Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 74


__ADS_3

Pagi ..


Kaila masih belum sadarkan diri sampai di beri infus, Arion berulang kali menghubungi namun tak ada jawaban.


makin cemas pastinya apa lagi setelah mendengar suara laki-laki yang mengangkat panggilan nya malam itu.


"Makan dulu bang" ucap El pada Wiliam


Kaivan sedang berada di taman belakang markas menyesap rokoknya, Stres? sangatttt


"Nanti gue belum laper El,"


Elvano sudah menceritakan semuanya yang dia tahu bagaimana kalia bisa bangun untuk sekian lama setelah kejadian yang merenggut nyawa nenek dan kakeknya.


Kenapa kalia tak bangun ketika saat Kaila berada di kota B? karna semua urusan yang menurut Wiliam ataupun Kaivan memicu terbangunnya kalia mereka ambil alih sendiri, walau tak melarang kaila itu apapun yang dapat membahayakan nyawanya, bukan tak sayang nama sensasi nya berbeda aja.


"Oh ya, Kaila punya Doi bang?"


"Gak tau!"


"Dih ko gitu jawabnya"


"Dah sana Lo keluar! Kaila butuh istirahat" usir Wiliam , kesal aja Wiliam mendengar kata pacar,doi ,kekasih,calon suami apalagi tertuju untuk adiknya Kaila atau Athifa.


El malah selonjoran di sofa,


Hari ini, hari Sabtu sekolah libur karna sekolah Sampai Jumat ,


Saking stres nya Kaivan, dia malah membeli sebuah mansion muat 5000 orang, setelah memilih secara online merasa cocok Kaivan meminta Kevin mengantarkan nya untuk membayar.


"Gue keluar dulu" memberitahu kepada Wiliam


"Gue ikut donkkkk bangg" El mengajukan diri


"Yaudah ayo"


mereka dalam perjalanan, jauh dari markas dan masuk ke daerah pertokoan.


"Mau ngapain?" tanya El


"Transaksi"


"Lo jual narkoba? "


"Mulutnya minta di sekolahin"


"Trus ngapain? Lagi pusing gue trus gak sengaja liat mansion ya udah gue beli aja, biar gak nginep² apa lagi BoNyok mau ke kota A."


"Daebakkkkkkkk!!!!, orang kaya mah bebas, gue numpang aja deh"


"Matamu"


mereka turun di salah satu kantor,


setelah berbincang mereka di ajak untuk ke lokasi mansion yang terletak sedikit jauh dari pemukiman tepatnya pinggiran kota tertutup oleh pepohonan sangat sejuk pastinya.


"Bagaimana pak?"


Kaivan melihat-lihat luar dalam mansion.


"Oke deal, Oh ya langsung mobil siapa nih?"


"Semua barang dan kendaraan milik bapak ,sudah ke lengkap tinggal tambahkan yang di inginkan"


"Ok"


setelah deal deal an mereka berencana kembali ke markas namun El mengajaknya ke mall Ulun membeli peralatan sekolah.


tak butuh waktu lama mereka sudah kembali ke markas setelah apa yang El inginkan.


"Masih belum sadar?" tanya Kaivan


Wiliam hanya mengangguk, beberapa detik kemudian Kaila menunjukkan bahwa akan terbangun.


"Eughh" ringisnya


"Haus?" tanya Wiliam, Kaila mengangguk .


Setelah itu kembali Kaila kembali terlelap lagi,


Panik ketiga tuan muda itu setelah sadar bahwa Kaila kembali terlelap.


"Kaila?"


"Princess??"


"Bocil"


ucap ketiganya


"Duhh Apaan sih!!! gue ngantuk Lo pada bisa diam gak?"

__ADS_1


"Oke maaf princess" ucap ketiganya bersama


"Syukurlah" gumam Wiliam


mereka keluar dari ruagan Kaila,


"Lo kemana tadi?" tanya Wiliam pada Kaivan


"Beli mansion"


"Hah? apa?"


"beli mansion"


"Gebleknyaaa" sambil memukul Kaivan


"Kenapa sih! duit gue juga ,oh ya suruh Kaila pindah ke mansion, bentar lagi ultah papah kita rayain di kota A aja sekalian selamatan"


"Enek banget ni mulut ngomongnya"


El hanya memperhatikan perdebatan kedua Kaka beradik itu, sampai mereka terhenti ketika Kevin datang.


"King"


"King yang mana?" tanya Kaivan


"King Wiliam"


"Kenapa Vin?"


"Saya di beritahu asisten pribadi tuan katanya Nyonya dan Nona Athifa sudah boleh pulang, Tuan menanyakan keberadaan king berdua"


"Astaga gue lupa" sambil menepuk jidatnya


"Trus gimana bang?"


"Besok kita pulang , tunggu Kaila bangun kita pulang ke apartemen Kaila lalu ke mansion"


" berguna kan mansion" sambil mengangguk kaivan.


mereka beristirahat sambil menunggu Kaila bangun.


Sedangkan saat ini Arion terus menerus menghubungi Kaila, semakin siang Kaila belum menghubungi Arion.


"kamu kemana sih kai" gusar Arion


Arion berada di apartemen nya sambil menanti Kaila pulang.


pikiran Arion tak karuan karna Kaila tak ada kabar, Arion menempatkan beberapa anak buahnya berjaga di dekat apartemen,


"Bang" panggil Arion


"Tumben? ada apa Lo?"


Tak dapat jawaban dari pertanyaan Arion,Luke pun mengatakan apa yang iya temukan.


"Laki-laki yang kita cari, gue sudah tau siapa. namun saat gue kasih perintah ke anak buah kita untuk membawanya ke markas, laki-laki itu tak dapat di temukan"


"Lalu? kalian tidak mencarinya ke seluruh kota? negara? dunia? bagaimana pun cari sampai ketemu!!!"


Arion berjalan meninggalkan Luke, mood Arion serasa kacau dia butuh Kaila, di ruangan khusus untuknya Arion merebahkan badannya dan mencoba tertidur.


Sore nya Arion masih berada di dalam mimpinya , sedangkan di markas BD Kaila baru tersadar.


baru tersadar Kaila di suguhi segelas kaca yang berisikan air berwarna merah, sesuai permintaan kalia kepada El untuk memberikan kepada Kaila.


"Lo semua keluar dulu, gue mau sendiri"


ketiga tuan muda keluar sesuai kemauan Kaila, dengan rasa kesal di usir adiknya Wiliam dan Kaivan menggerutu kesal


"Durhaka banget ni bocah"


"Potong uang jajan"


"kezel Abang deks"


"Lo sih Wil jahat"


beberapa gerutu mereka yang dapat di simpulkan,


Di dalam ruangan itu Kaila berdiri mendekati cermin, Kaila memandangi bayangannya mata kirinya berubah merah pekat.


"Kal kangen"


"Kai kangen juga heheh"


"Kal haus, sengaja kal nunggu kai biar sama-sama"


Kaila atau kalia meminum darah di gelas itu yang hanya hanya seperempat gelas, kenapa gak banyak? karna hanya perlu segitu bagi keduanya.


"Kai jangan nangis ya? jangan bikin sesak di dada, kalo kai marah tapi gak bisa ngelawan bilang kal biar kal yang balas"

__ADS_1


"Hehehe Maafin kai ya kal, Dah kal bobo sana kai harus pulang"


"Dah sayang nya kal"


setelah itu Kaila berjalan keluar ruangan, sambil membawa gelas yang sudah kosong dan tersisa sedikit dan bercak darah.


"Kaila , gapapa?" tanya Wiliam


Kaila hanya mengangguk


"Mau makan?" tanya Kaivan


Kaila menggeleng,


"Gue beli mansion di sini, nanti pindah ke sana ya? jangan di apartemen biar kita gak susah kalo semua kumpul"


"Terserah Lo aja bang, Gue pulang Lo pada ikut gak?"


"Bentar Napa bocahh, gue lagi ngurus kerjaan"


"Yodah gue pulang sendiri"


"Dihhh, yodah ayo pulang sekalian beres-beres buat pindah"


"Harus banget ya?"


"Iyalah Lo mau gue tidur sama Lo?"


"G"


mereka pun pulang, Elvano sedari masuk mobil menjahili Kaila selalu, kedua abangnya berada di kursi depan.


baru tiba di parkiran apartemen, anak buah Arion sudah mengabari kalau Kaila sudah pulang.


"Woy"


"Bos ARIONN"


"Woy jink"


"Ri, kata anak buah Kaila sudah balik"


"Kaila sama cowo"


setelah mendengar jelas kata-kata Kaila sama cowo Arion langsung terbangun,


"Ngadi-ngadi mulut Lo!!" ucap Arion


"Ck, benar geblek anak buah lapornya gitu tiga pria"


"Mau gue jahit mulut Lo? dah ah gue balik!!!"


Arion pergi meninggalkan markas, dengan cepat Arion kembali ke apartemen.


tiba di apartemen, Arion langsung menuju apartemen Kaila, dia ingin mengetahui keadaan Kaila,


Ding dong


"Buka El" perintah Wiliam


"Nyuruh Mulu bisanya"


El berjalan menuju pintu,


clekk


"Ada apa?nyari siapa?"


Arion kaget, laki-laki asing yang membuka pintu apartemen Kaila, "Gue pacar Kaila, Lo siapa? mana Kaila?" rasa kesal bercampur cemburu yang Arion rasakan saat ini.


"Kailaa" teriak El


"Bisa gak sih Lo gak usah teriak!!" kesal Kaila yang namanya di panggil Elvano


"Vian?" langsung memeluk Arion namun tak di balas Arion, Arion mencoba meredakan gejolak panas dalam dirinya dan mundur melepaskan pelukan Kaila


"Kenapa?" tanya kaila


"Dia siapa?"


Kaila menatap ke Elvano ,sedetik kemudian El malah merangkulnya, Arion masih menahan diri sedangkan Kaila mencoba melepaskan tangan El dari bahu nya


"LEPAS ANJ!! " kesal Kaila


"Apa maksud kamu kai?? kamu selingkuh?"


Halloo❤️


Like komen favorit kan❤️❤️


vote jangan lupa bby🙏

__ADS_1


__ADS_2