
"Sabar kai sabar ini di mall" batin Kaila ,Kaila berdiri dari tempat dimana dia di dorong Andrea sampai terjatuh
"Eh Dre gak terlalu kasar Lo sama Kaila" ucap jova
"Gak peduli kalo dia mati juga ga ada yang tau" ucap Andrea
"Dah gue gak ikutΒ² mending gue beli minum" ucap Kirana
Kaila berdiri dan langsung menarik rambut Andrea yang sedang asik berbicara dengan temannya.
"lepasin jalangg" Andrea mencoba melepaskan tangan Kaila
Wajah Kaila berubah dingin dan nampak berbeda, "please keep my belongings, i will compensate everything when i come back " ucap Kaila kepada pelayan Starbucks
Kaila masih menarik rambut Andrea dengan erat, kedua teman Andrea mencoba membantu Andrea namun tidak bisa melepaskan genggaman Kaila.
"Lepasin anjg, jov bantu" teriak Andrea
"Gak bisa Dre kuat banget genggam nya"
"Ko lu **** sih! pukul si ******!!!" kesal Andrea sambil merintih kesakitan
Saat jova Dan Kirana hendak memukul Kaila, Kaila melepaskan lambut Andrea.
Setelah Kaila melepaskan rambut Andrea ,Andrea nampak terengah-engah.
"******* Lo!!"
Kaila mengambil handphone nya menghubungi Wiliam, agar Wiliam tidak banyak tanya nanti.
"Ada apa?" tanya Wiliam
"Warning"
saat sedang berbicara dengan Wiliam Andrea memukul wajah Kaila, Kaila tak bergeming dan masih melanjutkan pembicaraan nya degan Wiliam
"Apa maksudmu?"
"Warning Wil" ucap kaila tanpa mengatakan bang atau ka Kaila langsung mengatakan nama Wiliam begitu saja
"Kai jangan gegabah!" Wiliam baru paham ucapan Kaila.
"Terlambat" setelah itu Kaila mematikan panggilan
saat sedang berbicara dengan Wiliam Andrea dua kali menamparnya sebelum jova dan kirana menahannya.
Kaila hanya menyeringai melihat ketiga wanita di depannya. saat ada kesempatan Kaila langsung menarik rambut Andrea lagi dan memasukan ke dalam kantong celana handphone nya.
"Lepasin!!!" teriak Andrea
Kaila menyeret Andrea keluar Starbucks, ntah apa yang di pikirkan Kaila saat ini banyak orang yang memperhatikan mereka berdua jova Dan Kirana Hanya bisa mengikuti dan mencoba menolong Andrea .
saat di tengah-tengah mall hendak menuju keluar mall, Satpam dan manager mall itu menghentikan Kaila.
"Nona tolong jangan seperti ini" ucap manager mencoba menenangkan Kaila
"itu anak wali kota"
"Iya itu anak wali kota berani banget tu cewe Jambak anak wali kota"
"Tadi gue liat anak walikota duluan nyerang tuh cewe"
percakapan pengunjung mall yang memperhatikan kaila dan Andrea
Kaila melepaskan tangan yang menarik rambut Andrea,
"Lo ga papa Dre?" tanya jova Dan Kirana
"Awas Lo kai" batin Andrea "Pak saya mohon keadilan di sini" ucap Andrea ke manager mall
"Baik-baik saya sudah meminta kepolisian untuk ke sini" ucap manager
__ADS_1
Kaila mengelap bibirnya yang berdarah karna tamparan dari Andrea. karna sudah jam 10 malam Kaila tak kunjung pulang ibu Arion menghubungi nya membuat kaila sedikit tenang dan melepaskan jiwa kejamnya.
"yes ma? " tanya kaila sambil memegang pipinya
"kenapa belum pulang sayang? apa terjadi sesuatu?"
"Tidak mah, Kaila sebentar lagi pulang tak usah menunggu kaila mah"
"Baiklah jangan pulang tengah malam anak mamah"
Setelah mengakhiri panggilan, polisi tiba dan mengajak Kaila juga Andrea kekantor polisi untuk di tindak lanjut.
"Ck, siapa yang berani membela Lo di sini kekuasaan gue" batin Andrea sambil menyeringai
Di kantor polisi.
Kaila hanya sendiri sedangkan Andrea di jemput orang tuanya untuk pulang dan akan menunggu tindakkan yang akan di ambil pihak polisi atas masalah ini.
Wiliam menghubungi Kaila beberapa kali sejak tadi Kaila menghubungi nya. Kaila sudah menjelaskan kepada polisi tentang kejadian tadi dan berbeda dengan yang di katakan oleh Andrea ke pihak polisi.
"Hanya itu pak, saya minta anda bersikap adil dalam hal ini" ucap Kaila
"Anda tidak bisa pulang, sebelum ada wali yang menjemput anda "
"don't joke with me " ucap Kaila
"Saya mengatakan dengan benar"
"oh shit!!" kesal Kaila ,
Kaila mengangkat panggilan kesekian kali dari Wiliam.
"Dimana Lo?" tukas Wiliam
"Kantor polisi"
"Oh astaga Kaila!!!"
"Pulang kai" ucap Wiliam
"Oke!"
Kaila langsung mematikan telpon Wiliam.
"Pak saya ingin pulang" ucap Kaila
"orang tua atau wali anda harus menjemput anda"
"Oh my! saya gak akan kabur pak."
"Sudah peraturan nya seperti itu"
Kaila berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kepojoka untuk menghubungi ibu Arion.
"Malam mah, maaf Kaila ganggu"
"No sayang, ada apa?Kaila belum pulang?"
"Kaila sedikit ada masalah mah, Kaila bisa minta tolong gak mah?" dengan suara pelan Kaila meminta kepada orang tua Arion
"Katakan sayang?"
"Kaila di kantor polisi mah, kata polisinya kaila gak boleh pulang kalau gak ada walinya"
"Apa?!! kantor polisi? oke mamah segera ke sana sama papah" ibu Arion nampak panik mendengar ucapan Kaila
"Mah jangan marah"
"Tidak sayang, mamah matikan dulu tunggu mamah okey"
setelah ibu Arion mematikan panggilan Kaila kembali ke tempat duduk yang berhadapan dengan polisi. Kaila merintih kesakitan saat wajahnya yang memar tadi mulai terasa.
__ADS_1
"Ada apa Mah?" tanya ayah Arion kepada istrinya
"Pah cepat antarkan aku, Kaila di kantor polisi"
"What? apa yang terjadi"
"Lupa Mamah tanya keburu panggilan nya mamah matikan"
"Yasudah ayo papah antar"
-Skip kantor polisi
"Malam Tuan dan Nyonya Walsh, ada yang bisa saya bantu?" ucap polisi yang menjaga di depan
"Dimana menantu saya?" tanya nyonya walsh
"Menantu?" polisi itu nampak bingung
Kaila yang berada di dalam ruangan melihat ke atas jendela kalau orang tua Arion sudah tiba.
"Mah" ucap Kaila
orang tua Arion terkejut melihat wajah Kaila yang memar dan juga d ujung bibirnya berdarah.
"Apa yang terjadi sayang?" ibu Arion panik melihat keadaan kaila
"Maaf mah" ucap Kaila
"Bagaimana bisa seperti ini? mana yang berani melukai menantu ku" ucap ayah Arion
"tenang pak tenang ini cuman kesalahpaham saja" ucap polisi menenangkan ayah Arion "Menantu orang Keluarga Walsh ternyata oh ****** gue" batin polisi itu
"Pah, mamah gak mau tau pokoknya yang bikin wajah Kaila seperti ini harus dapat akibatnya!" ucap ibu Arion
"Iya mah, papah sendiri yang akan turun tangan"
"Ayo sayang kita pulang lalu obati luka nya" ajak ibu Arion
Sebenarnya Kaila tak ingin orang tua Arion ikut membantu dalam masalah ini, tapi karna ucapan orang tua Andrea dan ucapan Andrea yang membuat nya kesal mau tidak mau kaila meminta kepada orang tua Arion.
dalam perjalanan pulang kaila menjelaskan semua dari awal pertengkaran terjadi, setelah mendengar penjelasan Kaila ayah Arion meminta asisten pribadi nya untuk meminta cctv di mall itu segera.
"Mah, pah jangan kasih tau Arion ya" pinta Kaila
"Iya sayang, yang pasti kita harus mengobati luka Kaila dlu" ucap ibu Arion
Di rumah Arion.
Ibu Arion langsung membangun kan Zainisa untuk mengobati Kaila, Karna ibu ny heboh saat tiba di rumah semua orang yang awalnya tidur pun langsung terbangun.
"Apa yang terjadi?" tanya Thania pertama kali tiba di ruang kelurga
"what happened to your pretty face kai " Zea juga nampak terkejut
"Oh my! tunggu aku akan mengambil salep " Zai langsung berlari menuju kamarnya
"Kaila jawab! apa yang terjadi?" tanya Thania lagi
"Anak walikota yang membuatnya seperti ini" jawab ibu Arion yang berjalan menuju arah Kaila sambil membawakan minuman untuk Kaila
"Siapa? Andrea ?" tanya Thania lagi
Kaila hanya mengangguk saja, "Apa dia lagi?" tanya Zai yang baru saja tiba membawa kotak p3k
...Halo Kakak-kakak β€οΈπ...
...Maaf kalau ada salah kataπ semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload πππ....
...Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like π ...
...jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update ππππβ€οΈβ€οΈ...
__ADS_1
...Terimakasih β€οΈπ...