Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 70


__ADS_3

Mereka sudah tiba di sekolah, Kaila masih tidak mengetahui kalau lengan kiri Arion tertembak, ketiga tuan muda menuju kelasnya masing-masing.


jam pelajaran dimulai,


Kaila sebenarnya malas untuk hadir hari ini tetapi ada ulangan matematika mau tak mau dia turun.


Kaila sudah menyelesaikan lebih dulu dari murid yang lain, dan langsung meninggalkan kelas, tak lama di susul oleh Feli karna kaila memberikan beberapa jawaban di lembaran untuk Feli.


Kaila menuju rooftop ntah rasanya gelisah memikirkan mimpi nya tadi malam,


Flashback On~


Kaila yang sudah mengganti pakaian langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Kaila sudah tertidur dan memasuki alam mimpinya.


di mimpi Kaila, Kaila sedang berada di pelabuhan bersama teman-teman, mereka hendak pergi memancing namun saat sedang bersiap untuk masuk ke perahu Kaila mendengar suara tembakan sangat jelas.


sedetik kemudian Kaila berbalik di dapatinnya Arion yang berlumuran darah. panik? tentu siapa yang tidak panik melihat kekasih di tembak di depan mata.


hanya Kaila yang menyadari kalau Arion tertembak sedangkan teman-temannya tidak, seperti tuli dan buta. Kaila sangat panik sejadi-jadinya mencoba menahan darah yang keluar namun tetap saja tidak bisa.


Arion tak sadarkan diri, Kaila menangis sejadi-jadinya. "mimpi itu seperti nyata" ucap Kaila yang sudah terbangun sambil mengatur nafasnya yang menggebu-gebu.


flashback off~


Feli sedari tadi mencari Kaila kemana-mana, Sampai jam istirahat pertama berbunyi semua murid ramai keluar dari kelas dan pergi ke satu tujuan yang sama kantin.


"Lo kemana sih kai, suka banget bikin khawatir!" serkas Feli


Feli berjalan menuju kelas Arion, pikir nya Kaila sedang bersama dengan Arion. Baru di depan pintu Arion dan kedua sahabatnya sedang berjalan hendak keluar kelas.


"tumben nyusul?" tanya Wilasa


"Gk nyusul kamu tau. Kaila ada gak?" tanya Feli


"Lah feli mata nya Burem? gak liat kita cuman bertiga" tanya Naresh,


"Yasudah bye!" kesal Feli , namun saat hendak meninggalkan ketiga tuan muda itu


"Kaila kemana?" tanya Arion


"Ko Lo balik nanya sih!"


"Ya kan Lo teman sekelasnya"


"Gue gak tau, selesai ngumpul tugas Kaila gak ada di kelas! sedari lagi dia juga diemin gue." Feli pun bingung ada apa dengan sahabatnya itu.


"Yaudah Lo pada kantin aja duluan, gue nyari Kaila dulu" Arion langsung pergi mencari Kaila


berulang kali Arion menghubungi Kaila namun yang menjawab malah operator "Nomor yang anda tuju sedang sibuk. cobalah beberapa saat lagi"


Arion sudah mencari Kaila ke taman belakang, UKS, kantor kepala sekolah,gudang, ruang khusus mereka, namun tetap Kaila tak ada di sana . seketika terlintas di pikiran Arion "Rooftop" batin Arion.


Arion berlari menuju Rooftop, benar saja kaila sedang duduk melamun menatap lurus kedepan. Kaila yang sedang melamun tak menyadari bahwa Arion sudah berada di sampingnya.


Arion memperhatikan kekasihnya itu "Kaila nangis?" batinnya


"kai? ada apa?sakit? " tanya nya lembut sambil membawa kaila ke dalam pelukannya.


Kaila yang melamun sedari tadi terkejut melihat Arion di depannya refleks Kaila langsung memeluknya dan menangis sejadi-jadinya.


"Jangan tinggalin aku! jangan pergi aku takut! jangan kenapa-kenapa!!!!!!!"


"kamu kenapa sayang? "


Kaila menggeleng, Arion mengelus punggung Kaila lembut agar Kaila tenang. masih dalam pelukan Arion Kaila menangis.


"Sudah yuk nangisnya, kita makan keburu bell masuk"


Kaila melepaskan pelukan nya.


Mereka berdua menuruni anak tangga menuju kantin.


di kantin masih ada ketiga sahabat mereka.

__ADS_1


Feli melihat kaila datang buru-buru berdiri "Lo kemana sih kai. hoby banget bikin gue panik" sambil memeluk Kaila


Kaila membalas pelukan Feli "gak kemana-mana fel, ayo makan gue laper"


Arion memesan makanan , karna bergerombol tak sengaja tersenggol lengan kiri Arion. "Akhh!!" rengek Arion sambil membawa nampan ke meja kantin.


Ares memperhatikan lengan Arion dengan cepat menutupinya. "Anjink ni bocah! " mengutuk Arion dalam hati


Arion menahan sakit di lengan kirinya mencoba tenang agar Kaila tak mengetahui kalau dia terluka. Arion tak ingin membuat kaila khawatir pastinya.


selesai makan, Arion tak mengantar Kaila kekelas Seperti biasanya. saat di rasa Kaila sudah tak terlihat baru Arion meringis kesakitan.


"Akh Tuhan!!" rintih Arion


"Kok bisa si anj !" tanya Ares yang khawatir


"Ada yang nyenggol tangan gue!"


"Ri mending Lo istirahat di uks dulu deh sekalian di obati" Wilasa ikut bicara


"Gak apaan UKS!"


Tengg tengg tengg


bell masuk kelas berbunyi, Darah di lengan Arion masih keluar membuat Ares geram dan menarik Arion meninggalkan kelas.


"Bu saya ijin ke UKS!" setelah itu Ares menarik Arion lagi tanpa mendengar Jawaban dari guru yang mengajar.


"Apaan Lo res! Lo mau kita di lihat ka Thania!"


"Terserah! Lo mau Lo mati kehabisan darah hah!!!!"


"Ya enggak lah geblek! "


mereka sudah berada di uks, namun siswa pmr tidak ada karna saat ini KBM. Dengan terpaksa Ares yang membantu mengobati.


"Pelan anj Lo dendam sama gue!" sambil menahan sakit d lengannya


"Sudah selesai gue ganti perbannya"


"Tapi lengan baju Lo merah. ketahuan Kaila ****** nya gak Lo sendiri masalahnya gue sama Wilasa juga kena imbasnya!"


"Ribet res! mending Lo balik kelas" usir Arion tapi Ares merebahkan tubuhnya di kasur sebelah.


Ting


bunyi pesan masuk


"Ko Lo pada ninggalin gue sih! "


"Lo berdua di mana?"


"Woyy!""


"Ngantuk gue!!!"


"Ikut woyy!!!!"


spam Wilasa di grub chat mereka bertiga


"UKS" singkat jelas padat balasan Ares


Tanpa membalas lagi Wilasa ijin ke guru di depan untuk ke UKS.


Wilasa sudah berada di uks, mereka tidur siang bersama di uks .


sampai bell pulang berbunyi mereka masih molor di ruang UKS. sedangkan dua sahabat yang sedari tadi menunggu para lelakinya tak kunjung datang.


"Coba telpon Wilasa fel"


"Gak di angkat, cari kelasnya aja yuk"


Mereka tiba di kelas Arion, hanya tinggal tiga orang yang piket.

__ADS_1


"Eh gue boleh nanya, Wilasa sama kedua temannya kemana?"


"Oh mereka tadi ijin ke UKS, sampe pulang gak ada balik"


"Oke makasih, gue bawa tas mereka"


Kaila membawa tas Arion dan Ares, sedangkan Feli membawa tas Wilasa.


mereka berjalan menuju UKS.


Saat keduanya masuk ke UKS tiga tirai tertutup, keduanya langsung membuka ketiga tirai itu. terdapat ketiga tuan muda yang sudah terlelap dan berada di alam mimpi.


awalnya Kaila tak memperhatikan lengan kiri Arion yang berwarna merah, sampai saat Feli tak berdiri di sebrang ranjang Arion sebelah kiri hendak membangun kan Wilasa melihat lengan baju Arion merah.


"Kai"


"Kenapa Feli"


Feli menunjuk ke lengan Arion dari tempatnya,


"Apaan nih!!!" dengan cepat Kaila mengecek lengan Arion.


"Luka? ko bisa!!!" mata Kaila memerah sambil mengeluarkan air mata.


Arion yang merasa ada seseorang pun membuka matanya. terkejut? tentu Arion terkejut melihat kaila menangis di sebelahnya Feli yang memenangi Kaila.


"Sayangg"


"Kenapa bisa terluka!!"


"Ini gapapa, gak sengaja kena ujung tembok"


"Bohong!!"


masih menangis, Arion memeluk Kaila agar berhenti menangis,


"Benar ,sudah okey jangan nangis"


"Kenapa bisa"


"Apanya?"


"lengannya luka"


"Gak sengaja sayang"


karna perdebatan kecil itu kedua tuan muda yang tertidur ikut terbangun.


"Mampos ketahuan" batin Ares


"ada apa ko rame" dengan suara khas bangun tidur Wilasa meraih lengan Feli agar masuk ke dalam pelukannya


"Mau pulang" ucap Feli


Kaila sudah lebih tenang mendengar ucapan Arion, namun Kaila gak bodoh yang percaya itu. mencoba mengiyakan ucapan Arion.


mereka kembali rumah masing-masing.


Arion dan Kaila ke apartemen,


di apartemen masing-masing keduanya langsung beristirahat, entah kenapa Arion sangat mengantuk.


Kaila juga beristirahat karna lelah menangis.


cengeng? gapapa siapa yang tidak menangis melihat orang di sayang terluka.


Tak terasa sudah pukul 07.35 malam


Kaila terbangun karna telponnya berbunyi,


"Hallo?" tanya kaila setengah sadar


...maaf telat up:) ...

__ADS_1


seminggu ini ada urusan maaf ya🙏😭


ada yang nyariin gak??


__ADS_2