Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 119


__ADS_3

Saat ini di sekolah, jam pelajaran pertama baru saja di mulai, Arion sudah harus bersiap untuk berangkat namun dirinya belum bisa meninggalkan kekasihnya walau sebentar saja, Arion yang di kenal dingin cuek juga bad boy walau aslinya good boy seketika berpikir jahil.


"Gila Lo Ri, gue gak mau ikut-ikutan rencana Lo deh" tukas Ares yang tak menyetujui kebodohan Arion


"Gue juga ah ogah, kenapa gak Lo ajak bolos aja si Kaila" timpa Wilasa


Mereka bertiga berdiskusi tentang rencana Arion saat jam pelajaran dimulai apalagi sekarang guru di depan sedang menjelaskan pelajaran. (JANGAN DI TIRU TIDAK BAIK APA LAGI ANAK ANAK DI BAWAH UMUR!!!!!)


"Iya juga ya? tapi kaila mana mau apalagi seminggu ketinggalan pelajaran" keluh Arion , Arion tau IQ kekasihnya ini tinggi walau kadang kekasih nya ikut bolos dan malas belajar otaknya tetap pintar namun karna seminggu duitnya tidak belajar otak kekasihnya itu seperti ngedown IQ nya.


"Ck, yasudah ! Lo juga berangkat kan cuman dua hari, emang ada urusan apa si ko Lo harus ikut segala?"


"ARION, NARESH, WILASA KALIAN MAU IBU JEMUR DI LAPANGAN?" Teriak guru di depan yang memergoki ketiganya mengobrol di belakang, Guru di sekolah ini berdedikasi tinggi apalagi Thania yang selalu menjamin keselamatan mereka ketika menghadapi para tuan dan nona muda contohnya sekarang,


Thania meminta ke semua guru yang mengajar agar tidak takut akan ancaman yang di berikan para murid ke guru-guru asalkan guru-guru tidak bermain tangan terlebih dahulu dan tentunya murid itu harus memiliki kesalahan seperti Arion dkk berbicara saat jam pelajaran dan tidak mendengar penjelasan di depan, tak ada salahnya guru memberikan hukuman namun.


(Paham kan maksudnya? kalo gak paham di pahami ya😭🔫)


"Maaf mam " ucap ketiganya,


"Ini peringatan pertama !" ucap sang guru ketiganya mengangguk, lalu menatap kesal Arion kalau bukan si gunung es ini mengajak mereka berbicara tidak akan kena tegur.


Istirahat pertama **


Arion dkk berjalan menuju kelas Kaila walau hanya Arion dan Wilasa , sedangkan Ares sudah pergi ke kantin malas jadi nyamuk.


"Vian" sapa kaila lebih dulu yang sudah berada di depan Arion tepatnya Arion yang berada di hadapan Kaila


"Kamu bawa bekal?" tanya Arion yang melihat kaila mengeluarkan bekalnya


"Iya aku bawa dua buat kamu satu"


"benarkah? terimakasih by" ucap Arion lalu duduk di kursi Feli setelah memberikan kode agar Feli berdiri .


"Buat dia aja nih?" tanya El , Kaila menatap wajah El lalu mengangguk


"Jahat banget lu, Yuk thur kantin di sini ada yang lupa sama sahabat nya saat punya kekasih" cibir El, lalu beranjak hendak pergi dengan cepat Kaila melempar kota pensil miliknya ke arah kepala El


"Aw!! anj untung Lo Kaila" mengaduh walau tak terlalu kencang namun tetap sakit


" headshot " ucap Kaila dengan seringai sytonnya

__ADS_1


" Kita musuhan!!" ucap El Seperti anak kecil lalu beranjak pergi meninggalkan mereka.


"Kita kantin juga yuk" ajak Wilasa ke Feli , Feli pun mengangguk. kelas pun kosong hanya tinggal Arion dan kaila,


"Lain kali jangan kaya gitu ya?" ucap Arion lembut


"Kenapa?" dengan polosnya bertanya


"no reason, jangan terlalu kasar aku takut dia balik kasar ke kamu walau niatnya becanda tapi kan itu sakit" Kaila mengangguk dia juga sedikit rasa bersalah jadinya .


"Makan jangan ngelamun, oh ya nanti aku harus ke kota C dua hari berangkat jam 1an" ucap Arion dia tidak jadi menjalankan rencananya yang akan menekan alarm kebakaran di sekolah dan memulangkan semua murid .


"Mau ngapain? kenapa mendadak? Trus aku di sini gimana?" tanya kaila terus menerus kesal? tentu saja Arion mengatakan semuanya dadakan walau cuman 2 hari


"Luke meminta ku untuk ikut sayang, aku juga tak bisa menolak itupun bukan untuk jalan-jalan ada perkejaan yang Luke minta aku untuk menemaninya sebagai pengawal walau aku tidak setuju dengan kata-kata pengawal padahal aku seorang Tuan muda" cibir Arion sedikit berbohong kepada Kaila


"yasudah gapapa deh" sedikit tak rela kalau Arion meninggalkan nya walau sehari apalagi dengan keadaan di sekolah yang mana para murid masih banyak mencibirnya


"kamu tenang saja, ada Ares, Wilasa Feli dan yang lain tentunya ada Elvano aku percaya dia gak akan biarin apapun yang terjadi walau aku kadang aku cemburu kalau kamu terlalu dekat dengannya" tutur Arion,


"kamu percaya kan sama aku?" Arion mengangguk mereka pun mengalihkan pembicaraan mereka ke yang bahagia dan tidak melow melow


"Kesel banget gue!!!" keluh Feli saat sudah berada di samping Kaila


"kenapa?" tanya Kaila, namun Feli masih bungkam tak ingin berbicara lebih lanjut.


"Aku balik ke kelas ya?" ucap Arion Kaila mengangguk.


Saat Arion di depan pintu berpapasan dengan Elvano dan Arthur, Wilasa? Wilasa di tinggal pergi oleh Feli saat di kantin tadi maka itu Feli kembali sendiri dengan keadaan kesal.


"El, bisa ikut gue ke Rooftop gak?" ajak Arion


"ngapain? gue masih normal Ri" ucap El sedikit bercanda


"Otak Lo, gue juga masih normal kali" tukas Arion


"oh okey, ayo" El pun berjalan bersama Arion, sedangkan Arthur masuk ke dalam kelas.


Di Rooftop~


"Kenapa Ri?" tanya El langsung tak ingin bertele-tele mengingat tinggal 10menit lagi bell masuk

__ADS_1


"Gue titip kaila ya? 2 hari paling lama , gue ada urusan di luar kota, Lo tau kan Susana sekolah masih gimana? apalagi Andrea dkk bakal kesempatan untuk mencelakai Kaila" ucap Arion seraya menatap ke lingkungan sekolah


"Emang Lo mau kemana?"


"Kota C, gue gak bisa ngasih tau Lo lebih lanjut yang pasti gue ada Misi dari markas dan itu harus gue sendiri yang turun tangan" El tidak bertanya lebih lanjut dirinya juga paham apa yang di maksud Arion apalagi dirinya juga seorang mafia maybe?


"okeyy, tapi jangan lama Ri, nanti gue jatuh cinta sama Kaila" Arion yang mendengar pun ingin rasanya memasukkan kelabang atau kepiting hidup ke dalam mulut El


"Canda cinta" ucap El setelah puas mengerjai Arion.


keduanya pun kembali ke bawah , tentunya ke kelas dengan berlari kecil karna jam masuk sudah lewat 15 menit ,


"Permisi Bu"


"Excuse me, mam"


ucap keduanya bersamaan namun berbeda kelas, setelah mendapat beberapa menit ceramah dari sang guru barulah keduanya di perbolehkan masuk.


"Lo jadi berangkat?" tanya Ares berbisik namun dapat di dengar oleh Andrea karna saat ini pelajaran kerja kelompok Andrea satu kelompok dengan Arion dkk,


bukan menjawab Arion mengangguk, Andre pun mengerutkan keningnya mencerna apa yang mereka bahas,


"Kelompok Arion, siap mempresentasikan di depan?" tanya guru di depan, mereka pun mengangguk di sekolah ini tidak ada kata tidak bisa mereka di ajarkan harus bisa walau rumus yang berbeda namun menemukan jawaban yang benar itu masih bisa di toleransi kan.


Mereka maju menjelaskan dan memberikan pertanyaan kepada kelompok Arion, setelah selesai mereka kembali ke tempat duduk kelompok mereka.


"Kapan berangkat?" tanya Wilasa, Arion melirk jam tangannya


"1jam lagi"


"What? gue kira besok"


"Mungkin si bucin sudah di jalan"


"Bucin?" Ares dan Wilasa bingung , Andrea hanya jadi pendengar juga mencari informasi pastinya


"iya, gak lama Lo pada juga tau" setelah berucap Arion fokus ke depan mendengar lalu bertanya kepada kelompok yang maju di depan.


"Arion mau pergi? apa gue mulai rencana gue?" batin Andrea mempertimbangkan rencananya


...✨ Jangan lupa like dan vote 🐻🔫✨...

__ADS_1


__ADS_2