Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 124


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuhnya, kaila merebahkan badannya di tempat tidur .


menghubungi Arion untuk memberikan kabar karna sedari tadi Kaila mengabaikan panggilan Arion.


"Halo bby" sapa kaila yang senang


"Kamu dimana?" tanya Arion yang bingung melihat tempat tidur Kaila berbeda


"Ah ini ai mager pulang jadi nginap di hotel, kamu kapan pulang"


"Masih belum tau, ada apa?"


"yahhh padahal kita-kita rencananya mau ke pantai gitu besok sore berangkat"


"Maaf sayang Seperti nya aku gak bisa, kalo kamu mau berangkat gapapa" bohong Arion padahal dirinya akan kembali ke kota A besok pagi


"Apa gak bisa pulang besok? kita banyak bikin rencana tapi tak satupun yang terlaksana"


"Hmm aku usahain besok pulang, aku tanya Luke dulu" Kaila mengangguk


"Sudah malam aku matikan ya?" Arion mengangguk,


Panggilan berkahir.


Elvano membenarkan ucapannya yang mana saat ini dia berada di lobby hotel melacak lokasi Kaila sangat mudah apalagi GPS d handphone miliknya hidup.


"Kamar nomor berapa?" tanya Arion pada Kaila


"Apaaan Lo , gak!! gue gak mau pulang!!"


"Kaila gue gak mau mati muda kai plis lahhh!!!"


"G bye!!" Kaila mematikan ponselnya.


"Sabar , orang sabar jodohnya Bidadari" batin El


El yang sedari tadi berdiri langsung menghampiri resepsionis,


"Ada yang bisa kita bantu pak?"


"Ada yang cek in atas nama Kaila Chalondra Adara?"


"Maaf pak, kami tidak bisa memberitahu identitas pelanggan kami, maaf sekali lagi pak"


"Oh ok makasih!" El berbalik, seraya menghubungi anak buahnya di bagian IT untuk meretas data pelanggan


"Halo bos, ada yang bisa saya bantu?"


"Cari nomor kamar Kaila di hotel XXX , gue tunggu 5menit!!" perintah El


Anak buahnya itu langsung mencari keberadaan Kaila di hotel itu, tak butuh waktu lama datanya sudah di temukan.


"Lantai 4, nomor kamar 3871" setelah mengingat El mematikan Panggilan.


El berjalan menuju lantai tersebut, dirinya akan meminta kaila pulang ke Mansion apapun itu yang pasti Kaila harus pulang, El takut ada yang mengincar nyawa Kaila.


Tokk tokk


tokk tokk


dugg duggg duggg


duggg duggg


dari ketokan berubah gedoran. Kaila Melihat dari lobang kecil di pintu di lihatnya Elvano yang mengacungkan jari tengah .


Tokk tokk tokk


Duggg dugg duggg dugg


dug dugg duggggg dugg


El tau Kaila ada di balik pintu , Pukul 3 dini hari Elvano menggedor pintu kamar Kaila.


"Kai buka plis gue ngantuk soalnya ayolahh" rayu El


"Astaga seorang Elvano Erdogan Kenan yang ganteng ini gak d bukain pintu"


"kai buka pintu dong, gue jajanin deh Lo mau apa asal jangan beli mall atau pabrik"

__ADS_1


Click


"Ok ingat janji Lo" El langsung memelas.


"Iya, hoamm" Kaila tak mungkin membiarkan dirinya tidur bersama El bisa-bisa terjadi salah paham kalau ada yang melihat.


"Ayo pulang" pinta Kaila , El membelalakkan matanya


"Gue ngantuk kai astaga besok aja kali" Kaila menggeleng


"kalo Lo gak mau pulang, gue pulang sendiri"


"Gue nebeng Lo ya? biar Al yang ambil mobil gue besok" Kaila mengangguk tak ingin memperlambat.


Keduanya berjalan keluar lift banyak pasang mata memperhatikan terutama resepsionis yang curi-curi pandang ke El walau konsisten dalam pekerjaan tak ingin memberikan data tamu.


Dalam perjalanan Elvano tak menyadari kalau lengan dan beberapa goresan di tubuh kaila matanya terlalu ngantuk mengindentifikasi nya.


Skip mansion.


Kaila meninggalkan Elvano yang tertidur pulas di dalam mobil, Kaila masuk ke dalam kamarnya lalu mengobati luka yang ada di tubuhnya baru terasa perih.


"Satu persatu teman-teman Lo akan hilang Andrea " gumam Kaila seraya memberikan obat merah pada kulit yang terluka.


Selesai mengobati luka-luka di tubuhnya, Kaila merebahkan badannya ngantuk lelah sehabis berolahraga malam.


Pagi Jumat,


Kaila masih menikmati tidurnya, tak mungkin terdengar olehnya kalau ada yang mengetuk pintu ataupun memencet bell kamarnya.


Elvano yang baru saja bangun langsung mengutuk Kaila pasalnya dirinya dibiarkan tidur didalam mobil.


"Astaga gue telat!!!" saat El melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul 08.21 Pagi.


"Di bilang sial enggak tapi ahh, KIALA ANJ!!!!" tukasnya seraya keluar dari mobil masuk ke dalam Mansion untuk melanjutkan tidurnya percuma datang ke sekolah bakal di suruh pulang.


Di kota B,


Sekertaris Tuan Nelson menyampaikan pesan dari pengawal bayangan yang mengikuti Kaila.


"Apa? ceritakan lebih jelas!!!"


"Lalu apa lagi yang kalian dapat?"


"Sepulang mengantarkan nona Feli, nona Kaila tidak pulang kerumah melainkan ke suatu tempat yang mana mengarah ke hutan. Dua pengawal bayangan kita mengatakan terjadi pertarungan di sana. nona Kaila membantai 15 pembunuh bayaran dari Mafia life or death yang menyediakan pembunuh, dan nona Kaila membawa nona Kirana ke markas"


"LOD? Apa putri ku terluka?" sekertaris sekaligus tangan kanan di markas mengangguk


"Apa? Kurang ajar!!! Tolong hubungi Elvano atau Albert aku ingin meminta tolong mereka." titah tuan Nelson


"Pinta Wiliam menemui ku, undur rapat hari ini" perintah nya lagi


Beberapa menit menunggu Wiliam masuk ke dalam ruangan sang Daddy, Elvano tak dapat di hubungi mau tak mau meminta tolong dengan Albert untuk meminta mengobati luka Kaila.


"Ada apa dad?"


"Adik mu terluka" Wiliam masih mencerna ucapan sang Daddy


"Hah? Siapa yang terluka? siapa yang berani melukai adik-adik ku!!!" telinga Wiliam memerah menandakan dirinya menahan kemarahannya.


"Kaila, dia hampir terbunuh tadi malam dan untung saja tidak terjadi" sang Daddy memijit pelipisnya


"Siapa yang berani melakukan itu!! dad jangan bertele-tele"


"Mafia LOD , seperti nya mereka di minta membunuh seseorang tanpa tau identitas nya siapa"


"Breng.." ucapan wiliam tertahan "Sabar sabar ada Daddy gak boleh ngomong kasar" batin Wiliam


"Jadi apa yang Daddy rencana untuk membalas?"


"Kita lihat keadaan Kaila terlebih dahulu, Daddy sudah meminta Albert untuk mengajak Kaila kerumah sakit mengecek keadaan Kaila. walaupun begitu parah atau tidak kita harus mengambil perhitungan ke LOD yang berani melukai anak-anak Daddy!!"


"Oke dad, Wiliam pasti akan meratakan mereka semua!!" menyeringai seyton Wiliam saat ini ingin sekali membasmi orang yang mencelakai adiknya.


Di Kota C,


Arion sedang dalam perjalanan menuju Bandara sebelum nya Arion meminta Luke untuk mencari tahu apa saja yang di lakukan kekasihnya saat dirinya tidak ada , setiba di bandara sedang menunggu jam penerbangan Arion memilih mengisi perutnya terlebih dahulu.


"bagaimana? apa yang gue minta sudah lo dapatkan?"

__ADS_1


"Sudah dari tadi, tapi gue gak yakin kalau Lo tau ini bisa-bisa mempercepat penerbangan kita" ucap Luke , bertepatan dengan selesai nya ucapan Luke pengumuman kalau penerbangan di tunda karna cuaca dan juga salah satu mesin pesawat harus di perbaiki terlebih dahulu.


Arion mengerutkan keningnya,


"Katakan apa yang Lo dapat" seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Kaila terluka,tetapi tidak parah hanya beberapa goresan"


"uhukk uhukkk uhukk" Arion mengambil air minum "Apa? El bodoh!! aku sudah menitipkan pesan untuk menjaga Kaila bagaimana bisa!!" kesal Arion


"Coba Lo lihat" Luke mengarahkan ponselnya yang mana ada rekaman cctv menampakkan Kaila dan Feli di hampiri antek-anteknya Andrea


"Kurang ajar!!! tarik kerja sama kita dengan keluarga Sena dan keluarga Lotus!!" perintah mutlak Arion


"Tunggu, di rekaman ini tidak ada perkelahian bagaimana kaila terluka?"


"Aku tidak tau spesifik nya bagaimana tetapi di lihat dari cctv jalanan sehabis dari mengantarkan Feli , Kaila tak pulang melainkan ke salah satu tempat yang mana itu hutan, beberapa jam sebelumnya beberapa mobil masuk ke dalam hutan tersebut dan juga mobil Kirana ada dalam rombongan itu"


"Dan tak lama Kaila datang ke jalan itu, tak jauh dari mobil Kaila ada dua mobil yang mengikuti nya dengan jarak jauh. beberapa jam setelah itu hanya dua mobil yang keluar dari jalanan itu dan tak lama beberapa mobil datang yang gue tau itu semua anak buah BD"


"Ayo pulang!!" titah Arion dirinya khawatir dengan keadaan Kaila walau pasti Kaila tak akan kenapa-kenapa mengingat kejadian dimana Kaila membantai hampir ratusan orang di depan markas BD .


"Lo gak denger pengumuman tadi?" Arion mengerutkan keningnya


"delay , pesawat nya bermasalah!!"


"Oh astaga!!! berapa lama?"


"mana gue tau, cuaca juga lagi badai" tambah Luke


"Bagaimana kita harus pulang hari ini. minta pesawat pribadi ku menjemput!!!" titahnya


"gila Lo? lagi badai woy!!"


"Akhhhh!!!" Arion mengambil ponselnya menghubungi Kaila.


Di Kota A, Mansion Keluarga Nelson


Kaila masih setia tertidur bangun cuman mengisi perutnya saja tadi dan mandi .


Albert yang di Minta membawa kaila untuk periksa pun tak bisa berbuat apa-apa karena Kaila tidak membuka pintunya sampai-sampai Albert membawa dokter itu ke Mansion.


Drtttt drtttt


drttt drttt drtttt drtttt


Kaila mencari keberadaan hp nya.


"Ya halo!! bisa hubungi nanti? gue ngantuk soalnya" tanpa melihat siapa yang menghubungi nya


"Sayangg" panggil Arion dengan suara beratnya , Kaila yang mendengar langsung membuka matanya


"Ah maaf, aku tidak melihat siapa yang manggil" tukas kaila


"Aku sebenarnya ingin memberikan kejutan tapi tidak jadi pesawat nya delay" tutur Arion


"tapi kamu akan pulang hari ini kan?"


"Ya aku usahakan, lagi apa? apa kamu baik-baik aja?"


"Iya aku baik-baik aja, kenapa?" bohong Kaila


"tidak ada, apa mau sesuatu?"


"Tidak cepatlah pulang, kita akan liburan"


"Tentu tunggu aku"


"Baiklah, boleh aku telpon lagi nanti? aku masih ngantuk"


"Baiklah jangan lupa makan dan mandi"


panggilan terputus,


Kaila membuka ponselnya Seperti kemarin banyak notif masuk, dan lebih membuat kaila heran notif Albert yang mengatakan cepat keluar kamar walau pesan itu dua jam yang lalu.


"Ada apa si bocah minta gue keluar?" Kaila menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, lalu keluar kamar menuju lantai dasar .


...✨ jangan lupa like dan vote ✨...

__ADS_1


__ADS_2