
hampir dua jam Kaila tertidur, tak terasa bell jam istirahat berbunyi.
Wilasa memberitahu bahwa mereka di ruang pribadi saat Feli menanyakan keberadaan kekasihnya itu, Feli berencana mengajak Wilasa ke kantin bersama karna kaila tak hadir.
baru saja tiba di ruang pribadi, Feli menatap ketiga pria yang sedang asik dengan ponselnya masing-masing lalu mata Feli mengarah ke seseorang yang sedang tertidur pulas.
"ASTAGA KAILA" teriak Feli
Pemilik nama tersebut terperangah kaget ketika seseorang meneriaki nya dan langsung membuat mereka terduduk.
"Astaga Feli jangan teriak-teriak" ucap Kaila serasa mengelus dadanya yang terkejut, tak hanya kaila yah terkejut ketiga pria yang sedang asik dengan game sampai tidak menyadari Feli datang pun kaget.
"Iiiishhh Lo enak banget ya tiduran, Lo tau kepala gue mau meledak rasanya di suruh mikir pelajaran" gerutu kesal Feli sambil memeluk Kaila
"Cupcupcup, sudah mending kita tidur" ajak Kaila sambil merebahkan tubuhnya
Feli pun ikut merebahkan dirinya di sebelah Kaila, baru saja merebahkan tubuhnya Wilasa menghampiri Feli untuk mengajaknya makan siang dulu .
"Ngapain?" tanya Wilasa pada Feli
"mau rebahan ngantuk"
"makan dulu ayo ke kantin, gak ada bantahan"
mau tak mau Feli bangun lagi dan berjalan meninggalkan mereka di ruangan pribadi.
Kaila tak bisa tidur lagi karna teriakan Feli membuat ngantuknya lenyap seketika karna terkejut.
"El, kantin yuk cari cewe" ajak Ares
"yuk lama gak cari cewe gue" seketika jiwa Fucekboi mereka membara ntah ada apa Ares mengajak kejalan sesan El ,
"kai kita berdua keluar , bosan mau cuci mata" ijin Ares ke Kaila
"hooh res,"
setelah itu mereka pergi meninggalkan Kaila sendiri, karna sudah siang Kaila menghubungi orang tuanya di kota B .
"Mommy, I miss you so much"
"haha, mom too, how are you? "
"sangat baik mom, oh ya Daddy kemana? tifa mana? keadaan Mommy sama tifa gimana?"
"satu-satu nanyanya sayang, mamah sudah membaik tifa juga, Daddy kamu sedang kerja . bagaimana keadaan Abang mu? oh ya mamah dengar El juga di kota A?"
"iya mom, malah dia daftar sekolah di sini sekelas lagi sama Kaila"
"benarkah? bagaimana hubungan kalian?"
"Kaila sama Vian?"
mommynya mengangguk,
"baik-baik aja mom, sekarang Vian sakit jadi gak masuk sekolah"
"Semoga lekas sembuh, oh Minggu yang akan datang Daddy mu ulang tahun, kamu tidak lupa kan?"
"Tentu tidak mom"
__ADS_1
"Abang katanya akan pulang nanti malam"
"iya mereka juga mengatakan kepada mommy tadi"
"baiklah Kaila mau ke kelas dulu, mommy jangan lupa minum obat biar cepat sembuh"
"iya sayang, belajar yang benar okey?"
setelah Panggilan terputus, Kaila beranjak hendak pergi kekelas namun dia urungkan karna cacian para murid di sekolah tentang dirinya.
Andrea dkk juga mulai menyebarkan berita palsu lagi kepada antek²nya yang mempercayakan kebohongan Andrea membuat hoax tentang Kaila kembali ramai, padahal sudah mereda cacian dan gibahan para murid itu.
Kaila keluar ruangan itu, mau tak mau tak mungkin seorang Kaila takut dengan cibiran orang-orang tak berotak itu.
saat melewati koridor baru beberapa langkah, banyak pasang mata membicarakan Kaila yang sengaja di bicarakan dengan sedikit kerasa agar Kaila mendengar.
Kaila hanya menyunggingkan senyuman, detak jantung nya seakan hendak lepas gejolak panas dalam dirinya ingin sekali menjahit mulut semua siswa yang membicarakan dirinya .
berjalan kearah kantin berencana untuk membeli cemilan, ternyata membuat debaran di dadanya semakin bergelonjak secara terang-terangan mereka membicarakan Kaila .
Kaila terdiam di tengah-tengah sambil menyerap dan mencerna perkataan mereka yang menghina dirinya tanpa tau sebenarnya.
Wilasa dan Feli berada di meja tak jauh dari Kaila , Ares dan El juga berada di sana,
fokus mereka berempat terarah ke Kaila yang mematung di tengah-tengah, mata Kaila tertutup kedua tangannya di genggaman erat seraya otaknya menyusun rapi cibiran mereka.
Seperti tau apa yang akan terjadi, El buru-buru menghampiri Kaila dengan tergesa membela para murid dan melewati meja-meja.
ketiga teman Kaila bingung apa yang terjadi namun mereka tetap mempertahankan El,
namun sayang sebelum El sempat tiba ke arah kaila, Andrea dkk lebih dulu menghampiri.
"Heh ngapain Lo di tengah jalan!" gerutu Andrea
"budek telinga Lo hah? simpanan om-om mulai tuli guys" ucap Andrea lebih keras
semua murid tertawa, kecuali Wilasa, Feli dan Ares juga El yang baru tiba, ketiga nya yang sedari tadi memperhatikan langsung ikut menuju ke arah El dan Kaila.
"eh ada yang marah nih, sugar baby nya "
"Kai rileks" bisik El
"yah bisik-bisik tetangga nich" ucap jova yang sedikit kesal pasalnya Kaila bisa dekat dengan Elvano, jova tertarik pandangan pertama kepada Elvano .
"Eh j*lang! pasti El gak masuk gara-gara Lo ya?"
Kaila membuka matanya perlahan setelah muak mendengar celotehan Andrea , apa yang berada di pikirkan El pun terjadi saat ini,
"Ada apa?" tanya Ares dan kedua sahabatnya ketika tiba d sebelah El dan Kaila
"Eh Lo bisa gak sih ga bacot sehari aja Mak lampir!!" tegas Feli
"bacot Lo! mau banget seorang Feli berteman dengan jala*g"
El mencoba menutupi mata Kaila dengan, dan membawanya menjauh dari orang-orang.
"Kalia jangan sekarang ya, plis" pinta El sambil mendorong tubuh kaila perlahan
"mulut Lo lama-lama gue jahit juga !!" kesal Feli
__ADS_1
"brisik, jangan jangan Lo juga simpenan om-om ya?"
"Jangan sebut cewe gue begitu ya!! sekali lagi Lo berani sebut dia liat aja Lo habis !!" peringatan dari Wilasa
"emang nyatanya begitu Sa, Lo jangan tertipu"
PLAKKKK
Feli sangat geram dan menghadiahi wajah Andrea dengan tamparan, semua orang di kantin kaget ketika bunyi tamparan keras terdengar.
"Bngst!!" Andrea hendak membalas tamparan itu namun di tahan oleh Wilasa ,
"Apa Lo hah!! Mau bales? silahkan!!" teriak Feli
El masih berusaha membujuk tubuh kaila menjauh namun terhenti ketika mendengar suara Tamparan Feli tadi.
Andrea menepis tangan Wilasa dan langsung mendorong tubuh Feli, Feli yang terdorong pun tersungkur kebelakang dan terbentuk meja punggung nya.
"Akhhh" ritihnya
buru-buru Wilasa membantu Feli berdiri, dan usaha El sedari tadi mengajak Kaila pergi menjauh sia-sia karna rintihan dari Feli membuat kaila makin tak karuan.
sahabat nya terjatuh karna menolongnya itu yang di pikirkan Kaila,
"Feli? Lo gapapa?" tanya nya sambil mencoba melepaskan tangan El yang menutup matanya.
"Feli?" tanya kaila lagi karna tak ada jawaban karna El memberikan kode untuk tidak bicara
"Feli !!!" kesal Kaila
"gue gapapa kai" sambil mengelus belakang nya.
"Teman Lo buta ya?" ejek Andrea
Deggg, seketika tangan El terlepas karna tak fokus.
Ares sedari tadi memperhatikan El yang menutupi mata Kaila kaget namun buru-buru El menutup nya lagi dan membawa kaila menjauh.
"Gue ga salah liat mata Kaila kan?" batin Ares
hanya Ares yang sekilas melihat penampakan itu, karna lebih dekat dengan Kaila dan El
"yahh di bawa kabur" Andrea dkk pun beranjak pergi
"bngst Lo!! liat aja kita belum selesai" teriak Feli lalu di Wilasa mengajaknya pergi menyusul Kaila dan El di ikut Ares yang masih memikirkan hal aneh terjadi.
El menggendong Kaila sambil menutup mata Kaila menuju ke mobil,banyak pasang mata memperhatikan mereka El tak memperdulikan karna saat ini harus pergi menjauh dari mereka yang membicarakan hal tak benar tentang Kaila.
"El turunin gue!!!" perintah Kaila namun El tak menggubris tetap membawa kaila ke parkiran
"Elvano!!!"
"Sabar bisa gak!!"
Kaila atau kalia hanya bungkam, El membuka pintu mobil dan mendudukkan Kaila. dengan cepat El ke pintu pengemudi dan menjalankan mobil.
Malam Minggu nih:v karna author jomblo ayo kita up banyak-banyak 🤣
jangan lupa like, komen, juga favorit kan pastinya vote juga ya hehe biar semangat🙈❤️
__ADS_1