Kesayangan Tuan Muda Mafia

Kesayangan Tuan Muda Mafia
Bab 146


__ADS_3

Sabtu, pukul 9 saat ini


Arion dan yang lainnya hampir tiba di lokasi,


sebelum berangkat tadi mereka sarapan terlebih dahulu karna tak terjadi hambatan saat melakukan penyergapan.


Masih menunggu balasan dari Kaila, Arion sesekali mengecek ponselnya menunggu notif pesan dari Kaila.


Saat ini Mereka sudah berada di lokasi yang sangat dekat dengan tempat Mark di tahan, beberapa meter sebelum sampai mereka berhenti untuk memberikan Ares waktu mengecek berapa anak buah yang ada di dalam dan tempat mana Mark di tahan.


"mereka puluhan Ar Sa, kita hanya membawa 30 orang Lo yakin?"


"ya iyalah puluhan Res namanya juga markas musuh" Wilasa menggeleng mendengar ucapan sahabatnya


"Why not?" Ares menatap Arion, tersirat dari matanya terlihat jiwa haus darah dan kemarahan


"Ok! ingat jangan sampai terluka" titah Ares


"Lo tenang aja, percaya sama kita dan semua anggota lainnya"Wilasa menenangkan Ares , Ares mengangguk


Melanjutkan strategi awal mereka mulai sudah rencanakan, Senjata yang akan mereka gunakan pun sudah siap. Naresh akan berada di mobil dengan beberapa anak buah dan 1 hacker terbaik didikannya untuk membantu mengawasi segala sisi,


sisanya akan menerobos masuk bersama Arion dan wilasa, mereka harus segera menyelesaikan permasalahan yang ada di sini segera agar dapat berisitirahat untuk acara nanti malam, Semoga tidak terjadi hal yang tidak di inginkan agar segera pulang kerumah.


Salah satu mobil baja yang sudah di rancang sendiri oleh Wilasa mendobrak pintu masuk memberikan jalan untuk mobil lainnya masuk ke halaman markas tersebut.


BRAKKKKK


"Penyusup! beritahu bos segera!!" lapor penjaga yang berjaga di pintu masuk


orang-orang yang berada di markas itu langsung cepat bersiap untuk melakukan tindakan perlawanan terhadap musuh yang menyerang.


"Kebiasaan gak bisa santai anak buah Lo" ucap Ares mendinginkan suasana agar tak tegang


"Oke! semua bersiap sesuai dengan yang gua rencanakan!" titah Arion melalui alat komunikasi


"siap bos"


"baik bos"


Dorr


dorr


dorr


Mereka bersamaan keluar dari mobil menembaki para anggota musuh yang bersiap menembak mereka, kalah cepat dengan gerakan anggota Arion dkk.


"Ruang bawah tanah tempat Mark" Naresh memberitahu melalui alat komunikasi


"Eh Ar?" Arion mendengar ucapan Ares terhenti sebentar dari menembak


"Kenapa?" seraya melanjutkan tugasnya


Mereka langsung masuk ke dalam markas musuh bersamaan, Arion dan Wilasa berada di tengah-tengah anak buah mereka.


"BRENGS*K" Ares mengumpat terdengar jelas di alat komunikasi


dorrr


srak


dor


"Ada apa?" Arion dan Wilasa bersamaan, para anak buah mereka pun juga mengucapkan hal yang sama karna kaget.


"Ar Sa, di ruang bawah tanah tak hanya ada Mark, di dekat situ ada beberapa ruangan berisi anak-anak di bawah umur dan perempuan"


dorr dorr


"DAMN!! PERDAGANGAN MANUSIA!" ucap Wilasa ,


dorr dorr


Arion yang mendengar itupun semakin menggila membunuh para hama di depannya, Wilasa tercengang namun tetap fokus membantu Arion dan yang lainnya.


"Ar!! Fokus jangan sampai hilang kendali" Tegur Ares, Arion hanya mengangguk tanpa menjawab.


"BERPENCAR! SALING MENJAGA!" perintah Arion

__ADS_1


Wilasa dan dua belas anak buahnya menuju ketempat Mark ruang bawah tanah, Arion bersama tiga belas anak buah nya menuju lantai atas . markas ini memiliki tiga lantai.


"Res dimana tempat ruangan bos nya" tanya Arion


Dorr


dorr


dorr


Suara tembakan saling bersahutan sedari tadi mengisi setiap ruangan yang mereka lalui korban berjatuhan terus menerus.


"Naresh?!"


"Bos ada yang tertembak" lapor salah satu anak buah yang mengikuti Wilasa


"AMANKAN!! DAN LANJUT KAN JANGAN SAMPAI LENGAH!!".Titah Wilasa


"Ar tebakan kita saat ini sedikit meleset, Ruangan bos mereka berada di ruangan bawah tanah semua anak buah mereka pun terpusat di sana"


"Sialan!" gumam Arion


"LIMA ORANG IKUT GUA!! SISANYA BERSIHKAN YANG ADA DI SINI. INGAT JANGAN SAMPAI LENGAH DAN TERLUKA!!" Perintah Arion


"Jemput yang terluka!" titah Arion ini tertuju ke anak buah yang berjaga di dekat Naresh.


"Baik"


Arion bergegas pergi menyusul Wilasa, pikir mereka tempat bos berada di lantai paling atas markas namun salah, Ares pun telat menyadari karna tak ada cctv yang berada di beberapa ruangan itu.


Dorr


dorr


"Bos dua orang terluka" laporan lagi


"Shit!" Arion berdecak kesal karna dirinya terhambat oleh anak Buah yang ada di lantai dasar


"Sa?" panggil Ares


"Gue aman Res Lo tenang aja"


dorr


dorr


Arion menggila menghabisi nyawa musuhnya dengan pisau miliknya, musuhnya menggunakan pistol untungnya dirinya bisa menghindari peluru itu walau tak tau apa yang akan terjadi nanti.


Berlari menuju pintu masuk ruang bawah tanah menuruni setiap anak tangga yang ada keadaan di ruang bawah tanah lebih mengenaskan.


Dorr


"WILASA!!" teriak Arion yang melihat jelas Wilasa tertembak


"BANGS*T!!" Arion langsung menghajar dan menghabisi setiap musuh yang dilihatnya,


"SA LO GAPAPA??" Ares panik


"Gue gapapa cuman bahu gua doang, Untung si ice ini teriak sempat menghindar gue" mengucapkan dengan santai agar kedua sahabatnya tetap fokus


"BAWA WILASA KEMBALI KE MOBIL! DAN YANG TERLUKA SEGERA!" Titah Arion


"Jauh dari jantung anjir masih bisa gue!" cegah Wilasa


"SEGERA!!" titah Arion mutlak


Mereka pun membantu membawa Wilasa paksa kembali ke mobil , tertinggal beberapa anak buah yang berada di ruangan bawah tanah.


Membabi buta Arion menghabisi musuhnya tanpa memperdulikan keadaannya, Sampai berada di depan ruangan bos yang pasti di dalam terdapat orang-orang yang menjaga bos mereka.


"SELAMAT KAN SANDERA, DUA SISANYA IKUT GUE!" Titah Arion


"Baik" ucap anak Buah bersamaan


Korban tewas berjatuhan, Perbedaan skill sangat terlihat jelas. tingkatkan kecepatan yang di miliki anak buah Arion dkk dengan musuh sangat jauh gerak cepat membunuh setiap musuh pun di menangkan oleh Arion dkk.


Di salah satu tempat,


Kaila yang gelisah sedari tadi tak mendapatkan kabar dari Arion, Kaila langsung menghubungi kekasihnya sesaat setelah kembali ke kamar sehabis menonton dan bermain game di kamar sebelahnya.

__ADS_1


"Lo kenapa si kai?" Feli heran melihat tingkah sahabatnya sedari tadi tak bersemangat dan gelisah.


"Gapapa gue, gue ambil ini aja deh Lo yang mana?"


"Yang ini gue, Lo yang mana ca?"


"gue? gak deh nemenin aja gue"


"ambil aja yang Lo suka" ucap Kaila


"Enggak kai Makasih"


"gak ada penolakan Ca" Candy pun pasrah memilih salah satu dress yang akan di kenakan nya nanti malam.


"ini aja" Kaila mengangguk


"yaudah yuk bayar" ucap Feli


Mereka bertiga menuju kasir, mereka tak hanya bertiga ada beberapa pengawal BD yang menjaga mereka sedari tadi,


Saat ini pukul 2 siang,


Berbelanja keperluan mereka di ikuti para pengawal menyusuri setiap toko yang ada, Entah berapa paper bag yang di pegang beberapa pengawal itu.



(bayangin aja Candy, Kaila, Feli)


Drtt drrttt


Drttt


Drttt


...Daddy (Calling)...


^^^"Hallo dad?"^^^


"Ini Mommy, kamu dimana?"


^^^"lagi belanja"^^^


^^^"Ada apa? kalian sudah tiba?"^^^


"Iya baru saja, kami di rumah cepat pulang ok? dan hati-hati"


^^^"Tentu mom, aku tutup dulu bye"^^^


"bye honey"


...Panggilan berakhir....


Mereka melanjutkan langkah kaki mereka menuju salah satu restoran terbaik yang ada di pusat perbelanjaan di kota A,


Selesai memesan dan menunggu akhirnya pesanan mereka tiba, Para pengawal Kaila pun ikut istirahat, menyewa setengah restoran yang ada agar menjamin keselamatan Nona muda mereka.


Di tempat Arion dkk,


Arion sudah menghabisi semua anak buah musuh tersisa bos mereka yang mana orang suruhan ayah Ariel,


Di ikat dan di jadikan sandera oleh Arion untuk di bawa pulang ke markas agar bisa bermain dan menikmati setia jeritan yang di keluarkan oleh korbannya.


"BAWA!" titah Arion, Arion beranjak pergi menuju ke tempat Mark di tahan.


Melewati setiap mayat yang berserakan di lantai penuh dengan darah yang mengalir, Arion mengerutkan keningnya saat memasuki salah satu ruangan yang mana banyak anak kecil yang terkurung di ruangan tersebut , perempuan maupun laki-laki mereka di kumpulkan di satu ruangan ini.


Uwekkk


uwekkk


uwekkk


tangis seorang bayi, Arion meninjau setiap sisi ruangan mencari sumber suara tangis bayi tersebut.


"Ar? Lo dengar gue?"


"Ya"


...✨ JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE ✨...

__ADS_1


__ADS_2