Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 259


__ADS_3

...TANGGAL 16 KMRIN.....


...KALIAN UDAH BISA GEMBUS KOMENTAR 30 YE KANN.. TAPI LIKE BELUM KESAMPAIAN HARI ITU:V DAN KARNA AKU BAIK HATI RAJIN MENABUNG DAN TIDAK SOMBONG AKU KASIH DEHHHH DOUBLE UP AGAIN...


...SEKALI-SEKALI MANJAIN READERS AKUU❤️...


...KAPAN LAGI YE KANNNNN??...


...SEBELUM AKU SIBUK SEKOLAH LAGI 😌...


LET'S GO ON..



"Sa, pergi ke alamat yang gue kirim. bereskan mayat-mayat yang ada di situ" Wilasa mengerutkan keningnya,


"Davian bukan gue" tau kalau Wilasa akan bertanya demikian..


"Whatt???" kaget Ares dan Wilasa


"maksud Lo????"


Arion malas meladeni keduanya memilih pergi dari sini untuk segera menemui sang istri, biar sisa nya urusan anak buah juga Wilasa dan Ares.


Anak buah BB yang di lewati Arion seperti bisu tak berani bersuara bahkan untuk nafas saja mereka seperti kesusahan.


"Si bos kalo marah sumpah bisa bikin gue ngompol"


"kasian sodara kita gan"


"Gue lebih kasian diri gue broh"


"Yaudah si yuk kita kubur kasian"


"Yakin?"


mereka takut-takut menyetuh tubuh orang-orang yang sudah tak berdaya, bukan takut mereka bakal hidup lagi tapi takut kalau Arion marah ketika mereka menguburkan mayat itu.


Skip RS.


Arion masuk ke dalam ruangan Kaila yang aman juga di gabung dengan ruangan Alana, yang ada hanya orang tua kaila , El dan Al sisa nya pulang.


Melirik sekilas ke Davian yang mana bocah ini bersikap biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa, Arion juga paham dirinya tak ingin membuat Kaila kaget lagi dan lagi takut kenapa-kenapa dengan janin dalam perut Kaila.

__ADS_1


"Gala dan Varez mana?" tanya Arion,


"Ikut mami sama papa" ucap Kaila


"kamu istirahat aja sayang" tegur Kaila yang duduk di kursi samping ranjang Alana .


Kaila sangat-sangat menyayangi anak-anak nya itu walau bukan terlahir dari rahim nya tapi bagi Kaila mereka tetap anak-anak kandung Kaila.


"Boy sudah makan?" tanya Arion seraya mengelus rambut Davian,


"Ar Mommy Daddy balik dulu ya? Wiliam jam 8 baru ke sini sama Kaivan"


"iya mom, kalian istirahat aja biar Ar yang jaga"


"Dav ikut Grandma?" Davian menggeleng tanda tidak


Kini ruangan tertinggal mereka saja,


"Boy Daddy nanya sudah makan?" Padahal Davian sudah makan tadi walau sedikit namun melihat Daddy nya ini seperti nya belum makan dia pun menggeleng.


"Belum Dad"


"Yaudah ayo makan, El Lo belum makan juga kan? sekalian makan malam"


"Gue udah bang, ka Kai keknya belum" tau arah wajah Arion akan menanyakan dirinya Al langsung menjawab.


"ikut aja ya? biar Al yang jaga bentar?"


"gak mau" Arion tak bisa memaksa bukan tak sayang atau tak peduli, dirinya mengingat keadaan Kaila yang masih lemah takut jadi beban pikiran.


Ketiganya pun pergi mencari restoran terdekat..


setiba di restoran Bintang lima, Arion turun seraya merangkul sang anak Davian di ikuti El yang sibuk tebar pesona nyari kesempatan siapa tau kecantol kan sama gadis negara A.


"Selamat datang Tuan Walsh dan Tuan Kenan juga Tuan muda" sapa pelayan lalu berjalan mengarahkan tempat duduk mereka.


...🌚🌚🌚...


"Sorry Dad" suara penuh penyesalan dari mulut Davian,


"Hmmm" Arion hanya berdehem seraya fokus ke ponsel yang mana mengawasi istri dan anaknya di rumah sakit lalu sesekali mengawasi Anaknya yang di rumah keluarga Walsh .


"Davian minta maaf" Isak tangis terdengar, El yang awalnya fokus ke ponsel langsung menatap ke arah Davian begitupun dengan Arion panik melihat sang anak menangis.

__ADS_1


"Kenapa Boy?" tanya El baru kali ini Davian menangis,


"It's okay, Daddy's not angry boy. Daddy has checked everything"


(tidak apa-apa, Daddy tidak marah, Daddy sudah mengecek semuanya" semua maksud kronologi saat kejadian itu.


Davian tau dirinya salah hanya saja dirinya masih belum bisa mengontrol emosi nya saat tau dimana keberadaan orang-orang yang ingin mencelakai nya kemarin.


sekali ini Arion masih mentoleransi kan tapi tidak untuk kedua kalinya, bukan Arion tak ingin memberi hukuman untuk kejadian ini tapi mengingat keadaan yang sangat serba salah,


"cukup sekali ini saja boy" ucap Arion,


"Baik dad"


El masih loading dirinya tak tau apa-apa maka itu cengok saja Dirinya.


...🌚🌚🌚...


Selesai makan malam..


mengantarkan Davian untuk ke rumah Mami nya berkumpul dengan Galaxy juga Varez lalu mereka akan kembali ke rumah sakit, Davian dan Gala akan bersekolah besok pagi maka itu Arion mengantarnya pulang.


Setiba di Mansion.


Arion dan El ikut turun untuk mengantar masuk Davian, Mansion terlihat sepi karna sudah pukul sembilan lewat jam tidur anak-anak sudah sedari jam setengah sembilan.


"Langsung tidur setelah cuci muka kaki sikat gigi boy"


"Iya Dad, Dav bukan anak kecil lagi"


Arion tak mengantar sampai kamar hanya di depan life saja, setelah di lihatnya lift sudah berada di lantai tujuan Arion dan El kembali keluar tapi sebelum itu, Arion menghampiri pengawal yang ada.


"Kalian sudah dengar kabar dari markas?" tanya Arion dengan aura mengintimidasi


"Sudah bos"


"Gue gak mau kesalahan itu terulang. gue gak akan segan-segan membunuh kalian"


"Baik Bos"


El masih loading, padahal dirinya itu jago bela diri bahkan psikopat seperti Kaila namun tiba-tiba saja otaknya sangat lambat bekerja hari ini akibat tekanan mental mungkin.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR 🖤...

__ADS_1


ADA YANG MAU JADI ISTRI ELVANO? KALO ADA DAFTARKAN DIRI KALIAN DI KOMENTAR.


SEKALI-SEKALI NYUMBANG TOKOH VIRTUAL**..


__ADS_2