
Lama sekali keduanya tidur tak terasa sekarang sudah siang dan jam pulang sekolah , Arion bangun untuk membersihkan dirinya sebelum itu dia meminta Ares mengantarkan Bajunya ke mansion juga seragam sekolahnya.
Selagi menunggu Ares, Arion meminta dokter untuk memeriksa keadaan Kaila,dokter itu ya g sedari tadi menunggu Arion bangun agar bisa memeriksa keadaan Kaila.
"Ah maaf membuat kalian menunggu" ucap Arion yang baru saja turun ke lantai dasar mendapati Dokter itu dan juga perawat sedang duduk di kursi, El belum pulang entah keluyuran kemana .
"Tidak papa tuan, boleh saya periksa nona Kaila?" Arion hanya mengangguk lalu berjalan menuju lift di ikuti dokter juga perawat itu .
Setiba di kamar, dokter di bantu perawat memeriksa keadaan Kaila membaik dan kita hanya perlu menunggu Kaila bangun dari koma nya.
infus Kaila sudah di ganti, keduanya ijin pamit untuk kembali kerumah sakit .
Arion mengantarkan keduanya kedepan pintu,
setelah itu Arion berjalan menuju dapur agar meminta tolong pada para maid untuk membuat makan malam.
Arion berharap Kaila segera bangun, sangat sakit rasanya melihat orang yang di sayang terbaring sakit. Setelah meminta para maid untuk memasak Arion beranjak pergi kekamar.
Saat keluar dari area dapur Arion berpapasan dengan Elvano yang baru saja pulang. Entah ada apa El Seperti sedang dalam masalah berjalan kearah lift dengan lesu, Arion mempercepat langkahnya agar bersamaan masuk ke dalam lift.
Arion si gunung es yang tidak suka ikut campur urusan orang lain kecuali orang yang di sayangnya, mungkin El juga pengecualian Arion bertanya tentang keadaan sahabat kekasihnya ini.
"El Lo baik-baik aja kan?" El menoleh ke arah Arion mengangguk dan tersenyum kecil,
"kalo Lo butuh apapun termasuk teman buat dengar keluh kesah Lo, gue siap dengernya Lo sahabat Kaila otomatis ,Lo sahabat gue juga."
"thank you Ri," El sampai di lantai kamarnya.
Arion hanya bisa menunggu tak ingin ikut campur terlebih dahulu dengan keadaan Elvano, sudah berada di kamar Kaila , Arion berjalan melihat isi kamar Kaila matanya terfokus pada foto yang ada di meja rias Kaila.
(gambar hanya pemanis -Author)
__ADS_1
Foto dirinya juga Kaila saat jalan ke mall, Arion tersenyum melihat tingkah dirinya juga Kaila di foto.
Arion menyusuri setiap kamar sampai dimana dia tiba di balkon, memperhatikan keadaan di sekitar terlihat sangat indah juga begitu luas dan cantik .
Arion masuk kedalam dan mengecek keadaan kekasihnya itu lalu pergi menuju ke samping mansion, Arion juga meminta beberapa penjaga untuk mengikuti nya mencegah kalau ada hewan buas yang berkeliaran.
setiba di dekat hutan, Arion mengabadikan momen yang sangat indah itu lalu memposting nya ke Instagram miliknya.
✨too many secrets stored✨
Tulis Arion di postingan nya, Arion menonaktifkan komentar agar tak banyak notif di handphone nya. setelah puas Arion kembali ke mansion mengingat hari semakin gelap.
Elvano menghubungi Arion, Arion berpikir bahwa El ingin bercerita tentang keadaan nya.
"Halo?"
"Lo dimana? Kaila udah sadar balik cepat!!"
Mata Kaila sudah terbuka, namun badannya masih lemas, El sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, dia ingin meminta tolong kepada Arion untuk memberikan saran dan apa yang harus dia lakukan namun saat mengetik pintu kamar Kaila dan menekan bell tak ada yang membuka pintu,
Pikirnya Arion tertidur atau sedang berada di dapur El pun membuka pintu kamar dan berjalan menuju tempat tidur Kaila, kaila membuka matanya perlahan El yang senang bercampur khawatir karna kaila tak menunjukkan pergerakan hanya membuka matanya dan menatap lurus ke depan langsung menghubungi Arion.
"Sayangg" panggil Arion yang baru saja tiba,
El juh berada di samping Kaila sembari menunggu dokter datang.
"mau minum?" Kaila hanya mengangguk , Arion langsung mengambil air putih yang berada di atas meja.
"Kaila?" Panggil El ,Kaila menatap El bertanya dalam diam
"Ngomong dong kai, gak asik iih" keluh El
__ADS_1
"Kai, Albert di rumah sakit , keadaan nya masih belum sadar tapi peluru yang berada di tubuhnya sudah di keluarkan. Mommy dan Daddy belum tau kejadian ini , sebelum Al kehilangan kesadarannya dia bilang kepada para pengawalnya untuk tak memberitahu ke BoNyok agar mereka tak khawatir apalagi sekarang BoNyok lagi perjalanan bisnis. Gue harus ke sana tapi gue sudah janji ke Abang Lo, buat jaga Lo" ucap El matanya berair bingung harus bagaimana sekarang dia juga tak dapat meninggalkan Kaila karna janjinya dengan Wiliam .
Albert Einstein Kenan adalah adik satu-satunya Elvano keduanya sangat dekat , Albert sedang dalam perjalanan menuju ke Bandara, berencana akan memberikan kejutan ke El namun keadaan tak berjalan sesuai rencana, di perjalanan Albert di buntuti ntah musuh yang mana mengincar nyawa nya.
Al tak ingin banyak korban dia meminta supirnya ke jalan sepi agar tak ada yang menjadi korban, baru tiba di jalan sepi mobil yang mengikuti itu menembak membuat mobil Albert membanting stir menghindari seraya mengulur waktu menunggu anak buahnya datang.
terjadi baku tembak antar keduanya, tepat Al lengah tak memperhatikan kebelakang satu tembakan mengenai supirnya dan satu lagi mengenai dirinya selang beberapa detik.
mobil Al terguling beberapa kali mengakibatkan kerusakan yang sangat parah sudah di pastikan bahwa pengemudi dan penumpang meninggal, setelah menyaksikan terguling nya mobil Albert para musuh itu pergi dari lokasi, tak lama anak Buah Albert datang langsung bergegas mengevakuasi Albert juga supirnya sebel mobil itu meledak.
"El" Panggil Kaila lalu berduduk di bantu Arion, badan Kaila masih sedikit lemessss El mengadah menatap Kaila air mata nya yang di tahan sedari tadi jatuh .
Kaila merentangkan tangan memberikan kode agar El memeluknya, Arion tak marah dia tau El butuh itu saat ini.
"Lo Jaga Albert, Di sini ada Arion yang jaga gue jadi jangan merasa terbebani, Al lebih perlu Lo sekarang, Kalau gue udah baikan nanti gue nyusul dehh ya?" El mengangguk, Kaila mencoba menahan air mata nya Albert juga adiknya sakit mereka sangat dekat sering jalan bersama bertiga.
"Udah jangan nangis, sana packing biar gak telat pake aja pesawat milik gue tuh bilang Kevin siapin" mencoba menenangkan El
pelukan di lepaskan El,
"Ri gue percaya Lo, gue titip kaila ya?" ucap El
"Tenang aja aman, kalo butuh bantuan atau anak buah bilang aja" ucap Arion keduanya berpelukan ala pria,
Elvano berjalan meninggalkan mereka, Serasa El sudah tak terlihat Baru Kaila menangis sejadi-jadinya sakit rasanya Arion langsung membawa kaila ke dalam pelukannya.
"Kenapa hikss Vian!! kenapa hiks!!" ucap Kaila dia sela tangisnya
"Kenapa masalah hikss selalu datang tak ada habisnya hikss hikss
"Suttt baby gak boleh gitu aku di sini, kita hadapi sama-sama, Sekarang kamu istirahat dulu jangan nangis nanti kamu drop lagi" sambil mengelus punggung Kaila Arion memenangkan kekasihnya ini.
"Vian aku minta tolong cari orag yang berencana bunuh Al" pinta Kaila ,walau sebenarnya Kaila bisa meminta kekaivan tapi mengingat kata El kalau Keluarga nya selain dia tidak ada yang mengetahui kejadian ini.
__ADS_1
"Tentu sayang, apapun yang kamu bilang, sekarang kamu tunggu di sini aku ambil makanan buat kamu" Arion melepaskan pelukan lalu beranjak pergi menuju dapur saat menuju dapur Arion menghubungi Luke.
......✨jangan lupa like dan vote ya✨......