
Kevin dan Luke menyiapkan kolam renang juga perlengkapan lainnya agar anak-anak senang, mereka berdua tak bisa menolak perintah kedua bosnya itu apalagi Kevin. perintah Queen adalah mutlak baginya di kerjakan.
"Jadi nanti kasih nama mereka sekalian nama boy?" Tanya Arion
"Iya, Ka Thania sama Luke kapan?"
"Gak tau, Luke mau nya di percepat soalnya bulan depan jadwal nya padat banget itu pun sudah bagi dua sama aku"
"Emang sibuk ngapain?"
"Perusahaan milik Ak..." Arion tidak melanjutkan ucapannya, dirinya keceplosan masalah perusahaan yang harusnya tidak di bongkar nya sekarang.
"Perusahaan siapa? papa?" Kaila yang tidak fokus dengan pembicaraan Karna menggendong boy biar tertidur
"ah? eh iya perusahaan papa. jadi kami sama Luke bagi 2 kerjaannya"
"mau aku bantu? gini gini aku pintar dalam masalah perusahaan"
"kamu istirahat aja , jaga boy biar gak kecapean"
"tapi kalau butuh bantuan bilang ya? kamu juga jangan sampe sakit" Arion mengangguk
Anak-anak itu sedang mengekori Kevin dan Luke yang sedang menyiapkan perlengkapan berenang,
"Will you marry me?" gumam Arion , namun yang Kaila dengar tidak jelas apa yang di gumamkan Arion karna jarak mereka agak jauh
"Apa by?" tanya Kaila
"Gapapa" Arion tersenyum menatap Kaila yang sedang sibuk menidurkan boy karna tadi cerewet.
Arion memainkan ponselnya, Melihat-lihat cincin yang ada di salah satu toko online tersebut.
"Bantu gue milih dong" pinta Arion ke para pembaca
2
3
(tulis di komentar pilihan kalian ya🙏)
Arion ingin segera melamar Kaila namun tidak tau kapan jelas pastinya hari itu.
Anak-anak kembali ke dalam karna semua sudah siap di halaman belakang, Davian duduk di samping Kaila karna ingin melihat boy.
"Sudah selesai semua Queen" lapor Kevin,
"Makasih Vin Luk" ucap Kaila
"Sama-sama Kai, Gue balik dulu ya mau jemput Thania fighting baju"
"Kapan acaranya?" tanya Kaila
"Seminggu yang akan datang kayaknya"
"ko kayaknya! serius sama Kakak gua gak lu!" kesal Arion
"Ye selow an eh selow bos" ucap Luke meralat, untung tidak mengumpat di depan anak-anak
"Kalau gak seminggu lagi dua Minggu, gapapa kna fighting baju dari sekarang"
"Fighting baju alasan lu doang kan, sebenernya lu berdua mau jalan-jalan" ucap Kaila
"ko lu tau kai?"
__ADS_1
"Gue bisa liat masa depan" Kaila Menaik turunkan Kedua alisnya
"Serius lu? daebakkk"
Kevin melihat itu hanya menggeleng kepalanya, Luke pun setelah berpamitan langsung berangkat pergi karna perjalanan dari rumah Kaila ke sekolah cukup jauh,
"By aku gak ikut berenang jadi kamu yang nemanin mereka" pinta Kaila,
Arion yang tadi fokus ke ponselnya langsung menatap Kaila dan mengangguk.
"Vian" ucap Kaila Davian dan Arion langsung menoleh bersamaan , Kaila melupakan tentang itu yang mana panggilan dirinya ke Arion adalah Vian.
"kenapa honey?"
"Ada apa mom?"
Ucap keduanya bersamaan, Kaila langsung terkekeh melihat keduanya langsung menyahut panggilan dirinya,
"Hahaha maafkan mommy sayang, mommy memanggil Daddy mu"
"Ada apa?" Arion berdiri menghampiri Kaila
"gantian dulu aku mules" pinta kaila,
anak-anak yang lain sedang menonton TV dan tidak fokus dengan kedua orang tuanya dan Kaka tertua mereka, Ada tiga anak yang akan di jemput orang tuanya lusa dan besok.
Kaila sedikit tak rela sebenarnya namun dirinya juga tak boleh egois, Kaila dan Arion juga sedang menunggu kabar tentang orang tua Davian sampai-sampai meminta Para anak buah IT mereka mencari keberadaan orang tuanya.
"Dad boleh makan puding lagi?" tanya Davian ,
"Ajak uncle Kevin ke dapur dan minta ke maid membawakan puding ke sini untuk adik-adik mu juga" Davian langsung tersenyum senang mendengar lalu menarik lengan Kevin ke arah dapur
"dad, bang ana?" tanya salah satu anak laki-laki yang melihat Davian pergi
Arion langsung menunduk menatap anak laki-laki itu,
"Abang ambil cemilan buat kalian" Anak laki-laki itu mengangguk
"Apa sayang?"
"Ade na iduy ya?"
"Iya Ade nya tidur"
"Dahal mo in ma Dede"
"Nanti ya nunggu Ade udah bangun"
Kaila datang dengan wajah segar,
"Kamu baik-baik saja baby?" tanya Arion ke kaila
"Sangat baik, Kevin dan Davian kemana?"
"ke dapur" Kaila mengangguk
"Sini aku gendong"
"aku aja , kamu pasti cape"
"makasih"
Mereka pun berkumpul dengan anak-anak seraya menunggu waktu sore agar tidak terlalu panas saat mereka berenang nanti,
"Queen ada Tuan dan Nyonya Walsh" lapor penjaga di depan pintu
"benarkah? lalu mana?"
"DI SINI SAYANG" teriak mami Arion seraya melambaikan tangan
__ADS_1
Anak-anak yang fokus ke tv langsung menoleh bersamaan ke arah mami Arion yang masuk ke dalam seraya berteriak, Tuan Walsh hanya bisa menggeleng melihat tingkah istrinya ini.
"MOM JANGAN TERIAK-TERIAK ANAK AR TIDUR" balas teriak Arion
UWEEKKK
UWEKKK
UWEEKK
Kaila menutup matanya seraya menarik nafas dirinya ingin sekali membanting kekasih nya karna membangunkan boy padahal baru saja bayi itu tidur nyenyak,
mendengar boy menangis Arion langsung menatap takut Kaila yang saat ini sedang menetralkan kekesalannya,
"Maaf" rintihnya
Kevin dan Davian yang baru saja tiba dari dapur pun ikut bingung apa yang terjadi saat mereka ke dapur tadi,
"Cupcupcupcup sayang Daddy, Daddy minta maaf ya" Arion mencoba menenangkan bayi kecil itu
"Cih kamu ini hobi nya bikin nangis cucu mami aja" ucap sang mami yang baru saja tiba di depan mereka
"ini nih salah mami pake teriak-teriak" kesal Arion
"Udah ah! sini boy nya" ucap Kaila gak kalah kesal
"Beb?" panggil Arion seraya memberikan boy ke dalam gendongan Kaila
Kaila menatap Arion malas, dirinya ingin sekali menyumpah serapah Arion namun tidak bisa ada anak-anak dan orang tua Arion saat ini.
"Anak-anak salaman dengan Oma dan Opa" titah Kaila, mereka langsung berdiri dan bersalaman dengan orang tua Arion
kedua orang tua Arion sudah mendengar kalau Kaila ingin anak-anak berada di rumahnya, walau awalnya Arion meminta Luke membelikan rumah untuk mereka akhirnya tidak jadi berkat saran dari pembaca.
"Wahh cucu Oma udah pada makan?"
"dah Oma" ucap mereka serempak
Mereka berbincang bersama Kaila pun memutuskan untuk menuju ke kamarnya , Davian mengikuti kemana saja Kaila entah kenapa Davian serasa lebih aman di dekat Kaila maupun Arion walau dengan yang lain pun sama saja amannya.
namun Davian lebih memilih mengikuti kemana kaila karna ada boy di situ siapa tau kaila butuh bantuan pikirnya mungkin,
"Mami papa kaila ke atas dulu sama boy, boy lagi rewel soalnya abis suntik imunisasi"
"Iya sayang mau mami temanin?"
"Gak usah mi, mami sama anak-anak yang lain aja gapapa ko Kaila"
"Sayang mau aku temani?" ucap Arion
"G" singkat Kaila , Arion menggaruk tengkuknya yang tidak gatal habis lah dirinya.
"Mom Davian mau ikut"
"Ayo sayang"
Ketiganya berjalan menuju lift untuk ke lantai tiga dimana letak kamar Kaila,
Di tempat lain,
"gimana keadaan di sana?"
"Mommy pingsan ,keadaan grandpa semakin kritis"
"dari tadi gak berangkat ² , kalo nunggu pesawat kita pasti lama lagi"
"gue bakal telpon BangWill"
...🖤***JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...
__ADS_1
JANGAN LUPA BACA JUGA CERITA AKU JUDULNYA ARCELLA QUEENZIE ❤️***