
Wiliam dan yang lainnya membunuh semua musuhnya secara brutal selang beberapa saat setelah Kaila pergi mereka sudah menghabisi musuh yang ada di markas,
"Susul Kaila segera!!" perintah Wiliam
mereka langsung bergegas menuju mobil yang berada di parkiran, melewati beberapa orang yang sudah tak bernyawa,
"bawa yang terluka kerumah sakit, bagi yang masih bisa bergerak segera susul Queen" titah Wiliam
Sedangkan Kaila,
Kaila sedang menunggu para sniper mereka ke titik yang paling pas untuk membidik agar juga menunggu Al menelusuri beberapa bagian kalau saja ada anak buah musuh yang sedang bersembunyi,
"Ka tunggu di situ beberapa saat lagi, BangWill dan yang lain sedang dalam perjalanan" ucap Al
"Mereka sedang bersiap, Seperti mereka akan pergi" lapor Kaila
"Biarkan mereka kabur kalau begitu" Wiliam menyahut
"Tidak semudah itu Ferguso" Kaila berucap seraya memperhatikan mereka,
Kaila mengambil mengambil senjata api yang berada di bawah kursi penumpang, di belakang
"Sniper Lo gak ada peredam El?" tanya Kaila di alat komunikasi
"Di bawah kursi depan semua ada segala peluru nya"
Kaila membuka kursi tersebut, memasang setiap set yang kurang dari senjata api tersebut,
"Lindungi gue" titah Kaila
"baik" ucap mereka serempak
Arion sedari tadi di bantu Al mengawasi Kaila melalui video yang Al berikan,
Para anak buah BB pun juga dalam perjalanan untuk berjaga-jaga jika mereka memerlukan tenaga tambahan, sebagian juga ada yang membantu mengevakuasi anak buah BD .
"Headshot" gumam Kaila saat berhasil menembak salah satu orang di sana
Orang-orang yang di sana pun langsung panik karna anak buahnya tertembak,
"Bos segera masuk mobil"
"Sialan" gerutu sang bos
"Ayo segera tinggalkan tempat ini"
brukkkk
brukkk
dua anak buah mereka ambruk tertembak saat menutupi tubuh bos nya agar masuk ke dalam mobil, mereka bergegas pergi dengan tergesa-gesa.
"Tahan tembakkan, biar kan mereka lolos" perintah Wiliam
"kenapa?" kesal Kaila
"Al lacak kemana mereka pergi, tunggu Susana tenang dan pekerjaan kita tidak terganggu. kita bakal menyerang balik untuk menggantikan nyawa anak buah kita yang gugur dalam pertemuan ini" Kaivan berujar ,
"baiklah" Kaila menyetujuinya
Kaila juga cukup lelah, dirinya masuk ke dalam mobil dan menyenderkan kepalanya juga menaruh senjata api ke kursi penumpang sebelahnya,
Tokk
tokk
tokk
Kaila menoleh ke jendela, Kaivan yang mengetuk jendela tersebut. Kaila membuka kunci,
__ADS_1
"Cape ya? sama aku juga" ucap Kaivan
"BANG BALIK MARKAS" teriak El , Kaivan hanya memberikan jempolnya tanya Ok
"Abang yang nyetir apa Ade??"
"Kaila Aja" Kaivan pun berjalan menuju pintu samping,
Dalam perjalanan Kaila sesekali mengeluh kepalanya sakit, Kaivan sedikit khawatir dengan kondisi adiknya apalagi kaila sudah di beri peringatan oleh dokter jangan sampai kelelahan,
Tak butuh waktu lama mereka tiba di markas,
sebagian anak Buah mereka sedang membereskan mayat-mayat yang berserakan di bantu anak buah BB ,
"Mereka dari BB?" Kaila bertanya ke Al ,
"iya" singkat Al lalu langsung memeluk Kaila, dirinya teramat khawatir dengan Kaila yang sendiri pergi ke hadapan musuh.
"kami di minta bos Arion untuk mengantarkan anda pulang" ucap salah satu anak buah BB
"Aku masih ada urusan, aku akan menghubungi bos mu" Anak buah BB itu mengangguk,
Kaila langsung masuk ke dalam markas bersama yang lain, mereka akan melakukan rapat tentang masalah hari ini,
mereka masuk ke ruangan dimana khusus untuk para petinggi BD dan beberapa wakil anggota BD selain kevin , Wiliam memulai rapat tersebut dengan berterimakasih dan meminta maaf karna ada korban dalam kejadian hari ini.
Langsung ke inti rapat kali ini,
"Seperti mereka sudah mengawasi ka Kaila sedari lama" Ucap Al saat mengecek setiap rekaman cctv yang ada,
"Apa Lo ada masalah dengan mafia lainnya? ah ya mereka dari mafia mana?" tanya El
"Masih belum di ketahui yang pasti mereka punya dendam tersembunyi sepertinya" tutur Al
"Gue? ya kali. yang ada mereka tuh nyari masalah sama gue" Kaila menyesap minumannya.
"Saya mikirnya ini ulah kedua orang tua tahanan milik Queen" ucap Kevin
suasana hening seketika,
"JANGAN BERI MAKAN KEDUA TAHANAN ITU! BESOK ATAU LUSA GUE BAKAL AMBIL SALAH SATU DARI MEREKA"
"Gue balik dulu, kepala gue pusing . hitung biaya kerusakan bereskan jangan sampai terdapat celah lagi untuk musuh menyerangnya."
"Gue minta maaf atas kejadian hari ini, karna gue banyak korban atas kejadian ini. gue sebagai Queen minta maaf. kalau ada yang tidak suka dengan gue, gue bisa undur dari jabatan ini. kalau butuh apa apa bilang aja gue bakal transfer. pamit dulu"
Kaila berdiri, kepalanya cukup pusing sedari tadi, apalagi saat dirinya di serang panik attack tubuhnya terasa tidak enak begitu juga kepala nya.
"Kita sudahi rapat hari ini" ucap Wiliam,
Wiliam pun tak kalah khawatir ke adiknya itu, mereka berempat langsung menyusul Kaila, kaila ke dalam ruangan pribadi mengambil tas miliknya .
"Mana kunci mobil Ade , Abang yang nyetir" ucap Wiliam, Kaila mengangguk lalu memberi kunci mobilnya
Mereka bersama-sama menuju rumah keluarga Nelson, Kaila sangat lelah pun tertidur di dalam mobil, entah tidur atau pingsan saat sedang senderan tiba-tiba pandangan matanya jadi gelap.
...Keluarga Nelson (Grub chat)...
Mommy : Pulang sudah hampir makan malam
Mommy : segera!
Wiliam : Read
Kaivan : Read
Daddy : Read
Athifa : Read
Wiliam memperhatikan kaila, dirinya mengepalkan tangannya lalu menempelkan ke dahi sang adik untuk mengecek keadaan Kaila,
__ADS_1
"hangat" batinnya, Wiliam langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Kaivan,
...Wiliam (calling)...
^^^"Halo bang?"^^^
"Van, hubungi dokter putra
segera datang ke rumah,
seperti nya Kaila demam"
^^^"Ok"^^^
...Panggilan berakhir...
Mereka langsung menambahkan kecepatan saat tau kalau Kaila demam, El dan Al pun yang awalnya ingin pulang ke rumah tiba-tiba mendapat pesan dari Kaivan kalau Kaila demam langsung buru-buru ikut menyusul mobil keduanya,
Di mansion,
Arion tak bisa duduk tenang, apalagi bayi kecil itu ikut gelisah seperti nya sedari tadi menangis, dirinya sampai memanggil Mommy Kaila untuk membantu menenangkan.
"Sakit perut?"
"Enggak ko, cucu Oma kuat"
"Ee?"
"Enggak juga"
"Ngantuk?"
"Maybe tapi tadi tidur kan?" Arion mengangguk
"haus ya Cucu Oma?"
"Tadi juga udah Arion kasih susu"
"Mungkin rindu Kaila" ucap sang Mommy, Arion mengangguk
Selang beberapa saat kemudian Wiliam datang seraya menggendong Kaila di ikuti Kaivan El dan Al di belakang.
Arion mengerutkan keningnya melihat Kaila di Gendong , dirinya Langsung menyusul Wiliam dan yang lainnya ke dalam kamar Kaila yang berada di lantai dasar.
"Kaila kenapa bang?" tanya Arion yang sudah berada di sisi ranjang Kaila seraya mengecek suhu tubuh kaila
"Panas" batinnya
"Kenapa lagi Ade kalian??" tanya sang Mommy seraya menggendong si boy
"Kalian dari mana hah! jujur sama mommy" sang mommy mendekat ke arah kaila yang sedang terbaring pucat.
"Kaila?" Mommy membangunkan Kaila, namun kaila tak bangun bangun
"ADIK KALIAN KENAPA!" dengan nada tinggi dan penuh penekanan, bayi kecil itu pun menangis kencang,
Arion mengambil bayi kecil itu dari gendongan sang mommy , membawa bayi kecil itu keluar dari kamar kaila,
"Mba tolong jaga si boy dulu ya" pinta Kaila ke maid
"Tapi mba cuci tangan dulu" mba itu langsung mencuci tangannya
"Aku titip ya mba sebentar" Arion langsung kembali ke dalam kamar Kaila,
Daddy Kaila yang mendengar perdebatan istrinya saat baru saja keluar dari lift langsung menuju ke sumber suara,
"ADA APA INI" tanya sang Daddy yang bingung
"Mas kaila gak sadar sadar dari tadi mommy bangunin" air mata yang sedari tadi di tahannya pecah di dalam pelukan sang suami ,
Bersamaan dengan itu salah satu pengawal mengantarkan dokter putra yang tadi di minta datang,
__ADS_1
"Dok tolong periksa anak saya" titah Tuan Nelson
...✨ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ✨ ...