Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 126


__ADS_3

Kaila yang hendak kembali ke mansion tiba-tiba belok arah menuju apartemen nya ntah kenapa dirinya ingin ke apartemen.


Skip apartemen,


Kaila memarkirkan motornya, dirinya ingin mengecek keadaan apartemen nya karna sudah lama tidak memeriksa apartemen nya.


Berjalan menuju lift tiba-tiba Kaila di panggil salah satu resepsionis.


"Anu Nona, Nama nona Kaila kan?" Kaila mengangguk


"Ah itu tadi ada yang nyari nona tapi saya lupa menanyakan namanya" Kaila berpikir sejenak mengingat apa dia ada janji dengan orang lain?


"perempuan atau laki-laki ?"


"2 perempuan 1 laki-laki nona, yang laki-laki seperti orang tua nya"


"Oh ya terimakasih infonya" resepsionis mengangguk


Kaila melanjutkan langkahnya,


Masuk ke dalam apartemen nya yang tidak terurus beberapa Minggu ini terlihat beberapa debu yang bersarang di barang-barang milik Kaila.


"Astaga kaila bodohnya" gumamnya pada diri sendiri saat melihat keadaan di dalam kulkas buah yang mengerut dan beberapa dessert yang berjamur .


Kaila berencana untuk meminta maid di mansion untuk membersihkan ini besok, setelah memeriksa keadaan apartemen Kaila hendak pulang baru keluar pintu ponsel kaila berdering dan beberapa notif pesan terdengar.


"Nomor siapa ini?" gumamnya seraya mengunci pintu ,


Tak ingin menjawab panggilan, Kaila beralih melihat notif pesan dari Arion dan pesan spam dari orang tidak di kenal. Kaila memilih menghubungi Arion seraya berjalan menuju lift dan parkiran.


"Halo kamu udah sampe?" tanya Kaila


"Iya bar sampe rumah, ah ya mamah bilang kamu tadi di sini kenapa gak nunggu aku pulang?"


"Aku pake motor takut kehujanan, ni mau pulang"


"Hah? bukannya udah pulang dari tadi?"


"mampir ke apart dulu , ini di parkiran aku pulang dulu ya?"


"hati-hati kalo sampe langsung kabarin pokoknya"


"Iya sayang, oh ya jadi kan besok subuh? El dan Al ikut juga nanti pake mobil aku , aku jemput kamu"


"nanti tunggu kamu sampe rumah baru di bahas ya sayang? udah kamu pasti pulang dulu biar gak kehujanan"


"Iya bby"


Kaila menghidupkan kendaraan nya, saat hendak menjalankan ponsel Kaila berbunyi berulang kali mau tak mau Kaila menjawab panggilan dari nomor tak dikenal ini.


"Halo"


"Apa benar ini dengan kaila Chalondra Adara?"


"iya benar, ada apa ya? bisa langsung ke intinya ? soalnya saya sedang dalam perjalanan pulang"


"Saya Ayah nya Kirana, kata Sepupunya Andrea dan jova Kirana terakhir bertemu dengan kamu."


"Ah orang tua Kirana, Iya saya bertemu dengan Kirana waktu di mall Aston dan saat itu juga ada jova ko"


"Kirana belum pulang apa kamu tau dimana?"


"Maksudnya gimana ya om? Kirana kan sama jova bukan sama aku, jadi harusnya om nanya ke jova bukan ke saya om"


"Kata jova, kamu ngajak ketemu Kirana di salah satu tempat sendirian , jova gak boleh ikut karna kamu melarangnya apa itu benar?"


"No bukti hoax om, Maaf om saya harus pulang kalau om masih nuduh saya tanpa bukti , saya bisa bawa hal ini ke jalur hukum"


Kaila memutuskan panggilan sepihak, bukan karna Kaila takut tapi hari semakin gelap dna mulai gerimis , dirinya tak mungkin tidur di apartemen yang berdebu. Kaila menghidupkan kembali kendaraan nya dengan kecepatan sedang dirinya menuju mansion .


Pengawal Bayangan yang setia mengikuti Kaila, kenapa tidak ada dua pengawal Kaila karna kaila meminta mereka tetap di Mansion karna niat awalnya dirinya pergi ke rumah Arion saja tidak ada rencana ke apartemen.

__ADS_1


Kaila memasuki jalanan menuju ke Mansion nya karna jalanan itu milik nya dan tidak mungkin ada mobil lalu-lalang kaila menaikkan kecepatan motornya cukup jauh sampai ke mansion nya.


Tiba di Mansion,


Untung saja Kaila cepat pulang kalau tidak dirinya akan basah kuyup di jalanan apalagi luka di lengannya belum kering.


Kaila langsung naik lift menuju lantai kamarnya, Dirinya harus mengganti perban juga mengolesi salep.


"Aku sudah sampe rumah by" pesan Kaila ke Arion


"Baguslah, Di grub chat katanya besok berangkat jam 4 pagi biar sampe nya gak siang banget katanya Feli"


"Aku ngikut aja, nanti aku jemput kamu kita 1 mobil sama El dan Al tapi gak tau kalo Arthur ikut, El bisa ikut nebeng di mobil Arthur"


"Kenapa gak pake mobil aku aja biar aku yang jemput kamu trus ketemu sama yang lain di rest area sebelum ke tol?"


"yasudah kamu jemput, sekarang packing gih biar besok tinggal berangkat, aku juga mau packing trus tidur gapapa kan?" Kaila belum mengobati lukanya karna membalas pesan Arion


"Iya sayang, selamat malam calon mantu ❤️😘"


"Malam juga ❤️"


Arion langsung menyiapkan barang-barang yang akan di bawanya, Kaila membersihkan terlebih dahulu barulah dia mengobati lukanya. Tanpa membuka ponselnya kaila mengobati lukanya dan setelah itu barulah dirinya packing.


"Cemilan besok aja deh buka kan subuh minimarket" gumamnya


Di tempat lain,


Andrea dan jova meyakinkan om Senna kalau Kaila lah yang menyembunyikan Kirana karna Kirana menghubungi dirinya kalau akan bertemu dengan Kaila.


"Tapi katanya dia tidak bertemu dengan Kirana"


"Om percaya Kaila dari pada kita? ok! terserah om, ayo jov kita pulang"


"Mas kamu ini gimana sih anak kita hilang ko kamu santai banget!!!" dengan nada sendu Ibu Kirana berucap


"Ok! kamu Kita akan laporkan ke pihak berwajib untuk melacak keberadaan Kirana!"


"Kalian pulang lah sudah malam" titah Om Senna


Mereka pun beranjak pergi , Andrea meminta orang suruhannya untuk mencari keberadaan tempat Kaila tinggal namun nihil tidak di temukan.


Kembali ke Kaila,


Kaila sedang menikmati ice cream miliknya setelah mengobati lukanya. Alunan musik terdengar jelas mengisi kamarnya dengan suasana mood yang baik.


"Halo Vin"


"ada apa Queen?"


"Bagaimana keadaan nya?"


"Sedari tadi meminta tolong untuk di keluarkan Queen"


"Ah begitu, jangan siksa tahanan gue ingat, jangan sampai telat kasih makan"


"tentu Queen"


"Besok gue bakal liburan jadi awasi terus mangsa gue!"


"baik Queen"


"Ok bye!" Kaila memutuskan panggilan.


Kaila turun dari ranjang menuju kulkas kecil yang ada di kamarnya untuk mengambil ice cream yang lain karna sudah habis,


"Bagaimana gue harus nyiksa Kirana ya?"


"Ah sepertinya pakai silet lebih bagus"


"No No No, Timah panas? Tidak lebih baik silet tidak sakit"

__ADS_1


"Huh pusing gue mikir, Otaknya bagus gak ya ?"


"Gue bikin Jus jantung ah nanti dari jantung Kirana"


"Tapi bunuh orang dosa , Astaga Kaila Lo itu berdosa banget"


Gumam Kaila sambil menikmati ice cream vanilla miliknya, memikirkan bagaimana dirinya akan membahagiakan mangsanya nanti.


"Dah lah mau tidur besok gue harus berangkat" Kaila membersihkan cup ice cream yang berada di meja.


Kaila terlelap dalam tidurnya begitupun Arion sehabis packing barang-barang yang harus di bawa.


Skip jam 3 dini hari,


Ntah tidur atau tidak Arion sudah bersiap untuk menuju Mansion Keluarga Nelson menjemput pujaan hatinya Kaila Chalondra Adara Nelson.



(Mobil yang Arion gunakan)


Karna jalan-jalan masih sedikit sepi perjalanan menuju ke tempat Kaila pun terasa sebentar saat ini Arion sudah berada di depan pintu rumah Kaila,


Al yang sudah bangun karna tidur lebih awal berjalan keluar dapur dan tiba-tiba saja pengawal membuka pintu nampak Arion yang baru saja tiba.


"Ngapain ke sini?" tanya Al seraya meminum air putih yang barusan di ambilnya


"Gak tau" jawab Arion dingin bin cuek


"Pulang gih" usir Al, Al sengaja berbicara demikian karna dirinya masih sedikit ngantuk jadi memancing perkara dengan Arion agar dirinya tidak ngantuk.


"G mau" Arion duduk di sofa


(Rumah Kaila rumah dirinya juga, Definisi bucin sesungguhnya)


"G asik Lo" kesal Al


Arion tak menghiraukan Albert, Albert memilih ikut duduk walau kesal dari pada kembali ke kamar dirinya pasti akan tertidur nanti berujung dirinya kena ceramah Kaila lebih baik duduk di sini. Setengah jam berlalu, Albert kembali ke kamarnya untuk bersiap juga membangunkan Elvano.


Arion pun beranjak menuju kamar Kaila membangunkan kekasihnya itu, teman-teman nya yang lain sudah bersiap untuk berangkat menunggu semuanya benar-benar siap barulah mereka berangkat sesuai rencana mereka berangkat pukul 4 dini hari.


Ding dong


Ding dong


Ding dong


Kaila yang terusik mau tak mau bangun membukakan pintu, dengan mata yang masih tertutup Kaila berjalan menuju pintu tanpa melihat siapa yang memencet bell kamarnya Kaila langsung berceramah.


"Bisa liat jam gak!! gue ngantuk kalo Lo mau bacot mending nunggu gue bangun El gak bisa banget liat gue adem ayem bentar!!" Kaila pun hendak menutup pintu kamar nya, dengan segera Arion menahan.


Arion menarik Kaila ke dalam pelukannya, Kaila yang awalnya setengah sadar langsung dengan cepat membuka matanya karna kaget .


"Bangun honey" bisik Arion


"Oh astaga! aku kira El yang mencet bell maaf" Arion mengangguk


"Siap-siap aku tunggu di bawah, mana koper kamu biar aku bawa ke mobil duluan" Arion melepaskan pelukan nya


"Aku masih ngantuk, gak mau mandi" manja Kaila


"Cuci muka sikat gigi aja kalo gitu, nanti lanjut di mobil tidurnya"


Kaila langsung masuk ke dalam kamarnya mengambil koper untuk Arion bawa terlebih dahulu,


"Aku tunggu di bawah, yang lain udah siap tinggal nunggu kita bilang otw baru semua otw ke titik kumpul" Kaila mengangguk dengan keadaan masih ngantuk


Arion mengecup kening Kaila, wajah Kaila langsung memerah setelah itu Arion membawa koper dan bantal leher Kaila ke bawah.


Kaila cepat-cepat pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya tak ingin membuat Arion dan yang lain menunggu, Kaila sikat gigi seraya berkaca.


"Untung gue tidur pake baju lengan panjang kalo gak bisa gak jadi berangkat karna ni lengan" gumamnya ,setelah selesai Kaila mengganti pakaian nya agar terlihat lebih nyaman.

__ADS_1


...✨ Jan lupa like dan vote ✨...


__ADS_2