Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 80


__ADS_3

pelajaran dimulai, Feli mendiamkan Kaila dari tadi, berulang kali Kaila mengajak Feli bicara namun tak ada respon dari Feli .


Kaila kembali fokus mendengar penjelasan dari guru di depan, fokusnya hanya beberapa menit setelah itu Kaila merebahkan kepalanya dan tertidur seketika.


"Itu yang di pojokan kenapa?" tanya guru yang mengajar setelah beberapa saat mejelaskan


semua murid melirik ke arah kaila, Feli yang di sebelah nya pun dengan cepat memukul paha Kaila agar terbangun,


"Hah? kenapa we?" tanya kaila panik ,


sedangkan Feli hanya memberikan untuk menatap guru di depan.


"Kenapa kamu? tidur? "


"Ah anu Bu Saya gak enak badan" jawab kaila


"Alesan Bu, dia mah tidur "


"iya Bu dia mah gak sakit tadi juga sehat-sehat"


"coba di cek Bu benar Atau bohong"


ucap para murid di kelas Kaila, guru itu pun berjalan menuju meja Kaila untuk memeriksa keadaan Kaila.


"Awas aja Lo pada anj" batin Kaila


Guru itu pun mengecek keadaan Kaila menggunakan telapak tangannya yang di tempelkan di dahi Kaila .


"bohong kan Bu?" tanya salah satu murid


"Badannya hangat" jawab guru itu,


"Aku juga hangat Bu berarti boleh dong ke UKS?" ceplos salah satu murid


"Mau saya hukum kalian?"


"ya enggak Bu"


"Yasudah lanjutan pelajaran nya, kamu Kaila saya gak bolehkan ke UKS terlalu pagi untuk sakit."


guru itu kembali ke mejanya dan memberikan tugas kepada murid-muridnya.


Kaila hanya diam saja karna saat ini rasanya ingin mengamuk kesal masalah selalu datang kepadanya.


Apalagi sekarang Feli mendiamkan nya walau Kaila sudah meminta maaf atas kejadian kemarin.


Kaila mengerjakan tugas yang di berikan dengan waktu beberapa menit saja lebih cepat dari yang lain.


"Bu?" panggil Kaila


"Ada apa lagi?"


"Saya sudah selesai boleh saya kumpulkan dan keluar?"


"Di cek dengan benar dulu"


Kaila kembali memeriksa pekerjaan nya, menurutnya ini sudah cukup dan Kaila yakin ini benar dan tidak salah.


Kaila berjalan menuju meja guru untuk mengumpulkan tugas ,belum sampai ke meja guru ka Thania atau kepala sekolah mengetuk pintu.


"Permisi, saya membawa murid baru" ucap Bu Thania kepala sekolah


"Oh baik Bu, anak anak kita kedatangan murid baru"


"Eh Kaila kenapa?" tanya kepala sekolah


"Ah ini Bu mau ngumpulin tugas saya"


Kaila meletakkan buku tugasnya di atas meja guru lalu kembali ke kursinya, padahal dia ingin langsung keluar tapi ada ka Thania .


"Okeyy, perkenalkan dirimu" ucap ka Thania


"Hallo, Gue Elvano Erdogan K, Lo semua bisa panggil gue El atau Vano" ucap El singkat


"Ada yang ingin di tanyakan?" tanya guru ynag mengajar


"Punya Instagram ga?"


"Udah punya pacar?"


"gantengnya"


"El duduk sebelah gue sini"


tanya para murid perempuan di kelas , sedangkan laki-laki nya hanya cengar cengir saja.


"Sudah sudah, Elvano kamu duduk di depan Kaila dan Feli"

__ADS_1


"baik Bu, Makasih Bu Thania" ucap El


"Yahh gak bisa diem ni anak kalo dekat gue" batin Kaila


"Saya permisi dulu, silahkan lanjutkan pelajaran nya" ucap kepala sekolah


"Oke anak-anak masa pengenalannya dilanjut setelah pelajaran selesai"


"Bu, saya sudah mengumpulkan saya ijin keluar dulu" ucap Kaila sambil berdiri dan berjalan meninggalkan kelas, Kaila sangat tidak betah di kelas mendengar caci maki dari teman sekelasnya juga Feli yang marah dengannya


Sedangkan El bingung kenapa Kaila keluar, Saat sedang bingung apa yang harus di kerjakan.


"Nih Lo kerjakan ini nih, kalo sudah gue nyontek Lo ya gue gak paham" ucap teman sebangku El yang juga sama-sama laki-laki.


"Eh nama Lo siapa?" tanya El,


"Gue Marcelino Arthur Kent"


"Gue Elvano Erdogan K, Salam kenal"


"Lo ngerti gak tugasnya?"


"Sedikit bagi dua gimana biar cepat"


"Hm yasudah" dengan malas Arthur mengerjakan tugas bagiannya.


Feli sedikit kebingungan saat mengerjakan tugas karna otaknya saat ini tak fokus mengerjakan, Feli mengkhawatirkan keadaan Kaila rasa bersalahnya karna mendiamkan Kaila tadi mengingat kejadian beberapa hari ini yang membuat kaila down.


"Suttt El , SUTT woy" panggil Feli sambil menendang-nendang pelan kursi Elvano dan Arthur


"Apaan" tanya Arthur yang merasa terganggu dengan tendangan di kurisnya


"Bagi jawaban donkkk"


"Lu siapa minta-minta kita gak dekat ataupun berteman" ucap Arthur


"Kurang ajar Lo thur!! Gini gini kita keluarga"


"Keluarga mata Lo kali"


"Ya kan di kelas thur, bagi Napa pelit banget Lo jarang-jarang kan gue nyontek Lo"


"itu yang di pojok ada apa bisik-bisik?" tanya guru di depan


"Enggak Bu mau minta Tipe-X " jawab Feli


"Baik Bu"


mereka melanjutkan kegiatan masing-masing, El sudah menyelesaikan tugas nya semua dan memberikan kertas jawaban ke Arthur juga Feli,


"Bu saya sudah selesai"


"Hah?" ucap semua murid di kelas kecuali Feli dan Arthur


"ini masih ada waktu dua puluh menit, periksa lagi"


"Saya yakin semua benar Bu"


"Yasudah kumpulkan yang sudah"


El berjalan menuju meja guru setelah itu keluar kelas untuk mencari keberadaan Kaila dari tadi perasaan El tak enak apa lagi para murid mulai dari El datang banyak membicarakan tentang Kaila.


Kaila saat ini berada di taman belakang sekolah karna sejuk dan nyaman banyak pepohonan,


El mencari Kaila di kantin tidak ketemu, di rooftop juga tidak ada kaila, bell istirht berbunyi saat berjalan tak sengaja berpapasan dengan Arion dkk, juga Andrea dkk.


"Lo sekolah di sini El?" tanya Wilasa


"Iya baru masuk gue,"


"Kenapa El?" tanya Arion


"Doi Lo gak ada di kelas, Lo tau dimana?"


"Lo kenal dia Ri? ko gue gak kenal?" ucap Ares


"Oh kenalin gue Elvano Erdogan K" El memperkenalkan dirinya


"Gue Naresh Steven Walsh"


"Kaila gak ada di kelas?" tanya Arion


"Tadi ada sebentar trus gak ada lagi"


Arion menatap tajam Andrea dkk yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka


"Kenapa? gue gak tau apa-apa jangan nuduh deh sayang" ucap Andrea

__ADS_1


"Sayang sayang ngarep banget Lo jadi pacar Arion" ucap Wilasa


"Serah gue lah, gue yang cocok bersanding dengan Arion, Kaila yang suka main sama OmOm mah ga sebanding murahan"


"APA MAKSUD LO HAH!!" Bukan Arion yang berkata seperti itu melainkan Elvano dia kesal sahabatnya dari orok di hina Seperti itu.


"Apa! Lo gak tau beritanya? jual diri buat belanja?"


"Mau gue jahit tu mulut hah anj!" sambil menunjuk wajah Andrea ingin rasanya El memukul wajah Andrea namun Arion menahan nya.


"Sudah El, kita urus dia belakangan Kaila yang lebih penting" ucap Arion


"Awas aja Lo sekali lagi ngehina Kaila" ancam El


"Siapa takut ! dasar nyatanya begitu dia jual diri" ucap Andrea saat El dan Arion dkk menjauh darinya.


El masih mendengar jelas ucapan Andrea namun Arion mencoba menenangkan El dengan menepuk bahunya untuk tidak terbiasa emosi.


sebenarnya Arion juga kesal dan ingin memberikan pelajaran namun dia ingat bukti semua belum terkumpul semua, orang suruhan Andrea yang menyebarkan berita hoax itu pun sudah tak ada kabarnya.


Mereka mencari Kaila Arion dan El menuju gudang dan taman belakang, sedangkan Naresh ke UKS, Wilasa menjemput bebebnya dulu ke kelas baru ikut membantu mencari Kaila.


beberapa menit setelah nya, sehabis dari gudang Arion dan El menuju taman belakang, terlihat seorang perempuan duduk membelakangi mereka sambil memainkan ponselnya.


bodohnya para tuan muda itu kenapa tak menghubungi Kaila,


"Sayang" panggil Arion saat sudah berada di samping Kaila, namun Kaila tak mendengar karna menggunakan earphone nya.


"Sayang hellowwwww" ucap Arion lagi sambil mengambil ponsel Kaila


"Eh ponsel gue, ah Vian ihh masih di game itu" ucap Kaila


"Ngapain di sini?"


"bosen aja di kelas"


"Kenapa gak ke ruangan kita?"


"Gak enakan di sini"


"nyinggg nyingg anyingggg" gumam El yang duduk di belakang mereka


"Eh Lo d sini juga dari kapan?" tanya kaila


"Dari jaman purba" jawab El


"Dia ikut aku nyari kamu tadi katanya kamu ngilang di kelas gak ada, jadi ikutan panik nyari kamu"


"ohh maaf deh ,males aja di kelas Feli juga diamin aku"


"udah ke kantin aja yuk?"


"hmm oke Ayuk lapar juga"


mereka menuju ke kantin, El hanya mengekori di belakang mereka. saat melewati koridor Arthur baru saja keluar kelas sendirian,


Arthur lebih sering sendiri karna teman-teman asik dengan doi nya masing-masing.


melihat Arthur yang keluar kelas sendirian,El langsung berjalan lebih dulu dari pada Kaila juga Arion untuk mengejar Arthur.


"Thur Lo mau kemana" tanya El sambil merangkul teman baru nya itu


"Kantin"


"Gue ikut ya , gak mau jadi NYAMUK gue" sengaja kata nyamuk di tinggikan untuk mengefek Arion dan Kaila yang baru saja melewati mereka.


"Jangan rangkul maho Lo"


"ck, gue normal bego"


"Eh nongki pulang sekolah?" ajak El


"Bisa atur aja"


"Lo yang atur gue mah baru di sini"


"oke gue nanti ajak teman-teman gue deh"


"Siap"


mereka tiba di kantin,


...hallo 💜...


Jangan lupa like, komen, dan favorit kan❤️


dan juga jangan lupa di vote ya😌

__ADS_1


__ADS_2