Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 42


__ADS_3

Saat hendak keluar hotel Kaila dan Arion berpapasan dengan Andrea yang hendak keluar meninggalkan hotel.


Tak saling menyapa Seperti orang tidak kenal.


Arion dan Kaila dalam perjalanan menuju ke markas.


setiba di markas


"Lukee, hubungi Kaka kedua ku untuk datang ke markas" perintah Arion


"Baik bos"


Setelah memberi perintah kepada Luke, Arion mengajak Kaila ke ruang pribadi nya untuk menunggu Zainisa tiba agar memeriksa tangan Kaila.


Tak butuh waktu lama Zainisa tiba di markas,


"Dimana Arion?" tanya Zai kepada anak buah yang dia temui


"Di ruangannya Nona" ucap anak buah itu.


"Antarkan aku ke sana"


anak buah itu mengantarkan Zai keruangan Arion. Di dalam ruangan Kaila nampak kesal karna Arion tak langsung membolehkan nya bertemu sandera di ruang tahanan.


Setiba Zainisa di ruangan Arion, Kaila sedikit bingung ada apa Kakak kedua Arion datang dengan baju dinasnya sambil membawa kotak obat nya.


"Sudah datang? tolong obati tangan Kaila yang luka ka" ucap Arion


"Ehh??? Tak perlu ka ini sudah tak apa" sela Kaila


"Duduk lah atau aku akan menghubungi bang Wiliam Atua Kaivan" ucap Arion


"Ohhh okey baiklahhhh!" kesal Kaila "Ka maaf merepotkan,tolong periksa telapak tanganku ka" ucap Kaila kepada Zainisa


Zainisa memeriksa telapak tangan Kaila, luka nya cukup dalam tapi tak perlu di jahit.


"Bagaimana bisa terluka seperti ini?" tanya Zai kepada Kaila


"Aku salah genggam ka" ucap Kaila agar Zainisa percaya, Zainisa memandangi Arion sambil membalut tangan Kaila dengan perban


"Benarkah? kau harus lebih hati-hati kai , mamah akan sedih melihat mu terluka" Zainisa memandangi Arion lagi ,Arion mengangguk paham supaya menjelaskan apa yang terjadi.


"Okey sudah, ingat jangan sampai berdarah lagi atau luka nya perlu di jahit"


"Baik ka, terimakasih banyak" ucap Kaila


"Aku harus kembali kerumah sakit, Resep obat akan aku kirim kan via chat Ri untuk kaila minum" ucap Zainisa "Antarkan aku kedepan, dan bawa ini" perintahnya ke Arion


"Kai tunggu ke sini aku mengantarkannya ke depan dulu" ucap Arion


"Iya, Hati-hati di jalan ka" Kaila hanya menunggu di ruangan pribadi Arion.


Saat meninggalkan ruangan, Zainisa langsung meminta penjelasan kenapa Kaila sampai terluka Arion pun menjelaskan semuanya.


"Anak walikota? pemilik perusahaan Lovata?" gerutu Zainisa


"Aku sudah menjelaskan semuanya ka"


"Jadi kau yang membuat perusahaan Lovata di ambang bangkrut?"


"Ck, benar tetapi tuan Lovata tak tau kalau itu aku, dan aku akan mengutus anak buah ku datang ke perusahaannya untuk memberikan pinjaman"

__ADS_1


"Terserah kau saja selagi tidak membahayakan keluarga kita"


"Siapapun yang berani membuat orang-orang yang aku sayang terluka sama saja ingin melawanku."


"Ya terserh kau ,aku harus kembali kerumah sakit"


"Hati-hati dalam perjalanan hubungi aku kalau ada apa-apa"


Setelah mengantar kakaknya, Arion kembali ke dalam ruang pribadi nya.


Kaila sudah tak sabar bertemu dengan sandera dia ingin membalas apa yang sudah mereka lakukan kepadanya.


Arion tiba di ruangannya dengan cepat Kaila menghampiri nya. Kaila hendak mengajak Arion ke ruang tahanan namun di tundanya karna masih terlalu pagi menurutnya.


Saat ini pukul 10.00 siang.


Kaila merasa lapar jadi rencana ingin membalas perbuatan anak buah Andrea di tundanya karna sedari pagi dia belum sarapan.


"Aku lapar Vian" ucap kaila yang dalam pelukan Arion. setelah menutup pintu ruangan Kaila langsung memeluk Arion dan mereka masih berdiri di samping pintu.


"Ayo kita ke dapur untuk memasak kemarin kan kau membeli banyak bahan jadi aku akan memasak untukmu" ajak Arion yang masih memeluk Kaila


"okay come on I'm hungry "


mereka menuju dapur. semua belanjaan kemarin masih lengkap tak ada yang berkurang karna semua anak buah di markas tak berani mengambilnya sebelum Kaila memberikan ijin.


"I want ice cream " gerutu Kaila yang saat ini duduk di meja makan di dapur.


"ice cream? "


"Ya di dalam kulkas aku sudah membelinya kemarin"


"Tentu siapa lagi?"


"oh ini berlebihan, pasti saat ini ATM mu sudah sekarat?" gerutu Arion sambil menekan-nekan dahi nya


"Ya kau benar ATM ku sekarat saat ini dan kau harus mengganti nya" tukas Kaila


"Ck, Kenapa bisa begitu?"


"Karna ini semua belanjaannya di markas mu jadi kau harus ganti rugi" sambil menyunggingkan senyuman


Arion memberikan ice cream dan juga sendok nya ke Kaila. "pegang lah kartu ku, beli apa yang kau inginkan" Arion memberikan black card miliknya kepada Kaila.


"Aku sedikit terkejut" ejek Kaila


"Aku akan memasak pasta , kau suka?"


"Suka apapun yang kau masak asal tak beracun"


"Hahaha duduk manis di sini okey"


"Ya tentu"


Arion memasak dan Kaila memperhatikan sambil menikmati ice cream nya .


Handphone Kaila berbunyi beberapa kali Wiliam menghubungi nya namun tak ada jawaban dari Kaila.


Handphone Kaila di dalam ruangan Arion dia tak membawanya ke dapur . beberapa saat kemudian pasta yang di buat Arion sudah jadi.


saat hendak menikmati pasta buatan nya handphone Arion berbunyi. Wiliam nama yang menghubungi nya, Arion langsung menjawab panggilan tersebut.

__ADS_1


"Hallo bang" ucap Arion


"Kaila bersama mu?" tanya Wiliam


"Iya, ada apa?"


"Beritahu dia hubungi aku segera"


"ada apa?" tanya Arion lagi


"Jangan kepo" ucap Wiliam


"Hmm yasudah bye" Arion langsung mematikan panggilan Wiliam


"Aishh bocah kurang ajar" gerutu Wiliam.


Wiliam hanya ingin memastikan bahwa adiknya baik-baik saja setelah mendengar dari salah satu teman kuliahnya yang sedang berlibur kekota A, teman kuliahnya hendak kembali ke kamar hotelnya dan melewati loby Dimana banyak orang didepan resepsionis.


dia pun bertanya kepada salah satu pengunjung hotel mengenai yang terjadi saat ini. setelah mengetahui apa yang terjadi dia pun menuju kamarnya untuk beristirahat, pagi itu setelah dia bangun langsung menceritakan semuanya di grub chat


tentu saja membuat Wiliam yang berada di grub chat sedikit penasaran siapa tuan muda itu.


"Bang kata ayah ke perusahaan untuk ikut hadir di rapat" ucap Kaivan yang berada di depan pintu kamar Wiliam


"Ya aku akan berangkat" ucap Wiliam


saat ini di markas Arion.


Mereka sudah menyelesaikan makanan nya. Arion dan Kaila saat ini sedang berada di belakang markas tempat bersantai.


"Sayang kau tidak membawa handphone mu?"


"Tidak aku tinggalkan di ruangan, ada apa?"


"Wiliam menghubungi ku tadi dan meminta ku untuk memberitahu mu agar menghubungi nya"


"Ah benar? aku akan menghubungi nya nanti sekarang aku sedang malas mendengar ceramah nya"


"Ceramah?"


"Ya karna aku tak ada menghubungi mereka setelah mereka kembali waktu itu"


Arion hanya diam saja lalu menyandarkan kepala Kaila ke bahunya.


"Apa yang akan kau lakukan kepada mereka di tahanan?"


"I don't know for sure, tetapi saat ini nyawa mereka milikku" ucap Kaila


"Hmm Terserah apapun yang kau mau, aku akan mengawasi mu agar tak berlebihan"


Mereka menikmati siang hari yang mendung di bawah pohon rindang duduk di kursi bersama.


......Halo Kakak-kakak β€οΈπŸ™......


...Maaf kalau ada salah kataπŸ™ semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload πŸ™πŸ™πŸ˜­....


...Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/ koin dan like πŸ™ ...


...jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€οΈβ€οΈ...


...Terimakasih β€οΈπŸ™...

__ADS_1


__ADS_2