Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 86


__ADS_3

El gak tau harus membawa kemana kaila yang ada dipikirannya sekarang jauhkan Kaila dari orang-orang yang membuat nya marah, termasuk dirinya padahal:) mereka sudah keluar dari lingkungan sekolah karna pagar sekolah terbuka lebar ntah siapa yang baru datang atau baru keluar dari sekolah.


"Elvano"


"hm?"


"gue udah gapapa, kalia udah balik tidur lagi "


sambil menatap ke arah El yang sedang menyetir , El pun menatap Kaila sebentar memastikan bahwa ucapan Kaila benar atau tidak dari kedua matanya yang berbeda. mata Kaila sudah kembali seperti semula


"Jangan bohong" El melihat mata Kaila masih berbeda


"makanya liat gue yang benar!"


"iya udah, jangan gini lagi ya kai? gue panik gue takut Lo kenapa-kenapa" ucap El sambil menyetir tujuannya sekarang Mansion.


"gue kelepasan, otak gue gak bisa nampung semuanya sekaligus terlalu sulit" ucap Kaila sambil menutup matanya dengan kedua tangan.


Elvano menepikan mobilnya dengan cepat memeluk Kaila agar sedikit tenang dia tau sahabat nya ini sedang perlu itu.


"Do not cry, Dimana Kaila yang gue kenal? yang di takuti di dunia hitam?"


Kaila hanya mengangguk di pelukan El,


"kita pulang aja ya?"


Kaila mengangguk lagi,


El menjalankan mobilnya lagi menuju mansion ,yang dimana pastinya kedua prince nya Kaila akan memberikan banyak pertanyaan kepadanya .


Beberapa saat kemudian mereka tiba di Mansion megah milik keluarga Walsh,


mobil terparkir di depan pintu.


Kaila tertidur setelah puas menangis, mau tak mau El menggendong nya.


baru saja masuk kedalam pandangan kedua prince Walsh menatap heran kepada El yang menggendong perempuan,mereka masih belum menyadari karna jarak mereka masih jauh.


makin mendekat baru kedua prince itu panik dan kalang kabut langsung berdiri menghampiri El.


"kenapa?" tanya keduanya pelan Seperti berbisik


"gue antar ke kamar dulu"


keduanya mengangguk juga mengekori El dari belakang sampai Kaila tiba di kamarnya dan di rebahkan dengan lembut.


Setelah itu El keluar, kedua prince Walsh itu menatap adiknya lalu menyusul El dan menutup pintu kamar Kaila pelan .


mereka bertiga berjalan menuju lift tanpa ada yang bicara, setiba di ruang keluarga tv yang tadinya hidup di matikan oleh Kaivan ..


"Ada apa dengan princess?" tanya Wiliam yang sedari tadi khawatir


"Jawab El jangan diam" kesal Kaivan


"Lo ingat bang? kejadian saat Lo jemputt Kaila?"


"iya gue ingat, ada masalah lagi di sekolah?"


"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Wiliam bingung otaknya masih blank


"Awalnya sudah tak ada lagi yang membicarakan namun ntah dari mana kabar hoax itu tersebar mulai bermunculan lagi, dan tadi gue lagi di kantin bersama teman-teman Kaila tak lama Kaila menyusul dan banyak membicarakan Kaila. Kaila diam di tengah-tengah tak menghiraukan panggilan kami lalu.."


El menjeda ucapannya, "lalu kalia terbangun untung gue cepat menyadari sebelum Kaila membuka matanya gue langsung tutup dan buru-buru bawa dia menjauh,namun hal tak terduga teman kaila di dorong oleh Andrea dan terkena meja cukup keras Kaila berulang kali bertanya keadaan Feli gue memberi kode ke Feli untuk tutup mulut , namun Kaila gak percaya dan tangan gue terlepas ntah ada yang melihat atau tidak secepat mungkin gue tutup dan Gendong Kaila menjauh"

__ADS_1


Elvano meremas wajahnya kasar,


"Anj!! bang kita juga gak bisa diam aja kalo Kaila di giniin terus!!" kesal Kaivan


"Gue masih gak masuk otak nih, yang gue tanggap sekarang Kaila di bully di sekolah?"


El mengangguk,


"Di bully karna?"


"****** otak Lo kemana sih!!" kesal Kaivan


"Dia di bully simpenan om-om, waktu itu beritanya tersebar dan foto Kaila di mading, gue dengar dari Arthur"


"Brengsek!! " Wiliam baru saja pintar .


"Jadi gimana?" tanya Kaivan


"Batalkan rencana kerja sama dengan perusahaan Lovata, cari informasi janggal apa saja yang bisa membuat keluarga Lovata hancur!"


"Oke!" Kaivan langsung berdiri menuju ruangan pribadi nya .


"gue harus balik ke sekolah" ucap Elvano


"Hati-hati" ucap Wiliam yang sibuk dengan ponsel untuk menghubungi sekretaris nya.


skipp di sekolah.


"El dimana Kaila?" tanya Feli sambil mencolek punggung Elvano yang berada di depannya karna jam pelajaran sudah di mulai dan El baru saja tiba dan duduk.


"Elvano" bisik Feli


"dirumah fel,nanti aja ya tanya nya? gue lagi banyak pikiran"


"oke El" ucap Feli sedikit senang mendapat jawaban dari El tentang sahabat nya.


Sedangkan di kelas Arion,


Ares masih memikirkan tentang apa yang di lihatnya tadi pikirnya dia harus menanyakan kepada El tentang kejadian tadi itu nyata atau tidak.


"Lo mikirin apa sih res?"


"gak ada gue kesel aja liat Mak lampir !"


"gimana? kita sebar aja?"


"jangan dulu"


"udah kelewat batas itu! doi gue Sampe jatuh!"


"kita tanya Arion dulu"


Wilasa mengangguk mengerti,


skip pulang sekolah,


Elvano menghindari diri dari teman-teman Kaila karna pikirannya saat ini, rasa ingin membunuhnya terpancar jelas ingin membunuh,


Elvano dalam perjalanan menuju mansion,


Dia juga akan membantu melenyapkan keluarga Lovata terlebih lagi Andrea dkk.


tiba di mansion, baru saja melangkahkan kakinya masuk terdengar perdebatan keduanya prince Walsh dan princess Walsh .

__ADS_1


"Kalian apa-apaan sih!!"


"apa yang apa-apaan?" tanya Kaivan kesal


"Jangan bikin mereka bangkrut dulu!!! penderita mereka Jangan sekaligus!!!!"


"DIAM!! DAN IKUTI KEPUTUSAN KAMI KAI." Wiliam marah


"Tapi bang!! enak mereka kalau gitu!!"


"trus mau kamu apa???" tanya Wiliam dan Kaivan bersamaan


"Bikin mereka berasa paling bahagia untuk saat ini, dan setelah itu baru bikin mereka jatuh!"


"Do not be crazy ! they will look down on you even more! " tegas Wiliam


"will not! those I will make fall and beg me! "


"I don't agree" cetus Elvano


"gak !! Lo harus setuju!! karna di sini gue yang paling berhak nentuin!"


"Ok, gue turuti mau Lo kali ini, tapi ingat Kalo gue dengar lagi mereka merendahkan princess gue!!! habis mereka." final Wiliam lalu pergi menjauh meninggalkan mereka.


"Gue ikut apa kata Wiliam, gue gak mau princess gue d rendahkan lagi. cepat selesaikan!"


"tentu!"


Elvano mengusap kasar wajahnya,


"damn it !!" kesla Elvano lalu pergi menyusul kedua Abang sahabat nya ini kekamar masing-masing.


Sebenarnya hanya kamar sementara untuk El, El berencana untuk membeli mansion di kota A dan tak tinggal lagi bersama keluarga Kaila namun untuk sementara ini gapapa lah numpang,


Kaila duduk di sofa sambil memijit pelipisnya yang saat ini sangat nyut-nyutan.


baru saja bersantai sebentar ponselnya berbunyi.


"halo Vian?"


"kamu baik-baik saja kan?"


"tentu, ada apa?"


"apa yang Andrea katakan !! jangan di pikirkan okey? "


"tidak ,oh ya jangan berpikir untuk membalaskan dendam ku okey? aku yang akan turun tangan sendiri menghadapi nya"


"tapi sayang?"


"tidak ada tapi Vian, aku harus istirahat kamu juga istirahat aku gak bisa kerumah mu hari ini"


"baiklah"


Panggilan terputus,


Arion sedang menikmati tidur sore nya dengan nyaman namun tiba-tiba Ares datang menggedor-gedor pintu kamarnya dan membawa berita tak mengenakan tentang kekasihnya.


Ares juga bercerita tentang Elvano membawa kaila pergi menjauh dari mereka ,namun Ares tak menceritakan apa yang di lihatnya tadi.


setelah mendengar penjelasan tentang keadaan Kaila tadi sampai selesai, Arion langsung menghubungi kekasihnya itu.


sebenarnya Arion hendak langsung menemui kekasihnya namun kata Ares biarkan Kaila tenang dulu mau tak mau Arion mengangguk paham.

__ADS_1


like, komen , favorit kan jangan lupa😭


eh tentunya juga vote nya jangan lupa 😌


__ADS_2