
Beberapa jam kemudian tepatnya tengah malam,
Keluarga Nelson dan keluarga Walsh berkumpul di rumah sakit menunggu Kaila bangun. tangis pecah dari nyonya Nelson saat melihat keadaan Putri nya di balik kaca .
"Bagaimana sudah Ketemu?" tanya Kaivan ke Albert
"Tunggu besok finalnya"
"Bang, gue bisa bicara?" ucap Ares ke Kaivan
"tentu"
Kaivan dan Naresh berjalan meninggalkan ruangan yang sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit.
Kaivan dan Ares duduk di taman rumah sakit tengah malam suasana horor bagi yang awam.
"apa yang mau Lo bicarakan?"
"Coba Lo cek" Ares memberikan ponselnya
Rekaman dimana beberapa jam sebelum kejadian, Dua mobil berwarna hitam yang mencurigakan terparkir tak jauh dari sekolah.
"Kalo satu ini gue tau dan sempat gue lacak ini anak buah BD, di dalam mobil berisi 4 orang, awalnya gue sempat berpikir mereka pelakunya tetapi setelah Elvano dan Albert mengatakan kalau mereka pengawal Kaila gue pun menghilangkan kecurigaan bahwa mereka pelaku"
"Tetapi satu mobil ini lagi, berulang kali melewati jalanan depan sekolah setelah itu cctv yang merekam lalulintas depan sekolah tak berfungsi"
"Albert sudah melihat ini?"
"Gue gak ngasih tau rekaman cuman beberapa foto saja"
"gue akan minta Al ke sini" Naresh mengangguk
Tak lama Albert datang .
"Lo cek rekaman ini, apa menurut Lo yang janggal" beberapa saat Albert mengindentifikasi rekaman.
"Kenapa terpotong?"
"Menurut Lo?" tanya Kaivan
"tunggu, mobil ini mobil yang nabrak kan?" Al memperhatikan rekaman itu berulang kali sesekali men screenshot agar lebih jelas.
Albert menghubungi Kevin .
"Ya Prince?"
"Periksa file yang baru saja aku kirim, bagikan ke yang lain ! setengah jam aku mau kabar baik!!"
"Terimakasih bang, ini membantu gue" Albert mengembalikan ponsel Ares
"Maksudnya gimana?"
"Albert menemukan yang janggalnya namun belum menemukan pelakunya. gue harap Lo bisa bantu menemukan juga"
"Tentu tapi gue masih gak masuk ke otak, ah sudahlah"
"bang ikut gue bisa? kita ke markas" ajak Albert
Mereka bertiga pun pergi ke markas BD.
Di rumah sakit, Arion tak mau pergi jauh dari Kaila sedari tadi duduk di depan ruangan Kaila menunggu kekasihnya bangun.
"Nak" panggil Tuan Nelson
__ADS_1
"Ah om, Maafkan Arion tak menjaga Kaila sampai seperti ini"
"Ini bukan kesalahan kamu nak, Tenanglah Kaila pasti baik-baik saja apalagi ada kalia" Arion mengerutkan kening nya
"Kamu belum mengetahui kalia?" Arion menggeleng "Ah anak itu membuat ku salah kata"
"Lupakan, Kaila itu orangnya kuat sedari kecil pun begitu, namun hanya beberapa bulan ini dia selalu mendapat beban seperti ini, sedari kecil om menjaga nya dari apapun. melenyapkan apapun yang akan membahayakan anak-anak om tetapi tidak semuanya"
"Ah maaf om meracau, sebaiknya kamu beristirahat dulu jangan sampai sakit"
"Terimakasih om, Arion bakal nunggu Kaila sampai sadar."
"Kamu mau Kaila cepat sadar?"
"tentu itu pasti om"
"Bawa segelas darah dari organ hati manusia yang segar, itu akan membantu mempercepat kaila bangun" Arion tampak tak percaya
"Lupakan, om tak ingin kamu membunuh seseorang demi anak Kaila"
"apa itu benar-benar bisa om?" tanya Arion
"Tidak pasti, tetapi itu akan memicu kalia bangun dan otomatis Kaila juga terbangun walau keadaan fisik masih belum sembuh"
Bukan Tuan Nelson menjerumuskan Arion tetapi saat ini hanya Arion yang bisa melakukan itu kenapa tidak Wiliam ,El dan lainnya? Di sini wilayah kekuasaan Keluarga Walsh ,keluarga Nelson tak bisa semaunya membunuh seseorang di sini.
"Arion akan segera kembali" Arion bergegas pergi menuju markasnya,
Di markas nya saat ini ada beberapa tahanan yang mana mereka salah satu pengkhianat di bawah Bastian,
Skip markas BB
"Apa semua sehat?" Luke bingung
"seperti nya iya, ada apa?"
"Aku memerlukan organ hati mereka" Luke tercengang.
Luke tau kalau Kaila berada di rumah sakit setelah Thalia mengabarinya tadi ,
"Siapkan alat bedah! gue gak punya waktu jadi jangan bertanya lebih lanjut"
Mau tak mau Luke menuruti perintah Arion,
"Gue pilih dia seperti nya masih di bawah 30 tahun"
"Tuan tolong ampuni saya"
"Saya bersalah tapi tolong ampuni saya tuan"
"Rebahkan tubuh nya!" beberapa anak buah merebahkan tubuhnya pria itu di atas meja
Creakkkkk
perut bagian kiri di sobek pelan namun tetap menimbulkan bunyi
"Akhhhhh tuan Ampun akh ampun tuan"
Arion menuli kan telinganya sayatan demi sayatan di buatnya sampai terlihat jelas organ hati manusia.
"Mana gelas yang gue pinta?" Luke memberikan
Arion memasukkan tangannya ke dalam sobekan di perut bagian kiri, menelusuri setiap inci bagian tubuh lalu mengambil hati itu.
__ADS_1
Arion melepaskan usus yang menyambung ke hati, di menunggu setiap tetesan darah yang ada sampai hampir setengah gelas kecil itu terisi.
"Urus ini, gue balik kerumah sakit"
Tak ada yang berani bertanya apa itu dan untuk apa, semua anak buah BB bungkam apalagi aura Arion mengerikan salah kata sedikit bisa-bisa mereka korban selanjutnya .
skip di rumah sakit.
"Om" panggil Arion
Tuan Nelson pun mengajak Arion keluar ruangan,
"Ini om" Arion memberikan sebuah gelas yang tertutup rapat ke tuan Nelson
"Kita coba buat kaila bangun" Arion mengangguk walau tak mengerti ada apa sebenarnya dengan kekasihnya
Tuan Nelson mendapatkan ijin masuk menemui putrinya, Arion pun sama keduanya sedang me sterilkan diri mereka agar tidak membawa kuman ataupun virus walau yang mereka bawa adalah darah segar.
"Setelah itu apa om?"
"Tinggal kita taruh sedikit d bawah hidungnya"
mengoleskan sedikit di bawah hidung Kaila
Selang beberapa saat kemudian benar yang di katakan tuan Nelson, Kaila terbangun . staff dan para dokter yang sudah di wanti-wanti oleh keluarga Walsh dengan segera mengecek keadaan Kaila.
"Syukur lah nona Kaila sudah sadar, hanya luka di tubuh saja tak ada luka dalam. kami akan memindahkan nona ke ruangan"
"Terimakasih dokter"
Setelah Kaila di pindahkan keruangan, hanya kelurga Nelson saja yang menjaga Kaila di tambah Arion dan El sedangkan yang lain kembali ke rumah.
dengan setia Arion duduk di samping Kaila, lukanya tidak terlalu para karna airbag/ kantung udara melindungi nya walau kepalanya sempat terbentur dan terluka akibat pecahan kaca.
"kamu haus?" kesekian kalinya Arion memberikan air minum
"Pelakunya Udah ketemu?" Arion memicingkan mata masih sakit sempat-sempatnya bertanya itu.
"Abang Kaivan, Naresh dan Albert sedang berusaha menemukan secepatnya"
"Baguslah, kalau sampai besok tidak ketemu mereka yang aku jadikan bahan percobaan" tukasnya
"Kenapa bisa sampai seperti itu?" Kaila menceritakan awal terjadinya,
"Aku keluar gerbang aman damai di jalan yang pas trus juga pelan! tiba-tiba dari belakang ada mobil dengan kecepatan tinggi karna posisi jalan sudah sedikit sepi dan hanya ada aku di belakang ya kamu tau akhirnya gimana. aku yang kaget banting sempat banting stir kan ke kanan malah makin d tubrukk lagi di depan ada tiang lagi. Untung aja gak patah ni tulang" kesal Kaila mengingat kejadian tadi
"Sudah kita tunggu kabar mereka saja, kamu istirahat dulu jangan terlalu banyak bergerak"
"Bau darah hati" gumam Kaila
"Udah gak baik" Kaila mendengus kesal
Untung saja nyawa Kaila tak terancam , dirinya berjanji akan memberikan pelayanan yang sangat memuaskan kepada pelakunya ketika di temukan nanti .
tak peduli seberapa lama pelaku itu akan di temukan yang pasti dirinya akan melampiaskan kekesalan nya sementara ke Kirana yang saat ini menjadi tahanan, tak memperdulikan siapa dan dari keluarga mana Kirana berasal.
Dan kalau kecelakaan ini ada sangkut pautnya dengan Andrea dkk Kaila tak akan segan lagi langsung menghabisi nyawa mereka, kenapa? karna berulang kali nyawa Kaila terancam meninggalkan tubuhnya .
sudah cukup menahan semuanya, menunggu kabar dari ketiga hacker terbaik dari yang terbaik , yang dimiliki the king of devil and the queen of devil .
Arion menyenderkan kepalanya di sisi ranjang Kaila matanya sangat ngantuk dan apalagi sedari tadi menangis tak tertahankan menunggu kabar Kaila, keluarga Nelson pun sudah tertidur karna perjalanan jauh dan cukup melelahkan juga.
...✨ jangan lupa like dan vote ✨...
__ADS_1