Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 120


__ADS_3

bell jam istirahat kedua sudah terdengar, Arion di minta menemui Thania di ruang kepala sekolah , sesuai permintaan Arion bersama Kaila berjalan menuju ruangan kepsek, Arion sengaja mengajak Kaila karna sebentar lagi dirinya akan berangkat.


(Kek udah sah aja Lo Arion kemana-kemana bawa bini -Canda bini)


"Ada apa ka?" keduanya langsung menoleh saat Arion masuk tanpa mengetuk ataupun mengucapkan salam


"Gak sopan!!" tukas Thania ,


"Ck, keciduk ya?" ejek Arion , Thania dan Luke lagi sarapan bersama tak melakukan apapun cuman kaget aja tiba-tiba ada yang masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Ada apa?" tanya Arion lagi


"Uhukk" Luke tersedak saat hendak bicara pasalnya masih ada makanan di mulutnya


"Makanya telan dulu habis-habis!!" kesal Thania namun tetap menyodorkan minuman ke Luke , setelah itu baru Luke berbicara.


"Kita akan berangkat 30menit lagi" lapor Luke , Arion melirik jam tangannya masih ada waktu 1jam lebih dilihatnya


"Masih ada waktu 2jam kurang Luk, ko jadi 30menit gak sesuai janji Lo!! kek Lo yang bos nya " Arion kesal pun sedikit meninggikan ucapannya


"Kamu iih, gak boleh gitu Luke lebih tua dari kamu!!!" tegur kaila yang tak suka melihat pacarnya ini Tak berakhlak


"SORYY BANG!!" ucap Arion sehabis di tegur Kaila


Luke yang sudah hapal dengan tingkah Arion hanya mengangguk, kenapa Luke sedikit memajukan keberangkatan mereka? ya ini masalahnya Arion tak akan bisa jauh dari Kaila walau mereka masih berstatus pacaran, karna Arion tak bisa berjauhan dari Kaila? Luke memajukan takut tiba-tiba Arion mengundurkan jadwal keberangkatan mereka.


"Jangan terlalu banyak bacot Ri, aku sebagai kakak mu bukan tidak membela tapi kamu juga harus profesional dalam bekerja!!" tukas Thania


mendapati sikap kakaknya yang seperti itu Arion pun makin merasa bersalah, bukan dirinya tidak mengikuti aturan atau apa tapi dirinya hanya ingin bersama kekasih walau sebentar.


"Maaf bang, Yasudah kita bisa berangkat sekarang jangan membuang waktu lagi" ucap Arion sedikit bersalah harusnya dirinya juga mengerti posisi Luke yang lelah menangani perusahaan milik nya.


"Uhuk uhukk" Thania tersedak mendengar penuturan kata yang di berikan sang adik. "Aku tersedak Saliva ku" gumam Thania


"Kalau begitu kami berangkat sekarang" ucap Luke, Thania mengangguk begitupun dengan Kaila .


Arion dan Luke meninggalkan para kekasih di ruangan kepsek, keduanya melewati koridor sekolah Andrea memperhatikan Arion tanpa henti entah apa yang ada di otak Andrea saat ini.


"Woy Anjim!" teriak Wilasa dari lantai atas , Arion mengadah menatap kedua sahabatnya itu,

__ADS_1


"OLEH-OLEH YA ANJIM" teriak Wilasa yang mana mendapatkan jari tengah dari Arion , bukan Arion tak mendengar pasalnya dirinya bukan pergi jalan-jalan.


"Ck, udah kaya pelit untung sahabat gue" gerutu Wilasa seraya membalas jari tengah ke Arion


Arion dan Luke berangkat menuju bandara mereka melakukan penerbangan umum tanpa embel pesawat pribadi, lebih hemat gak boleh boros.


"Luke, gue belum tau tujuan kita ke sana, padahal kan ada Bastian yang ngawasin di sana" tanya Arion saat di perjalanan menuju bandara


"Gue bilang Lo juga gak bakal percaya deh sama gue" tutur Luke


"Maksud Lo? gue gak paham jangan ajak gue main tebak-tebakan"


"Bastian, orang yang kita percaya berkhianat" singkat jelas padat memberitahu Arion


"Uhuk, Apa?" kaget nya dirinya sedikit tidak percaya namun ada kemungkinan juga Bastian melakukan itu, apalagi dirinya tidak mengawasi langsung Luke yang selalu memantau setiap anggota markas, perusahaan miliknya tentu gajih juga tidak kecil yang di terima Luke.


"did I say right? you will not believe " cibir Luke,


"Gue percaya! jadi maksud Lo minta gue yang sibuk ini apa?"


"Oh tuan muda pura-pura bego kayaknya" menyeringai


"Lo baik, gue bakal baik juga sama Lo, tapi ingat satu kesalahan gue bakal susah percaya Lo, dan juga kalo Lo berani berkhianat Lo sudah siap untuk MATI" Seperti ikrar sumpah kata-kata sakral itu di ucapan seperti perintah mutlak yang harus di turuti


Arion dan Luke tiba di bandara, mereka menunggu di ruang tunggu.


Di sekolah,


Jam pelajaran terakhir Kaila mengikuti kelas tambahan di mana ada Elvano dan Arthur yang ikut juga. Kaila ingin minta temani Feli nanti malam ke mall tetapi Feli tidak bisa sudah ada jadwal pemotretan bersama Wilasa .


Elvano memperhatikan kaila, dirinya berencana untuk menginap di mansion keluarga Nelson dan akan mengajak adik dakjal nya itu yang malas untuk bersekolah.


Kaila fokus ke depan memperhatikan tapi otaknya berada di luar, memikirkan bagaimana agar dirinya tidak mati kebosanan di mansion , dirinya juga tak mungkin ke apartemen karna berdebu pastinya berapa lama tak di tinggali.


"Ah malam ini ke lintasan balap aja deh" batin Kaila seraya memperhatikan penjelasan guru di depan


Skip pulang sekolah~


Feli dan Wilasa sudah pulang duluan karna mereka harus beristirahat sebelum pemotretan, Elvano dan Arthur entah kemana meninggalkan Kaila saat kaila sedang membereskan barang-barang miliknya. Sedangkan Naresh dirinya lebih dulu pulang karna urusan markas.

__ADS_1


"Astaga gue cuman sendiri nih?" gerutu Kaila sambil berdiri hendak keluar kelas


Brugg


Kaila terdorong kebelakang untung saja refleks nya cepat jadi tidak tersungkur kebelakang,


"Hufff sabar kailaa" batin Kaila lalu menatap siapa yang mendorong nya.


"Heh, gue kasih dua pilihan, tinggalin Arion dan Lo akan selamat, kalo Lo gak mau ninggalin Arion gue pastikan Lo bakal MATI" Andrea menekankan kata Mati,


"Gue gak bakal tinggalin Arion!!" tegas Kaila ,


Setelah berucap demikian tubuh kaila di dorong ke pojok dinding, kelas yang tadinya masih ada beberapa murid sudah di usir oleh antek-anteknya Andrea.


"Kalo Lo gak mau Ok! , Girls tahan" perintah Andrea ke antek-anteknya.


Tubuh kaila di pegang jova dan Kirana, Andrea mengambil ponsel nya untuk merekam, sudah siap jova pun mulai membuka kancing baju Kaila tentu Kaila tak tinggal diam memberontak seraya menahan diri kalia nya agar tidak mengamuk bisa gawat apalagi dirinya sendiri saat ini bukan apa dirinya yang sendiri akan mudah menyebabkan masalah dari segi manapun.


"Lepas gak anj!!" tukas kaila seragam berontak


"Cepat jov!!" titah Andrea ,jova dan Kirana kesusahan membuka kancing karna Kaila memberontak


Untung Kaila memakai baju kaos (mindset) dalam dirinya hampir hilang kesadaran karna tak bisa melepaskan kuncian Kirana dan jova.


"Video ini akan gue sebar!!" tukas Andrea


Srekkkk


baju kaos Kaila robek di bagian pengait, Emosi Kaila sudah membangunkan kalia keduanya berdebat melalui pikiran Kaila meminta agar kalia tenang dirinya masih di area sekolah dan tak ingin membuat keluarga Walsh malu pastinya.


"Mampus!! ini akibat nya kalau Lo menentang gue!! anak miskin kaya Lo itu gak sebanding dengan Arion anj!!" ucap Andrea


Bruggg pintu yang tadinya terkunci di dobrak oleh seseorang, Aura pekat yang di keluarkan Elvano mengerikan dirinya saat ini benar-benar marah. niat nya mengerjai Kaila meninggalkannya dna menunggu di parkiran namun makin lama dirinya menunggu Kaila tak kunjung datang sampai beberapa murid yang tadi di kelasnya bergosip ria membicarakan tentang seseorang di bully samar-samar El mendengar nama sahabatnya langsung bergegas menuju kelas .


Kaila menatap Elvano matanya berkaca-kaca saat melihat El, kenapa Kaila lemah? Kaila tidak melawan? padahal dirinya lebih kuat dan bisa langsung menghabisi Andrea dkk? Kaila sedang menahan dirinya, kalau kalia bangun dengan keadaan sekarang emosinya tidak akan terkontrol bukan cuman Andrea dkk yang akan mati tapi orang lain yang tidak tau apa-apa pun akan ikut di dalamnya. Kalia akan membabi buta membunuh orang-orang.


Elvano mencekram leher Andrea ,otak nya saat ini tidak bisa berpikir apalagi melihat kaila bajunya sobek aset berharga miliknya sedikit terlihat.


" apakah Lo ingin mati lebih cepat? " tanya El

__ADS_1


...✨ jangan lupa like dan vote 🔫✨...


__ADS_2