Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 65


__ADS_3

Kaila saat ini sedang tertidur, sedangkan Arion sedang memeriksa cctv sekolah juga cctv kejadian kemarin di mall.


Arion mendekati Kaila mengelus wajah Kaila yang terluka akibat tamparan Andrea.


"I'm sorry kai " bisiknya sembari mengecup kening Kaila


Arion berjalan keluar kamar sambil menghubungi kedua sahabatnya, ibu Arion sedang membaca majalah di ruang keluarga.


"Mahh, Arion keluar dulu"


"Kenapa?kemana?baru pulang"


"Ada urusan mah"


"Urusan apa? jangan macam-macam Arion!"


"Bunuh hama mah, titip Kaila jangan sampai keluar rumah"


Arion berlari meninggalkan ibunya agar ibunya tidak bertanya lagi, Kedua sahabat nya sudah berada di markas padahal mereka baru merebahkan diri di kasur empuk masing-masing, apa daya kalau Arion atau salah satu dari mereka bertiga memanggil ketiganya harus siap segera.


Tak butuh waktu lama Arion tiba di markas milik mereka bertiga.


"Gimana?"


"Kaila gapapa kan?"


tanya kedua sahabatnya itu saat Arion masuk ke ruang khusus untuk mereka bertiga,


"kacau pastinya" Arion mengusap kasar wajahnya "Dan Lo pada tau gak, Luke ngasih file rekaman cctv kejadian beberapa hari lalu kaila gelud dengan Andrea di mall"


"Masalahnya apa?" tanya Wilasa dan Ares


"Gak tau gue, yang pasti Andrea nyamperin Kaila duluan trus ngebacot gitu ngatain Kaila jual diri"


"Gila mulutnya minta di laminating" ucap Wilasa


"Trus Lo mau gimana ?" tanya Ares


"Mereka yang mulai kan? Habisin aja sekalian" jawab Arion sambil menyeringai


Luke tiba di markas tempat ketiganya berada, Luke masih belum mendapatkan informasi pelaku dibalik informasi di mading itu.


"Bos saya masih berusaha mencari informasi nya, maaf bos" ucap Luke gugup


mereka bertiga saling bertatap seperti sedang bertukar pikiran, Arion sudah tau pasti ini ulah Andrea apalagi mengingat kejadian di mall belum juga seminggu sudah berulah.


"Gue nelpn papah dulu" Arion berdiri menuju keluar ruangan.


Drttttt


Drttttt


Drttttt


"Halo pah"


"Halo, ada apa ri?"


"Arion ga basa-basi langsung inti, Bikin bangkrut perusahaan Lovata pah"


"Maksud kamu apa?"

__ADS_1


"Yang pasti mereka sudah keterlaluan pah, sebelum Arion yang turun tangan Arion minta tolong papah"


"Papah gak paham maksud kamu, papah tunggu di kantor jelasin masalahnya dulu."


"Ribet, Yausdhh Rion otw"


Setelah panggilan d akhiri, Arion masuk ke ruangan lagi mengajak kedua sahabatnya juga Luke ke perusahaan ayahnya.


Ntah kenapa mereka memilih memakai mobil masing-masing berangkat, Luke?Luke juga di perintahkan Arion untuk membawa mobil sendiri.


"Balapan?" ajak Ares


"Ck, Kalo Lo kalah, Lo traktir makan" tantang Wilasa


"Okey, Gimana Ri Lo juga harus ikut" tantang Ares ke Arion


Arion ta menjawab melainkan menggeber membuat anak Buah mereka yang didalam markas langsung berlari keluar, mereka berpikir ada musuh menyerang.


"Okey, Luke ikut gak?" tanya Ares


Luke hanya menggeleng kepalanya tanda tak ikut,


"Yodah ku duluan berangkat,Lo jadi wasit"


Luke berangkat terlebih dahulu,


Ketiganya bersiap di garis start di depan gerbang markas.


Yang tiba lebih dulu adalah Arion , di susul dengan Ares baru Wilasa.


"Jangan lupa traktiran nya res" ucap Arion saat berjalan berdampingan dengan Ares juga Wilasa menuju loby perusahaan.


"Astaga tampan sekali"


"Huaaa gantengnya jodoh orang"


"ku ingin memiliki mu"


"Bibit unggul semua"


ucap para tamu ataupun karyawan saat ketiga tuna muda lewat tentu Luke ikut di belakang mereka. Mereka didalam lift lalu menekan nomor lantai paling atas kantor papahnya.


tiba di lantai paling atas, baru saja selangkah keluar dari lift telpon Arion berbunyi.


"Ada apa Darling?"


"Vian dimana? jangan tinggalin aku, aku gak melakukan seperti apa yang di beritakan hikss hikss " ucap Kaila tangisnya pun pecah saat itu juga.


"Hey, sayang jangan berpikir seperti itu aku di kantor papah ada yang harus ku lakukan di sini tenang okey setelah ini aku pulang"


"Hikss hikss janji? jangan tinggalin aku hikss ya Vian "


"Iya sayang, tunggu aku"


Panggilan terputus,


"Wow, Arion yang tidak pernah punya kekasih dengan alasan tidak berguna beban sekarang Bucin akut" ejek Ares dan Wilasa bersamaan


"Lo pada bacot nya gede, ayo biar cepat pulang" ajak Arion melanjutkan langkahnya menuju ruangan sang papah


Di depan ruangan,

__ADS_1


"Papah ada?" tanya Arion tanpa babibu pada sekertaris yang berada di dekat pintu.


"Ada tuan, silahkan masuk" jawab sekertaris itu


Arion dan ketiga pria lainnya langsung masuk saja, karna ini sudah waktunya jam istirahat makan siang ayahnya sengaja memesankan banyak makanan di ruangan kantor nya setelah mengatakan bahwa Arion harus menjelaskan permasalahan di kantor.


"Pah" panggil Arion yang melihat papahnya sedang asik menonton televisi di ruangannya


"Eh hey son, duduk lah kita makan dulu bersama kalian juga"


Ketiganya mengangguk langsung menuruti perintah ayahnya, sedangkan Luk masih berdiri tak jauh dari mereka tak enak dan tak cocok bersanding dengan mereka pikir Luke takut membuat mereka tak nyaman.


"Hey Luke apa yang kau lakukan duduk ayo ikut makan" titah ayah Arion pada Luke,


"Ah tidak perlu tuan saya di sini saja" jawabnya sopan


"Luke duduk makan bersama kita keluarga jangan sungkan" titah Arion pada Luke mau tidak mau Luke menuruti perintah Arion karna bos nya sudah berkata apa lagi sudah membawa kata keluarga.


Luke seumuran dengan Thania 4tahun lebih tua dari Arion, Arion dan Luke bertemu saat Arion baru lulus SD sedang bersepeda melewati salah satu gang di situ terlihat jelas wajah Luke babak belur dan hampir mati meminta tolong kepada Arion.


Sebenarnya Arion berpikir sesaat saat di depan Luke yang sekarat berjongkok di hadapannya.


"Huhh!" Arion mendengus kasar lalu mengambil handphone nya "Pah tolong Teman Arion sedang sekarat" ucap Arion


"Apa maksudmu son? kau dimana?"


"Arion gak tau dimana, cepat pah gak ada waktu"


langsung Arion matikan panggilan nya menurutnya ayahnya ini cerewet apa lagi kalau dirinya terluka lelaki satu-satunya di keluarga paling dimanjakan. gak juga sih ketiga kakaknya juga di manjakan sama seperti Arion.


Ayahnya yang berada di kantor langsung panik saat Arion mematikan panggilan, mengingat dirinya juga seorang mafia banyak yang mengincar nyawanya juga mengincar nyawa keluarganya terlebih lagi anak-anaknya.


Ararya langsung menghubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan Arion tak butuh waktu lama karna GPS di jam tangan maupun ponsel Arion hidup.


"Tuan Arion berada tak jauh dari rumah bos, tepatnya beberapa gang sebelum tiba di halaman depan rumah utama bos" ucap anak buahnya di markas menjawab pertanyaan Ararya ayah Arion


dalam perjalanan menjemput Arion di kawal dengan beberapa pengawal juga beberapa anak buahnya. sedang kan Arion jongkok d samping Luke.


"Kenapa sampai terluka?" tanya Arion


"Aku mencuri makanan, aku lapar beberapa Hari belum makan" jawab Luke jujur


"Siapa yang berani melakukan ini padamu?" Arion berusaha membuat Luke tetap sadar karna melihat kondisi Luke yang saat ini di ambang kematian.


"Bertahan lah papah ku akan datang dan membawa mu ke rumah sakit" tambah Arion


Luke mencoba berduduk, perutnya di tusuk oleh pisau syukurlah masih ada yang membantu nya dan luke berjanji akan menjaga Arion Seperti dia menjaga adiknya sendiri. Luke hidup sendiri orang tuanya tidak tau kemana dia tinggal dengan nene nya namun sayang Nene nya meninggalkan nya karna tuntutan usia.


...❤️❤️❤️Halo kakak💜💜💜...


...Terimakasih telah membaca cerita ku🙏🙈 maaf kalau ceritanya kadang berbelit atau susah di pahami😭 (kek dia susah dipahami) ...


^^^Jangan di skip sebelum menekan tombol like, komen dan juga favorit kan agar dapat selalu melihat kalau sudah update ❤️❤️❤️🖤🖤🖤💜💜💜💜^^^


...vote nya jangan lupa ka,😌...


...Sekali lagi terimakasih banyak🙏🙏🙏🙏💜...


...Dan maaf sering bikin kakak-kakak sekalian menunggu😭 aku tau nunggu itu gak enak💔...


...Jadi tolong ka walau aku sering telat update jangan tinggalin aku 😭💔 huaaaa😭😭...

__ADS_1


...Terimakasih banyak sudah mampir💜💜❤️❤️🖤🖤...


__ADS_2