
"Bagaimana keadaan mereka sekrang?"
Kaila menggelengkan kepalanya "Mereka tak menjawab panggilan ku" kembali menangis di pelukan Arion
Arion mencoba menenangkan Kaila dalam pelukannya, setengah jam kemudian Kaila terlelap di pelukan Arion.
Arion menghubungi Luke untuk memesankan dua tiket kelas satu untuk nya dan Kaila . Luke yang menerima perintah dengan cepat memesankan tiket untuk bos nya itu.
beberapa menit kemudian seseorang menghampiri Arion yang sedang duduk memangku Kaila.
"Bos ini tiketnya, ada yang bisa saya bantu lagi?" orang itu salah satu anak buah Arion yang sengaja di tugaskan berada di airport sebagi Intel suruhan.
"tidak ada, kembali kerjakan tugas mu"
Anak buah itu meninggalkan Arion, banyak yang memperhatikan Arion karna sedang memangku Kaila yang tertidur apalagi mereka menggunakan seragam sekolah.
Arion sediki kesal pasalnya ada beberapa orang yang mengambil gambar nya terang-terangan. Arion hendak menghubungi luke lagi namun pemberitahuan untuk memasuki gate A5 untuk bersiap keberangkatan.
Arion membangunkan Kaila untuk memberitahu bahwa akan berangkat.
Saat ini mereka sedang berjalan menuju pesawat. dengan pakaian sekolah mereka berangkat menuju kota B.
Mata Kaila merah dan sembab setelah menangis cukup lama, Arion terus menggenggam tangan Kaila agar Kaila merasa tenang. butuh beberapa jam menuju kota B.
pesawat lepas landas, Kaila tiba-tiba mulai menangis lagi membuat Arion langsung memeluk nya agar tenang.
"Sayang nanti kau sakit kalau nangis terus" sambil mengelus kepala Kaila.
"I'm afraid something unwanted happens " ucap Kaila sambil menangis
"nothing will happen, let's pray that Mamah and Atfhifa will be fine "
Kaila menggangguk dan melepaskan pelukan nya, setelah itu beberapa pramugari menyajikan cemilan untuk mereka. Kaila yang sedari tadi menangis membuatnya lapar, Arion peka kalau Kaila lapar.
"are you hungry baby?"
"yes, I want to eat "
"please serve food " perintah Arion kepada pramugari itu
"Yes sir" pramugari itu menyajikan makanan yang berada di kereta dorongnya. "laki-laki idaman" batin pramugari
Setelah makanan sudah siap Kaila langsung memakan nya karna perutnya benar-benar lapar dan dia tidak berbohong.
Arion merapikan rambut kaila yang terurai agar tak menganggu Kaila makan.
Setelah makan Kaila menatap ke arah luar jendela membut Arion sedikit khawatir dengan keadaan kaila.
"Sayang "
__ADS_1
kaila langsung menoleh saat Arion memanggilnya.
"Istirahat dulu tidur sebentar agar badan mu tidak kecapean"
Kaila tak ingin tidur namun Arion memaksanya untuk tidur. Kaila pun menuruti perintah Arion, Arion memeriksa ponselnya beberapa pesan dari Wilasa dan Ares yang menanyakan keadaan dirinya dan Kaila.
Beberapa jam kemudian mereka tiba di kota B , Kaila tidak tau di rumah sakit mana keluarganya diapun mencoba menghubungi Wiliam lagi.
"Kaila?" jawab Wiliam
"Di rumah sakit mana?"
"di tempat aku di rawat waktu itu" Wiliam langsung memberitahu kepada Kaila karna anak buahnya mengatakan Kaila sedang menuju kota B
Kaila dan Arion dalam perjalanan menuju rumah sakit, setiba di rumah sakit anak buah mereka menghampiri Kaila dan menunjukkan di mana keluarganya berada.
Athifa dan ibu mereka sudah berada di ruangan PACU . Athifa tak terlalu parah karna ibu nya memeluk erat saat kecelakaan terjadi, sedangkan sang ibu mengalami retak di tulang kering juga terkena benturan di bagian kepala nya.
Saat Kaila tiba di ruang tunggu dimana ayah dan kedua abangnya berada. Tangis kaila peceh tak terbendung lagi ayahnya menenangkan Kaila,
"Semua sudah baik-baik saja sayang" sang ayah menenangkan Kaila
"Kenapa bisa terjadi" sambil terisak Kaila bertanya
"Berhenti lah menangis kai, mamah dan Atfhifa sudah baik-baik saja operasi nya lancar" sela Kaivan mendekati Kaila.
Kaila melepaskan pelukan nya dari sang ayah, dia pun berjongkok sambil terisak Kaivan mencoba menenangkan adiknya itu.
"Tidak apa ayah di sini saja"
"no daddy, Istirahat lah di rumah atau hotel dekat sini ayah Kaivan tak ingin ayah sakit"
"Baiklah ayah akan memesan hotel di dekat rumah sakit"
Ayahnya berjalan meninggalkan ruangan tunggu di ikuti asisten dan satu pengawal.
Arion hanya duduk diam memperhatikan keluarga kaila, Kaila sedikit merasa tenang pun berhenti menangis.
"Maaf merepotkan mu Vian" Kaivan menghampiri Arion
"it's okay, how are your mom and sister's condition, bang ? "
"Operasi berjalan lancar"
"Bagaimana bisa terjadi? apa pelakunya sudah di tangkap?"
"Pengemudi yang menabrak sedang mabuk dan sopir pribadi ibu ku tak terselamatkan saat berada di perjalanan menuju rumah sakit untung saja ibu dan adikku masih bisa di selamat kan" Kaivan mengusap wajah nya.
"Sekarang sudah baik-baik saja tenang bang kita berdoa saja agar cepat membaik"
__ADS_1
Arion mendekati Kaila setelah berbicara dengan Kaivan. Kaila menyenderkan kepalanya ke bahu Arion "Kenapa bisa seperti ini terjadi berturut-turut" gumam Kaila
"Sttt, tenang sayang semua sudah membaik"
Kaila mengangguk, mereka bertiga tidak berbicara sampai beberapa saat kemudian dokter mengatakan akan memindahkan adiknya keruangan sedangkan sang ibu masih di ruang pacu.
Setelah di pindahkan keruangan Kaila duduk di samping adik melihat keadaan adiknya membuat kaila kembali terisak.
Wiliam baru datang dan mendapati Kaila yang sedang menangis membuat nya langsung memeluk Kaila agar berhenti menangis karna wajahnya sudah pucat tak berhenti menangis.
Kaila menangis sampai tertidur di pelukan Wiliam, Wiliam mengangkat tubuh kaila dan merebahkan di sofa.
Setelah Kaila tertidur barulah Wiliam menyapa Arion,
Wiliam meminta anak buahnya membelikan makanan untuk mereka karna Wiliam tau adik-adiknya itu belum makan apapun.
tak butuh waktu lama makanan yang di minta Wiliam sudah berada di depannya.
"Bang bagaimana Kaila tau ?" tanya Kaivan karna dia sangat terkejut Kaila datang dengan menggunakan seragam sekolah nya begitu juga Arion.
"Maid di rumah tak segaja memberitahu kalau kita di rumah sakit"
"pantas saja"
"Ayo makan dulu kau juga Vian" ucap Wiliam
Setelah makan mereka sibuk dengan ponsel,Wiliam mengutus asisten nya untuk menangkap pengemudi yang mabuk itu dan di bawa ke markas tak peduli siapa itu berani mencelakai orang yang di sayang nya sengaja maupun tidak sama ja menyerahkan diri untuk mengakhiri hidup.
tak terasa malam tiba, ibu mereka Bru saja di pindahkan keruangan. Kaila yang sudah terbangun mendekati sang ibu dan adiknya itu.
Ayah mereka juga sudah berada di ruangan, setelah melihat keadaan adik dan ibunya Kaila benar-benar marah dan ingin menghabisi pengemudi yang mabuk itu.
Ayah Kaila baru menyadari kalau ada Arion,
"Teman Kaila?" tanya nya
"Iya om, saya Arion maaf saya tidak menyapa om tadi siang"
"Tak apa, om bisa minta tolong? ajak lah Kaila juga Kaivan pulang dulu untuk istirahat dan ganti baju"
"Ah, baik om"
Kaivan mengikuti perintah sang ayah, Kaila tak ingin pulang tapi setelah di beri pengertian barulah dia mau.
Halo Kakak-kakak β€οΈπ
Maaf kalau ada salah kataπ semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload πππ.
Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like π
__ADS_1
jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update ππππβ€οΈβ€οΈ
Terimakasih β€οΈπ