Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 55


__ADS_3

Pagi pun tiba, Sesuai perkiraan Arion mereka terlambat ke sekolah. Feli menghubungi berulang kali Wilasa karna saat Feli tiba di sekolah bersama Kaila nampak bingung ketiga tuan muda yang biasanya tiba bersama tiba-tiba tidak ada.


Pagi ini pukul 07.57 mereka bertiga baru bangun. setelah melihat jam di handphone masing-masing mereka dengan cepat bersiap .


Saat mereka sudah berangkat dan berhenti tak jauh dari gerbang sekolah dalam satu mobil mereka memperhatikan gerbang yang tertutup.


"Ini nih salah Arion ngajak kumpul di saat yang tidak tepat" kesal Wilasa


"Bacot Wil" ucap Arion


"Yasudah bolos aja hari ini, masih ngantuk nih" Ares langsung menyenderkan kepalanya ke dinding mobil .


"Jadi gimana?!!" Wilasa sambil menghidupkan kembali mesin mobil


"Pulang aja ngantuk" tukas Ares


"woy! gmn?" tanya Wilasa ke Arion yang duduk d belakang


"Terserah! yang pasti kalo aku di panggil kalian harus ikut" jawab Arion


"Dihhh!! gak bisa gitu yang ngajak kumpul siapa" gerutu Wilasa


"Brisik Wil, Cepat balik apartemen Arion" perintah Ares


Mereka bertiga kembali ke apartemen, sampai di apartemen mereka langsung menuju tempat masing-masing yang menurut mereka nyaman.


Jam pulang sekolah tiba, Kaila menghubungi Arion karna sedari pagi sampai pulang tak seperti biasa karna Arion tak menemui nya.


Saat kaila berjalan di koridor sekolah tak sengaja bertemu dengan Kepala sekolah Ka Thania.


"Kaila" panggil Thania


"Iya Bu?" jawab kaila karna ini d sekolah dan bukan dirumah dia harus memanggil dengan sebutan ibu agar sopan.


"Mau kemana?"


"Pulang Bu"


"Pulang kemana? kerumah aja gak usah ke apartemen ya" ajak Thania


"Hmm tapi Bu "


"Gak ada tapi tapi kai, Eh tunggu Arion mana?"


"Gak tau Bu , dari pagi Arion juga kedua temannya gak ada keliatan soalnya Kaila kan tidur tempat Feli"


"Hmmm awas aja mereka bertiga" batin Thania "Yasudah tunggu saya ambil tas dulu kita pulang kerumah sama-sama"


"Baik Bu"


Setelah Thania pergi keruangan mengambil tas nya, Kaila menuju ke loby sekolah utnuk menunggu Thania di sana. Feli sudang pulang duluan sedari jam istirahat kedua karna ada syuting iklan.


Thania dan Kaila dalam perjalanan pulang, keduanya nampak akrab berbincang dan merencanakan kegiatan akhir pekan.


berbeda di sisi lain, Arion dan kedua temannya sedang menikmati makanan cepat saji yang mereka pesan.

__ADS_1


Karna sudah sangat sore mereka bertiga memutuskan untuk kembali kerumah masing-masing, sebelum mereka berpisah Thania mengirimkan pesan siaran untuk menemui nya di rumah utama Walsh.


Tentu saja membuat mereka bertiga gelisah pasalnya mereka sudah meminta sekertaris kelas untuk mengisi absen mereka dengan keterangan hadir dan meretas cctv kelas agar terlihat gangguan.


Ketiganya tiba di saat makan malam,


Arion melihat kaila yang sedang duduk di dekat thalia, Ketiganya ikut bergabung untuk makan malam. Setelah selesai makan malam Thania memerintahkan ketiganya mengikuti ke ruang kerja pribadi nya.


"Mau kalian apa?" Thania to the point


"Tidak ada ka" jawab ketiganya


"Bagus! kalian mau aku kirim ke pedalaman hah?"


"Tidak ka" jawab ketiganya


"Lalu kenapa kalian malas sekolah!!"


"Bukan malas ka kami sudah di depan gerbang cuman gerbangnya tertutup" ucap Wilasa


"Iya ka" jawab Arion dan Ares


"Itu namanya kalian terlambat! Besok aku akan mengirim kalian ke pedesaan! semua aset kalian aku sita"


"Ga bisa gitu ka, Papah pasti ga bakal ijinin" sangkal Wilasa


"Gak ijinin kata mu? Om gimana setuju kan dengan keputusan Thania?" ucap Thania ke arah laptop lalu memutar laptop mengarah ketiga tuan muda itu nampak jelas ayah ketiga pria itu di layar laptop. walau Arion dan Thania satu ayah tetap melakukan video call agar semua terhubung.


"Saya setuju saja biar jera, saya serahkan padamu Thania" ucap ayah Wilasa


"Bisa di ganti ka ?gak papa kalo bersihin toilet" tanya Ares.


"Ka janji ga ulangin lagi jadi jangan ya ke desa" tambah Arion


"Kamu kebiasaan baru juga ijin satu Minggu sudah nambah lagi. aku tidak terima keluhan cepat siapkan keperluan kalian besok pagi anak buah ku yang antar kalian. berani kabur lihat saja"


Thania mengucapkan salam pamit kepada ketiga Ayah dari remaja di depannya walau itu ada ayahnya juga. Thania memerintahkan ketiganya keluar dari ruangannya.


Dengan wajah kecut ketiganya berjalan menuju kamar game di lantai 3 milik Arion .


Kaila yang bersama dengan Thalia memperhatikan ketiganya berjalan tampak lesu Arion juga mengabaikan Kaila.


Setelah berada di kamar game mereka terbaring bersampingan memikirkan nasib mereka selama satu bulan kedepan.


Sebenarnya Thania hanya satu Minggu cuman Thania berbohong agar mereka dapat ganjarannya.


Kaila datang membawakan cemilan juga minuman untuk mereka bertiga.


"Kaila" panggil Arion lesu


"hmmmm" Kaila hanya berdehem


"Ka Thania mau buang kami ke pedesaan" sela Wilasa dengan lesu


"Hahahaha kasian" ejek Kaila,

__ADS_1


sebenarnya Kaila yang mengusulkan hukuman itu saat diperjalanan pulang, Saat tengah malam Kaila terbangun dan mengecek handphone Kaivan memberitahu bahwa salah satu anak buahnya yang di tugaskan mengawasi acara lelang melihat Arion dan tiga pria lainnya.


mereka hanya menonton di kursi VIP tanpa menghamburkan uang cuman menonton saja. sebenarnya semua orang menggunakan topeng tetapi saat mereka minum Arion melepaskan topengnya sebentar dan anak buah Kaivan menyadari itu langsung melaporkan kepada Kaivan.


maka itu Kaila mengusulkan ke Thania agar ketiga pria itu di beri hukuman dengan alasan sering ijin sekolah tanpa memberitahu kebenaran di balik mereka tidak sekolah hari ini.


"Malah ketawa gak kasian apa?" tambah Ares


"Enggak lah, kan aku yang ngasih usul ke ka Thania" Kaila kembali tertawa


"Ko jahat sihh" Arion


"Siapa suruh tadi malam ke acara lelang sampe subuh?" ucap Kaila membuat ketiga nya saling pandang


"Mana ada kami di apartemen tadi malam" tukas wilasa membela diri.


"Jangan bohong aku juga punya fotonya" ancam Kaila


"Mana tunjukkan?" tantang Wilasa karna mereka yakin tak akan ketahuan


Kaila mengambil handphone nya dan menunjukkan foto yang terpampang jelas wajah Arion melepas topeng di wajahnya karena risih.


"right? "


"Bukan kita itu" cela Arion


kaila mendekati Arion lalu berbisik "Bagaimana bukan? ini dari ka Kaivan sendiri" ucapnya membuat Arion kesulitan menelan ludah nya.


"Jadi aku benar kan" ucap Kaila "Sudahlah nikmati waktu kalian karna di desa ga ada AC atau semacamnya" lalu Kaila keluar dari kamar game


kedua pria itu bersama memukul punggung Arion kesal karna kebodohan nya mereka ketahuan.


"Pintar-pintar Bodoh" kesal Ares sambil memukul punggung Arion


Ketiganya bergulat bersamaan sampai saat Kaila menghampiri mereka setengah jam kemudian untuk memberitahu kalau mereka harus bersiap.


Ketiganya bergulat dan mendapati memar dan darah segar di wajah mereka untuk melampiaskan kekesalan ketiganya dan tak menyadari Kaila yang berada di ambang pintu.


Kaila merekam tingkah ketiganya setelah cukup lama merekam baru lah Kaila bersuara membuat ketiganya menundukkan kepalanya .


"Lanjut aja gapapa! biar di tambah satu bulan" tukas kaila


"Ares dan Wilasa yang mancing duluan" ucap Arion membela diri


"I don't care, hurry up and clean up your things tomorrow morning gathered in front of the house! " Kaila meninggalkan mereka lagi


Halo Kakak-kakak β€οΈπŸ™


Maaf kalau ada salah kataπŸ™ semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload πŸ™πŸ™πŸ˜­.


Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like πŸ™


jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€οΈβ€οΈ


Terimakasih β€οΈπŸ™

__ADS_1


__ADS_2