Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 204


__ADS_3

Sedangkan yang mencabut infus nya hanya ternganga bingung melihat celotehan orang dewasa entah menasehati maupun menceramahi nya dengan cara halus,


Arion membawa Alana menjauh dari ranjang Al seraya melepaskan jarum infus itu takut tertusuk ke tangan kecil Alana,


"Sakit gak?" tanya El seraya nyengir tanpa dosa,


"Sakit lah masa enggak" sambung Ares,


"siapa yang minta Ala buat cabut infus uncle Al hmm??" tanya Arion seraya memangku sang anak,


"Uncle El dad"


Kevin membawa perawat masuk untuk memasangkan infus ke tangan Albert lagi,


"Awas Lo El abis Lo dapet gue!" gerutu Al kesal,


"Mom Albert Lo gue sama Abang"


"Albert sopan dikit"


"El ngeselin mom!!"


Setelah perdebatan kakak beradik perihal infus, Kaila yang tadinya berencana untuk ke markas kini di tunda dulu. Mengingat kejadian tadi Kaila seketika berubah pikiran untuk mengeksekusi Mery,


kenapa tidak jadi?


(tulis pendapat kalian di bawah)


Kini Kaila Arion dan Ares berada di restoran sebelum pulang mereka akan makan malam terlebih dahulu karna anak-anak lapar sedari sore belum makan,


"Menurut kamu gimana?" tanya Kaila ke Arion perihal kecelakaan tadi.


"Aku juga mikir kaya gitu, namun siapa yang berani melakukan hal seperti itu?"


"Dan aku merasa sebenarnya mereka mengincar aku namun karna saat itu El tiba-tiba berada di samping dan agak ke depan seperti menghalangi hingga mereka yang kena"


"Kita bahas nanti sekarang makan dulu" Arion hanya tak ingin anak-anak ikut dalam pembicaraan orang dewasa apalagi masalah seperti ini yang pastinya menyangkut nyawa,


"Anak-anak home schooling aja dulu" saran Kaila,


Dirinya hanya takut kalau anak-anak yang di targetkan kali ini dan Kaila tak akan membiarkan hal seperti itu terjadi,


Selesai makan malam ,


Kini mereka sudah berada di rumah. mereka sedang duduk di ruang keluarga, Saat ini Ada beberapa anggota inti BD juga ada Arion Ares Wilasa, walau Wiliam dan Kaivan hanya ikut melalui video call karna tak bisa meninggalkan pekerjaan mereka,


Dan Kaila tak meminta mereka untuk datang hanya karna masalah kecil seperti ini, Kaila hanya ingin minta pendapat dan meminta pengawalan ketat untuk seluruh anggota keluarga.


"yang pasti anak-anak dulu kai" tutur Wiliam,


"perusahaan kita gak ada masalah kan?" seketika otak kaila memutar kalau bukan masalah antar mafia bisa jadi masalah investor atau para pesaing di dunia bisnis,


"Aman semua di bawah kendali gue sama Wiliam"


"Perusahaan kalian aman kan?" tanya kaila ke Arion,

__ADS_1


"Aman juga" tutur Arion, memang aman semua juga di bawah kendali Keluarga Walsh.


"pernikahan bulan depan kan? 2minggu dari sekarang?" tanya Wilasa, Kaila Arion mengangguk


"Gak ada yang ganjal apa di perusahaan kalian ?" tanya Wilasa lagi,


"Engg... tunggu" Ares mengingat kejadian tadi saat rapat, Mata Ares dan Arion saling bertemu bertukar pikiran melalui tatapan entah benar atau tidak,


"Cari tahu Tentang Si tua Bangka itu! malam ini harus ada!" titah Arion,


"Berani sekali bermain-main dengan ku" batin Arion lalu menyeringai,


"Siapa si tua Bangka?" tanya Wiliam tersinggung dengan kata tua,


Jadi Arion menceritakan tentang kejadian saat rapat penting hari ini, yang mana sebenarnya membahas tentang kepemilikan akan menjadi milik Arion karna sebentar lagi dirinya akan menikah,


dan si tua bangka yang di maksud adalah Tuan Renaldo salah satu rekan bisnis ayahnya kenapa bisa ikut dalam rapat? karna dia juga ikut berinvestasi dan memiliki sekitar 10% saham di Walsh company.


Berulang kali mencoba menjodohkan anaknya dengan Arion sedari SMA namun Arion menolak mentah-mentah, anak perempuan nya juga sempat melabrak Kaila namun kalian tau sendiri seperti apa kaila bukan?


karna kaila saat itu bersama anak-anak dirinya tak bisa melakukan apapun namun bisa membuat mental perempuan itu jatuh, berniat mempermalukan Kaila malah dirinya yang di permalukan.


"Oh ayah si perempuan 1 tahun lalu dek?" tanya Kaivan , Kaila mengangguk


kini mereka mencoba mencari tahu lebih tentang Keluarga Renaldo. karna sudah cukup malam besok harus bekerja mereka pun menuju kamar masing-masing kecuali Ares Wilasa Kaivan, hanya tuan rumah yang menuju kamar yang lain pulang,


Di kamar,


"maaf" tutur Arion


"maaf kenapa by?" tanya kaila


"Gapapa sayang, udah tidur besok kamu kerja"


Arion memeluk Kaila merasakan aroma tubuh kaila membuat bisikan setan namun Arion melawan kehendak setan itu belum waktunya itu itu.


.................


(Yakali Arion mengalah dengan setan yang tak terlihat padahal dirinya sendiri setan -author)


"Ngajak tawuran kayaknya author" Arion


"Hayukkk"


"TIDUR ARION" titah Kaila,


"iya sayang" kelemahan Arion,


...*maaf gak jelas*...


..................


Pagi nya,


Arion berangkat pagi ke kantor lebih cepat dari biasanya karna masalah yang terjadi saat ini, Kaila pun hari ini akan ke rumah sakit menggantikan Mommy El berjaga karna hanya mereka saja lah keluarga yang ada saat ini,

__ADS_1


"Mommy ikut" ucap Alana,


"not just at home, because the teacher who will teach you will come soon "


(tidak kalian di rumah saja, karna guru yang akan mengajari kalian akan datang sebentar lagi)


Alana langsung cemberut namun semenit kemudian mengangguk karna Davian mengatakan kalau anak-anak yang ikut ke rumah sakit itu bisa rentan sakit jadi lebih baik menunggu mommy di rumah dan belajar.


"Dav jaga adik-adik ya? mommy gak bakal lama setelah Opa Ken datang mommy pulang" Davian mengangguk


..................


"Gue bawain buah mau gak?" tanya kaila


El dan Al saling tatap lalu mata mereka melirik ke arah meja yang mana penuh akana buah-buahan yang di belikan Anak buah Albert tim hacker, dan beberapa anak buah BD lainnya,


"Astaga kalau tau udah banyak buah gak gue beli sayang duit" gerutu Kaila,


"Anjir gak iklhas ngasih si tai"


"Brisik Lo lagi knock jangan banyak bacot"


"luka gini doang mah kechell" seraya Menaik turunkan Kedua alisnya,


Perdebatan mereka terhenti kala Albert mengatakan kalau kecelakaan kemarin di rencana kan oleh seseorang dan parahnya lagi sopir kemarin bunuh diri dengan racun yang ada di dalam mulutnya,


Kaila baru mengetahui tentang ini karna dirinya sibuk mencari tahu pelaku tanpa ingat kalau sopir yang menabrak itu juga ada di rumah,


"Aku melupakan pion penting nya" El mengangguk setuju si bodoh ini melupakan pion yang jelas ada di dekatnya ,


...Drtttt ...


...Drtttt...


...Drtttt ...


...No tidak dikenal (calling)...


..."Lepaskan status mu kalau ingin anak-anak mu selamat!!"...


..."Pergi dari negara ini dan jangan pernah kembali lagi ke Arion!!"...


..."Anak-anak Lo saat ini dengan gue!!"...


..."kalau Lo gak lepas status dan pergi mereka akan mati, gue tunggu keputusan Lo 1x24 jam!"...


..."Gue bakal hubungin Lo dengan nomor berbeda-beda. kalo Lo bertindak tidka sesuai dengan perintah gue apalagi sampai membawa polisi anak Lo yang tua akan mati lebih dulu!"...


...Panggilan berakhir....


"kai? are you okay?" Tanya El,


(kai? Lo baik-baik aja?)


perubahan wajah Kaila sangat-sangat tidak baik, panik kaget marah campur aduk andai Kaila tokoh kartun bisa-bisa tubuhnya mengeluarkan api merah yang sangat mengerikan.

__ADS_1


"Al Cctv cctv rumah!!"


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...


__ADS_2