Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 32


__ADS_3

Kaila terbangun saat sinar matahari menyinari seisi ruang rawat inap nya.


"Tunggu lengan siapa ini" batinnya.


saat ini Kaila membelakangi Arion yang masih tertidur, Kaila pun membalikkan badannya dan langsung bertatapan dengan dada bidang milik Arion.


Kaila menatap wajah Arion yang saat ini tertidur pulas dan mengelus pipi Arion dengan lembut.


"Kau sudah bangun honey, Morning" dengan suara serak bangun tidur


Kaila yang terkejut langsung menyembunyikan tangannya ke belakang,


"Bangun lah kau sudah terlambat" ucap Kaila malu


"Aku sudah meminta mamah untuk memberitahu ka Thania" ucap Arion "Sebaiknya kita lanjutkan tidur kita aku masih sedikit mengantuk" ucap Arion lagi


"Sebentar lagi dokter akan memeriksa keadaan ku , lanjutkan tidur mu di sofa saja" ucap Kaila


"Tenang lah aku juga pemilik saham rumah sakit ini mereka tak akan berani menganggu kita" ucap Arion sambil memeluk erat Kaila


Percuma melawan pikir Kaila ,Kaila pun mengikuti permintaan Arion.


Saat mereka tertidur dokter dan perawat mengetuk pintu lalu membuka nya.


Kaila yang sudah tak mengantuk menyadari ada yang membuka pintu langsung melepaskan pelukan nya membuat Arion membuka matanya dan mengerutkan kening.


"Saya akan memeriksa keadaan nona Kaila dulu setelah mengetahui kondisi nya baikΒ² saja siang ini boleh pulang" ucap dokter pria itu


"Baiklah dokter Arya" ucap Kaila


"Untung adik ayah kalau orang sudah aku jadikan makanan singa ku" gerutu Arion sambil berjalan menuju sofa


Arya yang mendengarkan gumaman Arion langsung berbalik menendang pantat Arion kencang


Bugg


Badan Arion terjatuh tepat didepan sofa.


"Sekali lagi kau bergumam akan ku jadikan bahan percobaan racun baru milikku " kesal Arya


"Ck, cukup bagus juga pendengaran dokter" ejek Arion


"Vian" tegur Kaila membuat Arion langsung diam lalu menampilkan senyum nya


"Saya periksa dulu keadaan mu" dokter Arya memeriksa keadaan Kaila


"Sudah membaik siang nanti boleh pulang, ingat jangan sampai terbentur " ucap dokter Arya


"Ah syukurlah aku sudah rindu kasur ku" ucap Kaila dengan semangat


"Kalau infusnya habis beritahu perawat uagar di lepas" perintah dokter Arya "saya permisi dulu"


"Terimakasih banyak dok"


Kaila menatap ke arah Arion yang sedang asik dengan ponselnya seketika muncul pemikiran tak masuk akal dalam otak Kaila saat memperhatikan Arion.


"apa yang kau lihat di ponsel mu? baru beberapa hari sudah ingin mencari selingkuhan" batin Kaila


Kaila turun dari ranjangnya berjalan ke arah pintu keluar Arion masih asik dengan ponselnya tak lama baru Arion menyadari kalau Kaila tak ada di atas ranjang.


"Sayangg?"


"Whr you honey?"


"Kailaa"


Teriak Arion mencari Kaila d toilet tidak ada ,di koridor rumah sakit tidak ada.


Arion berlari ke arah ruangan Ares mencari Kaila namun tak ada.


"Suster Liat pasien di VVIP nomor 4 tidak?"


"Nona Kaila?"


"Iya apa kau melihat nya?"


"Tadi nona meminta ijin untuk ke restoran & caffe di seberang tuan"


"Ok terimakasih"


Arion berlari menuju restoran tersebut setiba di restoran mencari keberadaan Kaila.


kaila duduk di pojokan yang sepi Arion yang melihat pun langsung mendatanginya.


"Sayang kenapa tak mengajak ku ke sini?aku bisa menemani mu"


"Aku tak ingin mengganggu mu yang sedang asik dengan ponsel ntah menghubungi siapa"


"Apa Kaila cemburu?" batin Arion


"Aku tidak menghubungi siapaΒ² kalau tidak percaya kau boleh menyadap atau memakai ponselku" sambil menyerahkan ponselnya

__ADS_1


"Kita baru saja menjadi kekasih kau sudah ingin selingkuh" ucap kaila


"Oh my sayang percaya padaku ,aku sudah bersumpah dengan darahku apa kau kira aku bercanda"


"Maybe"


"Sudahlah kau bisa sepuasnya mengecek ponselku sayang"


"hmmm"


Kaila melanjutkan memakan cake strawberry nya dengan wajah memerah karna pemikiran bodoh nya.


Setelah selesai Arion membayar semua pesanan Kaila lalu mereka kembali kerumah sakit.


"Maaf" ucap kaila


"Tak apa aku yang salah tak seharusnya aku membiarkan kan mu jajan sendiri"


Arion menggenggam tangan Kaila dan sebelah tangannya membantu mendorong tiang infus .


saat memasuki rumah sakit para perawat dan pasien banyak yang mengagumi kecantikan dan ketampanan Kaila juga Arion .


"Mereka cocok sekali"


"Semoga anakku nanti lahirnya cantik atau tampan seperti mereka"


"Itu tuan muda Arion kan keponakan dokter Arya juga anak pemilik saham di sini"


"Andai aku yah bersama tuan arion"


Begitulah beberapa percakapan orang yang melihat Arion dan Kaila berjalan kearah ruangannya.


"Istirahat sayang, aku akan menghubungi anak buahku untuk membawakan bajuku ke sini"


Kaila mengangguk paham,


Setelah menghubungi anak buahnya Arion membereskan barang-barang milik Kaila e dalam koper kecil milik Kaila.


Pukul 12.15 siang


Seorang perawat masuk ke ruangan Kaila untuk melepaskan jarum infus yang ada d tangan kaila.


"Silahkan mengurus administrasi nya di depan tuan" ucap perawat itu setelah melepaskan jarum infus milik Kaila.


"Ok" jawab Arion


Kaila mengganti pakaian nya dan Arion mengurus biaya rawat inap juga menebus obat untuk kaila.


Setelah selesai mengurus semuanya Arion mampir ke ruangan Ares, di dalam ruangan Ares nampak sudah bersiap-siap untuk pulang sama seperti Kaila.


"Baguslah" jawab Arion


"Bagaimana dengan Kaila?aku dengar dari ayah dia juga di perbolehkan pulang"


"Ya kami sedang bersiap"


"Oke lalu untuk apa kau ke sini?"


"Kau tak suka aku menjenguk mu?Yasudah aku pergi"


"Silahkan"


Arion meninggalkan ruangan Ares , Ares hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah sepupunya itu.


"Sayang" panggil Arion


"Ada apa Arion"


"Tak bisa kah kau memanggilku dengan panggilan sayang"


"Ada apa sayangg"


"Ck, Ayo pulang"


"Tunggu sebentar aku akan keluar"


Kaila masih berada dalam toilet tak lama Kaila keluar.


Barang-barang Kaila sudah rapi dan siap di bawa.


"Ah ya tadi saat kau pergi anak buah mu mengantarkan pakaian mu, mandi lah dulu biar segar" Kaila memberikan pakaian kepada Arion


"Baiklah Queen" Arion mengambil pakaian nya dan mencium dahi Kaila


"Hmmmm" Kaila berdehem


Tak butuh waktu lama Arion menyelesaikan mandi nya.


Mereka berdua sudah bersiap untuk pulang.


Arion menggenggam tangan Kaila dan membawa koper milik Kaila.

__ADS_1


"Candy Apa masih lama?" tanya Ares yang menunggu candy yang di toilet


"Maafkan aku tuan Naresh" ucap candy pelan


"Hm ya cepat kita harus kembali kerumah sebelum ibu ku menghubungi ku lagi"


"Iya tuan"


"Panggil aku Naresh atau Ares tak perlu pakai tuan" sambil berjalan keluar kamar diikut candy yang membawa tas ransel milik Naresh


Ares berhenti di depan pintu candy yang di belakang nya pun menabrak punggung Ares


"Maaf tuan"


"Sini aku yang akan membawa barangku sendiri" mengambil tas miliknya yang di bawa candy


"Tapi tuan?"


"Sebut tuan sekali lagi akan ku hukum"


Ares melanjutkan langkahnya.


Arion bersama Kaila sedang berjalan ke arah keluar Ares yang melihat langsung memanggil Arion.


Arion yang merasa ada yang memanggil namanya menoleh ke belakang Ares pun menghampiri Arion .


"Pulang bersama?" tanya Ares


"Tak perlu" jawab Arion singkat


"Huh, sikap dingin dan cuek mu kembali lagi rupanya" ejek Ares


Kaila memperhatikan candy.


"Res sepertinya candy berdarah" ucap Kaila


"Hah?" Ares langsung memperhatikan candy


"Mana darah?Kau terluka candy?" tanya Ares ke Candy


"Tidakk " sambil menggelengkan kepala nya


"Kau tembus" ceplos Kaila


"Ehhh,... Maafkan aku" ucap candy langsung menutup celana depannya yang terlihat ada noda darah


"Pakailah jaketku untuk menutupinya" ucap Ares


"Kami akan pergi duluan" ucap Arion mengajak Kaila meninggalkan Ares dan Candy


"Oke hati-hati di jalan" Ares juga berjalan keluar karna supirnya sudah menunggu nya


Arion dan Kaila kembali ke apartemen.


Di apartemen Arion mengikuti Kaila masuk ke dalam.


"Vian tolong lepas lepaskan semua kabel cctv yang menyambung ke listrik" Kaila menunjuk beberapa sudut cctv d ruangan Kaila.


"Ya akan kulakukan setelah menyiapkan makanan untuk kita"


Arion menuju dapur untuk memasak nasi goreng spesial buat dirinya juga Kaila.


Tak butuh waktu lama makanan pun siap.


Mereka makan bersama di depan tv.


Setelah menyelesaikan makan baru Arion melepaskan semua kabel cctv. Kaila sudah meminta ijin kepada Kaivan sebelum itu dan di setujui Kaivan.


"Ibuku menyuruhmu ikut makan malam bersama nanti bagaimana kau mau?" tanya Arion


"Di rumah mu?Aku sedikit malu"


"Tak perlu malu ketiga kakak ku juga ingin menemui mu"


"Hmm baiklah"


"Sudah istirahat lah dulu nanti sore kita ke rumahku"


Kaila berjalan ke arah kamarnya untuk istirahat sedangkan Arion masih duduk di depan tv sambil memainkan ponselnya.


"Kalau ku tau kau tidak hadir hari ini aku juga tidak akan hadir ke sekolah" isi pesan Wilasa di grub chat khusus mereka bertiga


Arion hanya membalas dengan emot tertawa


"Ah Lebih baik aku tidur sebentar" gumamnya


Halo Kakak-kakak β€οΈπŸ™


Maaf kalau ada salah kataπŸ™ semoga Kakak-kakak suka dengan karya pertama aku maaf juga kadang sering telat upload πŸ™πŸ™πŸ˜­.


Mohon dukungan nya dengan cara apapun mau itu vote poin/like πŸ™

__ADS_1


jangan lupa di favorit kan ka agar tau kalau kita update πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€οΈβ€οΈ


Terimakasih β€οΈπŸ™


__ADS_2