Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 43


__ADS_3

Cukup lama mereka duduk di taman belakang markas, mereka kembali ke dalam ruangan pribadi Arion .


Kaila mengambil handphone nya untuk menghubungi Wiliam dan orang tuanya.


Kaila sering bertukar kabar melalui pesan tidak saling bertatap muka (video call) maka itu Kaila ingin menghubungi orang tuanya.


Calya ibu Kaila sedang membaca majalah di depan tv .


**Dreetttt


Dreetttt**


"Mamahhhh" ucap kaila saat sang ibu menjawab panggilan nya.


"What is it, honey?Mamah merindukan mu kai" dengan ekspresi wajah tak bersemangat


"I also miss mom dad and the others "


"Ada apa dengan tangan mu?"


"Ah ini, saat gelap Kaila kita itu handphone Kaila eh ternyata pisau"


"Jangan ceroboh, Tifa sayang ka Kaila nih"


Athifa mendengar nama sang kakak langsung berlari menghampiri ibunya dan mengambil alih ponsel sang ibu.


"I miss you sis "


"I miss too, Saat libur sekolah nanti aku akan ke sana kita akan jalan-jalan okey"


"promise? Tifa tunggu ka Kaila pulang"


"Mau oleh-oleh apa?"


"souvenirs? no need sis, asalkan ka Kaila pulang aku sudah senang"


"Tunggu aku okey? nanti lagi kita lanjutkan Kakak harus menghubungi bang Wiliam"


"Iya kak"


"see u dear "


Setelah panggilan berakhir. Arion yang sedari tadi memandangi Kaila yang sedang asik melakukan video call dengan ibu juga adiknya ikut senang melihat kaila tersenyum.


Sekarang Kaila menghubungi Wiliam, Wiliam sedang ada rapat pemegang saham yang di lakukan tiap akhir bulan mau itu hari Minggu rapat tetap di laksanakan setiap tanggal 25 .


ponsel Wiliam bergetar " Ugly little sister " nama kaila di ponsel Wiliam


karna Wiliam yang memimpin rapat dia pun memberikan waktu istirahat sebentar untuk mengangkat panggilan dari Kaila, karna mereka di ajarkan


Pekerjaan penting ,tetapi Keluarga lebih penting utamakan yang harus di utamakan


"Darimana saja!! Kau lupa kalau kau punya orangtua dan sodara hah!" kesal Wiliam sambil melakukan video call dengan Kaila. saat ini Wiliam berada di ruang kerjanya.


"Buka begitu bangg" Kaila membela dirinya.


"Terserah kau saja, aku sedang rapat jadi aku akan to the point. Kau tadi malam dimana?"


"Aku? Aku menghadiri pesta ulang tahun teman ku di hotel Young salah satu hotel terbaik di kota A"

__ADS_1


"Kebetulan sekali, temanku berada di situ dan dia bilang ada tuan muda yang mana wanitanya di culik, aku punya firasat tuan muda yang di maksud itu Arion, Jadi apa kau tau?"


Kaila memandangi Arion meminta bantuan, tetapi Arion hanya memberikan isyarat dari mulutnya yang artinya "Jangan berbohong" ucapnya


"Ya itu Arion , dan yang di culik itu aku" ucap Kaila jujur


"Oh my!! Kembali ke kota B kalau Arion tak bisa menjaga mu dengan baik! "


"Jangan memerintahkan ku!" kesal Kaila


"Aku ini Abang mu! berani sekali kau bilang seperti itu!!!"


"Lalu? aku harus diam saja orang lain yang tidak terlibat di marahi?"


"Baiklah aku akan mendengar penjelasan mu nanti, aku harus kembali ke ruang rapat sekarang"


"terserah!" kesal Kaila langsung mematikan panggilan.


Kesal? tentu saja kesal, Wiliam memarahi nya tanpa tau masalahnya dan menuduh Arion tak bisa menjaganya degan baik.


"Vian Aku ke ruang tahanan." ucap Kaila berjalan menuju pintu.


"Sayangg"


"Mood ku kurang baik Vian."


"bukan itu maksud ku ayo kita samaΒ² ke sana"


Kaila hanya mengangguk, mereka menuju ruang tahanan. senyum devil Kaila terlihat jelas di depan jeruji besi yang ada di ruang tahanan tersebut.


"Bos" Luke menyapa Arion hanya mengangguk.


"Hmmm" Arion hanya berdehem melihat kaila yang tersenyum devil sambil memohon.


Kaila masuk ke dalam sel tahanan.


"Jangan biarkan orang lain masuk Luke" perintah Arion


"Baik bos" Luke berjalan ke depan pintu untuk menjaga agar tak ada yang menggangu bosnya.


Sama seperti yang dilakukan nya saat di kota B , Kaila duduk di kursi berhadapan dengan para sandera, Arion hanya memperhatikan kaila duduk di kursi tak jauh dari Kaila.


Kaila keluar sel menuju arah ruang latihan Arion. Arion masih sama duduk saja, Arion hendak membuktikan bagaimana Kaila menghabisi lawannya.


Kaila kembali ke dalam sel setelah mengambil pisau bedah dan pisau dapur.


Kembali duduk tersenyum melihat para sandera yang takut saat Kaila tersenyum.


Arion hanya terkekeh melihat kaila.


" sayangg, apa yang akan kau lakukan?"


"Apa yang akan aku lakukan? Mungkin di sini akan sedikit brisik" Kaila menyeringai membuat orang lain yang melihat bergidik ngeri


"Lakukan yang kau mau untuk hari ini ,tapi kedepannya tidak ada okey?"


"Kenapa begitu?" Kaila berdiri menghampiri Arion


"Tak ada alasan dan tak ada bantahan"

__ADS_1


"Hmmm kita lihat nanti" ucap Kaila yang duduk di pangkuan Arion, Seperti orang yang sama tetapi memiliki dua kepribadian itulah Kaila.


Kaila mencium Arion ,tentu kesempatan itu tak di sia-siakan Arion, "Aku laki-laki normal siapa yang tak suka kekasihnya berinisiatif seperti ini" batin Arion


"Apa kau punya peliharaan?" tanya kaila setelah berciuman dengan mesra bersama Arion di hadapan para sandera.


para sandera mulutnya di tutupi dengan lakban jadi mereka tak bisa berbicara.


"Peliharaan?aku punya banyak di kebun binatang buatanku di pinggir kota sebelah Utara." jawab Arion


"Okey, sudah aku putuskan kepala mereka akan kita kirim ke Andrea daging mereka kita jadikan makanan peliharaan mu" ucap kaila berdiri dari pangkuan Arion sambil menyeringai .


"Oh sayang, Jangan bikin keluarga Andrea bangkrut aku tau itu ulah mu tapi orang tua nya tak ada sangkut pautnya dengan masalah kita" ucap Kaila lagi sambil kembali ketempat duduk yang berhadapan dengan sandera.


"Lukee" Panggil Arion


"Ya bos?"


"Kembalikan 30% saham milik perusahaan Lovata"


"Baik bos"


Kaila membuka semua penutup mulut para sandera.


"Nah sekarang kalian bisa bicara" gumam Kaila


"Mau apa kau hah!" ucap salah satu sandera


"Hahahaha, kau lihat tangan ku terluka? ini menyakitkan tau!" dengan nada manja Kaila mengucapkan nya.


Kaila berjalan menuju sandera yang berbicara tadi. "Kau, kau ,kau dan kau"Kaila mengabsen semua orang yang di depannya.


"Kau, yang mendorong Feli ke dinding dengan keras" Kaila menghampiri nya lalu melepaskan tali yang mengikat tangan nya.


"Pilihan yang salah melepaskan tali" ucap anak buah Andrea itu


"Oh benarkah kalau begitu tunggu sebentar" perintah Kaila.


"Ah kau Luke? Kunci sel dan jangan keluar duduklah di sebelah Vian" perintah Kaila.


"Eh tapi?" sebelum Luke menyelesaikan ucapannya Arion langsung menatapnya,Luke pun langsung mengangguk paham langsung mengunci sel.


"Kemarin aku kalian beri obat lalu kalian bius" ucap Kaila yang kembali duduk.


"Brisik kau bocah" sandera yang talinya di lepaskan Kaila ingin memukul Kaila.


Arion dan Luke terkejut, Arion dengan reflek berdiri hendak menghabisi orang tersebut tetapi Kaila langsung menghindar saat lengan pria itu hampir mengenai wajahnya .


"Vian kau tak ku perbolehkan untuk ikut jadi saksikan saja" Arion kembali duduk setelah Kaila berucap .


...**Halo Kakak-kakak β€οΈπŸ™...


...Maaf kalau ada salah kataπŸ™ semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload πŸ™πŸ™πŸ˜­....


...Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like πŸ™...


...jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€οΈβ€οΈ...


...Terimakasih β€οΈπŸ™**...

__ADS_1


__ADS_2