Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 36


__ADS_3

Pelajaran kedua selesai saat ini Kaila bersama Feli menuju ruang ganti.


Setelah berganti berganti pakaian mereka menuju kantin untuk membeli cemilan untuk mengisi perut mereka.


Andrea menemui seseorang dari kelas Kaila.


"Ingat yng aku suruh! jangan sampai mereka tau kalau aku yang menyuruh mu !!! " ucap Andrea


" Tapi nona" ucap seseorang itu.


" kau berani membantah ku? ku tak ingin bersekolah lagi?!! ingat kalau bukan karna orang tua ku kau dan ibu mu jadi gelandangan" Andrea berbicara dengan nada tinggi sambil menekan-nekan dahi orang itu menggunakan jari nya


"Ja.. ja.. jangan nona saya minta maaf" ucap nya


Andrea meninggalkan nya.


"Nikmati waktu-waktu terakhir mu kaila" gumam Andrea sebelum menyeringai


Bell masuk pelajaran ketiga di mulai. Arion dan kedua temannya berada di basecamp. sedangkan Kaila dan Feli sedang pemanasan di lapangan. Arion memperhatikan kaila dari atas.


Setelan pemanasan, saat nya mengambil nilai bermain sepak bola. para laki laki yang bertanding pertama sedangkan yang perempuan di perbolehkan bermain menggunakan bola.


"Hana kalian boleh bermain selagi menunggu para laki-laki bertanding" guru olahraga


"Baik pak" ucap Hana


Hana mengajak semua murid perempuan untuk bermain tangkap bola. Hana adalah orang suruhan Andrea untuk memberikan sedikit pelajaran ke Kaila.


Sebelum permainan di mulai Hana sudah memberitahu ke teman-teman nya untuk menargetkan Kaila. Beberapa murid perempuan tak menyukai Kaila maka banyak yang menyetujui usulan dari Hana yang ingin memberikan pelajaran kepada Kaila.


Hana memberikan alasan agar Kaila sadar akan posisinya yang tak cocok bersanding dengan Arion.


Permainan di mulai saat ini mereka bermain dengan santai sebelum Hana memberikan kode untuk mulai memberikan pelajaran kepada Kaila.


"Kaila kena" ucap salah satu murid


"Hahaha ayo kai kau di tengah"


Kaila berada di tengah-tengah lingkaran untuk merebut bola. Mereka bermain degan biasa


tak lama permainan mulai menargetkan Kaila.


Feli tak kebagian untuk melempar bola.


"Kai hati-hati" teriak Feli meningkatkan Kaila kalau dia baru saja sembuh


"Tak apa" jawab kaila.


"Lempar bolanya ke arah ku" ucap salah satu murid


Bug


"Cepat kejar bolanya"


bug


bug


bug


Bola mengenai badan Kaila beberapa kali,

__ADS_1


selagi bola tak di tangan yang jaga di tengah permainan masih berlanjut.


Arion sedang berbicara dengan kedua sahabatnya untuk rencana nanti malam dia pun tak memperhatikan kaila saat ini,


"Ada Apa dengan mereka seolah-olah dengan sengaja melempar bola ke arah ku" batin Kaila


"Aw" Kaila sedikit kesakitan di bagian kepalanya


Feli langsung berlari ke arah kaila "Sudah lah kalian tau kan Kaila baru saja sembuh" sambil memperhatikan keadaan Kaila


"Ck, paling alasan dia saja"


"Kalo masih jaga tak boleh ganti sesuai peraturan"


"Ayo kai sebelum para laki-laki selesai bertanding"


ucap murid perempuan


"tak apa fel mari lanjutkan" ucap Kaila


"Tapi kai" sela Feli


Kaila hanya mengangguk agar Feli tak membantah.


Permainan di lanjutkan, mereka masih melempar bola ke arah kaila dengan sengaja, Feli tak pernah kebagian bola


"Sepertinya mereka dengan sengaja mengerjai Kaila, aku harus beri tahu Arion" batin Feli dengan cepat dia mengambil handphone untuk memberitahu Wilasa.


"Masih di basecamp?Liat ke jendela" isi pesan Feli


Wilasa yang sedang bermain game online bersama kedua sahabatnya langsung berdiri setelah mendapat pesan dari Feli dan berjalan ke arah jendela.


Dari jendela basecamp terlihat jelas ke lapangan, Kaila yang berada di tengah lingkaran manusia di lempari bola.


Arion menghampiri Wilasa dan melihat ke lapangan "Oh shitt" gerutu Arion dengan cepat dia berlari ke arah pintu.


Ares yang penasaran setelah melihat Arion bergegas keluar pun melihat ke jendela.


Wilasa dan Ares saling pandang.


"Kau tau apa yang di pikirkan ku?" tanya Wilasa


"Cepat bodoh sebelum bocah gila itu benar-benar marah" ucap Ares yang bergegas mengejar Wilasa


Arion dengan cepat ke tengah lapangan melindungi Kaila dari bola yang di lempar murid perempuan di kelas Kaila .


Emang benar tenaga perempuan tak sekuat laki-laki tetapi Kaila baru saja keluar dari rumah sakit dan tak boleh terkena benturan.


"Are you okey honey?" bisik Arion sambil melindungi Kaila dengan tubuhnya


"I'm not okay " jawab kaila memang benar dia tidak baik ,Kaila sedang mengontrol emosi nya agar tak meluap dan menghabisi para murid itu.


Arion menatap semua yang mengelilingi Kaila ,


"Ada apa ini?" tanya guru olahraga


"Ada apa kata mu?" jawab Arion


Ares dan Wilasa menghampiri Arion dan Kaila , Arion menggendong kaila menuju basecamp.


"Siapa dia tak cocok sekali dengan Arion"

__ADS_1


"Tukang cari perhatian"


"Orang lemah seperti dia tak cocok bersanding dengan Arion"


para murid membicarakan Kaila, Arion yang mendengar suara mereka menghentikan langkahnya berbalik badan memperhatikan siswa yang membicarakan Kaila.


"Tau apa kalian tentang ku?" tanya Arion kepada murid yang membicarakan Kaila


Semua murid perempuan itu diam saja, sedangkan guru olahraga dan murid laki-laki bingung apa yang terjadi.


"Pak sebelum terjadi hal yang tak di inginkan sebaiknya bapak keruang kepala sekolah atau satpam untuk mengecek cctv" bisik Ares kepada guru olahraga sebelum pergi mengikuti Arion, Feli dan Wilasa juga mengikuti Arion bersama.


"Ada apa ini sebenarnya, Hana jelaskan apa yang terjadi" tanya guru itu


"Kami hanya bermain pak, Kaila kalah dan berada di tegah lingkaran harus menangkap bola yang kami lempar, Kaila tak dapat menangkap nya dan tiba-tiba Arion datang" ucap Hana seolah tak terjadi apa-apa.


"Yayaya kelas olahraga cukup sampai di sini" ucap guru olahraga


semua murid bubar dari lapangan "Aku sedikit senang melampiaskan kekesalan ku kepada Kaila" ucap salah satu murid


"Jangan begitu" ucap Hana


"Hana ide mu sangat bagus walau kau tak ikut berpartisipasi dalam melempar bola" ucap murid itu


"Ini hanya permainan kenapa kalian begitu kejam" ucap Hana "Setidaknya aku sudha menjalankan perintah Andrea dengan baik" batin Hana


Di basecamp


"Bagaimana keadaan mu kai?" tanya Arion


"Aku tak apa hanya sedikit kesal"


"Jelaskan padaku kenapa bisa begitu?" tanya Arion


"Aku tak tau mereka seolah menargetkan ku"


"Mereka tak memberikan ku kesempatan untuk mendapatkan bola" sela Feli


Feli dan Kaila menjelaskan kejadian tadi di hadapan para tuan muda mafia ini.


"I want to repay them " ucap Kaila sambil menyeringai mereka yang berada di ruangan itu melihat senyum Kaila sedikit merasa ngeri apa lagi Feli yang tak tau apa-apa melihat senyum kaila langsung bingung


"Akan aku pikirkan sayang" ucap Arion


"I don't like waiting " ucap Kaila


"Iya sayang" ucap Arion


Mereka semua bersiap kembali pulang, Arion dan Kaila tak kembali ke apartemen melainkan kerumah Arion.


setiba di rumah Arion.


Maaf jarang update πŸ™πŸ™πŸ˜­


Halo Kakak-kakak β€οΈπŸ™


Maaf kalau ada salah kataπŸ™ semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload πŸ™πŸ™πŸ˜­.


Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like πŸ™


jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€οΈβ€οΈ

__ADS_1


Terimakasih β€οΈπŸ™


__ADS_2