
Andrea bergegas pergi tanpa memperhatikan orang-orang yang di tabrak nya karna buru-buru, sampai saat Andrea menabrak Feli yang sedang asik berbincang dengan Wilasa.
"Woy! main kabur aja Minta maaf ga! sakit tau" kesal Feli , bukan berbalik untuk minta maaf Andrea malah pergi meninggalkan mereka.
Albert menyeringai dapat di lihat jelas oleh Ares, Mau tak mau Feli hanya merasakan sakitnya di tubruk badak walau tak sampai tersungkur tetap saja nyut-nyutan.
Andrea mengendarai dengan terburu-buru, bukan apa Andrea hanya takut perusahaan ayahnya juga terkena imbas juga apalagi sesaat tadi Andrea sempat membaca notif kalau tantenya masuk rumah sakit.
Suara klakson dari pengendara lain saling bersahutan saat Andrea menyelip tanpa lampu sen . Andrea tiba di rumah sakit di mana saat ini tantenya berada, keluarga nya berkumpul di ruangan itu.
"Pah perusahaan kita baik-baik aja kan?"
"Andrea gak mau jadi miskin!"
Baru saja masuk ke dalam ruangan Andrea Langsung mengatakan hal tak terduga,
"Andrea liat keadaan nya kalo bicara!!" tegur sang ayah
"Maaf"
"Mas hiks ini gak hiks nyata kan, itu gak hiks mungkin hiks hiks anak kita kan hiks"
Andrea mengerutkan keningnya, Anak? apa maksudnya otaknya berpikir keras,
"Ada apa sebenarnya Tante?" ayahnya memberikan sebuah kotak kecil yang mana berisi beberapa lembar gambar Kirana yang penuh darah akibat cambukan.
Andrea membelalakkan matanya saat melihat gambar sepupu nya itu, memprihatinkan satu kalimat yang pasti di ucapkan Andrea.
"ini? ini pasti editan Tante!!" Andrea mencoba menepis pikiran anehnya.
"kita harus cari tau pengirimnya,mereka pasti menyembunyikan Kirana!"
Andrea berpikir keras agar semuanya dalam kendalinya, Andrea sebenarnya tidak terlalu memperdulikan keadaan Kirana maupun Tante dan om nya yang di paling di utamakan Andrea adalah harta benda milik keluarga nya dan kelanjutan hidupnya.
Pulang sekolah,
"Vian, aku mau pulang"
"Tadi kata dokter apa?"
"Tadi lupa nanya by"
"yasudah nanti aku tanya dokter nya"
Mereka melanjutkan kegiatan nya bermain game online bersama.
Kaila masih belum di beritahu siapa pelaku utamanya. walau berulang kali Kaila menanyakan ke Albert dan Kaivan namun mereka pura-pura tak mendengar pasalnya kalau Kaila tau sudah pasti dirinya akan pergi menemui langsung orang tersebut.
"Aku bosan"
Arion menghentikan game nya mendengar Kaila mengeluh, mau tak mau Arion menyudahi permainan nya.
"Aku akan tanya dokter"
klikk
pintu terbuka
"Eh kaget gua" ucap Kaivan di belakangnya ada Wiliam
"Sorry"
__ADS_1
"mau kemana Lo Vi?"
"Mau nanya dokter, Kaila boleh pulang atau belum"
"eehhhhhhh kalo si bocil ini boleh pulang jadi gak asik dong permainan yang gua buat" batin kaivan
"Gak usah! dia harus istirahat beberapa hari lagi" cegah Wiliam , Wiliam bukan membantu Kaivan tetapi benar adanya ucapan Wiliam Kaila harus beristirahat lebih lama.
"Benar juga" ucap Arion
"iih bang Will ko gitu, Kaila bosan pake bangett" keluh Kaila
"Lo jangan kebiasaan nurutin maunya ni bocah Vi" Kaivan berucap " eh gak cocok manggil Lo Vi, gua panggil Lo Ar aja kek mereka" Arion mengangguk
"Ayolahh kaila istirahat nya di rumah aja" rengek Kaila
"Abang kasih dua pilihan"
"Apa?"
"Pertama istirahat sampe benar-benar pulih di rumah sakit dan tetap di kota A"
"kedua boleh istirahat di rumah berarti kembali ke kota B untuk seterusnya dan di bawah pengawasan Abang"
"Gak gitu juga konsepnya BangWill"
"jadi pilih mana?"
"Pilih yang pertama!"
"yakin?" Kaila mengangguk acuh
"Oke! jadi baik-baik di sini dan ikuti apapun yang Abang katakan! istirahat jangan ngeluh minta pulang!"
" M A M P U S " ejek El bertepatan dengan Kaila menatapnya
"AWAS LO ANJ!!" Kaila menunjukkan jari tengah nya ke El
"Udah pada makan malam ?" tanya Arion
"Kita berdua belum, mau GoFood aja? Lo pada belum makan kan?"
"Lo pada aja bang, gue sama Al mau balik kasian Mansion kita gak pernah di tinggalin lagi" ucap El dan Al mengangguk setuju
"Makan dulu El Al "
"Thanks Ar next aja gua nyobain duit Lo"
"Thinks ir nixt iji gii nyibiin diit li" ejek Kaila
"Bacot Lu kai, coba aja kaga ada pawangnya udah gua amuk masa lu" kesel El
"Eleleleelelel bleeeeee"
"udah? " Arion menengahi
Kedua prince Nelson hanya bisa menghela nafas panjang kalau kaila dan Elvano sudah adu mulut akan lama kelar dan salah satunya harus di pisahkan atau pawang masing-masing yang menegurnya,
kalau El pawangnya sudah di pastikan Albert, dan Kaila adalah Daddy dan Mommy nya kedua Prince terkadang jadi pawang dadakan , DNA syukurlah sekarang pawang Kaila bertambah yaitu Arion .
"Iya maaf" El langsung memasang wajah mengejek
__ADS_1
"SONO PULANG GAK GUNA LU DI SINI BIKIN PENGAP" usir Kaila
"AYO AL KITA PULANG, DI SINI MAK LAMPIR NYA LAGI SAKIT JADI GAK ASIK"
"DASAR BUTO IJO"
"Kaila!" Tegur Arion, mereka berdua pun menyudahi kebacotan merek.
"👍👍👍 (good boys)" Wiliam , Kaivan dan Albert
"Bang , ka kita balik dulu" pamit Albert
"hati-hati di jalan"
"Buang bak sampah Al tuh hama sebelah Lo" El diam tak meladeni bacotan Kaila
Setelah Elvano dan Albert pergi, Wiliam sibuk dengan laptopnya banyak file yang harus di periksa apalagi saat ini dia bekerja jarak jauh akan cukup tergesa-gesa pastinya.
Arion sedang menemani Kaila bermain game yang baru saja di download Kaila tadi , Arion pun ikut mendownload permainan yang Kaila download Demi menyenangkan kekasihnya yang gabut.
Kaivan sedang bertukar pesan dengan Albert dan Naresh di grub chat mereka, mengenai rencana mereka untuk besok ada terlintas di pikiran Kaivan untuk melakukan panggilan video ke keluarga Kirana agar permainan semakin panas.
namun Albert dan Naresh masih mempertimbangkan rencana Kaivan itu mengingat tidak ada respon dari keluarga Lovata maupun Sena, padahal perusahaan milik keluarga Kirana sudah 74% di ambang kebangkrutan.
"Apa gue boleh bertemu Kirana?"
"Boleh, asal lo gak ngebantu bebasin dia aja"
"enggak lah bang"
"besok balik sekolah ke markas"
"oke"
Kata oke mengakhiri pembicaraan mereka, Albert si gunung es hanya ikut menimpal sekali dan sisanya hanya membaca saja.
Di ruangan Kaila mereka sedang menikmati makanan yang mereka pesan melalui GoFood tadi, Entah kenapa Kaila meminta Arion menyuapinya cibiran dari kedua abangnya terdengar jelas apalagi kaivan mengejeknya mengatainya manja blablabla .
Selesai makan, Kaila meminta Arion untuk kembali bukan mengusir tetapi Kaila tak enak dan kasian dengan Arion tidurnya sebentar apalagi sambil duduk pasti tidak nyaman baginya.
keduanya berdebat beberapa saat kemudian barulah Arion mengalah, benar kata Kaivan Kalau dalam hal apapun Kaila tak mau mengalah seperti adu bacot .
"Aku pulang dulu" Arion mengelus kepala Kaila
"hati-hati baby" mendengar ucapan sang adik Kaivan bergaya ingin muntah, Kaila yang melihat tingkah abangnya itu ingin sekali melempar pisau ke mulutnya .
bertepatan dengan Arion keluar dari ruangan Kaila tak sengaja berpapasan dengan Andrea yang baru saja ingin menuju ruangan VIP lainnya.
"Arion?" sapa Andrea , Arion yang merasa namanya di panggil pun menoleh.
"Sialan!" gumamnya lalu langsung berjalan pergi meninggalkan Andrea
Andrea yang melihat Arion menjauh dirinya ingin mengejar tetapi tak jadi karna takut nama baik nya tercoreng di masyarakat,
"eh ? Arion dari ruangan itu kan? keluarga nya masuk rumah sakit? atau si lintah itu?" Andrea mendekati ruangan Kaila
Kaivan yang sudah meretas kamera cctv saat tau adiknya masuk rumah sakit lagi pun sering memantau keadaan koridor rumah sakit.
"Ck, berani sekali mendekati kandang raja dan ratu singa" batin kaivan
kaivan sengaja membuka sedikit pintu ruangan Kaila agar memudahkan si kelinci kecil menemukan kura-kura yang sedang terbaring.
__ADS_1
"Benar kan itu si lintah! kayaknya ada Keluarga nya. kayaknya masih sehat-sehat aja? gak bisa gue biarin!"
...✨ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ✨...