
Setelah memesan makanan El dana Arthur ikut nemplok di meja nya Arion dkk,
"Lah ini siapa lagi?" tanya Naresh
"Temen gue di kelas, gapapa kan gabung kita?" jawab El
"Gapapa biar rame, Eh nama Lo siapa?"
"Gue Arthur"
"Oh Arthur, Lo pasti tau gue jadi gak perlu sebut nama deh gue" pede Ares
mereka melanjutkan makan karna sebentar lagi bell masuk kelas, tanpa ada yang berbicara mereka sibuk dengan makanan masing-masing.
tak jauh dari meja mereka, Andrea dkk menatap Kaila sinis, mereka akan merencanakan sesuatu agar Arion menjadi milik Andrea.
Andrea sudah merencanakan sesuatu namun tidak di laksanakan dalam seminggu ini,
Dia yakin rencananya kali ini akan berhasil karna tak hanya dia sendiri menjalankan rencana orang tua nya juga ikut.
Orang tua Andrea kesal terhadap Kaila apalagi saat di kantor polisi yang meminta pertanggungjawaban juga kepada ibu Andrea , sedangkan ayah Andrea hanya ikut-ikutan takut istri .
Bell masuk kelas berbunyi, Arion langsung menuju kelasnya karna kaila tak ingin di antarkan, sepanjang koridor setiap murid membicarakan rumor tentang Kaila,
Untunglah Feli dan Kaila sudah berbaikan, saat ini di koridor menuju kelas Feli selalu mengajak Kaila berbicara apapun itu asalkan Kaila tak mendengar cemoohan murid sekolah.
El bingung apa yang terjadi sebenarnya, niat untuk bertanya kepada Kaila dia urungkan melihat sahabatnya itu hanya diam saja.
yang El takutkan adalah kalia bangun akibat kekesalan dan emosi berlebih Kaila, tentu nyawa seluruh murid akan terancam walau mereka juga salah tapi tak sepatutnya Seperti itu.
"Eh kai , mami rindu katanya mau ajak Lo spa mau gak?"
"Hmmm kapan? hangout bareng mami?"
"kapan Lo bisa?".
"Lo libur syuting kapan? biar ngikut jadwalnya Lo aja"
"Oke klo gitu nanti gue kabarin"
tak terasa mereka sudah duduk di kelas, selang beberapa menit guru yang mengajar masuk.
pelajaran dimulai mereka di berikan tugas karna guru yang mengajar sedang memeriksa tugas dari kelas lain.
Beberapa jam kemudian jam pulang sekolah,
Arion berencana mengajak kaila kerumahnya namun Kaila tak bisa mengingat bahwa kegiatan nya sepulang sekolah mendekor kamar dan mansion .
"Jadi beneran gak bisa?" Arion menanyakan lagi
"Besok deh ya?"
"Kenapa gak hari ini dan besok?"
"Kaivan bilang kalau mereka mau balik besok jadi time for family"
"Hmmm Yasudah ,aku antar?"
"Gak baby, sama El barengan gak macam-macam ko"
"Yasudah, aku tunggu bang Kaivan jemput baru aku juga pulang"
__ADS_1
"BUCINN akut" ejek Naresh
Yang di hadiahi tatapan tajam Arion, Kaila hanya terkekeh melihat Arion menatap ke arah Naresh .
El hanya menjadi pendengar yang baik percakapan ketiganya, karna dia sedang sibuk dengan iPad nya memeriksa email untuk kerja sama dengan perusahaan lain.
Elvano selama di kota H sudah menyelesaikan studi nya dan sekarang El bergelar sarjana karna kepintaran nya namun bobrok,
dia pun memutuskan untuk sekolah lagi di kota A dan menetap ntah berapa lama di kota A mengingat dia juga seorang CEO di perusahaan milik ayahnya yang di wariskan kepadanya di usia semua ini.
Hanya keluarga Nelson dan Kenan yang mengetahui bahwa El sudah sarjana juga teman seangkatan dengan nya saat kuliah.
Kaivan datang menjemput Kaila dan Elvano,
Arion berbincang sebentar untuk meminta ijin besok akan membawa kaila kerumahnya untuk menginap dengan iming-iming permintaan sang ibu.
Kaivan hanya mengangguk karna itu keputusan Kaila ingin ikut atau tidak.
saat sedang berbicara lewat lah Andrea dkk.
"Om-om mana lagi" ejek Andrea pada Kaila
"Jangan bikin gue marah!" ucap Arion kesal karna Andrea tak ada takutnya , padahal sudah diberikan beberapa kali peringatan.
"Mulut Lo ya dari tadi, pengen deh gue jahit" kesal El
"Lo semua itu tertipu oleh tampangnya doang!" kesal Andrea
"udah woy tinggalin aja, dia G I L A" ucap Naresh
Mereka pun pergi ke mobil masing-masing dan pergi meninggalkan Andrea dkk,
"Liat aja nanti Lo akan mohon ampun sama gue!!" Andre mengutuk Kaila dalam hati.
"Geram gue jadinya, rasa ingin memukul otaknya anjim!!!" kesal Kaivan
"Emang apa sih kai masalahnya?" tanya El sambil menoleh ke arah kaila di kursi belakang karna El duduk di depan samping Kaivan yang mengemudi
"Iya dek, gue kesel ini sumpah liat Lo di gituin" tambah Kaivan
"Lo lupa bang? dia yang dorong gue kejurang waktu itu?"
"Whatt!!!! that's crazy !! dia? anjim andaikan gue gak lupa udah gue seret tu anak!!" kesal Kaivan
"Dia juga yang labrak gue di mall, sampe berurusan ke polisi"
"Sumpah tu anak!! putar balik bang hajar aja!!" ucap El
"Otww!!! anjim mangsa depan mata gak d embat Lo dek"
"Ya kali gue embat, gak asik kalo langsung di matikan bang" ucap Kaila
"Beli Roti dulu dong, Sekalian kebutuhan di dapur" tambah Kaila
Mereka menuju mini market terlebih dahulu,
Karna ada Kaivan dan El, Kaila banyak memilih bahan makanan juga Snack dan ice cream kesukaannya borong semua.
Selesai berbelanja mereka langsung menuju mansion, Karna Wiliam dan El harus mengecek kantor cabang Nelson company di kota A, mereka sengaja mengecek sore saat jam pulang karna tak ingin ada yang mengetahui wajah mereka bisa berabe nanti.
di mansion ,
__ADS_1
Kaila meminta para anak buah BD untuk menyusun belanjaan mereka tadi, kecuali ice cream dan Snack Kaila membawanya ke dalam kamar karna tersedia kulkas mini juga lemari khusus Snack.
"ELVANO!!!!" teriak Kaila dari lantai tiga
"APA ??" balas El dengan teriakan yang dari lantai dasar
"BERENANG YOKKKK!!!"
"PRINCESS!!!! JANGAN TERIAK-TERIAK!!!" tegur Wiliam dengan teriakan
"ABANG JANGAN TERIAK-TERIAK"
"Sabar ya tuhan" ucap Wiliam sambil berjalan menuju ketempat El,
"Ayo Van" ajak Wiliam
"Ayo, Abang yang bawa ya cape gue"
"Cape ngapain Lo?"
"Biasa jemput princess"
"Alay! ayo ah berangkat"
"Mau kemana bang?" tanya El
"Kepo lu bocil" ejek Kaivan
Lalu mereka berjalan pergi meninggalkan El sendirian, El kembali dengan kesibukan nya mengecek email perusahaan miliknya.
sedangkan Kaila sedang bersiap untuk berenang, kaila mengajak El lagi dengan cara mengirimkan pesan namun El bilang dia sedang sibuk jadi tak bisa yasudah Kaila berenang sendiri.
sedangkan di tempat lain, tentunya di markas besar milik ketiga tuan muda mereka sedang berkumpul untuk bersantai.
mereka juga membahas tentang pengiriman barang yang terhambat waktu itu,
Kaila sudah memberitahu bahwa dia akan berenang di kolam renang rumah El tentunya hanya dia sendiri yang berenang.
Kaila juga bilang kedua abangnya keluar dan El sedang sibuk dengan berkas nya di kota H,
Arion agak kesal dengan El tapi tak bisa juga memisahkan mereka.
"Oh ya Res, masalah candy gimana?" tanya Wilasa
"Candy gue gak tau, kata bokap gue lepasin aja dia juga punya jalan hidupnya sendiri"
"Sorry nih, keluarga Candy masih ada? atau gimana?"
"Gak tau gue, gue juga baru kepikiran untuk nyari kemarin masih nunggu kabar"
"Lo gak nanya sama candy?"
"Tanya tapi dia bilang Ariel doang keluarganya, jadi bingung gue"
"Eh gue cabut ya ngantuk gue "ucap Arion
"Lah? tumben tuan muda Arion pulang duluan?"
"Serah gue lah , jngn bacot"
Arion pergi meninggalkan mereka berdua untuk kembali kerumah, Arion sedikit tidak enak badan karna kurang istirahat apa lagi setelah dari desa dia fokus mencari siapa pelaku penyebar hoax .
__ADS_1
sorry sorry author telat, habis putus cinta gak bisa mikir wkwk maaf ya