
skip pagi
sebelum berangkat Kaila membalas pesan dari Arion terlebih dahulu dan memberi semangat sang kekasih
padahal dirinya malas untuk sekolah badannya sakit gara-gara kemarin dan juga kalau dirinya tidak hadir ke sekolah Andrea dkk pasti akan merasa senang .
Di sekolah Kaila merasa badannya sakit semua untung saja ada rapat guru untuk mengadakan pensi di sekolah Minggu depan.
"Kaila, kantin yuk laper nihh" ajak Feli
"Ayo gue juga laper" keduanya langsung beranjak pergi karna guru tak masuk banyak para murid kabur ke kantin sudah tradisi turun temurun
Elvano dan Arthur mengikuti mereka ke kantin, El masih sedikit khawatir dengan keadaan Kaila, 80% khawatir kalau Kaila mengamuk dan membunuh seluruh murid , 20% takut Kaila Seperti kemarin pingsan . kemungkinan Kaila di lukai orang lain 95% tidak mungkin, kenapa? karna orang lain lah yang pasti terluka karna kaila , 5% kecuali ada pembunuh yang menggunakan sniper maybe menembak Kaila dari jauh.
"Lo yang antri deh fel, gue gak enak badan nih" seraya memberikan uang selembar
"Gantian ya next Lo yang mesen" Kaila mengangguk
"Lo berdua mau ikut mesen gak?" tanya Feli ke El dan Arthur yang baru saja mau duduk
"Gue nasgor ya, minumnya air mineral" ucap El
"gue juga biar cepet" Feli pun pergi memesan,
Feli bersama dua orang yang membawa nampan berisi makanan yang mereka pesan.
Skip pulang sekolah,
Saat berjalan di koridor menuju parkiran Arion menghubungi Kaila menanyakan keadaan Kaila.
"Kapan pulang?" to the point Kaila
"Lusa kayaknya, belum selesai soalnya" bohong Arion
"kenapa jadi lusa? apa Luke sangat sibuk"
"Iya sayang, aku akan berangkat nanti aku hubungi lagi"
"Iya by, hati-hati jangan lama"
Setelah itu panggilan terputus,
Arion sedang bersiap untuk pergi ke markas BB cabang pastinya untuk bermain dengan pengkhianat.
"Ayo" ajak Kaila ke El yang setia menunggu nya mengakhiri panggilan Arion , El masih tak bisa jauh dari Kaila karna Andrea dkk.
"Kailaaa" teriak Feli di belakang
Kaila menoleh,
"Ke mall ayok nanti jam 7an gimana? tapi mau gak Lo jemput gue?"
"Okeyy, mall mana?" bodohnya Kaila menanyakan mall mana dan seseorang menguping pembicaraan mereka,
"Aston aja" kaila mengangguk mereka
"Ayo pulang" ajak Feli ke Wilasa , setelah menyampaikan apa yang dia mau Feli mengajak Wilasa pulang
"Aston mall? gue bakal kasih tau Andrea" batin Kirana
Mereka kembali ke Mansion masing-masing kecuali El yang nginap di Mansion Keluarga Nelson.
Di kota C,
Arion dan Luke berjalan menuju ruang tahanan, sedari pagi Arion dan Luke mencari keberadaan Bastian yang kabur ntah kemana saat mendengar keduanya akan datang ke kota C, Dengan kemampuan IT para Anggota BB menemukan satu orang di kota besar dan seluk beluk .
"Apa kabar" tanya Arion yang duduk di kursi ruang tahanan
"LO apa-apaan Ri, main kurung gue aja! gue ada salah apa sama Lo" entah pura-pura bodoh atau dasar bodoh Bastian bertanya
"Luke list harga organ tubuh dong sebutin" titah Arion
"yang mahal aja ya Ri" Arion mengangguk
"Paru-paru 4,2M. Ginjal 2,7M. Hati 2,1M. Jantung 1,6 M. Kornea 327Jt."
__ADS_1
"Okeyy, Gue usahain gak bikin tu organ² lecet" ucap Arion sambil menyeringai
"Gila Lo? gue salah apa sama Lo anj" kesal Bastian
"Lo salah apa? Waw kaget gue Lo gak tau diri banget" tukas Arion, ingin marah namun harus sabar
"Gue tau Lo gak bakal bisa ganti duit perusahaan yang Lo pakai buat judi, karna gue baik hati dengan cara ambil organ tubuh Lo kelamaan kalo nunggu Lo ganti bisa-bisa mati kelaparan" tutur Arion,
"gak ada buktinya , Lo gak bisa gue Ri Luk!!" mengelakk
PLAKKKK
"Lo Bastian yang gue kenal ga si?"
Plakkk
"Gue maklumi kalo cuma puluhan juta bas, tapi Lo ambil mau 1triliun gblk, Para karyawan gak Lo gajih lagi"
Buggg
"Luk pisau gue" Luke memberikan pisau ke Arion,
"Minta orang untuk simpan organ tubuhnya" Luke memanggil dokter yang sedari tadi menunggu di depan.
Arion menggores wajah Bastian,
"Ahhkh" rintih Bastian
"Lo congkel matanya jangan sampai sobek, gue gak mau mengurangi harga pasar" cibir Arion kepada dokter itu
"Eh tapi tuan? tanpa bius?" ragu-ragu dokter itu bertanya
"Cepat!! atau mata Lo yang gue cabut!"
"Akhhhhhh"
"Anjinggg"
"Bagus simpan dengan baik" titah Arion
Arion berjalan mendekati Bastian , darah bercucuran dari mata Bastian
(Anjai kaget , jangan tegang sayang)
Crekkkkk
dari dada Sampai perut pelan tapi pasti Arion menggores tubuh Bastian, rintihan dan teriakan menjadi satu hanya di robek belum mengambil organ penting, Arion menggores lengan Bastian , hampir sekujur tubuhnya penuh degan goresan sampai puas mendengar rintihan barulah Arion meminta dokter mengambil organ penting di tubuh Bastian.
Dokter yang menyaksikan itu sudah tak karuan berdiri lemas keringat dingin menyaksikan pembunuhan sadis di depan matanya.
"Urus! gue mau bersihin badan gue dulu" Arion berjalan meninggalkan ruang tahanan.
selesai membersihkan diri ternyata hari sudah menunjukkan pukul 8 malam di kota C , sedangkan di kota A masih jam 7 malam.
Arion menghubungi Kaila,
"Halo kamu dimana?" tanya Arion
"Aku sedang dalam perjalanan mau ke tempat Feli , kami mau ke mall boleh kan? maaf aku baru bilang Sekarang "
"Hmm iya gapapa, kamu hati-hati nanti hubungi aku kalo sudah sampe, sekarang berangkat lah dulu "
"Iya bby see u"
Setelah Panggilan terputus Arion memilih bermain game dirinya berencana untuk membeli beberapa oleh-oleh besok untuk keluarga nya juga untuk kekasihnya.
Di kota A,
Kaila sudah dalam perjalanan menuju rumah Feli tentunya ada dua pengawal yang mengikuti Kaila , dan dua pengawal bayangan yang tidak di ketahui Kaila, sebenarnya Kaila menolak ada pengawal tetapi Wiliam tak ingin adiknya Kenapa-kenapa saat ke mall sendirian.
"Feli gue di depan" Kaila mengirimkan pesan agar Feli keluar rumah,
__ADS_1
Tak menunggu lama Feli sudah keluar rumah dan masuk ke dalam mobil Kaila. Wilasa tidak ikut karna ini girl time , Wilasa yang kesal pun memilih pergi ke markas menemani Naresh .
"eh kai, Sabtu Minggu kan libur gimana kalau kita liburan? ke pantai gitu" ajak Kaila
"Bisa ayo, tapi Arion lusa baru balik"
"ya gapapa biar dia nyusul"
"nanti gue bilang deh"
Mereka melanjutkan perjalanan ke Aston mall, keduanya tampak berbincang dan tak terasa sudah sampai di parkiran, parkiran Kaila selalu dapat yang VIP maybe gara-gara merk mobil mahal Kaila.
Pengawal Kaila mengikuti agak jauh dan menggunakan pakaian biasa, begitu pun pengawal bayangan mereka berbaur dengan orang lain.
"Kemana dulu?"
"Belanja make up dulu deh" mereka bersama menuju toko make up,
Memilih beberapa make up yang sama dengan milik mereka lalu membayar,
Setelah membeli make up mereka menuju toko baju . (emang cewe padahal yang di rumah masih bagus tapi tetap aja beli baru)
"Kita beli samaan dong baju tidurnya" Pinta Feli , Kaila mengangguk menyetujui
(Style Feli saat ini)
(style Kaila saat ini)
Selesai berbelanja baju keduanya memilih untuk makan di salah satu restoran yang menunya sea food.
"Eh kai, Waktu gue pulang duluan kemarin Lo gapapa kan?" tanya Feli yang bersalah tidak menunggu Kaila, Feli tidak tau apa yang terjadi tetapi perasaannya berkata sahabat nya ini kenapa-kenapa.
"Engakk ko, baik-baik aja gue" Feli mengangguk mungkin hanya pikirannya saja.
Setelah menunggu akhirnya pesanan mereka tiba, dengan berbaca doa terlebih dahulu barulah mereka menyantap hidangan yang ada di meja.
Para pengawal pun juga masuk ke dalam restoran memesan makanan , para pengawal kalau tidak makan akan di pecat Keluarga Nelson tidak akan membiarkan para bawahannya hanya menonton mereka makan maka itu kalau salah satu keluarga Nelson yang di kawal lalu pergi ke restoran maka mereka harus makan, biaya mengawal pun ada agar tidak menggunakan uang pribadi untuk bayar makanannya.
"Gimana? Kirana masih ngedeketin Wilasa?"
Feli mengangguk kesal ingin makan orang rasanya, "Iya anjim, kesel banget gua setau gue ya dia gak suka sama Wilasa eh tiba-tiba suka gila ya tu anak"
"Ck, Jangan terlalu di pikirin , toh Wilasa juga cintanya am Lo"
"iya sihh, tapi kan greget aja gitu udah tau Wilasa pacar gue gak tau diri banget"
Selesai makan keduanya memilih untuk membeli minuman Boba lalu pulang, karma sekarang sudha pukul 9 malam. Setelah memesan dan menunggu minuman itu pun sudah jadi, keduanya berjalan menuju pintu utama mall. entah sial atau apa keduanya bertemu Kirana dan Jova , Andrea sedang ikut ke pertemuan bisnis sang ayah.
Kirana yang kesal melihat Feli pun langsung menyenggol lengan Feli alhasil Boba itu tumbah ke bajunya.
"Jalan pakai mata dong" tukas Kirana
"Sabar fel sabar, ini di muka umum Lo gak boleh gegabah" batin Feli yang masih berdiri kaku merasakan es yang mengenai tubuhnya.
"Lo apa-apaan!!! Lo yang gak jalan pakai mata !!!" bukan Feli tetapi Kaila, Kaila tau Feli tak bisa memberontak semaunya mengingat dirinya seorang artis muda ,
"Minta maaf gak?" perintah Kirana
"Gak Sudi, ayo fel " ajak Kaila,
pengawal saat ini sudah bersiap pastinya namun Kaila memberikan kode Bogeman berati tidak perlu atau tidak usah maju cukup menyaksikan.
"Eh anj gak sopan banget Lo, gak di ajarin BoNyok Lo di rumah" Kaila berbalik,
"Kalo Lo emang berani temui gue di jalan XXXX setengah jam lagi" bisik Kaila , darah Kaila serasa mendidih sekarang marah karna sahabatnya di perlakukan seperti ini di muka umum,
"Atau Lo yang mau nentuin tempat? Lo bisa kasih alamat nya ke gue, Lo tau kan Instagram gue kirim aja di situ" bisik Kaila lagi lalu pergi meninggalkan Kirana dan jova
"Okeyy, Lo yang nantang gue siapa takut!!" menyeringai Kirana memiliki rencana untuk mempercepat proses kematian yang mereka bertiga rencanakan.
"Jov, hub Andrea ini kesempatan kita untuk membunuh Kaila" cibir nya bahagia? sangat kesempatan emas bagi mereka untuk menghabisi Kaila hari ini.
__ADS_1
...✨ jangan lupa like dan vote ❤️🔫✨...