
Ramai orang bergerombol melihat kecelakaan yang sedang terjadi, Kaila berlari tergesa-gesa mendekati mobil El seraya menggendong Varez, mata nya sudah tak kuat menahan perihnya,
"El Al hikss"
"Mommy!!" teriak Davian,
Anak-anak juga baby sitter menyusul Kaila, Kaila memberikan Varez ke salah satu baby sitter.
tabrakan cukup parah badan Kaila melemas ketika tiba di samping mobil kedua kakak beradik itu sangat memprihatinkan, Kaila mengambil ponselnya tergesa-gesa,
"El Al tahan bentar okey!!" keduanya mengangguk saja dahi Al terbentuk mengeluarkan darah, sedangkan El lengan kanan dan kepalanya berdarah itu saja yang masih bisa di ketahui,
...Kevin (Calling)...
^^^"Ke sini sekarang hikss El Al kecelakaan!!"^^^
^^^"lacak lokasi gue! bawa ambulance segera!"^^^
^^^"5menit harus sudah di sini"^^^
.................
"Uhukk uhukk" Albert terbatuk-batuk
"Bawa anak-anak ke tempat aman!" titah Kaila,
Saat ini Kaila mencoba untuk tidak panik mencoba tenang menghadapi situasi saat ini.
"Tolong bantu saya mengeluarkan mereka" pinta Kaila,
El dan Al sudah di keluarkan dari dalam mobil, 5menit setelah 2 ambulans datang beserta pengawalan ketat, Kaila sudah tak menangis setelah melihat kondisi El maupun Al tidak terlalu parah,
"Bawa juga supir yang menabrak" titah Kaila,
"Woy! gue gak mungkin mati kan" tanya El lemah,
"diam jangan banyak omong, apalagi ngomong gak jelas!" El terkekeh,
Kaila menaruh kecurigaan kalau ini tabrakan berencana maka itu dirinya mencoba tenang dulu, mereka di bawa ke rumah sakit Kaila menghampiri anak-anak yang berada di caffe,
sedikit was-was Kaila karna takut ada yang mengincar nyawa anak-anak nya.
Berita kecelakaan tiba-tiba saja langsung tersebar di internet hingga berita terkini, Kaila semakin curiga kalau ada permainan di balik kecelakaan ini ingat saja siapapun yang sudah bertindak tidak sesuai apalagi berani mencelakai keluarga nya Kaila tak akan segan-segan.
"Mommy hikss uncle hiks uncle Al Hwaaa" tangis Alana,
__ADS_1
Tak hanya Alana Galaxy juga Varez menangis apalagi di depan mata mereka kecelakaan terjadi, Davian tak menangis tetapi otaknya sedari tadi memutar dirinya sangat marah saat ini namun bersikap dingin,
"uncle El dan Al baik-baik saja sekarang ayo kita susul uncle ke rumah sakit" Kaila memeluk serta mengecup pipi anak-anaknya bergantian,
Di perusahaan Walsh company,
Arion baru saja membaca artikel yang mana mengatakan mobil dari keluarga Kenan kecelakaan dll, Arion meminta Ares untuk memastikan apakah benar itu terjadi,
"Ini? itu maksud gue! itu memang El dan Al di video terlihat Kaila Ar!" Ares saat ini di perusahaan Walsh karna dirinya juga jadi pegawai di situ seperti Arion,
...DEGGG...
Arion hanya membaca sekilas tadi dan langsung meminta Ares untuk mengecek dirinya tak tau kalau ada video juga foto kejadian, padahal mereka sedang rapat bisa-bisa nya keduanya membahas yang lain.
"Pah Arion harus pergi, maaf saya ada urusan mendadak" sang papa pun bingung kenapa tiba-tiba padahal saat ini rapat penting,
"Anda tidak bisa meninggalkan rapat penting begitu saja Tuan Arion" ujar salah satu orang yang ada di rapat tersebut,
"Why not? this is my family company"
(kenapa tidak? ini perusahaan keluarga ku)
Raut wajah Arion saat ini tak bisa di bilang baik-baik saja, Ares yang mengenal Arion langsung ikut menengahi.
"Kami ada urusan penting jadi harus pergi sekarang" tutur Ares,
"RAPAT SELESAI SAMPAI DI SINI !" perintah tuan Walsh,
"Ar Res ayo!" Tuan Walsh baru saja di beritahu tentang kecelakaan itu,
Para petinggi bubar begitupun Arion dan Ares yang pergi tergesa-gesa otak Arion tak bisa mencerna baik, saat ini yang terpenting bertemu dengan Kaila juga anak-anak memastikan mereka baik-baik saja.
Berulang kali Arion menghubungi Kaila namun tak di angkat, Semakin tak karuan dirinya menyetir dengan kecepatan tinggi hingga segera sampai di rumah sakit itu.
Tiba di rumah sakit,
"Sayang" panggil Arion,
Kaila yang sedang menggendong Varez karna tak ingin lepas langsung menoleh ke Arion, Air mata yang sedari tadi di tahan akhirnya turun tanpa kendali dalam pelukan Arion,
"Uncle" Davian mendekati Ares
Seperti sedang bertukar pikiran dari tatapan keduanya, Davian ingin menemukan siapa pelaku sebenarnya dari kecelakaan ini, entah kenapa hati kecilnya berkata kalau ini semua sedang di rencana kan,
Davian yang baru kelas 4 SD bisa di bilang sangat pintar cepat memahami pelajaran yang di terangkan bahkan bisa mengerti pelajaran yang belum di pelajari di sekolah karna di rumah dirinya akan di bantu Kaila belajar juga,
__ADS_1
kalau di perkirakan dengan kepintaran Davian bisa masuk SMP dengan cepat namun karna umurnya yang masih 10thn maka itu tak bisa melangkah kelas bukan tak boleh Kaila yang tak ingin anaknya terlalu di manja,
"Tanya mommy mu dulu, uncle tak berani mengambil keputusan tanpa persetujuan mommy dan Daddy mu" Davian mengangguk,
Hanya lewat tatapan antar keduanya saja seperti sedang berbicara,
"Duduk dulu jelaskan semuanya apa yang terjadi" kini Kaila sudah selesai menangis,
Kaila pun menjelaskan tentang kejadian tadi bertepatan hendak bercerita orang tua El datang dengan tergesa-gesa panik gak? panik lah bege.
"Kai El dan Al gimana?" tanya Nyonya Kenan atau ibu El dan Al
"gak terlalu parah Tante" dokter keluar dari ruangan,
"Keluarga pasien?"
"Saya saya ibu nya!!"
Dokter menjelaskan keadaan keduanya, Untung saja tidak ada luka serius cuman kena benturan dan beberapa tubuh kena serpihan kaca mungkin.
"terimakasih dok" Dokter itu mengangguk,
"Saya permisi Tuan Arion dan Tuan Ares" ucapnya kepada ahli waris keluarga Walsh,
Keduanya di pindahkan ke ruang VVIP di lantai 2 dimana ruangan khusus keluarga jika ada yang sakit siapa lagi kalau bukan ulah Arion memindahkan ke sini,
"Lain kali hati-hati El bawa mobilnya!!" Ceramah mommy El,
"Namanya juga di tabrak mah gimana dong!"
"Uncle El hikss masa uncle Al gak bangun hwaa" tangis Alana Seperti bayi,
"Coba pencet itu yang itu tuh" El menunjuk jarum infus ,
"pasti uncle Al bangun" El tau kalau adik nya ini sedang mengerjai Alana karna sangat lucu membuat anak kecil menangis,
"Akhh!" Teriak Al kaget, seisi ruangan langsung terfokus ke arah Albert,
"Astaga! Alana ko di cabut jarum infusnya"
"oh my cucu siapa ini??"
"Bukan ponakan gue deh"
"Ck, uncle bilang di tekan Alana bukan di cabut" ujar El seraya menahan tawa nya melihat wajah Al menahan sakit dan kesal,
__ADS_1
"Sabar Al sabar ponakan Lo cantik pake banget ko hehe gak sengaja dia" otak nya saling sahut menyahut
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...