
Mereka sudah berada di sekolah, Sedari pagi semua murid membicarakan Kaila ada yang berbisik dan ada yang terang-terangan mengatainya.
istirahat pertama tiba, Kaila langsung menuju kelas Arion bukan untuk menemui Arion melainkan untuk menanyakan apa sebenarnya yang Andrea mau.
Sedari awal sebenarnya Kaila sudah mengetahui bahwa Andrea lah pelaku utama nya, tak mungkin ada yang seberani Andrea tentunya.
Tiba di kelas Arion, Kaila di temani Feli yang saat ini takut terjadi perkelahian antara Kaila dan Andrea. Kaila berdiri di samping meja Andrea tanpa ekspresi menatap wajah Andrea.
Arion dan kedua sahabatnya yang melihat kaila menghampiri Andrea bukan dirinya langsung menuju ke arah kaila begitu juga kedua sahabat.
"Ada apa?" tanya Andrea sambil menyeringai
Kaila memajukan wajahnya tepat di samping wajah Andrea dan berbisik, "Apa kurang hadiah yang ku kirimkan waktu ulang tahun mu" bisik kaila, Andrea yang mendengar ucapan Kaila langsung bergidik ngeri mengingat kejadian itu.
"Apa kau yang mengirim nya! Kurang ajar" saat Andrea hendak menampar Kaila, Arion dengan sigap menahan tangan Andrea agar tidak melukai wajah kaila lagi.
"Lepaskan Arion! kau tidak tau dia ini ******!!! Dia pembunuh!!!"
"watch your words! " titah Arion
"Don't be fooled Ri, she is a snake woman !! "
"SHUT UP !! " kesal Arion
"Sayang, lepaskan genggaman mu dia akan sangat bahagia kau menggenggam tangan nya" ucap Kaila,
"Urusan kita belum selesai Andrea Lovata " sengaja Kaila mengucapkan nama lengkap Andrea karna saat ini dirinya sedang berdamai dengan diri sendiri mengingat ini masih di sekolah.
"Gue Gak takut! Lihat saja Lo pasti menderita!!!" ucap Andrea
"Gue? menderita? Hahaha okey kita tunggu dan lihat siapa yang akan menderita Andrea Lovata"
Kaila langsung menggenggam tangan Arion dan mengajaknya ke ruang pribadi khusus untuk ketiga tuan muda, ketiga sahabat mereka ikut d belakang mengekori.
Meninggalkan Andrea dan kedua temannya, Andrea sangat kesal dan mengutuk Kaila dalam hati juga merencanakan sesuatu untuk membuat Kaila hidup susah mati tak mau.
"Dre? Lo gak papa?" tanya jova Dan Kirana
"Ya"
__ADS_1
"Gila Kaila ngelabrak Lo terang-terangan dasar perempuan ga tau mau!" ucap kedua teman Andrea
"Akh!!!! bantu gue berpikir untuk bikin si ****** itu menderita!!!" tukas Andrea
Di ruang pribadi mereka, Kaila diam saja membuat mereka yang berada di ruangan itu bingung termasuk Arion.
"Apa gue ketinggalan berita?" Wilasa yang bingung apa yang terjadi langsung saja bertanya.
"Lo gak punya kuping? banyak murid membicarakan berita hoax tentang Kaila!" kesal Ares padahal baru kemarin mereka membahas tentang ini.
"Ohh!! ya maaf gue lupa"
"Kai? Lo baik-baik aja kan?" Feli mengkhawatirkan keadaan Kaila apalagi dengan kejadian ini.
"Tentu, Berita bohong untuk apa di pusingkan" bohong Kaila sebenarnya dia sangat sedih namun orang-orang yang selalu sayang dan mendukung nya membuat Kaila kuat.
"Sudah lah, ayo makan" ucap Arion yang sudah membawa enam kotak nasi entah sejak kapan dia memesannya.
mereka makan bersama dalam keheningan, karna mereka makna terlambat dan kelas sudah masuk jam pelajaran Feli meminta ketua kelas untuk memberitahu guru kalau dia dan Kaila menemani Kaila di uks mengingat apa yang terjadi saat ini ketua kelas itu paham.
sedangkan ketiga tuan muda kembali ke kelas karna ulangan harian.
Di kelas Arion, Andrea tidak ada sedari ketiganya masuk kelas tadi ntah apa yang sedang di rencanakan Andrea, yang pasti Arion harus menjaga Kaila karna itu janji dan tanggung jawab nya kepada keluarga Kaila.
"Gue ngantuk mumpung gak masuk tidur ah" Feli berencana untuk tidur siang.
"Fel, gue ke keluar dulu mau nelpn Wiliam"
"Okey jangan lama, gue takut"
"yang ada hantunya takut liat Lo" ejek Kaila, setelah itu kaila menuju rooftop untuk menenangkan gejolak ingin membunuh di dalam dirinya, menyendiri jauh dari orang lain membuat gejolak itu sedikit membaik.
Di rooftop saat sedang melihat pemandangan ponsel Kaila berbunyi "Nomor tidak dikenal?" gumam Kaila dia pun langsung menjawab panggilan itu.
"Hallo?" panggil seseorang di seberang sana
"Siapa?" tanya Kaila
"you forgot me?" terdengar jelas suara laki-laki
__ADS_1
"I do not know you ! you dialed wrong! "
saat kaila hendak mengakhiri panggilan nya, laki-laki itu langsung menyebutkan namanya.
"gue? Elvano Erdogan Kenan Lo lupa sama gue kai?"
"El? oh astaga apa kabar?"
"Baik pastinya, Lo dimana? gue lusa balik rindu gak sama gue?"
"Gue di kota A, Rindu gak ya"
"Lo pasti rindu gue! kita hampir 7tahun sejak gue pindah ke Kota H dan beberapa tahun ini kita los kontak" menjelaskan tentang keadaan mereka
"Lo kali yang rindu gue hahaha " terdengar jelas suara bahagia Kaila
"who doesn't miss a pretty girl like you" goda Elvano
"hahaha, okey again i have to go to class, aku akan menghubungi mu lagi"
"baiklah ,maaf aku menganggu mu, See u kids"
"El jangan mengejek ku! aku harus kembali see u to Dahhh"
Kaila mengakhiri panggilan lalu berjalan menuju ruang pribadi karna sebentar lagi istirht Kaila tak ingin membuat Arion khawatir.
Saat Kaila tiba bersamaan dengan bunyi bell istirahat, Kaila bersyukur dia tiba tepat waktu.
Kaila buru-buru masuk ke dalam mengingat Feli yang sendiri di dalam.
sudah merasa lega tak lama terdengar suara ketiga tuan muda membuka pintu.
"Sayangg ayo makan" ajak Arion , Kaila hanya menggeleng kepalanya karna dia masih kenyang.
"Yasudah mau apa ? "
"tidur"
Arion langsung duduk di samping Kaila dan merebahkan kepala Kaila di pahanya juga menutupi sebagian badan kaila.
__ADS_1
Feli yang sedari tadi tidur merasa terganggu oleh belaian lembut tangan Wilasa di wajanya, hanya Ares yang sendiri di ruangan ini memilih untuk agak berjauhan dari mereka.
Maaf telat up ka🙏