Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 206


__ADS_3

"Tante, El Al gue titip Kaila bentar kalau ada apa-apa langsung hub gue ya?" Mereka mengangguk,


Arion dkk langsung menuju ke lokasi anak buah mereka sedang dalam perjalanan tak hanya anak buah BB anak buah BD pun ikut andil dalam penyergapan kali ini,


bagaimana tidak ikut tuan muda dan nona muda mereka di culik mereka tak bisa mengabaikan hal itu walau nyawa taruhannya,


"mereka berjalan" lapor Ares, Ares berjalan menuju pintu masuk rumah sakit sambil memainkan laptop nya,


"Res Sa Ar?" mereka tak sengaja bertemu Ayah Ares,


"mau kemana?" tanya nya lagi,


"Kami buru-buru pah, nanti ya dahh" Mereka Melanjutkan langkahnya, biarlah di bilang tak sopan tapi memang mereka buru-buru bukan?


"Oke Ares bakal share lokasi mereka" Wilasa memberitahu ke anak Buah BD BB .


"Mereka berada di....." Ares mengecek sekali lagi lokasi anak-anak,


"Di dekat bengkel Mark" Arion berhenti sejenak dan mengambil kasar laptop Ares mengecek apakah benar yang di ucapkan Ares,


"Hubungi Mark, periksa perumahan Atau tempat dll kosong yang ada di sana jangan sampai ketahuan" Mereka pun langsung berangkat menuju lokasi .


Saat ini pukul 08.22 malam,


Arion dkk sedang berada di bengkel Mark mereka sudah tau lokasi di mana anak-anak di sekap namun mereka tak bisa gegabah,


Ares menjelaskan rencana penyergapan kepada anak-anak BD BB agar berjalan sesuai rencana, Sebenarnya Arion saat ini sedang mencoba menahan dirinya emosi nya sudah berada di pucuk kepala ,


andai tidak di tahan Ares dan Wilasa mungkin sudah berada di dalam markas musuh , namun karna kedua sahabatnya mengingat bahwa kali ini 4 nyawa taruhannya jika mereka bertindak gegabah.



"Ayo Sekarang menuju lokasi" titah Arion


Mereka langsung menuju lokasi tentu saja lokasi yang di tuju sangat sepi bahkan bisa di bilang tak ada penghuni mengingat tempat ini pinggiran kota dan lagi lokasi anak-anak masuk ke dalam hutan walau tak terlalu dalam,


Sesuai arahan kini mereka sudah berhasil mengepung markas musuh tanpa suara apapun tak ada yang mengetahui kalau markas ini sudah di kepung,


di dalam markas musuh,


"DIAM !! KALAU GAK GUE PUKUL LAGI" perempuan itu memarahi Alana,


Davian yang sedang memeluk Varez tak bisa menolong adik perempuan nya yang di marahi. kenapa Davian diam saja? Davian hanya memikirkan ketiga adiknya kalau dirinya melawan bisa adik-adik celaka saat dirinya lengah,


Sebenarnya Davian sudah di ajarkan menggunakan pistol dan senjata tajam lainnya juga seni bela diri sejak 1tahun terkahir oleh sang Daddy di bawah pengawasan Kaila,

__ADS_1


"Tante jahat!! Tante penyihir jelek!!"


"Hikss Daddy mommy!!"


...PLAKKK ...


Davian sudah tak tahan melihat tingkah orang dewasa di depannya ini, Dirinya pun menekan tombol darurat yang ada di jam tangannya dan seketika puluhan orang masuk ke dalam markas kecil ini,


lampu yang tadinya terang seketika padam Sebelum padam Davian menarik Alana Galaxy juga menggendong Varez untuk bersembunyi,


Davian tau dari mana kalau mereka akan di selamatkan? sebenarnya tadi saat Arion hendak menerobos masuk sebelum Ares dan Wilasa tahan,Ares memberikan kode ke Davian dengan cara menekan salah satu pilihan di laptopnya,


Jadi di jam tangan itu akan merespon apapun ketika di tekan salah satu pilihan akan memberitahu ke pemakai jam tangan itu.


๐Ÿงก (jingga) : kami menemukan mu,


๐Ÿ’›(kuning) : cari tempat aman


Sedangkan 2 tombol di jam tangan,


โค๏ธ(merah) : darurat


๐Ÿ–ค(hitam) : Sangat darurat


Dan yang di tekan Davian adalah warna hitam maka itu memberitahu kalau mereka sekarang sangat terancam,


"HIDUPKAN LAMPUNYA!!!"


"LINDUNGI GUE!!"


"BRNEGSEK LO KAI AWAS AJA!!"


"ARION HANYA BUAT GUE!!"


teriak perempuan itu yang mana sebagai bos,


baku tembak terjadi di ruangan tengah, anak-anak pergi entah kemana suara tembakan yang begitu bising tak dapat mendengar Isak tangis anak-anak,


"Daddy!!"


"Mommy!!!"


"Hwaa Ala takut bang Ala takut!!!"


Alana sedari tadi tak berhenti menangis walau Galaxy sudah mencoba menenangkan di sela mereka berlari mencari jalan keluar di dalam rumah gelap ini,

__ADS_1


"Davian!! Galaxy!! Alana!! Alvarez!!" Teriak Arion dkk


"Daddy Daddyy!!!" teriak Galaxy sangat kencang ,


Arion yang tadinya hendak berjalan masuk ke dalam sehabis berteriak seketika langsung menoleh mencari keberadaan anak-anak dimana mereka,


"Daddy!"


"Cari anak gue sampe ketemu? Tangkap bos nya jangan biarkan mati"


"baik Bos"


"baik king!" mereka langsung menyusul yang lain masuk,


"Boy Girl kalian dimana?" teriak Arion lagi seraya menoleh ke kiri kanan atas mencari keberadaan anak-anak


lampu rumah yang tadinya mati sudah di nyalakan dan lokasi persembunyian anak-anak ketahuan,


"NO!! LEPASIN HIKSS DADDY DADDY HELP ME PLISS HIKS!!" teriak Alana saat salah satu anak buah perempuan itu menarik paksa Alana,


"Gal jaga Varez! diam jangan kemana-mana!!" Galaxy mengangguk,


"lepasin Alana!! lepasin!!!" teriak Alana,


"nona muda!!" salah satu anak buah mengenali ,


...BRUGGGG...


"King Tuan dan nona muda berada di lantai dua!" lapor anak buah BD ,


Arion yang dapat kabar pun langsung berlari masuk ke dalam menerobos setiap orang menembaki para musuh tanpa meleset satu Senti pun.


"Tuan nona muda masuk ke dalam Daddy kalian akan segera datang" Davian mengangguk paham dan membawa Alana masuk ke dalam.


"Abang hikss sakit hwa tangan Ade hiks" tangan Alana berdarah akibat terkena goresan entah goresan apa atau terkena sayatan mungkin yang pasti darahnya keluar tanpa henti, Davian merobek bajunya dan melilitkan ke luka Alana agar tidak keluar darah lagi.


"Hikss hwaa mommy Ade takut hikss mau mau mommy Daddy" tangis Varez sedari tadi juga tak mau tenang,


...DOORR ...


...DORRRR...


Anak buah BD yang menjaga ruangan di tembak oleh perempuan itu namun ruangan yang di jaga berbeda dari tempat anak-anak bersembunyi untuk mengelabui, Arion masih berada di lantai 1 bersama Wilasa karna ternyata banyak anak buah musuh yang lihai bersembunyi,


"Geledah!!" titah perempuan penuh murka,

__ADS_1


...๐Ÿ–ค JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ๐Ÿ–ค...


__ADS_2