
"Tentu aku akan selalu mencintai dan menjaga nya apapun yang terjadi walau aku harus kehilangan nyawa" ucap Arion
"Bagaimana Kau akan memberikan pelajaran untuk Andrea?" tanya Wiliam kepada Kaila yang sudah bangun
Kaila berduduk di atas ranjang seperti tak pernah terjadi apa Β² padanya.
"Sebelum itu aku ingin berbicara berdua saja bersama Arion" ucap Kaila "Bolehkan bang?"
Wiliam dan Kaivan keluar ruangan dan berjalan keluar lorong menuju restoran untuk membeli makanan karna saat ini sudah siang mereka melewatkan sarapan pagi.
Wiliam dan Kaivan tidak memberitahu keadaan sang ibu kepada Kaila takut Kaila akan merasa bersalah jadi menunggu sang ibu membaik baru memberitahu Kaila
Wiliam memesan makanan dan minuman untuk Kaivan juga Arion . "Untuk apa aku membeli kan bocah bengek itu juga" batin Wiliam
mereka berdua sarapan pagi yang terlambat.
sedangkan di ruangan Kaila ,
"Apakah masih sakit sayang" Arion bertanya dengan nada lembut
"Apa kau tak takut dengan ku Vian?" tak menjawab pertanyaan Arion, Kaila malah balik bertanya
"Untuk apa aku takut ,aku juga akan menceritakan semua tentang ku dan kau juga" ucap Arion
"Baiklah"
"Apa benar yang mendorong mu Andrea?"
"Menurut mu aku berbohong?"
"Hey siapa yang berkata seperti itu"
"Andrea dengan sengaja menyenggol ku dan aku kehilangan keseimbangan lalu terjatuh"
"Aku mempercayai mu sayangku" goda Arion "lalu bagaimana kau akan membalasnya"
"Aku tak akan menyalahkan nya untuk yang sekarang biarkan dia bersenang-senang dulu sebelum tawa bahagia nya berubah jadi suara jeritan" mengeluarkan senyum devil nya
"Apapun yang kau mau aku akan selalu menyetujui asalkan itu tak membuatmu terluka" ucap Arion sambil menarik dagu Kaila lalu mencium bibir Kaila dengan penuh gairah.
"Uhmm" gumam Kaila sambil memukul dada bidang milik Arion
"Ck. apa sebelum nya kau tak pernah berciuman Sayang" ejek Arion
wajah Kaila memerah dengan cepat dia memeluk Arion untuk menutupi wajahnya
"Hahaha muka mu seperti Cherry merah" ejeknya lagi
Kaila langsung mencubit dengan kencang pinggang Arion
"Aw sayang kau jahat itu sakit" gumam Arion sambil mengelus pinggang nya yang di cubit Kaila
"Apa kau pernah berciuman sebelumnya?"Tanya kaila
"Aku?Tidak pernah "
"JANGA BERBOHONG SAAT AKU TANYA" kesal Kaila
"Heyy kenapa kau marah aku berkata jujur, tanyakan semua pada Wilasa juga Naresh nanti mereka yang setiap saat bersama ku"
"Baiklah untuk saat ini aku mempercayai mu"
Setelah sarapan mereka kembali ke ruangan Kaila.
"Makanlah lalu kita lanjutkan pembicaraan kita tadi" Wiliam
"Terimakasih bang" Arion
"Jangan terlalu akrab kau belum aku setujui sepenuhnya menjadi calon adik ipar ku" Wiliam dengan wajah kesal
Arion memakan makanan yang di belikan sambil memperhatikan kaila yang berbicara dengan kedua abangnya .
saat ini dokter Arya sedang memeriksa keadaan Kaila.
"Wahhh " gumamnya
"Ada apa dok?" tanya Wiliam
"Keadaan nya sudah membaik, jangan biarkan kepalanya terbentur"
__ADS_1
"Terimakasih atas semua dokter"
"Itu kewajiban ku"
Setelah dokter keluar Arion selesai makan mereka melanjutkan berbincang-bincang.
"Aku mau video call dengan mamah" ucap Kaila hendak mengambil handphone nya.
dengan cepat Wiliam mengambilnya "Mamah sedang tidur kata ayah"
"Kapan Abang menghubungi ayah?"
"Tadi saat sarapan"
"Itu sudah lama, kembalikan handphone ku bang. Apa ada yang di sembunyikan dariku"
"Tidak ada Kaila"
Wiliam tak menghiraukan Kaila memasang wajah kesalnya. Kaivan Arion Wiliam sedang duduk bersama sibuk dengan gadget nya masing-masing.
Arion mendapatkan kabar dari Wilasa bahwa saat ini semua murid kembali sebelum jadwal takut terjadi hal-hal lain diluar keinginan.
Wilasa dan beberapa anak buahnya ke bukit untuk membereskan barang-barang mereka berempat. Feli demam akibat menangis semalaman saat ini sedang di rawat di rumahnya oleh dokter pribadi keluarga Luis.
Arion tak meninggalkan ruangan kaila.
"Kau pulanglah istirahat kami yang akan menjaga Kaila" Kaivan
"Aku baik-baik saja"
"Kau perlu istirahat besok kau kembali lah ke sini untuk menjaga nya bergantian" Kaivan
Arion memandang ke arah kaila, Kaila mengangguk menyetujui apa yang di katakan Kaivan . "Baiklah aku akan pulang malam ini kabar aku kalau kalian membutuhkan bantuan" berdiri menghampiri Kaila
Arion mencium kening Kaila membuat Wiliam ingin murka "AISHHH BOCAH BENGEKKK SIAPA YANG MEMBOLEHKAN MU MENCIUM ADIKKU" kesal Wiliam
Arion tak mempedulikan teriakan Wiliam dan berjalan meninggalkan ruangan kaila dengan tampang bahagia "Aku menyukai wajah kesal Wiliam" batin Arion. Baru seharian bersama dengan keluarga Nelson Seperti sudah lama kenal.
Karena malam ini malam Minggu Arion tak berniat kemana-mana dan tak bisa bersama Kaila dia pun memutuskan tidur cepat dan bangun pagi agar bisa bersama Kaila.
sebelum pulang Arion menjenguk Ares dan berpamitan kepada orang tua Ares juga Cindy.
Setelah berpamitan Arion kembali ke rumah utama karna Kaka pertama nya ingin mendengar penjelasan dari Arion sedetail mungkin .
"Halo Apa kalian merindukan ku" teriak Arion penuh kebahagiaan
Tania dan adik-adik perempuan sedang berada di ruang tengah sibuk dengan urusan masing-masing. mereka bersamaan menoleh ke arah Arion saat suara teriakan terdengar
"Kebetulan kau pulang ikut aku keruang kerja ku" Tania
Kaka pertama nya berdiri menuju ruang kerjanya di ikuti Arion.
"Aku ingin mendengar penjelasan mu. para guru pembimbing sudah menjelaskan tapi aku ingin mendengar penjelasan kau yang saat kejadian di lokasi"
"Ck. kau lucu ka saat serius" ejek Arion
"Aku sedang tak ingin bercanda jelaskan sekarang"
"Huh.., Baiklah"
Arion menjelaskan apa yang terjadi sama saat dia menjelaskan untuk kedua tuan muda Nelson.
"Itu lah yang terjadi. Sekarang apa tindakan mu ka?" tanya Arion
"Kau maunya seperti apa?"
"Korban tak ingin permasalahan ini di bawa ke jalur hukum." Arion menyetujui keinginan Kaila untuk mengikuti permainan Andrea maka itu dia menolak kasus ini di bawa ke jalur hukum.
"Kalau bukan aku yang tertua ayah tak akan menjadikan ku kepala sekolah yang bisa membuat ku pusing" gerutu Tania
"Kalau tak ada lagi aku akan ke kamar untuk istirahat. kau juga sudah malam jangan begadang atau tidak muka mu akan keriput" ejek Arion
"Astaga anak durhaka" teriak Tania
Arion berlari meninggalkan ruang kerja Tania langsung menuju kamarnya untuk mandi lalu istirahat.
Arion sudha bersiap untuk tidur.
Grugg
__ADS_1
Perut Arion berbunyi hari sudah menunjukkan tengah malam terpaksa Arion ke dapur untuk memasak makanan tak mungkin dia tidur nyenyak saat kondisi perut yang lapar.
"Pesan online atau masak"
"Kalau pesan belum tentu cepat, masak pun juga"
"Eumm.. yasudah Masak saja"
Arion bergumam sendiri di tengah malam yang sunyi. kini Arion sedang memasak.
Ayah nya terbangun untuk ke toilet saat keluar dari toilet ayahnya keluar kamar dan mendengarkan suara gaduh dari arah dapur.
Tuan Walsh memegang sapu yang berada di samping tangga. Saat tiba di dapur tanpa memastikan itu siapa karna seorang pria dia pun langsung memukul Arion di punggung nya.
"Aww" teriak Arion
"Astaga bocah nakal kau tau ini tengah malam kenapa kau seperti maling"
"Mana ada yang berani mencuri di rumah keluarga Walsh " sambil mengelus punggungnya yang sakit
"Apa yang kau lakukan"
"Suka suka Rion mau apa" kesal Arion
"Aiyaaa Bocah bengek satu ini. Ayah tak sengaja maafkan ayah"
"Ada syarat"
"Apa itu?"
"Kirimkan Rion uang jajan lebih hehehe"
"10jt akan ayah kirimkan. lunas di bayar transfer"
"ayah yang terbaik"
Arion melanjutkan memasak nasi goreng sederhana buatannya. sedangkan sang ayah kembali kekamar untuk melanjutkan tidurnya.
Setelah makan Arion kembali kekamar menunggu perutnya mencerna Arion memutuskan bermain game sebentar.
beberapa menit bermain Arion mulai mengantuk.
Pukul 08.20 pagi Minggu yang cerah
Gorden tebal berwarna hitam yang tergantung di jendela kamar Arion membuat cahaya matahari tak menembus jendela membuat Arion tertidur pulas.
pukul 11.05 siang
Arion baru terbangun dari tidur pulas nya.
Dan menekan remot control untuk membuka gorden dengan otomatis.
"Selamat pagii" teriak Arion saat bangun lalu memperhatikan jam dinding yang berada tepat berhadapan dengan matanya
"Jam 11?" langsung beranjak dari ranjangnya
"Astaga tidurku terlalu nyenyak" gumamnya sambil berlari ke arah kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Arion Kelur dari kamar mandi dengan cepat dia bersiap .
Keluarga nya sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing di lantai dasar.
"Mah Rion berangkat" menghampiri sang ibu dan memeluk nya
"Makan dulu. mau kemana?"
"Menjenguk calon menantu mamah, Rion makan di luar"
Arion langsung berlari keluar rumah.
"Ehh apa katanya calon menantu?" sang ibu baru tersadar setelah mendengar ucapan Arion
Arion menuju kerumah sakit.
Halo Kakak-kakak β€οΈπ
Maaf kalau ada salah kataπ semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload πππ.
Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like π
__ADS_1
jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update ππππβ€οΈβ€οΈ
Terimakasih β€οΈπ