Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 33


__ADS_3

Pukul 04.57 sore


"Bangun Vian" Kaila membangunkan Arion


"Hmmm" gumam Arion sambil mengucek matanya


"Jadi kerumah mu tidak?" tanya kaila


"Jadi sayang bersiaplah kau dulu" ucap Arion yang masih belum sadar dari tidurnya


"Oke tunggu jangan tidur lagi" Kaila masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Kaila bersiap-siap, sedangkan Arion kembali merebahkan tubuhnya di sofa dan melanjutkan tidurnya.


Kaila tak perlu menggunakan make up cukup menambahkan pelembab bibir saja.


"Aku terlahir cantik jadi tak perlu berlebihan" batin Kaila.


Setelah selesai Kaila berjalan keluar kamar, melihat Arion yang kembali tertidur membuat kaila ingin mengerjainya.


Kaila mengambil lipstik merah miliknya dalam tas kecil nya , mengoleskan lipstik ke bibir Arion dan juga hidung Arion yang mancung.


Setelah itu baru dia membangun kan Arion.


"Viann"


"Arion Melviano"


tak kunjung bangun kaila pun mendekati bahu Arion dan berbisik.


"Sayang aku sudah siap ayo berangkat"


Arion yang berpura-pura tidur sejak kaila memanggil namanya membuka mata nya pelan seolah baru bangun tidur.


"Oh Sayangku ayo kita berangkat"


"Ck. maafkan aku Vian" batin Kaila


Mereka berjalan keluar apartemen.


di loby apartemen banyak yang memperhatikan Arion ada yang tertawa tersenyum dan membicarakan nya.


Arion tak memperdulikan orang-orang di sekitar nya kecuali Kaila.


Mereka sudah di dalam mobil menuju rumah utama keluarga Walsh .


Beberapa menit mereka tiba di rumah orang tua Arion. para penjaga yang berjaga di depan pintu menyambut mereka. Arion keluar lebih dulu untuk membukakan pintu untuk kaila.


"Ini parkiran" ucap Arion ke penjaga


"Baik tuan, eh tapi tuan itu" belum selesai pengawal berbicara


Kaila mengajak Arion masuk dan memberikan kode untuk diam saja kepada penjaga tak berani melawan penjaga itu hanya mengangguk .


"Mah Arion membawa kaila" ucap Arion yang melihat ibu nya yang sedang menonton televisi di ruang keluarga


"Selamat malam Tante" sapa Kaila


"Oh astaga ada apa dengan wajah mu Rion" tanya mamahnya


Kaila mengigit bibir bawahnya rasa bersalah sudah mengerjai Arion.


"Ada apa dengan wajah ku?" tanya nya bingung


"Cepat sana bersihkan" perintah mamahnya


Lalu mamahnya mengajak Kaila duduk bersama.


"Maafkan Kaila Tante" ucap Kaila sambil menundukkan wajahnya


"Jangan panggil Tante panggil mamah okey?" ucap Iswara Nyonya Walsh "Kau tak perlu minta maaf jarangΒ² ada yang berani membuatnya seperti itu"


Tak lama saat Arion tiba di kamarnya dia pun berkaca untuk melihat apa yang salah pada dirinya. "Oh shitt !!!" gumamnya


Arion keluar kamar dan melihat ke bawah dari lantai 2 kamarnya "SAYANGGGGGGGGGGGG" Teriaknya dari lantai 2


"Hahahaha rasakan" ibu Arion tertawa sedangkan wajah kaila memerah


Arion kembali kekamar nya dan membersihkan dirinya. tak lama Arion ke lantai dan mencari Kaila tak ada di ruang keluarga .


"Dimana Mereka" tanya Arion ke salah satu pelayan


"Nyonya sedang di dapur tuan"


Arion langsung berjalan menuju dapur, ibunya sedang memasak di bantu Kaila juga Thalia.

__ADS_1


Kaila cepat akrab dengan keluarganya membuat Arion tersenyum melihat interaksi mereka.


"Kau kerasukan senyum-senyum sendiri" ejek Zea Kaka ketiganya


"Hmmm" Arion hanya menjawab dengan berdehem


Makanan sudah siap untuk makan malam sudah tertata rapi di meja makan.


Semua keluarga Arion berkumpul untuk makan malam di tambah dengan Kaila.


"Selamat makan jangan lupa berdoa" ucap Iswara


Mereka makan sambil berbincang.


sudah menyelesaikan makan malam mereka kembali ke dunia mereka yang sibuk dengan kegiatan yang ingin mereka lakukan.


Arion mengajak Kaila ke ruangan khusus miliknya di lantai 3. Dimana ruangan itu kedap suara dan di dalamnya terdapat banyak alat untuk bermain game online, Aksesoris yang di sukai laki-laki tokoh dalam game dan lainnya.


"Wahhhh Aku menyukai ini, dulu aku juga sempat berpikir untuk membuat ini tetapi aku tunda dulu" ucap Kaila sambil melihat barang-barang milik Arion


Arion mengunci pintu dan menyimpan kuncinya, berjalan mengikuti Kaila di belakang.


"Bolehkah aku bermain ini?" tanya nya sambil duduk di kursi untuk bermain balap mobil.


"Gunakan semuanya sesuka mu, Ini kartu nya" ucap Arion


Kaila asik bermain dan Arion memperhatikan di sampingnya "Wanita ku ternyata sangat berbakat dalam game ini" batin arion


Kaila menyelesaikan permainan nya lalu berdiri melihat lihat sekitarnya bingung untuk memainkan apa lagi. Arion memeluk Kaila dari belakang .


"Sayang kau harus di hukum" bisik Arion


"Ehh. Kenapaa?" Kaila menelan ludahnya kasar


Ruangan khusu milik Arion di desain gelap


Arion menggendong kaila menuju ranjang yang ada di balik dinding.


"Ja, Jaaa, Jangan macamΒ² Vian" terbata bata Kaila memperingati


"Arion" teriaknya sambil memberontak


Arion meletakkan tubuh kaila di ranjang perlahan Kaila hendak bangkit berdiri namun dengan cepat Arion merebahkan tubuh nya dan menarik Kaila ke dalam pelukannya.


"Hukuman mu untuk saat ini hanya perlu menemani ku tidur, jangan membantah selagi aku bisa menahan diri" ucap Arion sambil memeluk Kaila


"Janji sayang, kita akan tidur di sini malam ini pakaian untuk kita berangkat sekolah besok sudah aku siapkan di lemari kamar ku"


Kaila tak bisa berkata apa-apa hanya dapat mengangguk paham.


sedangkan saat ini di luar kamar Zai dan zea kakak Arion sedang mencari keberadaan Arion dan Kaila untuk membujuk Kaila tinggal bersama mereka. Semua keluarga Arion sangat senang Kaila berada di rumah mereka sudah mereka anggap seperti adik kandung.


"Kemana mereka" tanya Zai kepada Zea


"Kita tanya mamah saja"


Mereka menuju kamar sang ibu,


"Mah Arion dan Kaila dimana?"


"Mamah tidak melihat kemana mereka pergi"


"Kami sudah mencari ke kamar tamu juga kamar Arion tak ada" ucap Zea


"Ya di taman belakang juga tak ada" tambah Zai


"Mungkin di ruang game milik Arion" ucap mamahnya


"Ah kita melupakan itu" ucap Zai kepada Zea


Mereka menuju ruang game milik Arion saat mereka menekan bell yang menghubungkan ke dalam tak ada jawaban. jadi mereka mengira kalau Arion dan Kaila ke kembali ke apartemen.


Dengan wajah kecewa mereka kembali ke kamar.


Rumah utama sangat sepi karna hari menunjukkan tepat tengah malam.


Arion dan Kaila tertidur sangat pulas bersama .


Pukul 04.45 Subuh,


Kaila tampak terlalu pagi untuk terbangun ketika mendengar alarm yang di setting nya sebelum tidur.


Kaila beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi Yang ada di kamar.


Setelah dari kamar mandi Kaila membangunkan Arion karena jam sudah menunjukkan pukul 5 mereka harus segera bersiap sebelum terlambat.

__ADS_1


"Bangun Vian"


Arion menggeliat seperti cacing kepanasan di ranjang .


"Ughh" gumamnya


"BANGUN VIAN" Teriak Kaila yang mana membuat Arion langsung duduk terbangun.


"Oh honey kau mengangetkan ku"


"Makanya kalo aku bilang bangun ya bangun"


"Ini aku sudah bangun"


"Ya bagus sekarang Diaman Seragam ku? Aku tak ingin terlambat dan di hukum seperti mu"


"Astaga sayangg" rengek Arion


Arion beranjak dari tempat tidur dan memeluk Kaila juga memberikan kecupan selamat pagi.


"Seragam kita di kamar ku"


Arion mengajak Kaila ke kamarnya yang berada di lantai 2 menuruni tangga untuk berolahraga pagi.


"Mandilah duluan, dan ini seragam nya sayang"


"Ya" jawab kaila cuek lalu masuk ke kamar mandi.


"Astaga aku dan dia baru seminggu tapi sudah seperti suami istri, aku tak dapat memperkirakan bagaimana reaksi keluarga ku" Gumam Kaila di dalam kamar mandi


Kaila sudah bersiap dan menunggu Arion mandi. Tak perlu waktu lama Arion menyelesaikan mandinya.


"Bagaimana penampilan ku honey?" tanya Arion


"Biasa saja" Jawab Kaila


"Hmmm kau tidak mengakui aku tampan sayang?"


"Itu tak penting"


"Ada apa dengan mu hari ini?"


"Cepatlah kita akan terlambat"


"Oh my baiklah kita berangkat sekarang, tak sempat sarapan aku sudah memerintahkan pelayan untuk membuat bekal makan kita"


"Terserah"


Mereka keluar kamar bersama di meja makan semuanya berkumpul.


"Sarapan dulu" ucap sang ibu


"Kaila kau tidak di apa apa kan bocah bengek ini kan? tanya Zea


"Kami mencarimu tadi malam? dimana kalian?" tanya Zai


"Makan lah dulu kita berangkat bersama" ucap Thania l


"Duduk calon menantu ku" goda sang ayah


"Ka Kaila duduk dekat Thalia sini"


Penuh pertanyaan di pagi hari untuk kaila dan semua di jawab nya langsung.


Setelah sarapan Arion dan Kaila berangkat bersama Thania menggunakan mobil Thania.


"Bagaimana keadaan mu kai?" tanya Thania yang berada di kursi belakang


"Kata dokter Arya sudah sembuh ka asalkan tida terkena benturan" jawab Kaila yang berada di samping Thania di kursi belakang


"Syukurlah kalo begitu"


"Kenapa aku seperti supir kedua tuan putri" batinnya Arion yang sedang menyetir.


Tiba di sekolah.


**Halo Kakak-kakak β€οΈπŸ™


Maaf kalau ada salah kataπŸ™ semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload πŸ™πŸ™πŸ˜­.


Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like πŸ™


jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€οΈβ€οΈ


Terimakasih β€οΈπŸ™

__ADS_1


Maaf kadang telat up,πŸ™πŸ˜­πŸ˜­**


__ADS_2