Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 135


__ADS_3

Pagi nya,


Kaila masih belum di perbolehkan pulang karna harus melakukan pengecekan menyeluruh terlebih dahulu.


Arion baru saja pergi ke sekolah setelah di jemput Naresh, awalnya Arion ingin ijin sekolah dan menjaga Kaila tetapi Kaila memintanya untuk tidak ijin.


El juga sudah berangkat bersama Arion dan Naresh sedangkan Albert masih berada di markas karna sudah sedikit mendapatkan titik terang dari Beberapa rekaman cctv yang mereka temukan.


"Mau makan sayang?" tanya sang mommy


"Kaila masih kenyang my nanti aja gapapa kan?"


"kalau laper bilang aja sayang" Kaila mengangguk


Wiliam sedari kemarin ingin sekali menceramahi sang adik dan membawanya kembali ke rumah agar tidak terjadi seperti ini lagi, Andai dirinya tidak menyetujui permainan bodoh sang adik dan Daddy nya tak akan terjadi hal seperti ini.


"Santai aja Napa muka nya kek ngajak gelud , tuh mata mau keluar " ejek Kaila


"Yaa!!! Pengen banget gue sentil otak Lo kesel banget gue!!!" hilang sudah ke kaleman Wiliam


"Utututtt Maaf BangWill" dengan nada Seperti anak-anak


"Au ah ! Mom William mau nyari angin dulu, Dek mau ikut?" tanya Wiliam ke Athifa


"berangkat, dahh ka kaii" Kaila langsung cemberut dirinya juga tak betah berada di ranjang ini padahal lukanya tak terlalu parah bagi dirinya.


Di ruangan hanya ada Kaila dan sang Mommy, sedangkan Daddy dan Kaivan berada di markas. Daddy nya menemui Kirana entah bagaimana keadaan Kirana saat ini yang pasti Kaila menyerahkan semuanya ke yang lain kecuali target utama tak boleh ada yang menyentuh nya.



insta story Instagram*


"Mari kita akhiri setelah ini, bersiap lah."


Tulis Kaila di fotonya, Kaila masih belum mengetahui siapa pelakunya tetapi dirinya juga akan segera menyelesaikan semuanya tak ingin terlalu lama di injak-injak para lintah.


"Mommy"


"Yes honey?"


"Gak jadi dengg"


"Hayoo apa? cerita sini sama mommy, putri mommy gapapa?"


"Hehe mommy bisa aja, Kaila baik-baik aja ko."


"jadi gak mau cerita nih? enggak mau peluk"


"uwuwu manja banget sii, tapi gak sakit kena lukanya?"


"Enggak cuman luka gini aja mah Biasa" mommy nya mencubit pipi Kaila gemas


Selang beberapa saat keduanya asik berpelukan sampai tiba-tiba pintu ruangan Kaila terbuka,


"Morning, eh udah siang" ucap Mami Arion


"Mami" panggil Kaila


"Apa kabar?" kedua malaikat cipika cipiki


"baik" mami Arion mengangguk lalu beralih ke Kaila


"Gimana sayang udah baikan?"


"Iya mi udah mendingan, luka gini mah biasa aja gak berasa"


"Gak berasa gak berasa tapi tetap aja pingsan" sambar Wiliam yang baru datang bersama Athifa setelah lama berada di luar entah kemana yang pasti membawa kantung plastik berisi cemilan.


"Hilih bicit Kimi bing" gumam Kaila ,


"Maaf ya say, emang keduanya kalo lagi berselisih suka gini"


"Hahaha gapapa say, Arion juga kadang gini"

__ADS_1


Asik bercanda dan berbincang, berbeda di lain tempat lebih tepatnya di markas Black Devil.


Albert sudah mewanti-wanti anak buahnya yang hacker terbaik agar segera menemukan pelaku nya, sampai Albert melacak setiap rekaman percakapan telepon beberapa orang yang terdapat di dalam rekaman cctv.


Sedangkan kaivan dan Tuan Nelson berada di ruang khusus untuk menyiksa pastinya, di dalam ruangan itu Kirana berada saat ini di hadapan kedua Tuan dan Tuan muda Keluarga Nelson.


Tuan Nelson yang sudah pensiun dari siksa menyiksa sekian lama hari ini akan mengenang masa kelam namun membahagiakan baginya.


"Tuan Nelson membawa cambuk di lengan kanannya. menahan diri agar tak langsung membunuh korbannya saat ini juga.


"Tolong keluarkan gue! gue bakal bayar Siapa pun yang bantu gue pliss" racau Kirana matanya di tutup dengan kain hitam


"Buka penutup matanya" titah tuan Nelson ke anak buah yang ikut berada di ruangan itu.


"Daddy atau Kaivan yang melakukan nya dulu?"


"Hari ini jatah Daddy, kamu hanya menyaksikan"


Kaivan sebenarnya hanya bercanda menanyakan itu karna dirinya malas dan tak berminat sama sekali melakukan kekerasan saat ini baginya kurang menyenangkan.


"Tolong , tolong lepasin gue"


"Om Om tolong , bantu aku keluar dari sini"


"Aku bakal bayar berapapun"


Pinta Kirana dirinya sudah tak kuat berada di sini walau makan dan apapun terjamin baginya tetapi itu hanya beberapa saat kebahagiaan sebelum menemui ajal.


Kirana terus menerus mencari kesempatan untuk kabur sempat beberapa kali Kirana mencoba kabur dengan merayu anak buah Kaila yang mengantarkan makanan dan bodohnya anak buah itu tergoda,


Untung saja anak buah itu cepat sadar sebelum melakukan tindakan tak senonoh bisa-bisa nyawanya juga ikutan berada di ujung tanduk karna kebodohan nya.


"Om, ayah Kirana bakal kasih berapapun jumlah uang yang om minta"


"Mommy Kirana adik dari walikota , apapun yang om atau Abang mau bakal di berikan kalau mau bantu lepasin Kirana"


Racau Kirana sampai.


"Tentu om tentu" penuh harapan


"Tapi sayang Saya gak kekurangan uang, malahan saya terlalu banyak uang" ucap Tuan Nelson


Kaivan yang melihat kesombongan sang Daddy hanya menggeleng kecil andai sang Mommy melihat kelakuan Daddy nya ini bisa-bisa tak boleh tidur di kamar dan tentunya Berceramah tiap jam .


"Jangan jadi orang sombong karna banyak harta!! bersyukurlah karena Tuhan beri kita nikmat yang tiada henti, banyak sodara kita di luar sana yang tidak seperti kita! kalau banyak harta tapi tak bahagia percuma!" Kaivan berdecak mengingat beberapa ucapan sang Mommy kalau sudah berceramah.


"Daddy gak boleh sombong kata Mommy" Tuan Nelson langsung menoleh ke sumber suara


"Kamu bikin suasana jadi gak asik aja" Kaivan pun tertawa mendengar ucapan sang Daddy.


Kirana memohon terus menerus ke tuan Nelson, kalau sudah seperti ini jangankan memohon apapun yang di ucapkan tak bakal terwujud karna rasa iba ataupun kemanusiaan tuan Nelson tak ada.


"Kamu kenal Kaila?"


"Dia yang ngurung saya di sini om, kaila pembunuh, anak j*lang . Jangan sampai tertipu dengan wajahnya om" bodoh Kirana bodoh tak tau siapa yang berada di depannya saat ini.


"YAAA BERANI SEKALI MULUT KOTOR LO NGEJELEKIN ADE GUE!! MAU GUE PERCEPAT MATI LO HAH !!!" Teriak Kaivan kesal berulang kali dirinya mendengar ucapan Seperti itu terhadap sang adik.


Cetarrrrrrr


plakkkkkk


Trassssss


Tiga cambukan di layangkan Tuan Nelson ke tubuh putih mulus Kirana , Kirana langsung meringis dan menangis kesakitan.


"Apa kamu bilang? Anak jalang??"


Pletakkkkk


Satu cambukan lagi di dapat Kirana, Tuan Nelson yang awalnya ingin membuat suasana menjadi lebih santai Berubah menegangkan setelah mendengar ucapan laknat dari mulut Kirana.


Buggg

__ADS_1


buggg


Kaivan menendang tubuh Kirana, dirinya tak memperdulikan gender Kirana . kata-kata Kirana benar-benar membuat Kaivan murka yang awal ingin menahan diri tiba-tiba saja ingin sekali menguliti setiap inci kulit wajah Kirana.


"Anak Daddy kasar sekali ke perempuan" cibir sang Daddy


"A hikss mpun hikss hiks sakit hiks ampun"


"AKHHHHHHHHHHHHHH" teriak Kaivan setelah itu berlalu pergi dari ruangan itu, Tuan Nelson pun ikut menyusul putranya.


Keduanya dalam suasana yang sangat tidak nyaman apalagi kalau mereka berada di ruangan itu bisa bisa langsung mencincang setiap daging yang berada di tubuh Kirana.


"Kenapa Abang berteriak? Suaranya terdengar sampai sini" tanya Al saat Kaivan dan Tuan Nelson berada di ruangan khusus Albert.


"Tau" singkat Kaivan , Albert mengangguk


"Kevin antar saya ke rumah sakit" pinta Tuan Nelson.


Ruangan kembali hening, semuanya fokus kepada tugas masing-masing mereka harus menemukan pelaku sesegera mungkin sebelum matahari terbenam.


Di sekolah.


Arion tak banyak berbicara maupun bergerak, Andrea sesekali melirik ke arah Arion sorak gembira yang hanya dirinya ketahui.


"Akhirnya pengganggu musnah" gumam Andrea seraya mengalihkan pandangannya ke arah lain


Informasi tentang keadaan Kaila saat ini masih belum ada yang mengetahui kecuali orang-orang terdekat Kaila. jadi Andrea hanya mengetahui kalau Kaila kritis dari berita yang sengaja mereka buat .


"Andrea? kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" tanya guru di depan , semua murid pun langsung menoleh ke arah Andrea


"Eh ah anu gapapa Bu" panik Andrea ,Dirinya harus menjaga image agar tidak menimbulkan hal mencurigakan,


"Hampir hampir" batinnya


Skip istirahat kedua ,


"Rencana Lo buat hasut om Senna ngebuat Kaila celaka benar-benar manjur Dre" ucap jova


"mulut Lo sekalian aja pake toa"


"ck, Oh ya Kirana gimana ya udah berapa hari gak ketemu, Tante Tata juga sampe masuk rumah sakit karna kondisinya menurun"


"Tau, gue gak terlalu peduli dengan Kirana yang penting penghambat gue buat menjalin hubungan dengan Arion udah di ambang kematian"


"Gila Lo, Kirana sepupu Lo! mulut Lo jahat banget" kesal jova ,


"Yayaya sorry" mereka sudah berada di kantin yang mana saat ini di penuhi murid yang lapar.


Arion dkk di tambah El dan Arthur saat ini berada di ruangan pribadi, awalnya Arion ingin menenangkan diri namun sahabat-sahabat malah mengikuti dirinya.


"Lo tenang aja Ar, Kaila itu berbeda" menepuk bahu Arion


"ya Lo benar" Arion pun melemaskan otot tubuhnya lalu merebahkan tubuhnya


"Gimana res?" tanya Wilasa


"Anak buah gue dan Albert masih berusaha" Naresh mengecek tablet nya seraya membantu mencari pelaku.


"Kaila gimana?" tanya Wilasa lagi


"Udah mendingan, tadi juga mami ke RS jenguk Kaila mastiin kalau udah benar-benar baik-baik aja"jawab Arion


"kita bolos pelajaran terakhir kan?" El malas kembali ke kelas


"kalo ngajak itu ke jalan yang benar bukan sebaliknya" ucap Arthur


"Itu baik anjim Lo aja yang terlalu menghayati peran"


mereka pun menuju dunia masing-masing, Arion saat ini tertidur Karena sedikit lelah .



...✨ jangan lupa like dan vote ✨...

__ADS_1


__ADS_2