
"JELASKAN YANG SEBENARNYA JOVA !! APA YANG MEMBUAT MU TAKUT SEPERTI INI HAH!!" kesal Sang ayah,
Pasalnya setiap di tanya Jova selalu berkata tidak ada apa-apa dirinya hanya pergi saja dari negara ini dan melupakan semua kenangan dirinya dan Andrea juga Kirana,
"jujur jova jujur sama mama dan ayah ya?" tangis jova semakin banyak,
"Jovanka Lotus?" panggil sang ayah penuh penekanan,
"Jova.. jova dan Andrea juga Kirana sering menindas Kaila!" ucapnya dengan cepat,
"What? Kaila? Which kaila?"
(Apa? Kaila? Kaila yang mana?)
"pokoknya Kaila!!" ucapnya,
"Bukan Kaila yang ada di berita akhir-akhir ini kan?" tanya sang Daddy ragu-ragu
"yes it is, that Kaila"
(iya itu, Kaila itu)
PLAKKKK
"ANAK BODOH!!!"
"Mas kamu gila!!"
"Pantas saja kita tak bisa pergi. kalian tau siapa Kaila itu hah!! Selain Anak dari Keluarga Nelson dia juga Queen of the devil di dunia bawah bodoh!!!"
" Tamat sudah semuanya hancur sudah harapan ku!!!" Sang ayah meninggalkan ibu dan anak itu untuk menenangkan pikiran nya.
Jovanka hanya bisa menangis entah mengerti atau tidak yang di ucapkan sang ayah tetap saja dirinya takut dengan kemarahan sang ayah,
dirinya yang tidak mengerti apa maksud sang ayah tentang Queen of the devil di dunia bawah itu yang pasti sepetinya itu bisa membuat mereka celaka,
Malam berganti pagi,
Eh maksudnya siang kini Kaila dan anak-anak sedang memasukkan baju mereka ke dalam koper bersiap untuk pulang,
karna hari ini hari Kamis, Arion pun saat ini berada di sekolah Kaila sudah meminta Kevin untuk menyiapkan keperluan suprise hari juga mengambil cake yang sudah di pesannya,
Arion pun seminggu ini sudah tidak berada di Mansion Kaila karna tak enak tuan rumahnya tidak ada maka itu dirinya memilih untuk pulang ke mansion Keluarga nya.
Kaila yakin kejutan untuk Arion kali ini akan menjadi yang sangat-sangat mengejutkan dan pastinya Arion bakal menangis itu lah yang di bayangkan Kaila,
"Semua sudah di masukkan ke dalam bagasi Queen" ucap anak buahnya,
"Oke kita berangkat!!!"
Kaila sengaja berangkat siang karna dirinya dan anak-anak nanti akan mampir dulu ke mall membeli beberapa hadiah yang di inginkan anak-anak untuk Daddy mereka,
kali ini bukan Kaila yang menyetir melainkan anak buahnya karna dirinya ingin menemani anak-anak nya d belakang sesuai keinginan ketiga anak mereka,
"Queen ingin pergi ke mall yang ada di sini Atau nanti pusat kota"
__ADS_1
(jadi maksudnya tuh gini, bayangin aja ya kalau Kaila ada di daerah Bandung gitu nah sedangkan kota nya itu daerah Jakarta. maaf kalau salah ya hehe)
"Mall di sini saja biar anak-anak bisa istirahat diperjalanan"
"Baik Queen"
Skip mall,
Anak-anak sangat senang di ajak ke mall tentu saja mereka di kawal dengan ketat oleh bodyguard yang ada,
"Apa yang akan kita beli untuk Daddy?" tanya Laxy ke Davian,
"Ana mau kasih Daddy mobil-mobilan" ucapnya,
"ide bagus!!" ucap Davian juga Laxy ,
Kaila yang sedang mendorong stroller Varez pun hanya bisa menggeleng melihat ketiga anaknya itu, mereka menuju toko mainan untuk membelikan mobil-mobilan yang akan di jadikan hadiah,
Sedangkan Kaila sudah membelikan hadiah untuk Arion walau hanya hadiah kecil namun itu sudah di modifikasi oleh Anak buahnya di markas,
"Mom ini saja" ucap ketiganya menunjuk ke arah mobil-mobilan,
"Okey ayo kita bayar"
Setelah membayar mereka pun menuju restoran yang ada di mall ini untuk makan siang yang terlambat ini lalu mereka akan melakukan perjalanan lagi,
butuh waktu hampir 4jam agar tiba di pusat kota , tentunya mereka akan tiba malam mungkin sekitar pukul 7 dan mereka akan menunggu jam 12 malam di perusahaan Nelson yang ada di negara A,
kemarin Kaila sudah mengabari kedua abangnya sahabat nya juga teman-teman nya kecuali Arion, ya walau tak terduga mereka semua terkejut dan mengikuti rencana Kaila yang ingin memberikan kejutan untuk Arion,
Kaila di didik oleh orang tua dan abangnya keras dan tegas walau begitu Kaila juga di berikan keringanan, maka itu kaila bersikap seperti itu kepada abang-abang nya yang mengajarkan,
sedangkan untuk anak-anak Kaila juga akan mengajarkan mereka dengan tegas namun tidak terlalu keras karna mereka masih terlalu kecil dan belum mengerti apapun.
Skip.. Di pusat kota,
Kini mereka sedang berada di kantor cabang perusahaan Nelson , kaila sengaja memilih untuk menunggu di kantor karena dirinya harus memeriksa beberapa catatan keuangan yang ada di sini juga beberapa berkas lainnya..
"Mom Kalau Abang ketiduran bangunin ya nanti??"
"oke sayang, kalian tidur lah dulu di kamar ini" Kaila menunjukkan mereka ruangan pribadi yang mana berisikan tempat tidur seperti kamar pribadi ,
Setelah itu barulah Kaila mengecek semua yang harus di cek nya karna jarang sekali dirinya mengurusi perusahaan cabang lebih ke markas cabang dirinya kontrol,
"Queen ini cake juga Hadiah yang akan di berikan" Kaila meletakkan pulpen miliki lalu beranjak menuju meja tamu,
"Jam tangan nya?"
"Sudah Queen, sesuai keinginan Queen yang mana di modifikasi ulang di tambahkan GPS dan lainnya"
"oke thanks Vin"
__ADS_1
(Oke terimakasih Vin)
Sekitar jam 10 malam Kaila menghubungi Luke untuk menanyakan apakah Arion ada di rumah atau tidak,
...Luke (Chat)...
"Arion berada di kamarnya"
^^^"Apa Arion tidak pergi kemana-mana^^^
^^^setelah pulang sekolah?"^^^
"Tidak, selama Lo gak ada
Arion lebih banyak diam di rumah atau
pergi ke markas dan ke mansion Lo"
^^^"Ah kasian"^^^
"Kalau kasian cepat balik,
Gue juga gak tega terus-terusan
bohongin tu bocah"
^^^"Bacot Luk, setengah jam lagi gue otw"^^^
"Ok hati-hati
............
"Apa kata Kaila?" tanya Thania
"Seperti yang di rencana kannya, 1jam lagi dia akan berangkat ke sini"
"benarkah??"
"Iya biar urusan mereka selesai dan kita segera pergi bulan madu" Luke membawa Thania ke dalam pelukannya,
Kalian tau Luke dan Thania belum berangkat bulan madu karna Arion membuat Luke tidak bisa pergi dengan mengatakan kalau Kaila tidak ketemu siapapun tak bisa pergi kemana-mana,
Dan lebih parahnya Luke dan Thania belum melakukan malam pertama karna Thania ingin malam pertama mereka tidak di negara A sangat mengesalkan bukan??
Di kamar Arion,
Arion sedang mencoba menghubungi Kaila lagi namun nihil sama seperti sebelumnya tak ada jawaban dari Kaila, Setiap malam Arion menangis di dalam kegelapan kamarnya dan hanya dirinya yang mengetahui itu,
Arion tak memperdulikan kalau dirinya di kata cengeng atau lebay bin alay namanya juga saking sayang dengan seseorang dan takut kehilangannya pasti berasa sakit,
Arion pun tertidur setelah lelah menangis, biasanya orang-orang akan meminum wine atau bir saat sedang terpuruk namun Arion tak ingin lagi meminum itu , karna minuman haram itu Kaila dan anak-anak pergi meninggalkan dirinya.
"Selamat malam Kai dan anak-anak Daddy" ucapnya lalu tertidur...
..................
__ADS_1
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...