Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 149


__ADS_3

"APA MAKSUD MU SENNA!!"


^^^"apa Abang tidak liat berita utama hari ini?^^^


^^^Kaila anak itu putri dari kelurga Nelson!"^^^


"Aku tidak peduli siapapun dia !


yang pentingkan Sekarang anakku dan


mayat Kaila itu!!"


^^^"Terserah! aku keluar dari rencana mu!"^^^


"INGAT SENNA!! AKU TIDAK AKAN MEMPERDULIKAN ANAK MU SAAT AKU MENEMUKAN NYA HIDUP ATAU MATI !! BIARPUN ITU ANAK DARI ADIKKU SENDIRI INGAT ITU!!"


...Tuuuttt...


"Kurang ajar kau Sena!! liat saja aku tidak akan menyelamatkan anakmu walau dia berada di hadapanku nanti" Gerutu Tuan Lovata


Tuan Lovata masuk ke dalam kamarnya lagi setelah mendapat panggilan dari adik iparnya itu.


"Mas ada apa?" tanya sang istri


"Sena memutuskan untuk tidak ikut andil dalam pencarian Andrea" Nyonya Lovata mengerutkan keningnya tak mengerti maksud suaminya


"Maksudnya?"


"Ah sudah lah jangan membuat ku tambah pusing! lebih baik kamu memuaskan aku!"


"Cih, tapi jangan lupa yang jajan harian ku?"


"Kamu masih sempat memikirkan uang jajan? anak mu hilang kamu ingat itu!!" kesal tuan Lovata


"Hm iya maaf!"


Mereka pun melewati malam yang panas, berasa tak ada hari esok mereka saling menikmati malam yang penuh kenikmatan.


Skip Pagi Minggu .


Bayi kecil itu sedang di mandikan oleh Mommy tangisnya mengisi kamar hotel itu, Di kamar itu berisi Tfgeneration yang sedang berkumpul. mereka sedang menunggu bayi kecil itu di mandikan lalu mereka akan sarapan pagi bersama semuanya.


"gimana keadaan lo?" tanya Arthur ke Wilasa,


Wilasa awalnya tak di perbolehkan pulang karna baru selesai operasi yang mana mengambil peluru di bahunya , bukan Arion cs kalau tak bisa mengatakan hal mutlak. Kalau salah satu mereka mengatakan ingin pulang ya harus pulang kecuali berkata dengan keluarga mereka itu pengecualian.


"Gue? jauh dari jantung aman Thur" seraya tersenyum remeh


"JAUH DARI JANTUNG GUNDUL MU!!" Feli mencubit pinggang Wilasa saking kesalnya.


kemarin sesaat ketiga perempuan itu berpisah Feli yang bersama Candy karna sejalur berniat mengantarkan pulang tetapi di perjalanan Wilasa menghubunginya dan berkata dia sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit karna dirinya tertembak seraya terkekeh berkata dengan santai.


Feli yang posisinya sedang menyetir sontak terkejut mendengar ucapan Wilasa untung saja saat itu keadaannya sedang berhenti di lampu merah, Wilasa mengatakan akan ke rumah sakit milik keluarga Walsh akan tiba satu jam lagi kira-kira Wilasa berkata.


Di situ Feli sudah tampak panik tak bisa berpikir lebih jelas setelah mendengar ucapan Wilasa pun langsung bergegas menunju rumah sakit menunggu kekasihnya , ponsel Feli di lempar sembarang arah setelah lampu merah berubah menjadi hijau .


Candy awalnya biasa saja tetapi saat lampu hijau Feli mulai menancapkan gas dengan kecepatan sedang lalu meninggi sontak tubuhnya kaku tak ingin mati.


Di rumah sakit itu setelah Feli datang, Feli juga menghubungi Camer nya dan manager Wilasa. Setengah jam berlalu akhirnya ambulans yang membawa Wilasa dan juga beberapa anak buah BB tiba.


Dengan santai keluar dari mobil ambulans melambaikan tangan ke Feli dan orang tuanya, Daddy nya yang melihat tingkah putranya hanya mengacungkan jempol, masuk ke ruang UGD dan langsung di bawa ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang ada di dalam.

__ADS_1


"Aa..a.ampun Sayang" merintih kesakitan,



"Sudah ganteng anak Mommy" ucap Kaila seraya menggendong bayi kecil itu, para sahabat nya yang mendengar kata Mommy dari mulut kaila sedikit merasa heran juga terkesan geli apalagi El dan Al yang tau seberapa mengerikan nya Kaila, di tambah punya anak? bagaimana mengamuknya Kaila saat anaknya di ganggu orang?


"Kenapa Lo pada? gak suka?" Kaila menatap satu persatu wajah sahabatnya


"Dihhh sensian" tutur El


"Ayo mau sarapan gak?" tanya Mommy Calya


"Namanya siapa kai?" tanya Feli gemas


"Ada , Rahasia nunggu urusan gue selesai bakal ada acara syukuran kecil an buat menyambut nama dia" Feli mengangguk


"Candy mana? perasaan tadi malam ada?"


"Dia balik soalnya dia masuk shiff pagi" Kaila mengangguk


mereka menaiki lift berbeda, Arion Kaila Mommy Feli berada dalam lift yang sama. Arion sedari tadi sibuk dengan ponselnya walau sesekali memperhatikan kekasih dan bayi kecilnya itu, sibuk karna kerjaan bukan karna cewe lain camkan itu.


Skip Di meja makan.


Semuanya sudah berkumpul di ruangan/Aula yang di sulap menjadi tempat sarapan pagi ini sesuai permintaan Tuan Nelson agar semua tamu yang di undang bisa makan bersama di ruangan ini.



terbagi menjadi dua meja yang mana satu meja di khususkan untuk para orang tua dan satu lagi untuk para anak-anak, agar tak mencampuri urusan orang dewasa.


"Lo sekaya apa si kai? gila sih"


"Gue gak kaya , yang kaya itu orang tua gua" Fei mengangguk


"Ya sudahlah yang penting Ade gua bahagia" batin Wiliam


Mereka menikmati sarapan pagi bersama, Kaila dan Arion saling membantu yang mana Kaila makan terlebih dahulu Arion yang menjaga bayi kecil itu, para orang tua mereka yang menyaksikan perilaku keduanya langsung tersenyum bahagia.


"UNTUK HARI INI SAYA UCAPKAN BANYAK-BANYAK TERIMAKASIH KEPADA SAUDARA-SAUDARA SAYA YANG MENYISIHKAN WAKTU LUANG UNTUK HADIR KE ACARA YANG KELUARGA KAMI BUAT" ucap Tuan Nelson ,semuanya mengangguk dan tersenyum lalu mereka melanjutkan sarapan.


Skip selesai sarapan.


Mereka sudah membubarkan diri dan pulang dari hotel, Keluarga Nelson dan Walsh pun juga sebagian sudah dalam perjalanan menuju Mansion masing-masing, Arion bersama Kaila dan bayi kecil di dalam satu mobil pun juga sedang dalam perjalanan menuju Mansion.


Arion akan mengantarkan keduanya pulang terlebih dahulu baru kemudian Arion pergi ke rumah sakit untuk menemui anak-anak yang sedang menunggu kehadiran nya. Luke sudah berada di sana selesai sarapan tadi dirinya berpamitan pergi.



"kamu sudah memikirkan nama yang cocok?" tanya Arion sambil menyetir


"Hmmmmm aku ada nama yang cocok tapi, aku masih perlu memilih yang mana, kamu ? ada saran nama?" tanya Kaila balik


"Ada nanti kita bicarakan setelah aku pulang okey?" Kaila mengangguk,


mereka sudah tiba di Mansion setelah beberapa menit perjalanan dari hotel, Arion membukakan pintu untuk kaila, Arion menyusul Kaila seraya membawa tas perlengkapan bayi.


"Cocok sekali Queen dan Tuan muda Walsh ah maksud ku King Arion" bisik pengawal


"Ya Lo benar, semoga mereka selalu di beri kebahagiaan"


"Amin"

__ADS_1


Di dalam mansion tepatnya ruang tengah,


Sudah ada semua keluarga Kaila yang duduk bersama ritual kumpul keluarga hari Minggu, menyempatkan waktu untuk saling bertukar cerita dan lainnya.


"Wahh cuci Oma udah datang" Mommy Kaila pun hendak membawa bayi kecil itu ke gendongan namun Kaila memberikan tanda stop


"kenapa?" tanyanya


"Mommy habis pegang makanan belum cuci tangan, Kaila akan perketat aturan rumah dan menempatkan setiap sisi rumah hand sanitizer dan juga rumah harus bersih dari debu. Kaila gak mau bayi Kaila kenapa-kenapa!!" Mereka yang mendengar itupun hanya menggeleng lalu mengangguk melihat tingkah Kaila possesive mom banget .


"Baiklah sesuai ucapan mommy mu boy" memberikan kiss jauh lalu berjalan menuju dapur untuk cuci tangan


"Aku pergi dulu ya?" Kaila mengangguk


"Dad, Mom, Bang De Aku ijin pergi dulu ada pekerjaan yang belum aku selesai" mereka mengangguk


"Hati-hati Ar"


"Hati-hati menantu Mommy"


"Hati-hati sayang"


setelah berpamitan Arion pun pergi meninggalkan rumah Kaila, Kaila masih berada di tempatnya bukan apa karna di depannya Daddy, Abang dan adiknya tadi memakan Snack juga ada yang berserakan,


menunggu sang mommy untuk menemaninya ke kamar karna pasti mommy nya akan mengikuti dirinya untuk bermain dengan cucu nya ini.


Di rumah sakit,


...Luke (Calling)...


"Halo Ar"


^^^"Ada apa Luke?"^^^


"Lo dimana? anak-anak nyari Lo dan juga polisi mau minta keterangan Lo. ah ya Mark juga ingin bertemu dengan Lo dan Naresh , Wilasa"


^^^"Gue di jalan, Lo hubungi mereka berdua^^^


^^^pinta mereka segera ke rumah sakit"^^^


"Baik"


...panggilan berakhir...


"Anak-anak itu gimana nanti? gak mungkin kan gua bawa juga pulang juga kaya si boy?"


"Ah Pusing" gumamnya


"Gue pikirin nanti deh yang pasti gak mungkin bawa mereka. gue beli rumah aja deh buat jadi panti khusus buat mereka"


Niat ingin di pikirkan nanti tetap saja di pikirkan sekarang dasar Otak.


...BigBos (Grub chat)...


Naresh : Lo pada dimana? gue udah sampe


Wilasa : bentar lagi nih gua di lampu merah


^^^Gue beli makanan dulu^^^


Naresh : GPL AR

__ADS_1


...Read...


...✨ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ✨...


__ADS_2