Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 133


__ADS_3

"APA DADDY BILANG?" Wiliam langsung naik pitam mendengar ucapan sang Daddy


"Gak ! gak mungkin!!!" air mata Wiliam tak bisa tertahan dirinya harus segera pergi menemui sang adik.


ini alasan Wiliam tak bisa jauh dari Kaila, berulang kali sang adik di ambang kematian dan dirinya jauh dari sang adik.


"SIAPKAN PESAWAT PRIBADI GUE. GUE MAU SAAT GUE TIBA DI BANDARA SUDAH SIAP!!" aura membunuh Wiliam menguak Siapa pun yang berada di dekat Wiliam sedetik pun sudah bergidik ngeri


"Daddy ikut, kita berangkat sama-sama" ucap sang Daddy .


"Bagaimana dengan mommy dad!!"


"Mommy kamu juga harus tau, maka itu kita pulang sama-sama"


di markas inti BD


Kaivan baru saja mendapatkan kabar Kaila berada di UGD saat ini pun ikut terkejut, baru di tinggal seminggu sudah ada saja kejadian tidak mengenakkan.


"Daddy dan Abang gue gimana?"


"Tuan dan tuan muda Wiliam saat ini dalam perjalanan pulang, dan anda juga di minta pulang karna satu jam dari sekarang anda dan keluarga anda akan berangkat ke kota A segera"


"Ok" Kaivan beranjak pergi dari ruangan nya.


"Selidik sampai ketemu, 2 x 24 jam gue mau orang itu sudah dapat! minta markas cabang membantu cari kalau dalam jangka waktu yang sudah gue tentukan tidak ketemu. nyawa kalian sebagai gantinya!" setelah berucap baru Kaivan melanjutkan langkahnya.


Skip Mansion Keluarga Nelson di kota B,


"Tumben kalian barengan pulangnya" tanya Nyonya Nelson yang baru saja menyambut suami dan putranya pulang bekerja,


Nyonya Nelson sudah sembuh walau tak boleh terlalu cape dan tertekan.


"Sayang ada yang ingin aku beritahu"


"kamu ngasih aku kejutan?" Tuan Nelson menggeleng


Nyonya Nelson mengerutkan keningnya "lalu?"


"Anak kita , Kaila saat ini tak sadarkan diri setelah kecelakaan"


Degg


Serasa di tusuk seribu jarum berulang kali mendengar kabar Seperti itu,


"Sayang lihat aku, kamu gak boleh sampai Kenapa-kenapa juga, kalau kamu sakit kita gak bakal berangkat ke tempat Kaila" Nyonya Nelson mengangguk tetapi air matanya mengalir tak tertahankan kakinya lemas


"Dad, pesawat nya sudah siap" Ucap Kaivan, Kaivan saat ini terlihat santai tanpa beban walau aslinya dirinya sangat ingin memukul orang.


"Mau kemana? eh ada apa? kenapa mommy nangis?" tanya tifa yang baru saja pulang selesai les


Hampir saja mereka melupakan Athifa,


"Kita akan berangkat ke kota A" ucap Wiliam


"kenapa aura Kaka mengerikan" gerutu Athifa


"Ayo segera berangkat! kita terlalu banyak bicara" perintah Wiliam


"tapi tifa belum ganti baju"


"Gak ada waktu buat ganti baju!!!" Athifa terkejut Wiliam membentaknya

__ADS_1


"ATHIFA GAK IKUT!! ABANG BENTAK ATHIFA!!!!" teriaknya lalu pergi meninggalkan mereka


"kalian duluan saja, tunggu aku beberapa saat" mau tak mau mereka menuruti perintah Kaivan


Nyonya Nelson pun tak bisa mengelak karna salah satu putrinya saat ini di ambang kematian belum sadarkan diri, walau egois di katakan tetap saja nyonya Nelson memikirkan Athifa.


"Siapkan helikopter !"


Kaivan menyusul Athifa di kamarnya, saat ini Athifa menangis dan mencoba menghubungi Kaila namun tak ada jawaban berulang kali di hubungi.


"Adeknya Abang yang paling cantik" rayu Kaivan


"hikss BangWill jahat hikss ka Kaila gak hikss bisa di hubungi hiks huaaaa" tangis Athifa pecah


"Abang Wiliam hanya tak bisa berpikir jernih karna ka kaila"ucapan Kaivan terhenti


"kenapa ka Kaila? ka Kaila juga gak bisa di hubungi?"


"Ka Kaila saat ini sedang berada di UGD, ka Kaila kecelakaan dan belum sadarkan diri maka itu BangWill , mommy dan Daddy gak bisa berpikir jernih "


"HUAAAA HUAAA Athifa salah hiksss, tifa mau ketemu ka Kaila hikss huaa Mommy tifa mau ikut"


"Suttt" Kaivan memeluk si bungsu, air matanya yang sedari tadi di tahanan sudah tak kuat lagi


"Ayo kita susul yang lain" Athifa mengangguk


Keduanya keluar kamar dan menuju halaman belakang, helikopter yang di minta Kaivan sudah siap.


Skip bandara ,



Mereka akan tiba di kota A malam karna hair sudah menjelang malam saat ini apalagi perbedaan waktu di antara kota.


Di kota A,


Keadaan kaila sudah melewati masa kritis namun belum sadarkan diri dan belum bisa di pindahkan ke ruangan.


"kenapa bisa terjadi? bagaimana mami memberitahu ke orang tua kaila" tangis Nyonya Walsh tak tertahankan lagi


"gue dan Wilasa udah cek cctv, beberapa cctv rusak" lapor Naresh


"Gue minta tolong sama Lo, tolong tangkap pelaku nya" pinta Arion


keluarga Walsh berkumpul di rumah sakit saat ini kecuali Zea yang saat ini syuting drama di luar kota.


Drtt


drtt


"Halo?" ucap El


"Sayang kamu gapapa nak? mommy dan Daddy gak bisa ke sana karna perkejaan Daddy tak bisa di tinggal"


"Ya mom, Tak apa terimakasih sudah menghubungi El"


"Adik kamu dimana? Mommy berulang kali menghubungi tak di angkat"


Elvano baru tersadar adiknya tidak ada saat ini, Albert juga cukup mengerikan dan susah di tenangkan jika sudah tidak bisa mengontrol emosi nya.


"Ada mom dengan Arthur" bohong El

__ADS_1


"kalian tenang saja dan berdoa untuk kaila agar baik-baik saja, dan Tante Calya tadi bilang ke mommy kalau mereka dalam perjalanan ke sana"


"Mommy Calya?"


"iya sayang, mommy harus menghadiri rapat dulu, ah mommy lupa di tempat kamu sudah malam, terus kabarin keadaan Kaila ke mommy"


"tentu mom"


El kembali ke dalam setelah selesai menjawab panggilan, bergabung dengan Arion dan keluarganya.


"Ar gue titip Kaila"


"Mau kemana ?"


"Nyari Albert sebelum terlambat" ucap El


"Tunggu maksudnya gimana?" tanya Ares


"Gapapa, gue pergi dulu. om Tante Titip Kaia, ah ya keluarga Nelson dalam perjalanan menuju ke sini"


"Saya juga akan minta tolong untuk mengijinkan helikopter milik kami untuk memakai landasan di atas rumah sakit, saya permisi"


Albert saat ini sedang berada di markas BD ,


Mewanti-wanti anak buahnya mencari keberadaan pelaku sekecil pun jangan sampai terlewat.


"Prince, Saya pengawal Queen ini memori card yang ada di mobil siapa tau berguna, tetapi sedari saja menjaga di depan sekolah saya tak menemukan hal mencurigakan"


"Ok. Lo bisa kerjakan yang lain"


"SEGERA CARI KEBENARAN NYA!!! ATAU NYAWA KALIAN YANG MENGGANTI PELAKU!!"


Albert memeriksa rekaman cctv di mobil, tak ada gerak-gerik mencurigakan awalnya.


"BANG KEVIN!" teriak Albert


Kaget dan panik seketika ruangan IT mendengar teriakan Albert, Kevin yang berasa namanya di panggil langsung menuju ke sumber suara.


"Periksa rekaman kamera belakang mobil Ka Kaila, dan mobil yang menabrak! periksa sedetail mungkin dan jangan sampai menghilangkan sidik jari yang ada."


"baik prince!"


Semua anak buah BD terpukul mendengar Queen mereka terbaring tak berdaya sebisa mungkin dan secepat mungkin mereka harus membalas itu semua.


Selang beberapa menit Elvano baru saja tiba di markas setelah mencari keberadaan sang adik di rumah maupun rumah Kaila.


"Untung Lo gak kelewatan batas" tukas El


"gue masih bisa ngontrol emosi gue sampai dalang di balik ini semua dapat"


"ya gue tau kemampuan detektif Lo, Daddy Nelson dan Mommy Calya satu jam lagi tiba . sebaiknya kita kembali ke rumah sakit terlebih dahulu seraya menunggu yang lain"


"bagaimana Daddy dan Mommy Calya bisa tau?"


"Maaf saya di tugaskan untuk menjaga nona Kaila" Albert mengerutkan keningnya


"Pengawal? bukannya hanya dua orang"


"kita berdua pengawal bayangan yang di perintahkan langsung oleh Tuan Nelson" Albert mengangguk paham.


...🐻 jangan lupa like dan vote 🐻...

__ADS_1


__ADS_2