
Karna kaila yang bergerak-gerak membuat tubuhnya semakin lemas dan kehilangan kesadarannya.
"El apa yang Lo tunggu!!" El langsung mengambil kunci mobil di kantong celana belakang Arion .
Elvano berlari cepat menuju parkiran, Arion menyusul dengan berlari kecil banyak murid memperhatikan ketiganya apalagi Arion dan Kaila yang di gendongan Arion.
"Cih!!! dasar sok cari perhatian!!" gerutu seseorang yang melihat kaila di gendong Arion
"Kayaknya Lo harus bikin dia malu lagi bahkan lebih parah dari kemarin biar dia jera!! " hasut jova , jova menyukai Elvano entah bagaimana bisa suka pandangan pertama kepada El.
"Lo benar!! lihat aja pasti bakal gue bikin Lo di benci sama Arion!!"
Arion meminta El mempercepat kecepatan mobil nya karna kaila sudah tak sadarkan diri panik dirinya mendapati kekasihnya selalu seperti ini di saat akan ada tamu bulanan badannya lemas tetapi kalau tidak ada tamu bulanan Kaila menyeramkan melebihi apapun apalagi menghabisi musuhnya.
Skip UGD.
"Om cepat..... eh dok tolong Kaila" ucap Arion yang salah menyebut panggilan kepada om nya
"Ada apa dengan Kaila?" tanya Zainisa saat dirinya hendak sarapan melihat Arion dengan Kaila yang berada di gendongan keluar dari mobil sport milik sang adik.
"I do not know" gerutunya seraya mengusap kasar wajahnya
"Lo tenang aja, Kaila gak bilang sama Lo? kalau dia punya senggugut?" tanya El , Arion menggeleng
"pantas saja, Gue hubungi Wiliam dulu agar Keluarga Kaila tidak cemas"
Elvano mengabari kalau Kaila masuk rumah sakit , para pengawal bayangan juga sudah memberikan informasi ke bosnya dengan cepat.
"Apa? anakku masuk rumah sakit?" para pengawal bayangan mengawasi Kaila juga meretas cctv sekolah jadi mereka dapat mengetahui yang keluar dari gerbang tadi adalah Arion , Elvano dan Kaila
"Iya Tuan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri"
"Rumah sakit mana? kirimkan alamat nya!!" setelah itu panggilan di putuskan sepihak.
Tuan Nelson berjalan keluar ruang kerja milik putra sulungnya itu, Mencari keberadaan kedua anak laki-laki nya sang istri dan Athifa sedang berada di ruang tengah menonton film bersama.
"Sayang aku keluar sebentar" pamit tuan Nelson
"mau kemana?"
"ke markas, Athifa temani Mommy ya?" bohong tuan Nelson
"tentu dad"
setelah berpamitan tuan Nelson pergi bersama beberapa pengawal karna tuan Nelson tidak mungkin pergi sendiri tanpa pengawalan.
"Dimana kedua putra ku?" tanya tuan Nelson
__ADS_1
"Sebelum tuan keluar tadi, kedua tuan muda pergi bergegas tapi kami tidak tau kemana"
Tuan Nelson berpikir pasti kedua putranya sudah mendapatkan informasi tentang sang adik maka itu mereka pergi bergegas dan tak ingin membuat sang Daddy terkejut.
"percepat kecepatan! aku tidak akan segan menghukum kalian jika anakku kenapa-kenapa!" titah tuan Nelson jiwa kejamnya terpancar keluar membuat suasana menjadi ngeri di dalam mobil itu.
Skip di rumah sakit.
"Bagaimana keadaan Kaila?" tanya Wiliam
"Kaila sudah baik-baik saja, sekarang dia sedang istirahat" ucap El yang sudah merasa tenang
"kenapa bisa?" Sekarang giliran Kaivan
"Lo pada pasti lupa! Kaila punya senggugut nyeri haidnya lebih sakit!" mengingatkan kedua Abang sahabat nya ini
"Untung ini lagi dalam keadaan panik, coba enggak udah gue gibeng lu El" batin kaivan
"Astaga!!" Wiliam menyesali apa yang dia lupakan, "lalu bagaimana beberapa bulan ini Kaila yang tinggal sendiri? bagaimana melewati keadaan nya?" batin Wiliam
"Dimana Kaila?" tanya sang Daddy yang baru datang, seketika aura mencekam membuat orang bergidik ngeri
"Daddy? ah Kaila di dalam dad sedang istirahat"
"pindahkan keruangan VIP yang terbaik!" titah tuan Nelson
"Maafkan Arion Om" ucapnya , Tuan Nelson kesal karena Arion gagal menjaga Kaila pikirnya Kaila Seperti ini ulah para pembully itu.
"Om, ini bukan salah Arion Kaila cuman kelelahan dan Kaila seperti nya mau ada tamu bulanan. Om lupa?" tanya El , dia harus menjelaskan secara berulang kepada keluarga Nelson padahal mereka yang harusnya lebih tau .
"Apa?"
"Om lupa nyeri haid Kaila lebih sakit dari orang lain?"
Tuan Nelson juga melupakan poin penting itu, pasalnya saat Kaila masih berada di kota B kalau haid Kaila akan ijin dan istirahat di rumah.
"maafkan om Arion, om salah sangka terhadap mu" memeluk Arion rasa bersalah nya berpikiran kalau ini Arion menyebabkan.
"Dad, administrasi sudah Wiliam selesai kan Kaila sebentar lagi akan di pindahkan keruangan lain"
"Van, minta Kevin ke sini kita akan segera kembali ke kota B urus semua kebutuhan Kaila!"
Degg
seperti di hantam seribu panah sesak rasanya dada Arion mendengar kata yang di ucapkan oleh tuan Nelson.
"kenapa om? apa Kaila tak bisa tinggal di sini saja? Arion yang akan menjaganya! atau apa perlu Arion menikahinya sekarang juga!!" entah kenapa Arion bisa berpikiran seperti itu yang dia tahu saat ini Kaila tidak boleh pergi meninggalkan dirinya.
__ADS_1
"Arion mohon om biarkan Kaila tinggal di sini , Arion yang akan menjaga Kaila walau nyawa taruhannya saya rela menyerahkan semuanya !"
"Dad, kita tidak bisa juga memutuskan sepihak , kita harus meminta pendapat Kaila juga kalau kita memutuskan sepihak takutnya kaila akan berbuat nekat , apalagi ada kalia" ucap Kaivan pelan
sang Daddy memijit pelipisnya pusing otaknya di buat berpikir keras saat ini salah ambil pilihan berujung fatal,
"Sudahlah!! Daddy mau menemui adik kalian!" putus nya dia berjalan di ikuti tiga empat dua pengawal.
"bang gue mohon Kaila tetap di sini" pinta Arion
"keputusan semua di tangan Kaila, gue juga gak bakal maksa dia . Bukan berarti gue setuju Lo bakal nikah cepat dengan Ade gue!!" kesal Wiliam mengingat kata-kata nikah yang di lontarkan Arion
mereka menyusul sang Daddy menuju keruangan kaila, Di Rungan Kaila di pasangkan infus sang Daddy duduk di samping Kaila seraya mengelus kepala nya.
"my daughter, don't make Daddy worry all the time " gumamnya
"bangun princess nya Daddy"
namun Kaila masih setia menutup matanya ngantuk? maybe
Arion hendak mendekati Kaila namun di urungkan niatnya itu memilih duduk di sofa bersama kedua Abang dan sahabat kekasihnya ini.
"Lo berdua balik ke sekolah dulu aja" pinta Wiliam
"gak bang, gue di sini aja" jawab Arion cepat.
"El ajak Arion balik ke sekolah atau Lo berdua gak bakal bisa bertemu Kaila lagi" bukan Wiliam yang mengancam tetapi Kaivan , Kaivan kesal apalagi mengingat kalau kekasih adiknya ini sangat susah di beritahu takutnya nanti para guru yang akan mengira Kaila membawa pengaruh buruk di sekolah mereka , walau itu sekolah milik keluarga Walsh
"Om mau kalian kembali ke sekolah, ini masih jam belajar kalau kalian ingin menjenguk Kaila bisa saat sudah pulang sekolah" ucap tuan Nelson
mau tak mau Arion menuruti perintah Camernya , ( anjai camer )
"Arion pamit balik ke sekolah om" berpamitan di ikuti Elvano yang berada di belakangnya.
setelah keduanya pergi, tinggal lah Tuan Nelson, kedua prince Nelson dan Kaila, para pengawal berada di depan pintu.
"kalian sudah makan siang?" tanya sang Daddy
"Belum dad" jawab keduanya,
"pesan lah, kita makan bersama sambil menunggu adik kalian bangun" Kaivan langsung menuruti perintah sang Daddy memesan makanan untuk mereka juga dua pengawal.
"jangan biarkan Mommy kalian tau takut kesehatan nya ikut menurun" kedua nya mengangguk.
"Apa yang Daddy minta kalian sudah lakukan?"
"sudah dad, tapi kita melakukan secara bertahap dan perlahan menyiksa mereka langsung tidak akan ada sensasi nya" Wiliam menyeringai
__ADS_1
......✨ jangan lupa like dan vote 🔫✨......