
"ARE YOU KIDDING WITH ME? "
Kaila berdiri dan berjalan menuju meja lagi, mengambil benang putih yang sudah di siapkan, berjalan kembali mendekati Andrea,
"Jangan bersikap angkuh di hadapan gue!" titah Kalia,
Kalia Menggores tipis bagian telinga kiri Andrea lalu meletakkan benang putih tersebut di tengah-tengah luka tersebut,
"Aaaa!!"
"Akhh! BANG AKHHH!! SHITT"
"ANJ AKHHH!!"
"Queen!" Panggil Kevin,
Deggg!!
Kevin kaget saat Kaila menatapnya yang mana kalia lah saat ini mengontrol tubuh kaila,
"Apa!"
"An.. Anu Queen Tuan Arion mengatakan kalau Nona Feli menunggu sedari tadi"
"Jam berapa sekarang?"
"Aa emm Jam 02.34 siang Queen"
"Beritahu Arion kalau setengah jam lagi aku akan pergi menemui Feli"
"Dan kabari Feli aku akan menjemput nya juga"
"Baik Queen"
Kaila kembali menatap Andrea lalu melirik telinga Andrea yang sudah setengah terlepas dari kulitnya,
"Cukup untuk hari ini" ucap kalia lalu tersenyum kepada Andrea ,
"Jangan di obati biarkan seperti itu!" Titah Kalia lalu beranjak pergi,
Berjalan menuju ruangan pribadi nya dengan kondisi bisa di bilang sangat mengenaskan kalau itu Kaila yang terluka karna banyak darah di pakaian Kaila, mata kirinya pun masih belum kembali ke semula membuat para anak buahnya takut untuk bertatap walau sekilas ,
"Bersihkan ruang tahanan seperti semula, Cuci bersih kaki yang ada di situ dan berikan ke molly" Titah Kaila sebelum masuk ke dalam ruangan nya.
Kaila membersihkan tubuhnya degan cepat karna dirinya sudah tak enak membuat sahabatnya menunggu, Selang beberapa menit Kaila sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapi.
...Feli (Chat)...
^^^"Fel sorry ya gue tadi ngurus berkas"^^^
__ADS_1
^^^"Ini gue otw tunggu ya"^^^
^^^"10 menit tunggu gue otw"^^^
"nyari mati lu? 10menit!!"
"Santai aja jangan buru-buru"
"Jangan sampe kenapa-kenapa"
"Gue juga sekalian hapal naskah"
^^^"Otw"^^^
"Hati-hati"
..............
Kaila keluar markas dengan terburu-buru, Mobil sudah di siapkan anak buahnya dan tinggal berangkat, Tanpa Kaila sudah mengatur waktu 10 menit dirinya harus sudah berada di rumah Feli,
Walau di jalanan banyak pengendara lain Kaila mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi walau begitu dirinya juga tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan lain,
Sekitar 9 menit Kaila di perjalanan menuju rumah Feli akhirnya tiba, Kaila di sambut sangat baik di rumah Feli,
"Gila Lo beneran 10 menit???"
"Kenapa emang? Kuy lahh biar gak kelamaan di jalan"
Tentu saja tak hanya mereka saja, Arion juga melakukan video call dengan keluarganya dan keluarga Kaila sekaligus meminta ijin walau via online kedua Keluarga saling setuju,
Masalah sekolah? Arion sudah berdiskusi dengan kepala sekolah itu sendiri dan syaratnya yang harus mereka jaga adalah jangan cetak gol terlebih dahulu kala sudah menikah nanti,
Dan kalau masalah anak-anak sudah di pikirkan juga dari kedua pihak maupun dari sekolah guru-guru tak bisa membantah kala kepala sekolah sudah memutuskan membolehkan keduanya merawat anak-anak tersebut toh mereka yang lebih dekat selagi tidak mengganggu waktu belajar Kaila maupun Arion.
"Kita bakal berangkat besok siang, Dan Keluarga Kenan minta maf tidak bisa hadir" tutur tuan Nelson,
"Kami paham semoga semua cepat membaik" sahut Tuan Walsh,
mereka melakukan video call untuk ikut andil memantau dekorasi dan membantu memberikan pendapat yang mungkin Arion kurang mengerti atau tidak bisa memutuskan warna dan tema apa.
"Daddy Ade masa siram Abang!!" adu Anak kedua Arion,
"Ndaa Ade nda siram Abang!!!"
"Siram!"
"Enggak!!"
"Huwaaaaaaa siram Ade siram!!!"
__ADS_1
"Enggak!!!!!!! Abang bohong!!!"
"Oh my kepala gue kepala gue!!" Arion memijit pelipisnya, keributan keduanya membuat baby boy ikut menangis.
"Uweekkkkk uekkk "
"Selamat datang di dunia yang fana ini bro!!" sambut Naresh seraya bertepuk tangan ,
"I will kill you!!!" ucap Arion
(Aku akan membunuhmu!!)
"Uwekkk"
"Daddy Ade jahat!!!"
"Enggak Ade gak jahat hikss Bang Dav hikss!!"
"Seperti nya cukup sampai di sini, kalian sudah tau kan tema dan dekorasi yang gue inginkan? bisa kalian kerjakan sekarang atau nanti yang pasti 3hari sdh selesai !"
"Baik Tuan muda"
"Ck, lihat dia nikamat nya kehidupan berumah tangga" ucap Wilasa
"Ayo kita harus meluruskan permasalahan ini" Arion mengajak anak-anak nya,
Tanpa di sadari kedua orang tua nya yang sedang menyaksikan keributan itu hanya bisa menahan tawa agar tidak membuat Arion semakin geram,
Saat Arion sudah tak terlihat lagi baru mereka tertawa bukan mengejek hanya saja seumuran Arion tiba-tiba saja menjadi ayah dan itu sangat lucu untuk kedua orang tuanya,
"Cup boy tolong jangan nangis dong!" Arion mencoba menenangkan anaknya di kamar Kaila,
Ketiga anaknya yang lain juga berada di kamar Kaila sedang di minta Arion diam dulu karna dirinya sedang menenangkan sang adik, Sekitar hampir 20 menit akhirnya baby boy diam di berikan susu lalu tertidur.
"Okeyy adik Kalian sudah tidur, Daddy minta kalian menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya ok?" keduanya mengangguk, Davian sedang rebahan di samping baby boy dirinya ingin tidur siang.
"Daddy mau Abang yang jelasin dulu tapi???? jangan teriak atau nangis karna laki-laki itu kuat pantang menangis okey?"
"Ayo abng jelasin"
"Tadi Abang mau datang Ade, Ade nya malah marah-marah . Abang gak boleh pinjam boneka Ade buat di taruh di mobil trus Abang di siram Ade"
"okey Daddy paham dengan penjelasan Abang, sekarang Ade yang menjelaskan"
"Ade lagi main Abang ambil boneka Ade, Ade marah Ade gak mau kasih pinjam Abang trus Abang tarik Ade siram Abang" Arion mengangguk,
"Abang Dav tadi liat gak Ade nya bertengkar?"
"Enggak dad, Dav lagi di dalam ngambil minum" Jujur Davian dirinya memang tidak melihat keduanya bertengkar kalau ada pun pasti dirinya sudah menengahi dan mencoba mencari solusi,
__ADS_1
"Ade,, kalau Abang mau pinjam tapi Ade masih mau main bilang sama Abang kalau Ade masih mau main jangan langsung marah-marah dan siram Abang ya?"
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...