
semua yang di perlukan sudah terpasang di tubuh kaila, Mereka semua bergantian menjaga Kaila takut Kaila terusik.
Arion tak ingin jauh dari Kaila padahal jam sudha menunjukkan tengah malam, masih setia menunggu kekasihnya itu bangun.
El kembali ke Manson, sesuai perintah Kaivan yang meninggalkan Ares di Mansion. Wiliam juga tak ingin jauh dari sang adik namun dia dan Kaivan harus istirahat besok pagi mereka di minta sang ibu kembali ke kota B , orang tua kaila tidak tau kejadian ini dan sebelumnya.
"Bang" panggil Arion kepada keduanya, Wiliam dan Kaivan langsung menatap Arion menunggu apa yang akan Arion tanyakan .
"Kaila kenapa? kenapa belum bangun?"
"Sabar Vian, doain cepat bangun kailanya, gak cuman Lo doang yang nunggu dia bangun masalahnya" jawab Kaivan , Wiliam dan Kaivan rebahan di sofa untuk istirahat besok pagi mereka akan berangkat mau tak mau .
Arion merebahkan kepalanya di samping lengan Kaila matanya mula ngantuk namun tak ingin berjauhan dari kekasihnya.
Drttt
Drttt
Drttt
tertera nama yang menghubungi Arion Mom
"hallo Mom?"
"Dimana kamu Arion?"
"Arion di apartemen"
"Kenapa gak pulang? Ares ada di rumah ini, pulang sekarang!"
"Kaila sakit, Arion jaga Kaila d apartemen"
"apa? Menantu mamah sakit? apa perlu mamah ke sana ?"
"don't need mom, Kaila needs rest "
"kabarin mamah terus keadaan Kaila , jangan sampai menantu mamah kenapa-kenapa!"
"iya "
Arion menatap kekasihnya itu, "Kenapa harus kamu yang sakit sih, pasti sakit ya? andai bisa di tukar mending aku aja yang sakit" batin Arion sambil mengelus tangan Kaila
Mereka semua tertidur di ruangan Kaila tak ada yang ingin berjauhan dari tuan putri yang masih tertidur itu.
paginya mereka berencana akan membawa kaila ke mansion, karna mereka tak ingin Kaila terganggu, mereka juga akan menyewa beberapa maid , tentunya dokter pribadi juga perawat akan di tempatkan di mansion untuk berjaga-jaga kalau Kaila bangun memudahkan mengecek keadaan nya.
keberangkatan prince Nelson di undur menjadi siang setelah semua keperluan mansion selesai . mereka sudah berada di mansion kaila juga sudah berada di kamarnya dengan keadaan masih belum sadar.
Kevin membawa sekitar lima belas maid sesuai perintah Wiliam terbaik dari yang terbaik, Wiliam sudah menyusun apa saja pekerjaan mereka sisanya menunggu Kaila bangun karna yang akan tinggal lebih sering adalah Kaila.
"sesuai perjanjian di kertas ini yang sudah kalian baca dan Kalian tanda tangani berarti kalian menyetujui apa yang tercantum. saya minta kalian selalu jujur dan jangan berkhianat atau kalian akan tau akibatnya." tegas Wiliam
"Baik Tuan" ucap mereka bersamaan.
"Saya Wiliam anak paling tua, adik saya bernama Kaivan dan Kaila juga satu lagi Athifa dia berada di kota B, beberapa hari lagi akan ada pesta di sini sekaligus peresmian mansion. saya harap kalian betah di sini" ucap Wiliam lagi
__ADS_1
"saya Kaivan , saya tak sekeras Seperti Abang saya, yang pasti jangan sampai kalian menyukai tuan kalian dan jangan terlalu jauh untuk ikut campur masalah keluarga kami." ucap Kaivan dingin.
"Sekian itu saja, kalian bisa menuju rumah samping untuk tempat tinggal kalian , di sana sudah lengkap ada beberapa kamar dan ranjang tingkat" titah William
mereka pergi ke rumah samping di antarkan oleh Kevin, hnaya tinggal Wiliam dan Kaivan di lantai dasar mereka akan packing barang-barang mereka, Elvano sudha berangkat ke sekolah dan Arion berada di kamar Kaila menemani Kaila.
perawat dan dokter tidak tinggal di mansion tetapi jika keadaan darurat mereka akan di jemput langsung menggunakan helikopter yang berada di halaman belakang menjemput kerumah sakit.
di sekolah.
"El kaila mana? ko ga masuk?"
"Lagi gak enak badan dia, besok juga masuk"
"oh yasudah, gue ke kantin duluan ya bareng Wilasa dan Ares" Feli menuju pintu dimana dua tuan muda itu berada,
"Thur kantin hayukk" ajak El ke Arthur
"Skuyy" ucap Arthur
keduanya sudah mulai akrab, El memukul leher Arthur dan terjadilah kejar-kejaran di sepanjang koridor banyak yang membicarakan tentang keduanya yang sedang kejar-kejaran.
"Mimpi apa gue liat para pangeran kejar-kejaran"
"Gila itu Arthur dan El?"
"Punya pacar gak ya mereka"
"mau deh di kejar juga"
"Lo berdua kenapa?" tanya Ares
"nih huh huh Arthur gak ada akhlaknya huh "adu El dengan nafas yang tak beraturan ,
"Lo duluan anj mukul leher gue" kesal Arthur lalu memukul leher El tak terlalu keras.
"Akh awas lu ntar" tantang El
"udah napa sih! keburu bell masuk lu pada ga makan ntar" tegur Feli
"Ngapain kamu peduliin mereka?"
"gak gitu, masalahnya mereka banyak bacot ntar aku gak fokus"
"Ya elah sa cemburuan banget Lo" ejek Ares
Elvano dan Arthur memesan makanan mereka lalu ikut bergabung di meja ketiganya tanpa ijin.
"Kaila gimana El?" tanya Ares
"Udah mendingan kayaknya" bohong El , mereka hanya tau kalau Kaila sakit demam dan Arion yang menjaga.
Pesanan mereka sudah tiba dengan cepat keduanya makan karna rasa cacing di perut mereka sudah meronta-ronta.
"Seapa seih" El bertanya sambil meraba saku nya mencari keberadaan ponselnya yang berbunyi "Wiliam"
__ADS_1
"uhuk uhukk" saat melihat siapa yang menghubungi nya.
"Halo bang?"
"Gue sama Kaivan mau balik ke kota B , lusa kita balik ke sini lagi. gue titip Kaila jangan sampai kenapa-kenapa hawas Lo!" setelah berkata demikian Panggilan terputus.
"eh anjim ni orang semaunya" gerutu Elvano lalu melanjutkan makannya.
Di Mansion,
Arion mengantarkan kedua tuan muda Nelson kedepan pintu, Wiliam juga menitipkan pesan untuk Arion agar menjaga adiknya ini dan meminta untuk di kabari tentang Kaila selalu.
Setelah keduanya berangkat di antarkan kebandara oleh Kevin, Arion masuk kembali ke kamar Kaila, kekasihnya ini masih sangat setia menutup matanya.
karna hanya mereka saja, Arion merebahkan tubuhnya di samping Kaila lalu memeluknya erat seraya bergumam.
"Bangun dong sayang"
"kalo bangun nanti kita jalan-jalan dehh"
"mau kemana aja berangkat"
"bangun yuk, kamu gak lapar? aku lapar Lo"
"sarapannya tadi pagi doang"
"bangun iih"
"yasudah aku juga tidur ya sambil meluk kamu biar nanti kamu bangun aku tau"
Arion pun ikut memejamkan matanya yang sangat berat, badan Arion sebenarnya kurang sehat namun demi kekasih nya dia tak memperdulikan keadaan dirinya, secinta dan sesayang itu kah kamu Arion?
Baru beberapa menit Arion tertidur sang ibu menghubungi nya melalui video call, Arion sedikit kaget saat mendengar teriakkan sang ibu dari seberang sana.
"KAMU NGAPAIN PELUK MENANTU MAMAH!!!! BELUM HALAL GAK BOLEH!! JANGAN MACAM-MACAM ARION MELVIANO WALSHH!!!!!"
"Astaga mamah!!! Kaila tidur jangan teriak-teriak" sambil menaruh jari telunjuk ke depan mulutnya seraya memberikan kode untuk diam.
"Astaga mamah reflek hehe"
"bagaimana keadaan nya?" tanya sang ibu lagi
"udah mendingan, nanti lagi yah mah Arion ngantuk" ucap Arion lalu di angguki sang ibu.
Arion kembali memposisikan dirinya agar mendapatkan kenyamanan untuk tidur di pelukan Kaila juga agar Kaila tak merasa resah dan gerah tentunya sakit.
"I miss you" lalu Arion melanjutkan tidurnya sehabis memberikan kecupan di kening Kaila.
Di bandara,
Kedua prince Nelson sudah siap lepas landas dengan pesawat pribadi mereka, Wiliam meminta agar Kevin tinggal sementara beberapa hari di mansion seraya mengawasi para maid yang baru.
setelah berpesan itu mereka lepas landas menuju kota B ,
...✨like dan vote jangan lupa ✨...
__ADS_1