Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 151


__ADS_3

"Aku mau mengangkat panggilan dulu, Res tolong jelaskan apa yang sudah kita bicarakan tadi malam" Naresh mengangguk


"Aku permisi dulu"


Arion berjalan keluar ruangan,


...❤️...


"Sayang?"


^^^"Yes honey?"^^^


"maaf mengganggu,


Apa kamu sibuk? "


^^^"Sedikit, ada apa?"^^^


"Ah tidak ada, aku cuman


mau bilang kalau aku mau ke


markas ada urusan sebentar"


^^^"urusan apa?"^^^


"Hanya mengecek peliharaan"


bohong Kaila,


"Boleh kan? Ah ya aku bakal


pergi sama El dan Al jadi kamu


tenang aja"


^^^"Hmm yasudah, kabari aku kalau^^^


^^^ada apa-apa?"^^^


"Baby aku titip ke Mommy,


Jadi nanti kamu pulang ke


rumah aku ya ? nanti ku minta


ijin mami sama papa"


"Aku mau berangkat"


^^^"iya sayang hati-hati"^^^


...Panggilan berakhir...


Arion masuk ke dalam ruangan lagi,


"Maaf menganggu rapat nya" Arion kembali duduk.


......Luke (chat)......


^^^"Kirim dua pengawal untuk^^^


^^^mengawal Kaila, jangan sampai^^^


^^^Kaila menyadari keberadaan^^^


^^^mereka dan beri perintah^^^


^^^selalu kabari tiap jam"^^^


"🖕🏻🖕🏻🖕🏻"


^^^"Gajih Lo gue potong 70%"^^^

__ADS_1


"Anj"


"Becanda tai"


"JANGAN gitu anj"


^^^"Read"^^^


Arion mematikan ponselnya dan kembali fokus mendengar penjelasan Naresh, sedangkan Luke menatapnya tajam ingin rasanya melempar ponselnya ke wajah Arion saat ini juga.


Setelah hampir satu Dua jam lebih mencari titik penyelesaian akhirnya mereka bisa beranjak pergi, perdebatan sengit antar kedua pihak namun akhirnya pihak kepolisian yang di pukul mundur oleh Arion dkk.


"Kalau begitu saya akan menjelaskan ke para media, saya minta kerjasama semuanya dan juga di dampingi pihak kepolisian" Ucap Tuan Walsh


"Sudah selesai kan? Kalau ada lagi minta ke asisten saya. saya ada urusan dulu" ucap Arion


"Pa, Om Arion ada urusan, pamit duluan" mereka mengangguk Arion langsung pergi meninggalkan mereka.


Di tempat lain,


Kaila sedang menghajar habis-habisan Andrea, Kaila awalnya sedang rebahan santai dengan baby boy namun tiba-tiba anak buah di markas menghubungi dirinya ,


mengatakan kalau Andrea dan Kirana berkelahi di dalam sel dan sekarang Kirana dalam penanganan dokter beberapa bagian tubuhnya termasuk wajahnya penuh dengan cakaran.


"GUE KUMPULIN LU BERDUA BUKAN BUAT UNTUK RIBUT ANJ"


BUGG


BUGG


BUGG


"AKHHH"


"UHUKKKK"


"UHUKK"


"kalo salah satu dari kalian mati, semua usaha gue sia-sia Lo tau gak hah!!!"


BUGG


PLAKKK


tamparan terakhir membuat Andrea tidak sadarkan diri,


"URUS JANGAN SAMPAI MATI, KALAU MATI LO YANG BAKAL JADI PENGGANTI" anak buah Kaila mengangguk cepat dan membawa Andrea ke tempat ruang medis dimana ada Kirana di situ,


Kaila berjalan menuju ruangannya hendak membersihkan diri, Dirinya berangkat ke sini sendiri para pengawal di minta Kaila untuk tidak mengikuti nya karna tujuannya hanya satu saja, walau ada pengawal bayangan yang di tugaskan,


"Vin beliin americano iced" Kevin mengangguk lalu pergi meninggalkan Kaila ,Membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Setelah selesai, Kaila merebahkan dirinya firasat nya sedari tadi tidak enak entah kenapa rasanya tubuhnya panas bertanda akan terjadi sesuatu, tetapi Kaila tidak terlalu memusingkan karna cukup banyak sudah yang di pikirkan nya.


tokk


tokk


tokk


"Queen" Kaila berdiri untuk membukakan pintu, Kevin memberikan pesanan Kaila juga beberapa cemilan paha ayam crispy untuk kaila,


"Thanks Vin, gue mau istirahat" Kaila melirik jam tangan nya


"Jam 5 bangunin gue" Kevin mengangguk lalu pamit pergi


Sekarang baru pukul 12 siang,


Arion dalam perjalanan menuju rumah Kaila, sesuai permintaan Kaila dirinya akan pulang ke rumahnya, Arion juga sebenarnya sangat lelah tak ada Istirahat full baginya namun itu tidak masalah agar orang-orang di sayangnya bahagia.


Sebelum pulang tadi, Arion menghampiri para anak-anak itu dan berpamitan untuk pulang awalnya mereka tak mengijinkan Arion pergi tetapi anak yang paling tua membantu meyakinkan kalau Arion akan datang lagi menjenguk,


Barulah Arion bisa pulang meninggalkan para orang tua dan teman-teman nya yang sibuk mengurus urusan yang ada, bukan Arion pergi dari tanggung jawab,

__ADS_1


Tetapi semuanya rencana yang sudah di susun dan apa saja yang harus mereka lakukan itu semua berkat pemikiran dan pengambilan keputusan cepat dari Arion, maka para anak buahnya hanya perlu melaksanakan.


tentang orang tua nya? itu sebenarnya di luar rencana tetapi untung saja mereka mau ikut terlibat jadi beban Arion sedikit berkurang.


Di Mansion Keluarga Nelson,


"Eh Daddy kamu udah datang" ucap mommy seraya melambaikan tangan bayi kecil itu ke Arion


Arion tersenyum melihat momen di depannya, Sebelum menghampiri bayi kecil itu Arion ijin membersihkan dirinya terlebih dahulu,


Awalnya kamar Arion berada di lantai bawah tetapi Kaila meminta kepada orang tuanya untuk di perbolehkan satu kamar dengan Arion,


Awalnya banyak yang menolak permintaan sang terutama Wiliam,


Jangan panggil Queen kalau dirinya tak memiliki pemikiran licik, setelah perdebatan beberapa saat akhirnya sang Daddy menuruti permintaan Kaila.


Jad barang Arion yang sengaja Kaila minta bawa di pindahkan ke kamar Kaila, Arion pun dengan senang hati di berikan kepercayaan oleh keluarga Kaila maupun Kaila sendiri sudah dapat lampu hijau belum aja di gas.


Selesai membersihkan tubuhnya Arion dan bersiap Arion langsung turun ke bawah untuk ikut bermain bersama bayi kecil itu.



Arion langsung tersenyum melihat bayi kecil yang sedang rebahan seraya menendang-nendang angin.


Kaila dan Arion sama-sama sangat menyukai anak kecil dan bisa merawat nya karna dulu mereka ikut membantu merawat adik terakhir nya Athifa maupun Thalia.


Arion bermain bersama Sampai kira-kira satu jam lebih bayi itu menangis karna kehausan, Arion langsung membawa bayi tersebut ke dalam dekapannya lalu memberikan susu agar tenang,


Di markas BD ,


Kaila sedang tertidur lelap setelah mendapat kabar kalau Arion sudah berada di rumah, dirinya langsung mematikan ponsel agar tidurnya tidak terganggu,


Para anak buah BD terlihat sangat santai di luar namun tekanan batin karna pekerjaan mereka, walau begitu tetap saja mereka senang bekerja dengan keluarga Nelson.


Di tempat lain,


Tuan Lovata sedang menyusun rencana setelah tau dimana lokasi Kaila menyembunyikan Andrea, entah siapa yang membocorkan informasi penting itu keluar atau penyusup mana yang berani mengorbankan nyawanya berurusan dengan Kaila.


para mafia ini awalnya ingin menyelidiki Kaila saja namun mereka seperti mendapat jakpot yang mana mengetahui kalau Andrea anak walikota itu di tahan oleh Kaila, sebenarnya Tuan Lovata tidak begitu yakin kalau Kaila lah yang menculik Andrea terali mendengar ucapan Orang-orang berbaju hitam di depannya ini dirinya pun mempercayai ucapan itu.


"Apa kau yakin?"


"Tentu tuan, tapi bayaran yang harus anda keluarkan juga tinggi"


"Ck, naif sekali baiklah berapapun jumlah uang yang kalian minta saya akan berikan, asal anak saya segera kalian bawa pulang!"


"Tentu, bayar setengah dulu agar kita segera melakukan tindakan"


Tuan Lovata menuliskan cek bernilai tinggi dan memberikan kepada ketua mafia tersebut, Awalnya tuan Lovata ragu untuk meminta bantuan para mafia ini namun demi putri kesayangannya apapun itu dia lakukan.


"Terimakasih atas kerjasama nya, dan jangan sampai membocorkan informasi tentang kami. sampai ada yang tau? kau sudah tahu akibatnya kan?" Tuan Lovata mengangguk


Dua orang berbaju hitam itu pun pergi meninggalkan restoran tersebut, Akhirnya Tuan Lovata bisa bernafas lega berada di antara keduanya membuat nafas nya terasa sesak.


Selang lima belas menit barulah Tuan Lovata pergi dari restoran tersebut bersama pengawalnya.


"Tunggu sebentar lagi putri ku" gumamnya saat memasuki mobil.


Mansion Keluarga jovanka,


Jova yang semakin hari kian memprihatinkan, banyak para fans dirinya dan kedua temannya mengirimkan pesan kepadanya,


mempertanyakan keberadaan, kebenaran, apa yang terjadi sebenarnya sampai-sampai mereka bertiga tidak ada lagi kabar beritanya. akun Instagram jova pun di nonaktifkan karena banyak nya pertanyaan tiap jam yang masuk.


"Jov makan yuk? mama buatin kari kesukaan kamu" ajak sang mamah


"iya nanti"


selalu nanti, jova bisa makan dua kali sehari itu pun jika dia sudah tidak tahan lagi, jovanka tak ingin di temui siapapun kecuali keluarga nya, berulang kali keluarga Senna maupun Lovata ingin menemui jova menolak.


"Ayo jova makan! mamah tunggu!!!" tegas sang mamah


...Click...

__ADS_1


Jova keluar dari kamar dengan keadaan acak-acakan,


...✨ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ✨...


__ADS_2