
Pukul 2 dini hari,
Kaila duduk sambil memeluk tubuh Wiliam di sofa dirinya tak bisa tidur karena mimpi tadi, seperti nyata tapi kaila tak mengindahkan nya.
"Tinnnnnnnnnnnnnnn" tanda detak jantung berhenti, Mata Kaila dan kedua abangnya melotot mendengar itu.
"DOKTERR DOKTERR!!!" teriak Kaivan ,
Kaila Langsung berlari ke samping ranjang badannya terasa lemas semua, Wiliam menghubungi keluarga yang berada di rumah, sedangkan kaivan meminta pengawal yang berada di depan pintu memanggil dokter.
"NO, NO , NO!!!! GRANDPAAA COMEBACK!!!!" ucap Kaila,
Dokter dan perawat tiba langsung memeriksa dan memberikan AED (automated external defibrillator)/ kejutan listrik untuk memberikan irama jantung.
"Sekali lagi"
Suasana tegang di ruangan, Kaila tak henti-hentinya menangis sedari tadi. Keluarga Nelson dan Kenan pun masih dalam perjalanan menuju rumah sakit,
"Pukul 02.25 dini hari, tanggal 6 Mei 2018 jam dan tanggal kematian dari Tuan Abraham Lincoln Kenan" ucap dokter .
"Gak! gak mungkin!!" kaila masih tak terima dengan ucapan dokter,
"Kai tenang heyy tarik nafas Kaila" Kaila pingsan saat itu juga..
Rasa sakit di tinggal orang yang sangat kita sayang itu menyakitkan bukan? ya tentu saja apalagi kakek kita sendiri ini semua seperti mimpi tapi itu nyata.
"Bagaima..na?" tanya tuan Kenan terputus saat melihat kalau wajah ayahnya di tutupi selimut.
"Kai Kaila sadar heyy!!" ucap Kaivan, Arion yang saat itu sedang menggendong baby boy pun langsung memberikan ke pada Kevin .
Arion langsung membawa kaila keluar dari ruangan itu di ikuti Kevin juga Kaivan sedangkan yang lain sedang berduka di ruangan pasien. Kaila di bawa ke ruangan sebelah dan perawat juga dokter sudah memberikan infus untuk kaila.
"Ar Vin titip Kaila dulu, gue ke ruang sebelah" Keduanya mengangguk.
Tak perduli perempuan atau laki-laki pasti akan menangis bukan jika di tinggal salah satu orang yang di sayang apalagi itu Keluarga sendiri, ya ruangan grandpa saat ini penuh dengan Isak tangis El Al tuan Kenan dan lainnya, Mereka ikhlas namun tetap saja sakit hati rasanya di tinggal orang yang kita sayang.
Beberapa jam setelah nya ,
pemakaman akan di laksanakan siang ini, berita meninggalnya Abraham Lincoln Kenan sudah tersebar di media banyak orang-orang yang ber bela sungkawa atas meninggalnya ayah dari tuan Bramantyo Erdo Stein Kenan.
__ADS_1
Tuan Abraham adalah sosok yang sangat di kenal baik oleh masyarakat di negara H, bukan hanya pemilik perusahaan dirinya juga salah satu orang yang melakukan penyaluran dana untuk segala bencana atau apapun itu untuk orang kurang mampu.
"Gak ini pasti prank kan???" ucap Kaila
"Gak mungkin lah grandpa ninggalin Kaila" ucap Kaila lagi,
Mereka sedang berada di Mansion Keluarga Kenan, Tuan Abraham akan di kuburkan Di makam keluarga yang mana terletak di daerah mansion itu tersebut namun sedikit jauh dari rumah.
"Enggak kan Vian, ini bohong kann???" Kaila menangis di pelukan Arion sejadi-jadinya,
"Stttt kai udah jangan nangis terus nanti kamu sakit" ucap Arion
"Grandpa gak ninggalin aku kan!! grandpa bilang kemarin mau ketemu baby boy tapi hwaaaaaa hikss gak ! ini prank pokoknya ini prank!!" ucap Kaila .
Kaila sudah tiga kali pingsan karna masih tidak dapat menerima keadaan saat ini,
"Bang Pemakaman akan di lakukan sekarang" ucap El ke Wiliam,
mereka semua mengangguk Kaila masih belum sanggup menerima kenyataan pahit ini namun tetap saja ini nyata dan semua ini kehendak Allah mau bagaimana pun tak bisa menentang kehendak Allah.
...-Lahir untuk hidup, hidup untuk mati-...
Anak-anak berada di mansion bersama maid kepercayaan Om Kenan tentunya kepercayaan Kaila juga, Setelah selesai di kuburkan mereka melafalkan doa untuk almarhum agar tenang di alam sana.
Kaila perlahan-lahan mencoba menerima kenyataan bahwa grandpa nya grandpa mereka sudah berada di sisi Allah SWT.
Mereka kembali ke kediaman keluarga Kenan untuk melakukan doa bersama,
"Kaila?"
"hmm?" Kaila hanya berhemm saja menjawab panggilan orang-orang yang memanggil nya, Arion memanggilnya pun Kaila hanya berhemm dan menjawab seadanya.
Malamnya,
Kaila menangis di pelukan Arion mencoba menerima kenyataan tidak semuda mengatakan nya bukan?
"Hey jangan nangis anak-anak akan mengira aku memarahi kamu" Kaila menggeleng,
saat ini hanya ada mereka berdua di kamar, anak-anak sedang berada di ruang keluarga bersama Oma dan Opa nya,
__ADS_1
"Ini pasti hiks hiks bohongan hiks"
"Hey sudah kai jangan nangis"
"kai dengan aku!! Ini semua kehendak Allah kamu harus ingat itu, kalau kamu kaya gini grandpa pasti sedih di sana"
"tapp.."
"Gak ada tapi tapian sayang, Mommy Daddy, Abang kamu, El Al ,anak-anak bakal sedih liat kamu kaya gini" Kaila mengangguk tanda iya dia paham.
"Semua orang juga pasti sedih kalau mereka di tinggal pergi tapi gak sampai berlarut-larut sayang"
Kaila pun mengangguk diam dalam pelukan Arion, Kaila bersyukur ada Arion di samping nya yang bisa menenangkan diri nya.
...//...
(Bukan Nye apa ni kai yaa gua, tapi lu bunuh orang tuh biasa aja gimane neh maksudnyee)
"Bacot Thor mau gua bunuh Lo? kesal kaila ke author
(Gue gibeng Lo mampos nantee)
"Ga mau ga suka gelayy"
(Gajelas !!)
...//...
okeoke back to topik!!
Kaila sudah tertidur di dalam kamar, Arion turun untuk ikut berkumpul dengan keluarga Kaila sebelum mengajak anak-anak ke kamar untuk tidur, saat ini jam 7 malam masih ada waktu setengah jam untuk anak-anak sebelum tidur.
"Gimana Kaila Ar?" tanya Mommy Calya atau mommy Kaila
"Udah tidur mom"
"Syukurlah"
"Biar aku yang gendong boy bang" Arion mengambil boy dalam gendongan Kaivan
__ADS_1
......🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤......