
"Hahahaha Aku harus menghubungi Naresh dan Wilasa untuk menyaksikan pertengkaran mereka" gumam Mark sambil mencari handphone nya dan mengirimkan pesan kepada Naresh juga Wilasa .
Arion berusaha membujuk Kaila namun tetap saja Kaila marah padanya. mood Kaila saat ini tidak karuan membuat lebih sering marah.
"Mark sialan!" umpat Arion yang di dengar oleh kaila dan di salah artikannya.
"Kau Berani mengumpat ku Vian!" kesal Kaila
"Astaga sayang kau salah paham" Kaila semakin menjauh dari Arion "Markk!!!" panggil Arion
Mark dengan raut wajah menahan untuk tertawa menghampiri Arion. belum sempat Mark bertanya ada apa Arion langsung menghajarnya
Bugg
Anak buah Mark dengan sigap menjaga Mark dan memegangi Arion, mereka tidak tau Arion adalah bos mereka juga karna di bawah perintah Mark.
"Lepaskan!!" kesal Arion
"Heyy lepaskan dia" perintah Mark
"Tapi bos?"
"Kalian cari mati hah?!" ucap Mark sambil mendekati Arion
"Kau membuatku ku terkejut bro" ucap Mark
"Ah!!" kesal Arion dan berjalan meninggalkan Mark mencari Kaila di depan sana.
Tak lama Wilasa dan Naresh tiba setelah mendapat pesan dari Mark. Naresh Wilasa mencari Mark untuk menanyakan dimana Arion.
"Mark" panggil Ares
"Oh kalian sudah datang"
"Ada apa dengan wajahmu Mark?" tanya Wilasa
"Ah ini Arion yang memberikan nya" sambil memegangi pipinya yang mulai terasa nyeri .
"Lalu di mana Arion?"
Mark menunjukkan ke arah depan mereka, dimana Kaila berjalan menuju ke arah Mereka dan d belakang nya ada Arion yang mengejar Kaila.
"Sayangg" panggil Arion sambil menarik Kaila ke pelukannya.
"LEPASIN !!!!" Kaila memberontak
__ADS_1
"Dengarin penjelasan aku dulu"
"gak perlu di jelasin!"
terjadi perdebatan diantara keduanya.
Ares dan Wilasa yang melihat itu bingung harus bagaimana. kalau mereka tertawa pastinya Arion akan menghajar mereka atau marah dengan mereka.
"Ri,kai" sapa Ares sambil menghampiri keduanya
"Sudah kai jangan marah, Mark itu berbohong padamu" ucap Wilasa
"Hahaha Maafkan aku, aku hanya menggoda Arion" Mark meminta maaf
"Dengarkan mereka sayang aku tidak seperti yang Mark bilang dia hanya berbohong" dengan nada lembut Arion menjelaskan ke Kaila
"Terserah. aku mau pulang" ucap Kaila
"Okey ayo pulang" Arion langsung menggendong kaila seraya meninggalkan semua teman-temannya.
"Kalian beneran mau pulang?" Naresh mengejar mereka. "Aku ikut dari pada kena marah mama Iswa" masuk ke dalam mobil Arion karna berangkat tadi di jemput Wilasa
"Ko gw d tinggal?" Wilasa juga kembali ke mobil nya
Tin tinnnnnn bunyi klakson kedua mobil
Didalam perjalanan pulang tak ada pembicaraan sampai tiba di rumah.
Arion dan Kaila kembali ke kamar Arion sedangkan Ares ke ruang game.
Kaila masih kesal dengan Arion jadi dia memilih tidur di sofa.
Arion yang tidak peka langsung merebahkan badannya di tempat tidur membiarkan Kaila tidur di sofa. saat sudah cukup lama Kaila tertidur baru Arion menggendongnya kembali ke tempat tidur.
Setelah memindahkan Kaila, Arion pun ikut tertidur sambil memeluk Kaila candu walau baru beberapa Minggu bersama.
Pagi tiba mereka sudah dalam perjalanan menuju sekolah, masih dengan mode kesal Kaila tak menghiraukan Arion tak berbicara dengannya.
Ares hanya menggeleng heran melihat tingkah keduanya. Candy sekilas dalam pikiran Ares mengingat perempuan yang di tolongnya itu saat ini sedang berada di markas mereka untuk tak di perbolehkan keluar dari markas sebelum Ares dan yang lainnya menemukan Ariel.
Tiba di sekolah kaila langsung turun dari mobil menuju kelas. Arion hanya menghela nafasnya karna tak tau harus bagaimana menghadapi sifat Kaila saat ini.
"what's with your face? " Ares berjalan bersama menuju kelas mereka
shut up res!, I'm not in the mood "
__ADS_1
"oh okay bye" Ares berjalan lebih cepat meninggalkan Arion.
Kesal bingung pusing saat ini yang di rasakan Arion. "Ahh Mark sialan!" kesal Arion yang saat ini sudah berada didalam kelas.
Jovanka dan Kirana menghampiri Arion yang baru tiba di kelas untuk menanyakan dan memastikan siapa pengirim kado berinisial A itu.
"Arion" panggil keduanya, membuat Ares dan Wilasa langsung menatap kedua perempuan itu.
Arion sedang menatap ke arah luar jendela dan langsung menatap dengan tatapan dingin kepada kedua perempuan saat ini tanpa mengeluarkan suara. suasana berubah hening dengan tatapan the king of ice .
"Ada apa?" beberapa menit kemudian Arion membuka suara
"Ah itu" ucap jova
"to the point !"
"Itu apa kado ini milik mu?" Kirana menunjukkan foto kado-kado Andrea
"Apa maksudmu?" pura-pura tidak tahu
"um, kami Hanya bertanya soalnya tidak ada nama pengirim Hanya inisial nama saja" jova menjelaskan kepada Arion
"Oh" ucap Arion "Aku tak peduli dan aku tak mengirimkan hadiah untuk teman kalian itu" ucap Arion lagi sambil mengalihkan pandangan ke luar jendela
"Oh ya terimakasih" keduanya langsung kembali ketempat duduk mereka, Andrea tidak hadir karna masih syok karena kejadian kemarin.
Arion menyeringai karna hadiah yang di berikan nya sudah di buka pemilik nya.
Kedua sahabatnya sedari tadi memperhatikan tingkah Arion heran .
Mereka tidak bertanya langsung karna tau Arion masih dalam mod yang tidak baik apalagi kaila belum memaafkan dan mengabaikan nya.
Maka itu kedua pria itu enggan mengganggu Arion dari pada mereka yang di jadikan tempat pelampiasan Arion lebih baik mereka mencegah itu.
Setelah Pelajaran dimulai, Arion kekelas Kaila namun Kaila tak ada di sana. karna sedang berada di zona kesal Arion pun menuju base untuk istirahat menenangkan pikiran nya agar tak menimbulkan masalah baru.
Wilasa dan Ares berada di kantin dan ikut berkumpul di meja Kaila dan Feli.
Ekspresi wajah Kaila terlihat biasa saja Seperti tidak ada yang terjadi sama seperti Arion kalau orang lain melihatnya tetapi kalau kedua sahabatnya yang melihat ekspresi itu mereka tau kalau Arion sedang kesal.
Halo Kakak-kakak β€οΈπ
Maaf kalau ada salah kataπ semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload πππ.
Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like π
__ADS_1
jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update ππππβ€οΈβ€οΈ
Terimakasih β€οΈπ