
"Ar gue denger di dunia bawah emang ada mafia baru dan sudah beberapa kali juga mereka nyerang markas mafia lain demi dapat pengakuan" tutur Kaivan
Kedua kubu mafia ini sedang berkumpul di ruang kamar pasien yang sudah di pesan mereka membahas tentang kejadian kemarin Arion tak bakal membiarkan siapapun hidup tenang kali ini dirinya benar-benar akan murka,
"Pengakuan? maksudnya Gelar?" Kaivan mengangguk
"King of the devil itu yang dia inginkan" tambah Luke
"Lalu urusan dengan Kaila?" tanya Arion
"bego ! ya karna kaila Queen of the devil mereka ingin melemahkan king dengan cara membunuh Queen! Queen kalah kini tinggal ngebunuh King!" jelas Luke,
"Sialan! tapi kenapa mereka nyerang markas cabang BD? tidak markas utama?"
"Eh iya ya ko gak markas utama" kini Wilasa ikut berbicara
Di sini ada Arion, Ares, Wilasa ,Luke ,Kevin, Kaivan , dan Wiliam tak ada orang tua karna ini sudah tanggung jawab mereka ya walau tanggung jawab orang tua juga tetapi Wiliam meminta mereka saja dulu yang menyelesaikan sampai ketemu titik terang, sedangkan El dan Al masih belum bisa datang ke negara A,
"Sebenarnya markas utama BD sempat di serang tapi mereka kalah" ujar Kaivan
"Lalu? bagaimana bisa mereka menyerang markas cabang ?" Arion terus menerus bertanya
"ada yang mengatakan kalau Queen berada di markas cabang negara A" kini Kevin yang menjawab,
Arion memijit pelipis kepalanya, dirinya tak akan melepaskan siapapun.
"Res cari tau! gue mau semua sudah ketemu dalam 1hari. gue tunggu besok malam!" Arion beranjak walau tak sopan beranjak lebih dulu tetap saja kalau di diam di sini yang ada semuanya makin runyam.
Arion berjalan ke arah kamar sebelah yang mana ada anak-anak nya sedang istirahat di temani mertua juga orang tuanya,
"Siapa yang berani membocorkan keberadaan Kaila" Ares memijit pelipisnya
"Bang tolong interogasi, ah itu tak mungkin menemukan nya" lanjut nya lagi
"Siapa aja yang tau keberadaan markas Vin" tanya Wiliam
"Anggota BD"
"hmm.. maksud gue orang di mansion"
"Para maid dan anggota BD" Kevin tampak berpikir,
"Baby sister yang bernama Mery" tambahnya, Wiliam Kaivan mengerutkan keningnya mereka tidak tahu tentang itu,
__ADS_1
"Queen sempat beberapa kali mengajak Mery ke markas dan pernah hampir di bunuh karna melukai Tuan muda tak sengaja memotong kulit saat gunting kuku"
"Itu saja?" tanya Kaivan
"Iya, tetapi gerak gerik Mery beberapa bulan terakhir dan saat di bawa ke markas seperti sedang mencari sesuatu"
"Siapa tahanan baru kaila"
"Rena anak dari Renaldo" ujar Ares
"Cari hubungan mereka" titah Wiliam
...🦍🦍🦍🦍🦍...
Arion duduk di sebelah anak bungsu nya yang tertidur pulas, Davian anak itu tak tidur seketika mode senggol bacok nya aktif dirinya waspada takut kalau ada orang yang juga mengincar nyawa keluarga nya yang lain,
"Daddy" Arion menoleh
"Kenpa boy?" Arion menepuk bahu Davian
"Mommy baik-baik aja kan?"
"iya mommy akan segera bangun tenang saja mommy kalian itu kuat" Arion mencoba menenangkan Davian juga menenangkan dirinya
"Aku gak suka mommy sakit" ucap nya seraya menunduk
Arion membawa Davian ke dalam pelukannya tangis Davian si pria gunung es terdengar ah anaknya ini yang so cool di depan orang malah menangis di depannya,
"everything will be fine boy" Davian mengangguk,
"Tidur besok sekolah kan?"
"dav want to be here, don't want to go to school"
(Dav mau di sini, gak mau sekolah)
Mata Arion tak sengaja bertemu dengan mata Mery, Mery seperti salah tingkah saat keduanya bertatapan walau beberapa detik saja karna Arion kembali dengan wajah datarnya,
"mau makan gak? belum makan kan tadi?"
"Ayo kita cari makan dulu" Arion mengajak sang anak tanpa mengajak Mery ,
"A.. anu tuan saya boleh ikut?"
__ADS_1
"Tidak, pesan gojek aja buat anda!" di tolak mentah-mentah oleh Arion,
gak mungkin Arion mengajak Mery apakah awak media kalau tiba-tiba ada yang mengetahui mereka bisa-bisa jadi skandal baru, apalagi baru menikah dirinya dengan Kaila .
"Tap.." belum sempat selesai berucap Wiliam Kaivan dan Ares juga Kevin datang, Wilasa ijin pulang karna besok ada jadwal pemotretan
"Bang udah makan?" tanya Arion,
"Udah gue sama Kaivan tadi"
"Lo res?"
"udah juga tapi laper lagi si"
"yaudah mau ikut gak? gue sama Davian mau cari makan" Ares mengangguk,
"Bang titip anak-anak ya"
"Aman Ar" ujar Kaivan,
mereka pun meninggalkan ruangan itu..
kini tinggallah Wiliam Kaivan dan Mery yang masih bangun, Wiliam fokus dengan ponselnya karna mengabari sang kekasih sedangkan kaivan fokus ke laptop sesekali melirik kearah anak-anak yang tertidur,
"What is your name?"tanya Kaivan
(siapa nama mu?)
"me? I'm Mery sir" jawab Mery
(saya? saya Mery Tuan)
"do you want to die?" Kaivan menatap Mery,
(apa kamu mau mati?)
Mery menatap Kaivan tanda bingung maksudnya apa,
"Maaf tuan saya tidak mengerti"
"bagus lah" cuek Kaivan lalu kembali fokus ke laptop nya.
Mery seperti terhimpit di ruangan paling sempit karna keduanya seperti mengeluarkan aura ketidak sukaan kepada dirinya, walau masih belum di ketahui siapa yang membuat kekacauan ini tapi tetap saja Possesive brother Kaila ini sedang menahan diri dari segalanya.
__ADS_1
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...