Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 207


__ADS_3

"Sttt diam Varez Alana!" titah Davian seraya menutup mulut keduanya karna lantai atas ini terasa sunyi walau di lantai bawa penuh suara tembakan sahut menyahut,


...DOOORRRR...


...DOORRRRR...


...DOOORRR...


kini lantai 2 di jadikan arena Tembak menembak, Davian Langsung membawa ketiga adiknya ini masuk ke dalam lemari meminta mereka untuk diam dan jangan menangis,


"Abang bakal jaga kalian, kalian jangan nangis Daddy bakal jemput kita! kita bakal ketemu Daddy dan Mommy maka itu jangan nangis okey?" mereka mengangguk paham


Varez yang bar berusia 3tahun pun seperti anak dewasa yang mengerti penjelasan dan keadaan sekarang yang mereka alami,


bersamaan dengan itu di tempat lain,


Kaila sedari tadi yang mendapatkan kabar kalau lokasi anak-anak sudah di temukan ingin langsung pergi,


namun mendengar perintah dan permintaan Arion agar Kaila percaya kepada dirinya kalau dia bakal membawa anak-anak apapun caranya apapun taruhannya agar mereka bisa berkumpul lagi,


"ma Kaila mau ketemu anak-anak hiks" dalam pelukan mamah Elvano,


"kita berdoa biar anak-anak segera di selamat okey?" Kaila mengangguk menuruti perintah sang Mamah,


Kembali ke laptop,,


maksudnya kembali ke Arion dkk,


Kini Arion sudah berada di lantai atas mereka sudah menguasai markas musuh bisa di bilang begitu, perempuan tadi pun sudah di bekuk tanpa melihat gender mereka menangkap perempuan itu,


sesuai dugaan perempuan itu adalah anak dari Renaldo si tua Bangka yang terobsesi dengan Arion, padahal mereka tadi bertemu di lobby Walsh company.


"Ar gue benar-benar serius sama Lo" tuturnya


"Daddy" panggil Davian tak jauh dari mereka hanya berada di kamar ujung,

__ADS_1


Davin memegang pistol yang di ambilnya saat tadi Alana di bawa pergi dan orang itu di pukul lalu di tembak oleh anak buah BD, saat di minta masuk ke dalam Davian sempat mengambil pistol tersebut buat jaga-jaga.


Arion yang di panggil anaknya langsung berjalan menuju sang anak matanya berkaca-kaca namun karna banyak anak Buah mereka di sini jadi hanya berkaca-kaca saja tidak menangis,


"kamu baik-baik aja kan? adik-adik mu gimana?" Davian menangis dalam pelukan Arion akhirnya ketakutan nya sirna saat menemukan sang Daddy,


"mereka di dalam" Davian menunjuk ke kamar di sampingnya,


"Daddy jemput mereka dulu kamu tunggu" Davian mengangguk saat Arion sudah masuk ke dalam


Davian menghapus air mata kebahagiaan nya karna sudah bertemu dengan sang daddyy, Davian melangkah menuju perempuan itu yang saat ini keadaan nya sedang tidak baik-baik saja,


...BUGGGG...


...BUGGGG...


...PLAKKKK...


...BRAKKKK...


...Ckreak (bunyi pistol)...


Davian mengarahkan pistol tersebut ke kepala perempuan itu, tak ada terpancar rasa kasihan di mata Davian, dirinya sedari tadi menahan diri ketika melihat Alana di pukul tanpa melakukan kesalahan.


"Select! die in my hand or mommy daddy?"


(Pilih! mati di tangan ku atau mommy daddyy?)


Wilasa Ares anak buah BD BB menyaksikan langsung tindakan Davian ini, Bagaimana Davian bisa seperti ini? tentu saja pengalaman buruknya yang di culik itu masih terlalu jelas dalam ingatannya,


"kamu terlalu muda untuk membunuh ku anak kecil!!" Perempuan ini salah kalau mengatakan hal seperti itu,


Davian ? anak dari King dan Queen of the devil dari dunia bawah paling di takuti ketika mereka bertindak ataupun menghabisi lawannya tanpa rasa iba maupun ampun.


...DOORRR...

__ADS_1


Suara tembakan, Arion langsung berlari keluar saat mendengar suara tersebut, matanya terbelalak lebar melihat Davian memegang pistol ya walau tadi dirinya melihat saat menghampiri anaknya ini dan lupa mengambilnya,


"usia ku memang masih muda tapi menghabisi mu hal mudah bagiku Nenek!" perempuan itu meringis kesakitan kala bahu nya di tembak oleh Davian,


"Res ambil pistolnya! kita pulang sekarang dan mengobati Alana!" Alana pingsan karna banyak darah dan kelelahan menangis,


Davian yang tadinya terfokus dengan perempuan itu langsung menoleh dan berlari menghampiri sang daddyy yang mana Daddy nya menggendong Alana yang tak sadarkan diri,


"Sa Res bawa anak-anak" titah Arion


Davian menahan tangisnya dirinya lalai menjaga sang adik, Menggendong Varez dan mengikuti langkah Arion dari belakang,


"Bawa dia ke markas BB" titah Ares sebelum menyusul Arion dan anak-anak,


Arion menghubungi sang kakak agar menyiapkan segera ruang gawat darurat karna anak perempuan nya tak sadarkan diri, tak sempat menghubungi Kaila fokusnya terbagi saat ini Varez yang demam seketika badannya panas,


"Dad Alana baik-baik aja kan?" tanya Davian sendu,


"Ala baik-baik aja pasti"


"Abang minta maaf gak bisa jaga ketiga Ade" air mata Davian turun banjir tanpa henti Galaxy dan Varez pun ikut menangis lagi kala Davian menangis,


Setiba di rumah sakit,


Pengawalan dari anggota BB BD langsung ketat berhamburan di depan rumah sakit, Wilasa menggendong Varez menuju IGD begitupun Arion yang menggendong Alana,


Kaila bersama Feli berada di minimarket seberang berencana membelikan cemilan agar anak-anak langsung nyemil dan makan saat tiba.


Kaila berlari dari minimarket seberang rumah sakit kala melihat rombongan mobil arion datang, setiba di dekat mobil kaki nya seketika lemas kala melihat Arion dan Wilasa berlari menuju IGD dalam gendongan keduanya ada anak ketiga dan si bungsu,


"kai Lo gapapa?"


"Queen" Air mata Kaila Langsung berlomba-lomba membasahi pipinya,


"Gak gak hikss mungkin hikss kan?" di sela tangisnya bertanya

__ADS_1


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...


__ADS_2