanyakan kepada mereka kemana kaila? Andrea dkk? . mereka hilang dalam sekejap seperti itu semua di rencana kan.
Di sekolah saat ini.
"Gue kembali alone" tutur Feli , dirinya merasa sepi tak ada kaila . walau mereka baru beberapa saat kenal namun keduanya merasa cocok dan mudah akrab.
"kenapa si harus home schooling kailanya?"
"Masalah yang di hadapi Kaila saat ini bisa membuat mentalnya down" El menjawab pertanyaan Feli , entah itu bohong maupun benar tidak ada yang tau dan tidak ada yang bisa memprediksi masa depan.
"Gua kangen Kaila" rengek nya
"Thur lu sibuk gak nanti malam?" tanya El
"Enggak kayaknya kenapa?"
"ngebar yuk? udah lama gua gak refreshing otak"
"kuy aja gua"
"yang lain gimana?"
"Gue sama Feli kayaknya gak bisa, soalnya BoNyok kita ngajak makan malam bersama" Feli mengangguk
"Lo res?"
"Atur aja gue ngikut" mendengar jawaban Ares , El pun menatap sang adik
Albert hanya mengangkat bahu tak tau.
Saat ini mereka berada di ruang pribadi menunggu pelajaran berakhir.
Sedangkan di Mansion Keluarga Nelson,
Kaila sedang bermain golf di halaman belakang, Wiliam tak melarang kaila kemanapun saat ini asal tak meninggalkan mansion, keadaan di luar mansion masih belum membaik walau awak media terfokus kepada keluarga Lovata tetapi pasti ada beberapa paparazi maybe yang mengawasi mereka.
"Kalau kamu kalah, kamu harus buatin aku cake" tantang Kaila
"kalau aku menang?" Kaila nampak berpikir
"Apa yang kamu mau?"
"hmmm??? nanti aku pikirkan. yang pasti kau harus buat kamu kalah lalu aku akan meminta sesuatu ke kamu"
"Okee"
Mereka menghabiskan Selasa sore bersama ,
Sampai akhirnya Kaila kalah dalam permainan golf hari ini. keduanya berjalan bersama kembali ke mansion,
"Jadi kamu mau apa?"
"tidak tau, mungkin nanti?"
"oh ayolah bby, Ah aku lupa berapa lama sudah kita bersama"
"Kami pelupa bby"
"Kamu ingat?"
"maybe"
__ADS_1
Mereka sudah berada di mansion,
Hari ini Arion akan pulang kerumahnya sudah terlalu lama dirinya meninggalkan rumahnya dan tinggal di tempat kekasihnya, walaupun kedua Keluarga tidak mempermasalahkan asalkan tidak kelewatan batas, apalagi sampai produksi terlebih dahulu.
Mereka makan malam bersama, kedua prince Nelson, Princess Nelson dan Arion, Elvano dan Albert berada di mansion nya karna kedua orang tuanya untuk beberapa bulan yang akan datang akan mengembangkan bisnis baru mereka di kota A.
"Lo bakal sekolah offline?"
"Iya bang"
"kalau Lo kai?" tanya Kaivan , Kaila menatap Kaivan sekilas lalu menatap Wiliam ,Karna seminggu ini yang meminta dirinya sekolah online/ home schooling adalah Wiliam .
"Kenapa?" merasa di tatap Wiliam bertanya
"kenapa? persetan dengan ini semua.!!" kesal Kaila , selalu begini kalau menanyakan hal sekolah atau keluar rumah.
"Sorry Vian, harusnya Lo gak liat ini semua, Aku kenyang! tolong jangan ganggu aku!"
Kaivan memijit pelipisnya, terlihat dari luar diri Kaila menikmati apapun yang di lakukan nya padahal aslinya? dirinya tertekan walau ada Arion di sampingnya ada orang yang sayang dengannya tetapi, Kaila merasa terkurung di dalam kotak besar ini.
Kaila mengikuti kemauan Wiliam beberapa hari terakhir sampai saat ini Kaila tak tahan, dirinya yang tak biasa di kekang malah seperti tahanan di buat abangnya sendiri, walau Maksud Wiliam baik untuk kaila tetapi Kaila merasa sebaliknya.
"Kalau gitu gue balik dulu bang, hubungi gue kalau ada apa-apa" Kaivan mengangguk
Setelah Arion mengambil barang-barang nya lalu pergi, barulah Kaivan beranjak dari meja makan.
"Gue tiba-tiba mikir Wil, Lo ini Abang kita atau bukan! tindakan tegas Lo bisa gue maklumi tapi? tapi gak kayak gini Wil!" kesal Kaivan ingin sekali dirinya memukul abangnya ini.
"gak kaya gini gimana?" keduanya saling berdebat
"Lo gak sepatutnya buat kaila merasa terkurung kayak gini, kita sama-sama tau Wil, Kaila tak suka di perlakukan seperti ini sejak kecil. tetapi Lo? Lo selalu ingin dia ada dalam jangkauan Lo selalu dan selalu! Lo gak kasian apa? banyak yang orang tau hidup Ade kita itu baik-baik aja! tapi kita itu bukan orang lain Wiliam!"
"Di depan kita dia bahagia ,tapi tidak ada yang tau saat dia sendiri. kenapa gue bisa bilang gini? karna Lo sudah keterlaluan menurut gue"
"Biarkan Kaila memiliki keinginan sendiri tanpa harus Lo atur! biarkan Kaila nikmatin kehidupan nya kita hanya perlu mengawasi tanpa banyak ikut campur ke dalam kehidupan nya, dia bisa tertekan lebih lama Wil bahkan mungkin bisa mencelakai dirinya sendiri" Kaivan berlalu pergi meninggalkan Wiliam .
"Aaaaaskshhhhhhhhhhhh!!!!!" otak nya sedang mencerna setiap ucapan Kaivan, teriakan Wiliam membuat para maid maupun pengawal langsung menghampiri nya.
"Apa gue salah?"
Wiliam mengakui kalau dirinya tak berhak 100% dalam mengatur kehidupan Kaila walau niatnya baik tapi mungkin untuk Kaila itu buruk.
(gak paham kan? nanti author jelasin👉👈)
sesuatu yang berlebihan pasti akan menimbulkan hal yang tidak kita inginkan, begitulah keadaan saat ini, Wiliam meruntuki kesalahan nya karna takut Kaila salah jalan dalam hal apapun dia hanya mengkhawatirkan dan alhasil dia membuat adiknya tertekan.
(kalo gak paham maaf 🙄 author juga gak paham😭🙏)"
Ding dong
Ding dong
"Kaila buka pintunya"
"ini Kaivan"
Ding dong
Ding dong
Ding dong
Beberapa saat membiarkan Kaivan menunggu barulah Kaila membukakan pintu, mata sembab Kaila terlihat jelas dirinya habis menangis.
"heyy baby don't cry okey? "
"Mau Abang peluk?" Kaila masuk ke dalam pelukan Kaivan
"mau cari angin malam?"
"Emang Abang Wil bolehin Kaila keluar?" Kaivan mengangguk
__ADS_1
"Kalau Wiliam gak bolehin kita keluar, kita bawa helikopter di belakang atau perlu kita kirim nuklir buat hancurin rumah ini?"
"ck, Yaudah Kaila siap-siap dulu" Kaivan mengangguk
beberapa saat kemudian Kaila keluar kamar, walau matanya masih sebab.
"Mau kemana?" Kaivan merangkul pundak Kaila
"Makan dulu Kaila masih lapar" Kaivan mengangguk.
Saat mereka berada di lantai dasar berpapasan dengan Wiliam.
"mau kemana?" Kaila diam menatap Wiliam
"nyari angin, kenapa?" Kaivan menjawab pertanyaan Wiliam
"oh yaudah hati-hati"
"tentu"
Terlihat jelas tatapan kecewa dari mata Kaila, sesak rasanya di bagian dada melihat adik-adiknya marah ataupun kecewa terhadap nya.
Kaivan dan Kaila akan pergi ke salah satu tempat dimana banyak jajanan yang enak dan aman untuk di makan,
saat ini sudah pukul 10 malam,
Dalam perjalanan aman terkendali semuanya tak ada hal apapun dan tak ada yang mengikuti mereka kecuali pengawal bayangan yang di tugaskan.
kaila membeli berbagai macam jajanan malam , Kaivan tak terlalu memperdulikan beberapa harga yang akan di bayarkan. yang terpenting saat ini mood Kaila membaik .
"Tancu bang" Kaila mengecup pipi Kaivan
"Ck, ada maunya tuh gini nih" cibir Kaivan
mereka melanjutkan kuliner malam, Sampai tak terasa sudah pukul 1 malam, mereka pun memilih pulang .
Arion yang sedari tadi tak bisa tidur nyenyak mengingat kejadian saat di rumah kaila, sebenarnya apa yang dia lupakan? apa yang dia tidak tau? padahal dirinya selalu bersama Kaila walau kadang dirinya pergi karna ada urusan di markas maupun perusahaan nya.
"Kamu baik-baik aja kan?"
"kamu kenapa? gak mau cerita sama aku?"
"Kalau ada apa-apa bilang sama aku, aku pasti bantu kamu ko:)"
"Aku gagal ya jadi cowo kamu?"
"I love you more Kaila"
"Tolong kalau ada apa-apa bilang sama aku, aku bukan dukun atau paranormal yang tau setiap saat kamu kenapa ada apa"
"sampai ketemu besok bby"
Arion mengirimkan pesan spam ke Kaila, terkadang Arion lebih memilih langsung bertatap muka dari pada berbicara lewat pesan.
cukup lama mereka berpacaran hanya saat ini yang benar-benar membuat Arion sedikit down dan merasa dirinya tidak berguna.
Ting
^^^"Maaf bby aku membuat kamu khawatir, aku hanya sedikit kesal dengan bang William. tapi tak apa aku tau dia hanya khawatir dengan ku"^^^
^^^"Apa kamu sudah tidur?"^^^
^^^"me to bby"^^^
^^^"Besok aku akan pergi sekolah, Kaivan membolehkan aku sangat senang walau^^^
^^^ bosan belajar tapi aku senang bisa kembali"^^^
"Aku menunggu mu"
^^^"Sekarang ayo tidur!"^^^
__ADS_1
Mereka pun menuju ke alam mimpinya masing-masing.
...✨ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ✨...