
mereka sudah tiba di Negara D dan kini mereka berada di hotel untuk beristirahat terlebih dahulu,
Arion merebahkan tubuh untuk beristirahat tidur hanya menggunakan celana saja tanpa baju dirinya tertidur, yang lain berada di kamar masing-masing untuk beristirahat juga.
................
"mommy Abang mau jadi seperti Daddy" Kaila tersenyum hangat,
"kenapa mau jadi seperti Daddy?"
"Karna ingin jaga orang-orang yang Abang sayang" ujar Davian Kaila mengacak-acak rambut Davian gemaz,
Keluarga kecil Arion sedang menikmati hari libur bersantai di danau halaman belakang Arion sedang bersama Galaxy bermain monopoli sedangkan Alana bersepeda seraya menggonceng Varez,
"Queen markas di serang" ucap salah satu pengawal, Kaila terperanjat dirinya langsung berdiri mendengar ucapan itu.
"Mommy ada apa?"
"Boy jaga adik-adik mommy segera kembali" Arion mengerutkan keningnya saat Kaila buru-buru pergi,
"Anak-anak Daddy pergi sebentar" menyusul Kaila ..
Kaila dan Arion dalam perjalanan menuju ke markas dimana sudah banyak kelompok musuh mengepung tempat tersebut Kaila meminta agar molly di lepaskan untuk menemani dirinya,
"Biar aku aja kamu tunggu di dalam!" ujar Arion tak membiarkan istrinya ikut serta,
"hmm no honey" ucapnya lalu memeluk Arion,
"Apapun yang terjadi sekarang dan kedepannya aku sebagai Queen dan ketua dari BD harus turun tangan"
"not! sayang biar aku ya?" Kaila menggeleng,
"Aku titip anak-anak, jangan marahin mereka awas kamu, aku pergi dulu kamu jangan keluar karna ini daerah ku!" titah Kaila , Kaila mengecup bibir Arion sekilas
Di luar markas tampak mengerikan lapangan luas kembali menjadi lautan mayat entah anggota BD maupun musuh berserakan seperti mainan di tanah darah bercucuran di mana-mana,
Kaila murka melihat keadaan di depannya di sisi nya ada molly juga Kevin yang siap mengamuk bersamaan. hampir semua anggota musuh di pukul gugur oleh Kaila dan Kevin
hingga tiba-tiba entah dari mana suara tembakan terdengar menggema di telinga mereka semua,
"QUEENN!!"
...DORRRR...
...DORRRRR...
...DORRRR...
tubuh kaila menerima hampir 5 tembakan di tubuhnya tepat di depan mata Arion, Arion berlari menuju Kaila namun terasa tak bisa di menggapai sang istri terlihat jelas Kevin menangis memanggil Kaila namun kaila tak sadarkan diri,
"SAYANG!!!!"
"No, no!! baby please !! "
"Honey!!"
"bangun aku di sini"
"jangan tinggalin aku dan anak-anak !!"
"KAILA AYOLAH KAI KAMU KUAT JANGAN TINGGALIN AKU DAN ANAK-ANAK!!!"
Terus mencoba untuk menghampiri tapi tetap saja kaki Arion seperti tertahan hingga terdengar beberapa tebakan lagi yang,
__ADS_1
"Kevin!!" teriaknya lagi,
"KAILA BANGUN SAYANG BANGUN!"
"PLIS LARI JANGAN JANGAN"
"SAYANG HIKS"
"Nyonya Kaila di nyatakan meninggal dunia pukul 22.17 wib" ucap dokter
"MOMMY!!!"
"KAILA HIKSS"
"SAYANG BANGUN YA KAMU TEGA TINGGALIN AKU DAN ANAK-ANAK?"
"Varez masih kecil" tangis Arion pecah,
Wiliam Kaivan Ares El dan Al juga beberapa anak buah yang berjaga meminta resepsionis untuk membuka kamar Arion karna sedari tadi anak ini tak ada kabarnya membuat mereka sedikit panik,
"Kai Kaila jangan ayo bangun aku sama anak-anak butuh kamu!!" racau Arion,
Saat pintu terbuka mereka langsung masuk dan mendapati tubuh Arion yang penuh keringan bahkan badannya sangat panas,
"Ar Arion!!"
"gila dia gak mabuk kan?" tanya El,
"Panggil dokter!!"
"ARION!!" Mereka mencoba untuk membangunkan Arion, butuh waktu lima menit akhirnya sadar namun keadaan Arion sedikit tidka baik badannya sangat panas,
"Lo gapapa?"
"Kaila gapapa kan? Kaila mana?" tanyanya
"Lo kenapa si?" tanya El bingung
"ah sialan ! mimpi sialan" ucapnya saat sudah mulai mengingat semuanya lalu tiba-tiba tubuhnya lemas dan tak sadarkan diri.
Iya Arion bermimpi buruk bahkan bisa di bilang sangat buruk bagaimana tidak melihat orang yang sanga di sayangnya tertembak di depan mata bahkan dirinya tak bisa menghampiri seperti ada penghalang di antara keduanya,
...🦍🦍🦍🦍🦍...
Mereka masih berada di kamar Arion kecuali El Al dan Wiliam Karna ada kesibukan masing-masing, Arion mencoba memfokuskan penglihatan nya di langit-langit ruangan, tangan Arion terpasang infus,
"udah sadar?" tanya Kaivan , Arion menoleh ke arah sumber suara
Awalnya mereka kira Arion di serang musuh namun kata dokter Arion hanya kelelahan dan banyak pikiran hingga kondisi tubuhnya menurun,
"gimana udah baikan?" tanya Ares
"Hmmm"
"Jangan terlalu di bikin pusing Ar, Kaila pasti kembali ke kita ko adik gue itu kuat" Arion mengangguk,
"gue tadi mimpi buruk dan syukurnya itu cuman mimpi"
Mereka pun kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat Arion juga sudah istirahat lagi besok mereka akan mulai bersiap untuk melakukan penyerangan agar semuanya segera berakhir.
Pagi ini,
Infus Arion baru di lepas di minta untuk istirahat saja dulu namun namanya Arion si keras kepala cuman masuk telinga kiri keluar telinga kanan ucapan dokter,
__ADS_1
mereka berkumpul di markas cabang BB yang mana saat ini setiap perwakilan kelompok yang akan melakukan penyerangan berkumpul untuk mendapatkan tugas masing-masing...
...🦍🦍🦍🦍🦍...
pukul 12.00 tengah malam,
Mereka sudah berada di dekat lokasi markas musuh tersebut anak buah BB maupun BD sudah mengelilingi tempat tersebut.
"Tunggu aba-aba gue kita semua langsung menyerang secara bertahap" ucap Ares yang memonitor
"Gue percaya dengan kekuatan kalian dan gue harap tidak ada korban jiwa dalam penyerangan kali ini" ucap Kaivan juga sebagai monitor, Al Ares Kaivan mereka monitor penyerangan.
Arion dan Wiliam memimpin kelompok A, dan El kelompok B sebagi penyerang cadangan.
Raut wajah Arion yang benar-benar serius bahkan aura sekitarnya sangat tidak enak haus akan membunuh terlihat jelas dari tatapan matanya seperti ada pisau yang sangat tajam.
"Ar jangan sampai kenapa-kenapa!" ucap Ares,
Ares hanya takut kalau Arion tak bisa mengenali kelompok nya hingga menyerang mereka juga, kalian tau saat Kaila marah sangat mengerikan apalagi saat kalia ikut muncul dalam kemarahan itu, dan Arion? Arion lebih mengerikan dari yang kita tau saat dirinya marah tidak pernah kan melihat Arion murka.
"I will make them accept punishment which should not anger their king." keadaan sekitar semakin padat dengan aura haus darah yang di keluarkan oleh Arion,
(Aku akan membuat mereka menerima hukuman yang seharusnya tidak membuat marah raja mereka.)
"Sekarang!" ucap Ares,
mereka langsung menyerang markas tersebut secara brutal dan ya semua anggota inti di markas tersebut juga sedang berada di tempat karna pesan yang di kirimkan dari ponsel Mery,
yang mengatakan kalau
... "Kurir pengantar paket akan segera tiba, kalian harus berkumpul di tempat agar bisa menyaksikan langsung kepala perempuan itu."...
...DORRRRR...
...DORRRRR...
...BUGGGGG...
"bos markas di serang!!"
"Brengsek!!"
...BUGGGGG ...
...BRAKKKKK ...
...GUKK GUKK GUKK ...
...DOOORRRR...
...DOOOORRR...
"Ar lantai 3" ucap Ares
"Ar jangan langsung di bunuh ketuanya" titah Kaivan
"tergantung" singkat Arion,
Arion juga tak ingin langsung menghabisi ketua musuh ini karna tak bakal membuat dirinya langsung puasa begitu saja,
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...
__ADS_1