
Cengkraman leher Andrea lebih kuat, jova dan Kirana pun melepaskan Kaila untuk membantu Andrea. Kaila terduduk seraya menutup tubuhnya, kalia sudah memberontak di tubuhnya , panas yang di sebabkan oleh kemarahan kalia membuat tubuh kaila tidak enak,
"El lepasin Andrea!!" pinta jova , Elvano menuli dirinya tidak memperdulikan siapapun.
muka Andrea memerah pasokan udara sangat susah di dapat karna cengkraman tangan El, Elvano mengambil ponsel Andrea di genggaman nya lalu El melepaskan cengkraman itu karna kaila memanggil El.
"Kalau bukan Kaila , Lo bertiga sudah gue habisi !!!!" El mengambil ponsel jova dan Kirana lalu melepas jaket miliknya memberikan ke Kaila agar menutup tubuhnya lalu Elvano Menggendong Kaila ala brigde style,
"MINGGIR ANJ!!!" Andrea dkk langsung menyingkirkan, Kaila sedari tadi menutup matanya saat memanggil Elvano tadi pun dirinya menutup sebelah matanya.
Keduanya berjalan di koridor, Elvano meminta kaila untuk menyingkirkan tangannya yang menutupi sebelah mata. Elvano kaget mata Kaila mengeluarkan darah bergegas El ke parkiran ntah bagaiman bisa mata Kaila berdarah bukan dikit tapi banyak.
Skip parkiran,
Elvano langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menghubungi Kevin meminta agar ke Mansion, akan berbahaya pikir El jika membawa Kaila kerumah sakit.
Tanpa keduanya sadari, Beberapa pengawal bayangan yang di tugaskan memperhatikan mereka dari luar pagar tak jauh dari parkiran.
"Ada apa dengan nona Kaila? sampai tuan muda El membawanya tergesa-gesa" tanya pengawal itu
"Apa perlu kita laporkan?" keduanya saling tatap lalu menggeleng belum pasti apa yang terjadi maka itu keduanya akan mengikuti Kaila dan El terlebih dahulu .
Kaila masih menutupi matanya agar tidak mengeluarkan darah lagi, dirinya berdebat dengan kalia, kalia marah namun tak bisa melampiaskan kemarahannya itu. Kaila menolak kalia bangun kemarahan kalia pun mengakibatkan mata sebelah kirnya berdarah Seperti menangis.
"Kaila"
"Kai"
"Astaga Kaila"
"Tuhan!! Kaila sadar! lampu merah sialan!!"
"wake up Kaila !! "
Elvano tak bisa menahan rasa paniknya Kaila mulai tak sadarkan diri ntah kenapa mata kanan yang awalnya terbuka tiba-tiba tertutup, otak El tak karuan menerobos setiap lampu merah dengan kecepatan tinggi untung saja mereka selamat dan saat ini sudah memasuki kawasan jalan masuk mansion.
Karna jalanan ini sepi El mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi yang awalnya keluar atau masuk jalanan ini 10menit agar bisa bertemu dengan mansion, di tempuh dengan waktu 4menit oleh Elvano.
"DIMANA KEVIN!!" Berteriak El sudah terlewat panik Kaila tak pernah Seperti ini dan selama dirinya dan Kaila bersama tak pernah sekalipun terjadi mungkin karna kaila berada di sini pikir El banyak masalah yang di dapatnya.
"MANA DOKTER NYA!!!" teriak El lagi saat berada di salah satu kamar tamu
"Di sini tuan" ucap Kevin Takut? tentu saja Elvano ketika marah sama mengerikannya ketika Wiliam Kaivan marah,
__ADS_1
"APA YANG LO TUNGGU!!!" dokter itu langsung memeriksa keadaan Kaila, dirinya terkejut melihat darah yang kering di bawah mata Kaila saat El meluruskan tangan kaila yang menutupi
Selesai memeriksa keadaan Kaila, dokter berkata Kaila hanya pingsan mungkin butuh istirahat sebentar dan akan sadar, tentang keadaan matanya Itu baik-baik saja tapi lebih baik ketika sadar di bawa ke rumah sakit untuk di cek lebih lanjut. Elvano sedikit lega mendengar ucapan dokter.
"Terimakasih, maaf aku membentak kalian" menyesal karna terlalu emosi
"Tidak papa, saya akan meresepkan obat untuk nona Kaila" setelah meresepkan obat dokter itu pamit, Elvano berjalan ke dapur dan tak sengaja mendengar beberapa pengawal yang sedang membicarakan tentang keadaan Kaila.
"Ekhmm!" berdehem beberapa pengawal tersebut kaget terutama dua pengawal bayangan yang di tugaskan untuk menjaga Kaila.
"Gue minta Lo semua tutup mulut, jangan biarkan keluarga Kaila tau tentang ini dulu, Lo semua gak mau kan mati lebih cepat?" pengawal pengawal itu pun menggeleng takut? tentu saja El mengancam bukan cuman sekedar omongan dirinya berbicara sebagai mana Prince Black Devil di hadapan mereka dengan aura penegasan
"gue bukan apa, andaikan Lo semua mau lapor ke orang tua kaila sih gue gak larang tapi ingat Kaila bisa kapan saja murka" tutur kata El membuat kedua pengawal bayangan sedikit merinding dilema dan mereka juga tidak bisa melaporkan tanpa memikirkan nyawa mereka.
"Baik tuan" ucap pengawal pengawal itu.
Elvano kembali menuju dapur untuk meminta para maid membuatkan bubur agar saat Kaila bangun langsung mengisi perut yang kosong.
Di kamar tempat Kaila berada,
Kaila masih mencoba menenangkan kalia di alam bawah sadar nya, kenapa? kalau tidak di tenangi berakibat fatal untuk dirinya juga lihat mata Kaila yang berdarah akibat menahan diri kalia.
"Bisa tidak kalia jangan emosi, Kaila juga gak bisa langsung biarin kalia ngebunuh mereka tanpa mikirin gimana Kaila nanti"
"Tapi mereka keterlaluan!!!" sahut bersahutan keduanya berdebat,
(kalo gak paham maaf ya, yang pasti aku sambil ngejelasin siapa kalia juga, dan pasti ada yang mikir nanti gimana kalo Kaila punya suami ? Kalia gimana maka itu sambil aku jelasin di bab ini, sama sebenarnya jawabannya Kaila memiliki pribadi ganda tapi itu di buat oleh dirinya sendiri contohnya kalo kata orang bisikan syton:3 gitu lah pokoknya, lanjutt....)
"Tunggu saat yang tepat Kalia boleh sepuasnya bermain!!"
"Kaila harus bangun, ingat!! kal tidak boleh membantah apa yang kaila ucapkan!!" Kalia mengangguk tak ingin berdebat lagi lebih mengerikan bagi kalia kalau Kaila marah pada dirinya
Larut dalam perdebatan keduanya, Kaila terbangun dan ternyata sudah malam pikirnya masih sore. Kaila tak di pasang infus ntah lupa atau saking paniknya El tadi.
"Ughh" Kaila merenggang tubuhnya pelan
"Lo udah bangun? minum dulu" Elvano memberikan air putih untuk kaila
"Al ambilin bubur gih" pinta Elvano,
Seperti dulu saat Kaila sakit dan kedua orang tua kaila berada di luar negeri perjalanan bisnis dan kedua Prince sedang sekolah di tingkat akhir SMA, Elvano dan Albert tak ingin berangkat ke sekolah karna kaila tak hadir .
Elvano dan Albert berada satu tahun dan di sekolah menengah yang sama El dan Kaila kelas dua dan Al yang baru kelas satu SMP .
__ADS_1
dan sekarang sama namun Albert masih belum mendaftar kan diri untuk sekolah.
Al sudah kembali ke kamar membawakan bubur untuk kaila tak lupa cemilan Regal pudding untuk kaila.
"Makan dulu gue" Elvano memberikan bubur ke Kaila
"Bisa gak? mau gue suapin?" Elvano yang gemas melihat kaila makan sedikit-sedikit
"Gak mau bubur, mau itu" tunjuk Kaila ke Regal pudding
"makan bubur dulu" Kaila cemberut tapi tetap menuruti perintah El yang menyuapi dirinya.
"Ka Lo kenapa bisa sakit sih!" tanya Al sontak Kaila langsung diam mengingat kejadian tadi di sekolah, ada rasa trauma dengan kejadian tadi.
"Namanya manusia ya bisa sakit geblek" bela Elvano.
"Ya iya juga sih gak salah, gue boleh ke kamar game Lo gak ka? oh ya kata El kita boleh nginap di sini?" Kaila mengangguk
"main aja sepuas Lo tapi jangan Sampe rusak masih baru" titah Kaila, Al hanya memberikan jempolnya tanya sip ,setelah Albert pergi Kaila kembali murung,
"Tenang aja gue sudah buat perhitungan dan juga hp mereka gue ambil semua, gak bakal ada yang bisa ganggu Princess gue" El meletakkan mangkuk bubur di nampan , lalu kembali ke tempat duduk di sisi ranjang.
"Gue juga udah batalin kerja sama dengan perusahaan Lovata dan yang lain"
"Kai, gue gak bakal bikin Lo terluka, siapapun yang bikin Lo nangis atau nyakitin Lo mau tentang cinta yang pasti gue maju paling depan ngelindungin Lo" Kaila memeluk El erat , Kaila akan membalaskan semuanya cepat atau lambat orang-orang yang berani mengusiknya akan segera bertemu dengan kematian.
"Lo bau El" membuyarkan suasana yang tadinya romantis maybe
"Anjim, ngerusak suasana Lo" El langsung mengecek keteknya membuktikan ucapan Kaila
"Enggak anjim" bela El setelah mencium aroma keteknya walau sedikit bau asam namanya juga cowo.
"Mandi sono, gue mau balik ke kamar! soal hp gue mau Lo serahin ke gue" El mengangguk lalu mengambil kan hp Andrea dkk yang ada di laci
"Makasih Elvano Erdogan Kenan kesayangan Kaila" ucap Kaila lalu beranjak pergi
El mencium aroma keteknya, "Iya anjir bau asem tapi gak terlalu kayaknya" El menyusul Kaila keluar kamar tamu
Di kota C,
Arion dan Luke sudah berada di hotel rencana mereka akan ke perusahaan cabang besok karna sudah malam mereka harus beristirahat, Arion juga tak menghubungi Kaila hanya mengirim pesan.
__ADS_1
"Aku sudah tiba di hotel, kamu lagi apa? aku akan langsung tidur rasanya badan aku remuk" pesan singkat dari Arion
...✨ Jangan lupa like dan vote 🔫✨...